NovelToon NovelToon
Impoten Sang Singa Madrid

Impoten Sang Singa Madrid

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Action
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Leonardo De Luca adalah penguasa Madrid yang memiliki segalanya, kecuali masa depan. Di balik kemegahan tahtanya, ia menyimpan rahasia kelam tentang infertilitas yang membuatnya merasa seperti tanah gersang tanpa harapan akan pewaris. Baginya, garis keturunan De Luca telah menemui jalan buntu.
Hingga ia bertemu Olivia, seorang gadis penjual bunga yang hidup di antara harum kelopak dan ketabahan akar. Di mata Olivia, Leonardo bukanlah singa yang menakutkan, melainkan jiwa yang haus akan kehidupan. Pertemuan ini adalah awal dari sebuah keajaiban; tentang bagaimana cinta seorang penjual bunga mampu menumbuhkan benih kehidupan di celah batu karang yang paling keras sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebangkitan sang singa

Kamar utama mansion De Luca menjadi saksi bisu berakhirnya kutukan sepuluh tahun Leonardo. Di bawah cahaya temaram lampu kristal, Leonardo tidak lagi menahan diri. Begitu kulitnya bersentuhan dengan kulit Olivia tanpa penghalang sutra gaun pengantin, seluruh saraf di tubuhnya seolah meledak.

Selama satu dekade, Leonardo merasa seperti mesin yang mati, namun di dalam pelukan Olivia, ia menemukan bahwa kejantanannya bereaksi dengan intensitas yang menyakitkan sekaligus nikmat. Ia bukan lagi pria yang dingin dan terkontrol; ia adalah pria Spanyol yang darahnya mendidih karena gairah yang sudah terlalu lama terpendam.

Leonardo membuktikan segalanya malam itu. Ia tidak hanya melakukannya sekali; ia seolah ingin menghapus sepuluh tahun kekosongan dalam satu malam. Setiap sentuhan, setiap ciuman, dan setiap klaim yang ia buat atas tubuh Olivia dilakukan dengan tenaga yang dominan. Ia ingin Olivia merasakan bahwa hanya gadis itulah satu-satunya kunci yang bisa membuka gembok kemandulannya.

"Hanya kau, Olivia," geram Leonardo parau di tengah keringat dan napas yang memburu. "Hanya kau yang bisa membuatku merasa seperti ini."

Olivia, yang awalnya merasa terintimidasi, akhirnya tenggelam dalam pusaran gairah suaminya. Ia merasakan kekuatan mentah dari seorang pria yang baru saja menemukan kembali nyawanya. Leonardo tidak membiarkannya sedetik pun terlepas dari jangkauan tangannya, seolah-olah jika ia melepaskan Olivia, ia akan kembali menjadi patung es yang mati rasa.

Pagi yang Melelahkan

Saat sinar matahari Madrid mulai menembus celah gorden yang berat, Olivia mencoba menggerakkan tubuhnya. Namun, ia merasa seolah seluruh tulangnya telah dicabut. Tubuhnya terasa sangat lemas, pegal, dan berat. Setiap inci kulitnya terasa sensitif karena jejak-jejak posesif yang ditinggalkan Leonardo semalam.

Ia bahkan tidak sanggup mengangkat lengannya untuk menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya. Ia hanya bisa terbaring diam, menatap langit-langit kamar yang tinggi, merasakan sisa-sisa intensitas malam pengantin mereka.

"Jangan bergerak," suara berat Leonardo terdengar di samping telinganya.

Olivia menoleh pelan dan mendapati Leonardo sudah terjaga, bersandar pada satu siku sambil menatapnya dengan tatapan yang jauh lebih gelap dan posesif daripada kemarin. Leonardo tampak sangat segar, kontras dengan Olivia yang tampak hancur. Wajah pria itu memancarkan kepuasan yang absolut—seperti predator yang baru saja mengamankan wilayah kekuasaannya secara permanen.

Tangan besar Leonardo meluncur di atas perut Olivia, menarik selimut sutra itu sedikit lebih rendah untuk melihat tanda-tanda kemerahan di pundak istrinya.

"Kau milikku sekarang, Olivia. Sepenuhnya," ucap Leonardo lugas. Ia tidak menciumnya dengan lembut; ia menggigit kecil bahu Olivia, menandai kembali miliknya.

"Aku lemas sekali, Leonardo... kepalaku pusing," bisik Olivia dengan suara yang hampir hilang.

"Itu karena kau tidak akan keluar dari ranjang ini sampai aku mengizinkannya," balas Leonardo tanpa kompromi. Ia menarik Olivia ke dalam dekapannya, mengunci tubuh kecil istrinya di bawah tubuhnya yang besar dan berotot.

Posesifitas Leonardo meningkat berkali-kali lipat pagi itu. Ia tidak membiarkan pelayan masuk untuk mengantarkan sarapan; ia sendiri yang mengambil baki di depan pintu dan menyuapi Olivia seolah gadis itu adalah tawanan berharganya. Ia bahkan melarang Olivia pergi ke rumah kaca hari itu.

"Hari ini kau tidak akan menyentuh bunga-bungamu," perintah Leonardo saat Olivia mencoba duduk. "Kau hanya akan menyentuhku. Aku telah membersihkan semua musuh di luar sana, tapi musuh terbesarmu sekarang adalah aku, karena aku tidak berniat membiarkanmu memakai pakaian hari ini."

Olivia menyadari bahwa dengan berakhirnya masalah impotensi Leonardo, ia kini menghadapi masalah baru yang lebih besar: Leonardo De Luca yang haus akan kehadirannya setiap detik. Suaminya tidak lagi hanya mengawasi dari jauh; pria itu kini menempel padanya seperti bayangan yang posesif, memastikan bahwa setiap hembusan napas Olivia hanya diperuntukkan bagi sang Singa Madrid.

Di paviliun tamu, Margaret dan Arthur mungkin mengira putri mereka sedang menikmati bulan madu yang indah. Mereka tidak tahu bahwa di sayap utama mansion, Olivia sedang berjuang untuk sekadar bisa berdiri kembali di bawah pengawasan ketat pria yang kini terobsesi menjadikannya pusat dari seluruh dunianya.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
chiara azmi fauziah
aku kasih gift ya thor😍
Isti Mariella Ahmad: makasih😍
total 1 replies
chiara azmi fauziah
mantap thor ceritanya mau dong di cintai ugal-ugalan 🤣🤣🤣
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!