NovelToon NovelToon
The Predator’S Possession

The Predator’S Possession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mafia / CEO
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Callalily

Benedict Franklin, pemilik Equinox Ventures dan pemimpin organisasi Veto, adalah pria yang hanya percaya pada angka dan kekuasaan. Baginya, emosi adalah kelemahan, dan tatapan matanya mampu meruntuhkan siapapun dalam hitungan detik. Namun, hidupnya yang penuh kendali berubah saat ia bertemu dengan Zara Clarance Harrison. Bagi Zara, hidupnya sudah cukup indah hanya dengan aroma tepung dan manisnya gula di toko kue kecil miliknya. Namun, dunianya yang tenang, hancur dalam semalam ketika ayahnya, David Harrison, menggunakan dirinya sebagai jaminan hutang kepada Benedict Franklin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Callalily, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Zara tersentak dan berdiri. “Anda….mengenal ibu saya?.”

Wanita paruh baya itu tidak langsung menjawab. Ia melangkah mendekat ke arah Benedict, menyentuh kening pria itu, lalu beralih menatap baskom dan handuk. Ia tampak terkejut melihat handuk basah itu.

“Kau membersihkan lukanya?” tanya wanita itu.

“Yaa, perbannya juga sudah diganti,” jawab Zara pelan.

Wanita itu terdiam lama. “Benedict tidak pernah membiarkan siapa pun menyentuh lukanya sejak Tuan dan Nyonya Franklin meninggal. Bahkan Luca pun sering diusirnya. Dia lebih memilih menahan sakit sendirian daripada terlihat lemah di depan orang lain. Menyedihkan bukan?.”

Zara terdiam. Ia kembali teringat saat membantu Benedict membersihkan lukanya di tengah malam. Kini ia mengerti kenapa reaksi Benedict sangat dingin saat dirinya datang untuk membatu.

“Istirahatlah, Nak. Kau terlihat sangat lelah,” ujar wanita itu lembut. “Biar aku yang menjaga Benedict sebentar. Luca, antarkan dia untuk makan sesuatu.”

Zara melirik Luca, mencoba mencari jawaban, namun Luca hanya mengangguk kecil sebagai tanda bahwa wanita ini bisa dipercaya.

Dengan rasa penasaran yang mengganjal, Zara akhirnya melangkah keluar, meninggalkan wanita misterius itu yang kini duduk di tepi ranjang.

Malam harinya, Zara sedang berdiri di balkon mansion, manatap hamparan langit malam yang tampak sangat sepi tanpa kilauan bintang.

Derap langkah kaki terdengar mendekat ke arahnya. Wanita paruh baya datang membawa dua cangkir teh.

“Duduklah,” ujarnya lembut sambil menyodorkan satu cangkir pada Zara.

“Kemarin aku terlalu terkejut melihatmu hingga lupa memperkenalkan diri. Namaku Edda.”

Zara menerima cangkir itu, merasakan hangatnya menjalar ke telapak tangannya.

“Anda sangat mengenal Tuan Benedict? Dan….tentang ibu saya?” tanya Zara langsung.

Sofia mendudukkan dirinya di kursi rotan di samping Zara dan memberikan isyarat agar Zara melakukan hal yang sama.

“Tolong jangan bersikap kaku seperti itu. Panggil saja Edda.”

Edda menyesap teh nya, lalu menatap Zara. “Sebelum kita bicara tentang orang lain, bagaimana kabarmu sendiri, Zara? Kau terlihat sangat tertekan.”

Zara menunduk. “Aku—aku baik-baik saja, Sofia. Hanya sedikit lelah.”

“Lelah itu wajar, kau memikul beban sebesar ini sendirian” Edda mengangguk mengerti. “Aku mengenalmu jauh sebelum hari ini, Zara.”

“Aku adalah pengasuh Benedict. Aku yang mengajarinya berjalan, mengobati lukanya, dan selalu menyiapkan cokelat hangat setiap kali dia ketakutan karena badai……” Edda menjeda kalimatnya.

“……aku adalah saksi bagaimana keluarga Franklin dan keluargamu dulu hampir tidak terpisahkan” lanjut Edda.

Zara mengangkat wajahnya, sorot matanya menajam. “Kalau begitu, ceritakan semuanya padaku, Edda.”

“Jangan ada yang di tutup-tutupi lagi. Aki perlu tahu kebenaran yang sebenarnya tentang apa yang terjadi” pinta Zara.

Edda terdiam cukup lama. Ia meletakkan cangkirnya, lalu menatap Zara dengan raut wajah yang mendadak berubah sangat kelam.

“Apakah kau benar-benar sanggup mendengar kebenaran yang sebenarnya, Zara? Kebenaran itu lebih tajam dari belati. Ia bisa menghancurkan sisa-sisa memori baik yang kau miliki tentang ayahmu” tanya Edda.

“Hampir tidak ada lagi yang tersisa di hidupku, Edda,” jawab Zara getir, suaranya sedikit bergetar.

“Ayahku pembunuh, aku terpaksa menikah dengan pria yang tidak aku cintai, dan sekarang mengabdikan diriku pada pria yang membenciku. Aku hanya ingin tahu seberapa dalam luka itu, agar aku bisa memperbaiki apa yang masih mungkin diperbaiki” lanjut Zara.

Edda menghela napas panjang, matanya menerawang jauh ke langit, seolah memutar kembali memori berdarah sembilan tahun lalu.

“Pesawat yang membawa Tuan Noah dan Nyonya Belinda jatuh. Jatuhnya pesawat itu seolah sudah direncanakan dengan sangat rapih.” Edda memulai dengan suara rendah.

“Pesawat itu dikendarai oleh ayahmu, David Harrison. Dia adalah orang kepercayaan Tuan Noah, bahkan jika aku tidak salah ingat, ayahmu dan Tuan Noah berteman sejak kuliah, itulah yang membuat mereka sangat akrab.”

Sofia memejamkan mata sejenak.

“Yang paling menghancurkan jiwa Benedict adalah saat menemukan bangkai pesawat itu di pegunungan terpencil. Tuan Noah ditemukan dalam keadaan hancur, hampir tidak bisa dikenali lagi”

Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Edda. Ia menarik napas panjang.

“Dan Nyonya Belinda….ibu Benedict….” Edda berhenti sejenak, suaranya tercekat.

“Beliau ditemukan dalam keadaan telanjang bulat di tengah puing-puing pesawat. Hasil autopsi menemukan banyak sperma di rahimnya. Naasnya, sperma itu berasal dari lima laki-laki berbeda.”

Zara menutup mulutnya dengan tangan, matanya membelalak ngeri.

“Maksudmu……. beliau dilecehkan sebelum pesawat itu jatuh?.”

“Atau saat pesawat itu dipaksa mendarat di suatu tempat sebelum akhirnya di hancurkan,” bisik Edda perih.

“Kejanggalan yang paling besar, Zara….. ayahmu, David, sama sekali tidak ditemukan di sana. Tidak ada mayatnya, tidak ada jejak darahnya. Dia menghilang sejak jatuhnya pesawat itu.”

Dunia seolah berputar di sekitar Zara. Kenyataan bahwa ayahnya bukan hanya seorang pengkhianat, tetapi mungkin terlibat dalam skenario yanh begitu jahat, membuatnya merasa mual.

“Saat itu Benedict masih sangat muda,” lanjut Edda, menggenggam tangan Zara yang kini bergetar hebat.

“Itulah sebabnya dia menjadi pria yang kau lihat sekarang” ucap Edda.

Edda melepaskan genggaman tangannya, membiarkan jemari Zara yang bergetar mencari tumpuan pada pinggiran kursi rotan itu.

Wanita paruh baya itu menyandarkan punggungnya, menatap kosong ke arah langit.

“Hanya itu yang aku tahu, Zara” bisik Edda dengan suara nyaris hilang ditelan hembusan angin.

“Tapi…..” Edda menoleh, menatap Zara dengan sorot mata yang penuh keraguan.

“……mungkin ada kebenaran lain yang tidak aku tahu. Dunia Benedict tinggal bukanlah dunia dimana keheranan bisa ditemukan dengan mudah.”

Zara mematung. Apa yang di ucapkan Edda terasa seperti racun yang merayap perlahan ke seluruh pembuluh darahnya. Bayangan Belinda yang diperlakukan begitu hina menciptakan badai yang jauh lebih besar di dalam kepalanya.

“Lalu….apa yang harus kulakukan, Edda?” tanya Zara dengan suara pecah.

“Aku merasa hilang arah. Bagaimana bisa aku menebus dosa yang begitu kotor? Bagaimana aku bisa menghadapi pria itu setelah mengetahui apa yang sebenarnya dialami keluarganya?”

Edda tidak langsung menjawab. Ia bangkit dari kursinya, melangkah mendekat dan menarik kepala Zara untuk bersandar dibahunya. Ia mengusap rambut Zara dengan lembut.

“Terkadang, saat kehilangan arah, satu-satunya yanh bisa kita lakukan adalah berjalan satu langkah demi satu langkah. Jangan pikirkan bagaimana menyembuhkan seluruh lukanya sekarang. Karena kau juga sedang terluka.”

Zara terisak pelan di bahu sofia. Ia merasa berada di titik tergelak dalam hidupnya. Ia kini tahu bahwa Benedict adalah orang yang jauh lebih hancur daripada yang pernah ia bayangkan.

“Dan kau harus tahu satu hal lagi….ibumu, Sarah. Dia adalah perempuan paling kuat yang pernah ku kenal. Jika kau merasa hancur sekarang, ingatlah bahwa di dalam dirimu mengalir ketegaran ibumu.”

1
rurry Irianty
novel dark romance favorit kuuu
Bude Yanti
aku suka lajut kan
Nanda
novel ini bagus, cocok dibaca sama orang yang suka genre dark romance
Nanda
KAK SEMANGAT UP NYAAA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!