NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:314.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak

Malam itu Dami menyiapkan barang-barangnya dengan hati yang senang. Ia memilih pakaian yang cukup tebal, memasukkan jaket bulu, syal, serta obat-obatan pribadi dan perlengkapan mandi.

Keesokan harinya, tepat pukul enam pagi, Dami sudah berdiri rapi di depan pintu. Udara pagi masih terasa dingin, namun semangatnya membuatnya tidak merasa kedinginan. Tidak lama kemudian, Bima keluar dari rumah dengan pakaian rapi dan tas kerja di tangannya. Ia melirik Dami dari atas ke bawah, lalu mengangguk singkat.

"Sudah siap?"

Dami mengangguk.

"Ayo berangkat," ucapnya singkat, lalu berjalan menuju mobil yang sudah dipanaskan oleh sopir.

Perjalanan menuju daerah puncak memakan waktu sekitar dua jam. Jalanan mulai menanjak dan berkelok-kelok saat mereka memasuki daerah pegunungan. Semakin naik, udara semakin sejuk dan segar, dipenuhi kabut tipis yang membuat pemandangan di luar jendela terlihat seperti lukisan alam yang indah. Dami terus menatap ke luar, terpesona oleh hamparan pohon pinus dan lembah yang terhampar luas di bawah sana.

Sesekali ia melirik ke samping, melihat Bima yang duduk tenang sambil sesekali membuka berkas. Namun, saat ia terlihat sedikit pusing karena jalan yang berkelok, Bima segera menyadari hal itu.

"Kalau pusing, pejamkan mata saja. Nanti akan terasa lebih baik," ucapnya dengan nada datar.

Dami mengangguk pelan, lalu memejamkan mata sambil tersenyum kecil. Paling tidak, ia merasa tidak lagi dianggap sebagai orang asing di hadapan suaminya sendiri.

Setelah dua jam perjalanan, mobil mereka akhirnya sampai di lokasi. Sebuah bangunan sederhana namun bersih berdiri di tengah area yang luas, dikelilingi pohon-pohon tinggi dan udara yang sangat sejuk. Mereka sempat melewati danau besar juga tadi. Begitu mobil berhenti, beberapa staf klinik segera bergegas mendekat dengan wajah hormat.

"Selamat pagi, dokter Bima!" sapa mereka serempak.

Bima turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Dami. Gerakannya terasa alami, membuat Dami sedikit terkejut namun segera turun dengan senyum sopan.

"Selamat pagi, dokter. Selamat pagi, nyonya Dami," sambut salah satu staf senior yang sudah lama mengenal keduanya.

Dami membalas sapaan itu dengan ramah.

"Pagi."

Namun, di antara kerumunan itu, ada sekelompok staf baru yang baru bergabung beberapa minggu terakhir. Mereka menatap Dami dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan yang sulit diartikan, ada rasa ingin tahu, penilaian, bahkan sedikit rasa iri yang tersembunyi.

Di antaranya ada dua orang wanita muda yang berdiri agak terpisah. Mereka berbisik pelan, namun cukup terdengar oleh Dami yang berdiri tidak jauh dari sana.

"Itu istrinya? Aku kira akan lebih cantik dan berwibawa," bisik salah satu wanita itu dengan nada meremehkan.

"Iya ya. Biasa saja penampilannya. Padahal Dokter Bima itu tampan, kaya, dan terkenal. Rasanya nggak sepadan," tambah temannya sambil melirik Dami dengan pandangan merendahkan.

Mereka berdua sebenarnya sudah lama mengagumi Bima secara diam-diam. Bagi mereka, laki-laki itu adalah sosok yang sempurna, pintar, sukses, dan memiliki wibawa yang kuat. Mendengar bahwa ia sudah menikah, hati mereka memang kecewa, namun tetap saja berharap istrinya itu bukanlah sosok yang menonjol. Dan saat melihat Dami, mereka merasa cukup puas karena merasa diri mereka lebih menarik dan lebih muda.

Dami mendengar semua bisikan itu dengan jelas dan langsung memberi tatapan tajam sebagai perkenalan awal. Sekali lagi, dia bukan wanita yang gampang di rendahkan. Kedua perempuan itu langsung menunduk salah tingkah.

"Dokter mau kamar yang bagaimana?" tanya seorang staf yang bertugas membagikan kamar.

Bima melirik Dami sekilas, lalu menatap staf itu lagi.

"Tanyakan pada istriku saja. Sesuaikan dengan yang istriku minta." katanya. Dami sedikit terkejut, tapi tersenyum dalam hati.

Staf itu langsung menoleh ke arah Dami dengan sikap hormat.

"Baik, nyonya. Kamar seperti apa yang nyonya inginkan? Ada yang menghadap ke danau, ada yang menghadap ke hutan, dan ada yang lebih luas untuk istirahat lebih nyaman."

Dami berpikir sejenak, lalu menjawab dengan tenang,

"Kalau bisa, yang menghadap ke danau saja. Pemandangannya pasti indah dan udaranya lebih sejuk."

"Siap, nyonya. Saya persiapkan yang terbaik," jawab staf itu segera, lalu berjalan mendahului mereka menuju bangunan penginapan.

Di belakang, kedua wanita tadi yang masih menunduk diam-diam melirik. Dokter Bima tidak pernah membiarkan orang lain menentukan hal-hal kecil untuk dirinya sendiri, tapi kali ini ia menyerahkan semuanya pada istrinya. Itu sudah cukup menjadi tanda jelas siapa yang berkuasa di sisi lelaki itu. Dan itu makin membuat mereka iri berat.

Sesampainya di kamar, Dami langsung terpesona. Jendela besar di salah satu sisi ruangan membuka pemandangan langsung ke danau yang permukaannya berkilau tertimpa sinar matahari pagi, dikelilingi kabut tipis yang perlahan menghilang. Ruangannya luas, bersih, dengan tempat tidur yang empuk dan perapian kecil yang siap dinyalakan jika udara terasa terlalu dingin.

"Kau suka?"

"Mm."

Dami mengangguk tanpa menoleh, saking terpesonanya dengan pemandangan indah di depannya. Sudah lama ia tidak melihat alam terbuka seperti ini. Jujur, dia senang sekali. Sesaat kemudian ia menyadari sesuatu, pandangannya beralih lurus ke Bima yang kini duduk di kasur.

"K-kak Bima tidur di sini juga?"

Pertanyaan tersebut langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang suami.

"Menurutmu? Kau ingin kita tidur terpisah dan membuat gosip menyebar di klinikku?"

Dami langsung menunduk, wajahnya seketika memerah padam hingga ke telinga. Ia baru sadar bahwa selama ini mereka tidur terpisah hanya di rumah, bukan di tempat umum yang banyak orangnya. Jika dia meminta kamar lain, justru akan menimbulkan tanda tanya dan perbincangan yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

"Maaf... aku baru ingat," jawabnya pelan, suaranya terdengar gugup. Tangannya tanpa sadar meremas ujung jaket yang ia kenakan.

Bima hanya mendengus pelan, namun tatapannya perlahan melunak. Ia melihat wajah istrinya yang memerah, dan ada perasaan aneh yang muncul di dadanya, bukan rasa kesal seperti biasa, melainkan rasa geli.

Pria itu bangkit dari kasur dan membuka kemejanya, dan di taruh di atas sofa. Ia tidak peduli bertelanjang dada.

"Aku ingin tidur sebentar. Bangunkan aku lima belas menit lagi."

Setelah mengatakan itu, ia langsung membanting dirinya di atas kasur. Bahunya, otot-otot tubuhnya, semuanya tampak indah dan sangat terawat.

Dami tertegun di tempat, matanya tanpa sengaja terpaku pada tubuh Bima yang kini berbaring santai. Jantungnya berdegup lebih kencang, wajahnya makin memerah hingga ia buru-buru memalingkan wajah ke arah jendela, takut ketahuan sedang memandang.

"Baik... aku akan bangunkan nanti," jawabnya terbata, suaranya hampir tenggelam dalam detak jantungnya sendiri.

Ia berjalan pelan mendekati kursi di dekat jendela, duduk dengan posisi yang membelakangi tempat tidur, berusaha menenangkan diri.

1
Etty Sumaryanti
semoga hubungan y membaik sm Bima klu dami mau sm Bima udah berusaha jgan hamil dlu dami seblm berhubungan lg sm Bima takut ank y mlh gk diterima sm Bima, klu udah sering x berhubungan ranjang baru deh 🙏🙏
Ita rahmawati
kalo Dami hamil pokoknya harus anak bima Thor krna kalo anak Damian ceritanya bakal ribet bgt ih 🤣🤣
Dewi Ansyari
Semoga saja Bima bisa memaafkan Dami, dan Dami sudah mau berubah it yg utama,semoga hubungan mereka bisa akur lagi
⭐️asteri
hanya othor yang menciptakan karakter pria dg cinta tanpa batas.
klo pake logika sih,laki2 yg sudah melihat istrinya di sentuh laki lain,pasti akan meninggalkanyaa.

tapi othor menciptakan karakter lali2 yg tidak biasa.
kereen thor, biasanya laki2 kayak gini kebanyakan di jumpai di negara western atau America.
jika ada laki2 kayak gini di Indonesia, super keren sih
imel
ntar ketangkap lagi sama Jeremy
Tuti Tyastuti
𝘵𝘢𝘳 𝘮𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘵𝘦𝘮𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘫𝘦𝘳𝘳𝘮𝘺
Popo Hanipo
dari pada selalu mengungkit masa lalu lebih baik pisah
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵💪
🌿🌺WINA🌸🌿
Semoga hubungan dami dan bima membaik, semoga bima bisa berdamai dengan keadaan dapat memaafkan dami... tapi nanti dami hamil bingung anak siapa,, semoga aja hamil anaknya bima...
jeremy merelakan dan mengikhlaskan dami bahagia bersama bima...

seandainya dami jatuh cinta bima, mungkin jeremy bisa rela dan ikhlas bersama bima, tuk sekarang ini jeremy tahunya dami masih mencintai jeremy...
Tuti Tyastuti
𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵 𝘬𝘢💪
Syavira Vira
lanjut
Mar lina
mantan tunangan pasti Datang
untuk mengganggu...
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Rita Anelis
jangan ketemu jeremy dulu donk thor biar gak perang🤣🤣
Danendra Faiz
fix in mh ttp sm bima
kasian kamu jer jer
Dewi Ambarwati
🤣🤣🤣🤣dasar Dami ceroboh bgt😜😜😜
Bunda Dzi'3
aduhh Dami lebih Baik jgn jauh2 Dari Bima kmu hrs berada..biar bima bisa melihat kmu..
kok jdi khawatir jeremy ngikutin dami sampai ke puncak..jgn smpai bima salah paham lagi
Al Fatih: Betul Bun...,, si Jeremy kan kayak jalangkung yaa,, tiba2 muncul,, tiba2 mendekat....,, eeeeh nambah masalah lagi
total 1 replies
Bunda Dzi'3
wahh hamil anak bima..biasanya wanita hamil mual dket2 ayah dri janim nyaa...ayolahh thor buat Bima bhgia punya anak dari dami wanita yg di cintai diem2 slama 8 th🤗😍
Amik Suparmi
lanjut ketemu jeremy thor🤣
LANY SUSANA: jangan donk🤣🤣
tar hubungan yg mulai membaik tegang lg 🤣🤣
total 1 replies
Hanima
Lanjut Dami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!