Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6
Danu mendorong tubuh Lila agar menjauh, kenapa Lila bisa punya pemikiran seperti itu? tidak tahukah tadi saat Lila hanya memakai handuk si otong miliknya berdiri tegak? Tidak tahukah Lila kalau bibirnya sedari tadi ingin dia sosor? Tak tahukah Lila kalau sedari tadi dia menahan semua hasrat itu hanya untuk melindungi gadis kecil itu? Bisa-bisanya dia justru mengira kalau dia Gay. Astaga!
"Bicara apa sih kamu?"
"Hehehe Lila cuma heran saja, kemarin Mas Danu sudah lihat paha mulus Lila, tadi juga lihat bahu molek Lila, Lila juga sudah bilang ratusan kali kalau Lila suka sama mas Danu, Lila siap jadi istri mas Danu. Tapi mas Danu diam aja, gimana Lila nggak kepikiran ke situ? Lila tu sudah suka sama Mas Danu sejak Lila di bangku SD, Lila susah menanti mas Danu selama sembilan tahun. Lila butuh jawaban dari Mas Danu, Lila tidak mau di gantung mas"
Danu jadi tak bisa berkata-kata, Lila terlalu jujur dan blak-blakan, lelaki mana yang tidak suka saat melihat Lila? Dia cantik dan ceria. Danu pun suka dengan gadis kecilnya. Tapi dia sudah berjanji pada Mbak Lisa untuk menjaga Lila, Lila sudah dia anggap sebagai adik kandung. Tidak mungkin dia merusak Lila. Dia juga mau segera menikah di usianya sekarang, tapi Lila masih terlalu muda, masa depannya masih panjang.
Melihat sikap diam Danu, Lila jadi nekat. Mas Danu tidak boleh di miliki wanita lain. Lila duduk di pangkuan Danu dengan begitu beraninya.
"Katakan pada Lila kalau mas Danu tidak Gay" Pancing Lila.
"Mas tidak Gay Lila! Mas normal"
"Lila tidak percaya, buktikan ke Lila kalau mas tidak suka cowok"
"Bukti?"
Lila langsung mencium bibir Danu, Danu membulatkan kedua bola matanya.
"Apa yang kamu lakukan Lila!"
Danu mendorong wajah Lila agar melepaskan ciumannya.
"Kenapa? Mas Danu beneran Gay?" Tantang Lila. Danu terpancing, kini dia yang menarik kepala Lila agar lebih dekat. Dia mencium bibir Lila dengan begitu rakus. Lila tersenyum kecil, akhirnya Lila berhasil membuat Danu tak berdaya.
Danu mulai kehilangan kendali, dia mulai tersulut gairah yang begitu lama dia pendam.
"Ahh mas Danu"
Desahan itu lolos dari bibir Lila kala tangan Danu mulai meraba ke pahanya. Danu tak berhenti di sana, dia bahkan sudah membuka beberapa kancing baju yang di pakai Lila. Keduanya sama-sama terbawa suasana, tubuh yang tadinya sudah segar kini kembali memanas. AC di ruangan itu seakan tidak bisa mendinginkan gelora asmara di antara mereka.
"Jangan menyesal Lila"
"Lila tidak akan menyesal mas, Lanjutkan mas. Ah...."
Danu mulai memasukan kedua jarinya ke liang kenikmatan milik Lila. Desahan kembali keluar dari bibir indah itu, hingga sebuah suara bel membuat keduanya saling menjauh satu sama lain.
******
Danu rasanya ingin pergi ke antartika, dia tidak menyangka akan terjerumus ke dalam jebakan Lila. Bisa-bisanya dia melakukan hal tak senonoh itu ke Lila. Untung saja Angga datang di waktu yang tepat, suami Mbak Lisa mengunjungi putri angkatnya untuk memberikan barang titipan Lisa. Danu bersembunyi di kamar Lila, dia bisa di cincang hidup-hidup oleh kakaknya jika kakaknya Tari sampai tahu kalau dia sudah melakukan hal tak pantas ke Lila.
Danu tertidur di kamar Lila hingga siang hari, dia bahkan terpaksa izin mendadak ke kampus karena tidak bisa keluar dari kamar Lila.
"Mas Danu"
Lila mencoba membangunkan Danu, Papanya sudah pergi, dia bisa keluar sekarang.
Danu bangun dengan tatapan datar, jujur dia tidak tahu harus bersikap bagaimana dengan Lila, dia sadar sudah melakukan hal yang salah pada Lila.
Melihat bibir Lila yang masih nampak tebal akibat ulahnya membuat Danu ingin melakukannya lagi. Namun....dia benar-benar sudah gila! Kenapa bisa kelewat batas begini?
"Mas maaf Lila...."
"Sudah diam saja"
Danu segera menjauh dari Lila, dia bisa kembali tidak terkendali jika terus-menerus dekat dengan Lila.
Pakaian Lila yang sedikit terbuka sungguh membuat darahnya mendidih. Dia harus menahan ini, tadi hampir saja mereka kebablasan, untung saja ada Angga yang datang.
Danu memegangi kepalanya yang pening, kenapa dia bisa kelewat batas begini? harusnya dia menjaga Lila kan?
Danu melihat Lila berjongkok di depannya, tangan Lila meraih tangan Danu untuk di kecupnya.
"Lila cinta banget sama mas Danu, jangan menyesal ya? Lila benar-benar bahagia hari ini. Lila tidak bergurau dengan isi hati Lila mas,Lila ingin selalu bisa dekat dengan mas Danu seperti ini"
Lila kembali mencium tangan Danu, Danu benar-benar tidak bermutu saat Lila berjongkok di depannya. Tahukah dia ini adalah posisi berbahaya? Fantasi Danu terbayang-bayang kemana-mana.
Apalagi dia sering sekali melihat posisi seperti ini di film dewasa yang dia lihat.
"Shiiitttt"
Danu mengumpat dalam hati saat membayangkan bibir indah Lila bermain dengan junior nya. betapa nikmatnya itu bila Lila benar-benar melakukannya.
"Mas Danu kenapa diam saja? Tadi mas sudah cium Lila, mas juga sudah buka-buka baju Lila, apa itu masih kurang?"
Danu makin diam, baginya itu adalah sebuah kesalahan, dia tidak bisa mengatakan apapun, Danu bahkan malu pada dirinya sendiri.
Lila kembali kesal, dia sengaja membuka kancing bajunya di depan Danu, Lila bahkan dengan berani duduk di pangkuan Danu.
"Lila turun!"
"Tidak mau"
Lila kembali menatap wajah itu yang kini tengah melotot marah. Lila justru juga ikut makin berani mencium bibir Danu, sayangnya Danu menghindar.
"Lila cukup!"
"Apanya yang cukup mas? Mas juga menikmati ini kan? Mas juga suka kan?"
Lila tidak bisa berbohong jika dia ketagihan dengan adegan tadi, jiwa mudanya membara, darah mudanya seakan tengah berkobar ingin menjadikan Danu jadi miliknya.
"ini salah"
Lila menunduk, dia sedih karena Danu justru merasa ini kesalahan, padahal ini hal terindah di dalam hidup Lila. Lila ingin bangun dari pangkuan Danu, namun Danu mendadak menarik tubuhnya, bibirnya kembali di lumat oleh Danu. Membuat Lila merasa jutaan kupu-kupu tengah menghampiri dirinya.
"Benarkah ini? Mas Danu menciumnya duluan! Apa Lila tidak sedang bermimpi?"
Lila benar-benar tidak menyangka Danu akan kembali mencium dirinya, padahal dia kira tadi Danu menyesal dan tak mau lagi menciumnya.
Ciuman Danu bahkan lebih dalam dari ciuman yang tadi.
Woy! Apa mas Danu sedang kesurupan? Dia tak kunjung melepas ciumannya,bibir Lila sampai terasa begitu kebas. Namun dia suka.
"Mas Danu....."
Lila benar-benar di buat kewalahan dengan ciuman itu,Lila mendorong sebentar tubuh Danu agar dia bisa bernafas, meski begitu lama tapi kali ini tangan Danu tidak nakal seperti tadi. Bajunya masih utuh tak tersentuh.
"Kamu senang?"
Lila mengagguk sambil malu-malu, dari dulu sampai sekarang Mas Danu masih sama, dia tidak bisa melihat Lila sedih.
"Mas harap ini yang pertama dan terakhir kalinya"
Danu langsung berdiri dan pergi dari kamar Lila. seketika wajah senang Lila berubah muram lagi. Apa sih yang di inginkan Mas Danu? Dia suka sekali memainkan hatinya.