NovelToon NovelToon
Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Jadi Bos Perusahaan Entertainment

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Showbiz / Reinkarnasi
Popularitas:524
Nilai: 5
Nama Author: ILikeAll9

Pernah gak sih kamu lagi enak enaknya tidur, eh bangun bangun malah pindah dunia. Ini adalah kisah seorang pemuda yang baru saja lulus dari masa SMAnya, dia berusia 18 tahun, namanya Ethan Lucifer.

Dia anak yang hidup sederhana bersama orang tuanya, Ayahnya bekerja di bengkel, Ibunya bekerja di warung kecil depan rumah mereka. Alias warung mereka sendiri, warungnya berupa warung makanan.

Ethan kadang akan membantu orang tuanya berjualan, dia juga memiliki adik perempuan yang saat ini baru duduk di kelas satu SMP, dan adik laki laki yang baru masuk SD tahun ini. Keluarga mereka beranggotakan 5 orang, dan selalu harmonis.

Pesan Author: Mungkin sebagian akan berbeda dari awal alur, tapi semoga tetap bisa menikmatinya, karena di karya ini terdapat bantuan dari Ai, mohon dimaklumi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ILikeAll9, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C011: Anggota Baru Bergabung [Lucas Elves] & Tim Kreatif Dibalik Layar Bergabung

C011: Anggota Baru Bergabung [Lucas Elves] & Tim Kreatif Dibalik Layar Bergabung [Noah Alvaro], Serta Calon Trainee Baru

...Selamat Baca...

Malam musim semi, tanggal 2 April, pukul 20.15 WAZ

Musim semi membuat malam di Kota Adelia terasa hangat dan nyaman—bintang-bintang bersinar jelas di langit gelap tanpa awan, sementara lampu jalan berbentuk bunga menerangi setiap sudut kota.

Di dalam kamar kerjanya, Ethan duduk di depan meja yang penuh dengan dokumen, sambil menatap ponselnya yang terus bergetar dengan notifikasi baru.

“Tuan Ethan, saya Alexander Wright—saya setuju untuk bergabung dengan Lucifer Entertainment!”

“Tuan, saya Daniel Hart—orang tua saya sudah menyetujui saya untuk bergabung!”

“Tuan Ethan, ini Ryan Scott—saya siap untuk menjadi bagian dari perusahaan Anda!”

Ethan tersenyum lebar saat membaca pesan-pesan tersebut satu per satu. Dia mengetik balasan untuk masing-masing anak muda berbakat itu.

“Sangat senang mendengarnya! Mari kita bertemu besok pagi pukul 09.00 di kantor perusahaan. Bisa bawa keluarga jika ingin.”

Setelah mengirim pesan, dia berdiri dan melihat keluar jendela—ranting pohon sakura di halaman depan masih bergoyang lembut tertiup angin, membawa harapan baru dengan setiap kelopak yang berguguran perlahan.

“Esok akan menjadi hari yang sibuk tapi penuh makna,” gumamnya sambil menyiapkan dokumen kontrak untuk besok.

Pagi tanggal 3 April Musim semi, Pukul 07.30 WAZ

Ethan sudah bersiap dengan pakaian formalnya-Kemeja putih, dasi hitam, jas hitam, celana hitam, sepatu pantofel, jam tangan perak. Ia mulai berjalan menuju Lucifer Entertaiment.

Sinar matahari musim semi sudah mulai menerpa atap gedung Lucifer Entertainment saat Ethan menyusuri lorong menuju ruang tamu.

Evan, Felix, Leo dan Adrian sudah menunggu di sana dengan wajah bersemangat. Lantai kayu baru mengkilap terkena sinar matahari yang masuk melalui jendela besar.

“Selamat pagi, Kak Ethan!” ucap Evan dengan senyum. “Kita sudah siap untuk menyambut teman-teman baru kita.”

Tak lama kemudian, pintu masuk terbuka dan tiga anak muda dengan wajah berseri masuk bersama keluarga mereka.

Alexander Wright membawa gitar akustiknya yang sudah dikenalnya, Daniel Hart menyandarkan tas kecil berisi naskah teater, dan Ryan Scott membawa tas kostum tari yang rapi.

Mereka saling bersalaman dengan ramah—Evan langsung menunjukkan ruang latihan tari kepada Ryan, sementara Felix berbagi cerita dengan Alex tentang cara membuat lagu dari pengalaman sehari-hari.

Adrian membantu Daniel meletakkan tasnya dan berbicara tentang pentingnya disiplin dalam mengembangkan bakat.

“Senang bertemu dengan kalian semua,” ucap Ethan saat memasuki ruangan.

“Mari berkeliling dulu," katanya sengan senyuman kecil.

SIANG TANGGAL 3 APRIL, PUKUL 11.30 WAZ

Setelah berkeliling melihat fasilitas perusahaan, Ethan mengajak mereka ke ruang konferensi yang sudah dihiasi dengan bunga musim semi.

Di mejanya sudah tersusun dokumen kontrak dengan logo perusahaan yang mencolok.

“Sebelum kita melanjutkan,” ujar Ethan dengan suara jelas, "Kalian akan menjadi bagian dari keluarga Lucifer Entertainment."

"Kami akan mendukung pendidikan dan pengembangan karir kalian sesuai dengan minat masing-masing.”

Baru selesai berbicara, pintu terbuka dan Samuel Cooper masuk dengan alat musik tradisionalnya, diikuti Alfian Vale yang membawa buku catatan penuh dengan lirik dan not musik.

“Maafkan saya terlambat, Tuan Ethan—kami baru saja datang dari pasar tempat saya biasanya tampil.”

“Tidak apa-apa, silakan duduk,” jawab Ethan dengan senyum.

Tak lama kemudian, Lucas Elves masuk dengan jasnya yang rapi, wajahnya tenang namun mata nya menunjukkan semangat yang jelas.

“Selamat pagi, Tuan Ethan,” ujar Lucas dengan sopan. “Keluarga saya sudah menyetujui saya untuk bergabung.”

Semua orang memberikan tepukan ramah saat Lucas duduk di sebelah Adrian. Ethan mulai menjelaskan kontrak kepada masing-masing:

Alexander Wright akan fokus pada pelatihan vokal dan produksi musik sebagai penyanyi solo.

Daniel Hart akan mengikuti pelatihan akting dan bergabung dengan komunitas teater perusahaan.

Ryan Scott akan melatih kemampuan tari dan membantu menyusun koreografi untuk grup idol.

Samuel Cooper akan mengembangkan seni tradisional dengan sentuhan modern, sekaligus akan menjadi salah satu member grup idol yang unik.

Alfian Vale akan belajar produksi musik dan mendapatkan bantuan pendidikan, serta akan menjadi grup idol all-rounders.

Lucas Elves akan bergabung dengan grup utama bersama Evan, Felix, Xavier, dan Adrian.

Satu per satu mereka menandatangani kontrak dengan tangan yang mantap. Keluarga yang menyaksikan juga menunjukkan kegembiraan di wajah mereka.

Setelah itu, Ethan membawa mereka melihat area baru yang disiapkan kontraktor Leo Martinez dan timnya.

“Bagian luar gedung sudah siap, tinggal sedikit finishing di dalam saja,” ujar Leo Martinez dengan senyum. “Semua akan selesai tepat waktu.”

“Terima kasih banyak,” jawab Ethan dengan lega. “Hari ini banyak tamu penting yang akan datang.”

SORE TANGGAL 3 APRIL, PUKUL 16.15 WAZ

Setelah semua kontrak ditandatangani, Ethan mengumpulkan semua trainee di ruang latihan. Matahari mulai miring, menyinari lantai kayu dengan warna keemasan.

“Selamat bergabung dengan Lucifer Entertainment!” ucap Ethan dengan suara penuh semangat.

"Dalam tiga hari ke depan, kalian akan tinggal di apartemen seberang perusahaan dengan fasilitas sesuai kebutuhan masing-masing.”

Semua trainee memberikan tepukan meriah. Ethan melihat wajah-wajah penuh harapan di depannya—Evan, Felix, Adrian, Lucas, Leo, Alex, Daniel, Ryan, Samuel, Alfian—semua siap untuk memulai perjalanan baru mereka.

Sinar matahari sore menerangi ruangan saat mereka berfoto bersama untuk pertama kalinya, dengan senyum lebar dan keyakinan yang jelas di mata mereka.

"Baiklah, untuk hari ini cukup sampai disini saja, kalian bisa berbicara lagi bersama trainee baru. Kalau begitu saya pergi dulu," katanya dengan senyuman, lalu berbalik keluar menuju kantornya.

Meninggalkan anak anak yang baru saja bergabung di ruang tamu perusahaan, setelah ia keluar dengan bunyi klik, para trainee tersenyum.

"Hei, selamat datang di Lucifer Entertainment. Senang bertemu kalian semua, mari kita mulai memperkenalkan diri lebih dulu secara resmi." Kata salah satu anggota trainee paling lama, Evan.

"Akan dimulai dariku, aku adalah Evan Carter. Aku sudah menjadi trainee di perusahaan ini selama tiga tahun, terjebak pada CEO yang tak bertanggung jawab."

"Meninggalkan perusahaannya begitu saja, untungnya Kak Ethan datang dan memenjarakan bos aku sebelumnya, dan menggantikan CEO itu. Aku tahu tatapan kalian penasaran mengapa aku tetap setia?" Kata Evan menebak ekpresi para trainee, mereka mengangguk dengan rasa ingin tahu, akhirnya dia tersenyum sebelum menjelaskan.

"Ada alasannya, alasannya karena seorang bos perusahaan besar dan aku di blacklist mereka, tapi perusahaan Lucifer inilah yang mau menerimaku selama ini, maka dari itu. Alasanku tetap bergabung adalah membalas dengan kesetian." Katanya tersenyum kecil.

"Ah benar, aku baru berusia 16 tahun, senang bertemu kalian, semoga kedepannya kita bisa akrab." Kata Evan, sambil mengedipkan satu matanya.

"Baiklah selanjutnya aku, aku adalah rekrutan pertama Kak Ethan. Berasal dari akademi teater, sebelumnya penampilanku tidak begini."

"Rambutku panjang seperti perempuan, dan panjangnya mencapai pinggang. Tapi karena Kak Ethan, aku memotong rambutnya dan menjadi seperti ini, namaku Felix Nalendra, aku baru berusia 14 tahun. Mohon bantuannya, semoga kita juga bisa akrab." Kata Felix menjelaskan situasinya, dan memperkenalkan diri.

"Baiklah giliranku, namaku Adrian Louis. Aku direkrut Kak Ethan karena kemampuanku, dulu aku bekerja di sebuah restoran dan menjadi pelayan serta penari untuk cover musik."

"Aku menerima tawaran Kak Ethan, karena impianku adalah menjadi idol. Jadi aku ikut bergabung dengan mereka, semoga kita bisa akrab juga, dan aku 17 tahun." Kata Adrian tersenyum tipis, dan sedikit malu karena cita citanya.

"Kalau begitu aku juga ikut memperkenalkan diri. Aku adalah Lucas... Lucas Elves, aku di rekrut karena tantangan dance dari mall. Kata Kak Ethan aku cocok untuk ikut grup idol, karena kemampuanku sendiri. Dan aku berusia 17 tahun, jadi salam kenal semoga kita akrab." Kata Lucas, tepuk tangan meriah menyambutnya.

"Jadi sudah giliranku? Halo semua, aku Leo Whitmore, sama seperti Lucas aku direkrut karena tantangan Mall, aku dari Negara Levia. Dan usiaku 18 tahun salam menal semuanya." Leo memperkenalkan diri, sebagai seseorang dari negara luar yang sedang menginjakkan jalannya menuju dunia hiburan.

"Kalau begitu, aku akan memperkenalkan diri, aku berusia 14 tahun, namaku Alexander Wright senang bertemu senior sekalian."

"Aku juga akan memperkenalkan diri, namaku Daniel Hart, usiaku 14 tahun senang bertemu juga."

"Aku juga, hari ini adalah ulang tahunku yang ke 16 tahun, namaku Samuel Cooper, salam kenal senang bertemu kalian."

"Aku Ryan Scoot, bulan depan secara resmi usiaku memasuki usia 16 tahun, salam kenal semua, aku juga senang bertemu kalian."

"Wah tinggal aku ya? Bagaimana ya? Aku Alfian Vale, salam kenal semua A-aku baru berusia 13 tahun dua bulan lagi, senang bertemu kalian..."

"Ah maaf mungkin kalian mengira aku anak usia 17-18 tahun ya? Karena tinggi badanku? Maaf ya ini sebenarnya faktor keluargaku, dan tahun ini aku baru berusia 13 tahun hehe, semoga kita bisa akrab."

Dan itulah sesi perkenalan mereka, yang paling mengejutkan adalah Alfian Vale, dia memiliki tinggi badan 178 cm. Tapi dia baru berusia 13 tahun, tahun ini. Maka dari itu perusahaan Lucifer Entertainment akan kembali menduduki puncak seperti saat ayahnya memimpin.

Setelah saling memperkenalkan diri bersama selesai, di sisi Ethan, dia melihat Michael Volkov datang dengan senyum hangat. Ia membawa beberapa alat musik tradisional kecil dari Valeria.

"Selamat sore, Tuan Ethan," ujar Michael dengan sopan.

"Saya sudah mendapatkan persetujuan dari keluarga saya dan siap untuk bergabung setelah Saya dan Xavier lulus tanggal 13 april nanti."

Ethan mengangguk dengan senang. "Baiklah Michael, saya akan menunggu sampai tanggal 13 April nanti. Kita akan mulai latihan bersama dengan jadwal yang sudah disusun.

***

PAGI TANGGAL 5 APRIL, PUKUL 08.30 WAZ

Aroma kopi dan sarapan pagi dari luar masuk dari jendela, dan memenuhi ruangan kantor Lucifer Entertainment.

Ethan baru saja menyelesaikan secangkir teh hangat ketika pintu dibuka dan Noah Alvaro masuk dengan tas laptopnya yang besar.

"Selamat pagi, Tuan Ethan!" ujar Noah dengan senyum ramah. "Saya sudah siap untuk memulai pekerjaan saya sebagai editor tim sementara."

"Senang bertemu denganmu, Noah," ucap Ethan dengan senyum. "Mari kita lihat beberapa video yang sudah saya rekam sebelumnya."

Ethan membuka lemari penyimpanan dan mengambil beberapa USB serta kartu memori.

"Ini adalah rekaman latihan Evan dan Felix, pembersihan awal halaman perusahaan, pembangunan perusahaan, juga saat pindahan ke apartemen. Semua ini belum pernah diedit sama sekali."

Noah melihat USB tersebut dengan mata yang bersinar. "Sangat menarik, Tuan Ethan. Saya punya beberapa ide untuk mengeditnya agar lebih menarik."

Setelah itu, Ethan menunjukkan meja kerja yang sudah disiapkan untuk Noah—dengan komputer baru dan peralatan editing yang modern. "Kita akan membuat konten yang bisa menarik perhatian banyak orang," jelas Ethan.

"Selain itu, saya juga sudah mulai membaca surat lamaran dari calon mentor dan staf perusahaan."

Dia mengambil beberapa amplop putih dari mejanya. "Ada beberapa nama menarik untuk mentor pendidikan trainee: Ms. Emily Carter yang ahli vokal, Mr. James Anderson yang ahli tari, dan Ms. Sophia Lewis yang ahli akting."

"Mereka akan kita undang untuk wawancara dalam beberapa hari kedepan."

Noah mengangguk dengan antusias. "Itu bagus, Tuan Ethan. Dengan mentor yang berpengalaman, para trainee akan belajar lebih banyak lagi."

PAGI TANGGAL 5 APRIL, PUKUL 10.00 WAZ

Setelah menunjukkan ruangan kerja kepada Noah, Ethan kembali ke mejanya dan mulai menyortir surat lamaran.

Dia menemukan beberapa nama yang menarik untuk mentor pendidikan trainee:

Ms. Olivia Parker—pengajar musik dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Mr. Benjamin Clark—pelatih akting yang pernah bekerja di perusahaan besar. Ms. Isabella Reed—ahli tari tradisional dengan latar belakang akademis.

Ethan mencatat nama-nama tersebut di buku catatannya. "Pertama kita akan merekrut mentor untuk pendidikan trainee dulu," gumamnya sambil menandai setiap nama dengan tanda centang.

Saat itu juga, pintu kantor dibuka dan Noah masuk dengan membawa beberapa perangkat editing. "Tuan Ethan, saya sudah melihat semua rekaman yang Anda berikan."

"Saya punya beberapa ide untuk konten dokumenter tentang perjalanan trainee."

"Itu bagus, Noah," ucap Ethan dengan senyum.

"Kita akan membuat konten yang bisa menunjukkan proses mereka belajar dan berkembang. Ini akan menjadi bukti bahwa setiap trainee di sini punya potensi besar."

Matahari sudah mulai tinggi di langit saat mereka berbicara. Suasana kantor semakin hangat dengan kedatangan orang-orang baru yang datang untuk melihat fasilitas perusahaan.

Ethan merasa senang melihat semua orang mulai bekerja sama dan saling membantu—satu keluarga besar yang sedang tumbuh dengan cepat.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!