Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ternyata Sesakit Itu...
Vira menarik nafas panjang. "Namanya Alex lebih tepatnya Alex Xavier Alexander. Sifat Alex dingin, ketus, dan gak suka basa basi Alex paling gak suka sama cewek yang mencoba mencari perhatiannya dan mendekatinya terang-terangan jika ada Alex akan mencaci makinya habis-habisan. Sebenarnya Alex orangnya asik, dan itu bagi orang yang dekat dengannya hanya saja beberapa bulan ini Alex menjadi berubah drastis..." Jelas Vira yang menjeda ucapannya.
Aretta mengernyitkan dahinya. "Dia berubah kenapa?" Tanyanya.
"Dia berubah semenjak saudara kembarnya meninggal 5 bulan lalu gue liat Alex hancur sangat hancur, mungkin sekarang Alex sudah mendingan dan gak berantakan seperti awal-awal ia ditinggalin sama saudara kembarnya. Tapi pas baru-baru Alex ditinggal saudara kembarnya dia terlihat kacau, berantakan, wajahnya pucat seperti mayat hidup dan gue dengar-dengar dia selalu berusaha mencoba bunuh diri untuk nyusul sodara kembarnya tapi aksi dia selalu gagal lebih tepatnya selalu digagalkan sama orang-orang terdekat dia." Cerita Vira menggebu-gebu.
Deg
Aretta tak bisa berkata-kata hatinya sangat sakit mendengar kenyataan dari Vira ternyata kepergian dirinya membuat abangnya hancur bahkan berniat mengakhiri hidupnya untuk menyusul dirinya.
"Bahkan Alex sekarang semakin dingin dan tak tersentuh jika ada yang menyenggol Alex emosi Alex akan meluap-luap dan gak ada yang bisa menenangkannya kecuali jika ia puas dengan korbannya." Ucap Rosa.
"Siapa kembarannya Alex." Tanya Aretta pura-pura penasaran.
"Namanya kembarannya Alex sama kek nama lo Ta, namanya Aletta Xaviera Alexander anak bungsu satu-satunya dari keluarga Alexander bahkan Tuan dan Nyonya Alexander aja gak kalah terpukulnya dan mereka juga hancur kehilangan permata ya." Jelas Vira.
"Iya bahkan anak pertamanya aja gak kalah terpukulnya dari Alex dan orang tuanya, yang gue denger anak pertamanya memutuskan pergi keluar negeri untuk menenangkan dirinya." Ucap Rosa.
Deg
Tubuh Aretta menegang mendengar kata anak pertama. "Bang Azka." Batin Aretta lirih matanya berkaca-kaca mendengar Abang tersayangnya juga terpukul dan hancur karena kehilangan dirinya.
"Bagaimana kalian tahu sedetail ini?" Tanya Aretta penasaran.
"Itu bukan menjadi rahasia umum Ya udah banyak berita di mana-mana bahkan proses pemakaman Aletta Xaviera Alexander aja live. banyak yang sayang sama Aletta dan keluarga Alexander mereka semua juga merasa kehilangan." Ucap Vira.
"Iya, bahkan ke tiga sahabatnya katanya mau pindah ke sini." Ucap Rosa. memang dirinya mendengar gosip-gosip kalau sahabat Aletta akan pindah ke SMA Alexander.
Deg
"Astaga gue lupa sama mereka bertiga, gimana ya keadaan mereka bertiga setelah kehilangan gue. gue harap Malaysia gak ikutan sedih berlarut-larut." Batin Aretta. Aretta dan para sahabatnya memang sangat dekat bahkan mereka seperti sodara kandung yang apa-apa samaan dan kemana-mana bersama walaupun mereka adalah mafia tapi mereka menikmati masa-masa remaja yang gak harus tenang misi dan dunia bawah.
"Kasian ya mereka." Ucap Vira.
"Iya gue liat Alex seterpukul itu apalagi orang tuanya dan abangnya, bahkan abangnya pergi ke luar negeri setelah Aletta di makamkan." Ucap Rosa.
Sebisa mungkin Aretta yang jiwanya Aletta menahan tangisannya. Sakit, sungguh sakit mendengar cerita bahwa keluarga terpukul bahkan hancur setelah kepergian dirinya. Jiwa Aletta menyesali semua ini, sungguh.
Andai saja ia tidak bodoh dan mendengarkan kata-kata orang tuanya dan abang-abangnya mungkin saja jiwa Aletta masih hidup bersama mereka semua hidup bahagia bukan malah terjebak ke dalam tubuh Aretta ini.
"Emangnya Aletta udah meninggal berapa lama?" Tanya Aretta ia akan mencari informasi tentang jasad dirinya dan keluarganya.
"Vira berfikir mulai mengingat². "Hem keknya kalo gak salah 5 bulan yang lalu deh, Yakan Ros?" Ucap Vira menanya Rosa.
"Hem iya keknya 5 bulan yang lalu." Ucap penuh keyakinan.
Aretta yang mendengar terkejut ternyata sudah selama itu dirinya pergi dan keluarganya masih dalam berudu dan terpuruk. jiwa Aletta semakin menyesal atas semua perlakuan kepada orang tua dan abangnya. apalagi melihat keluarga yang tidak seperti dulu lagi kepergian dirinya sangat membuat mereka semua merasa sakit, keterpurukan bahkan hancur ternyata mereka sesakit itu.
"Lama banget ya, berarti 1 bulan setelah gue koma." Ucap Aretta
Rosa dan Vira mengangguk membenarkan. "Iya, lo aja koma 6 bulan." Ucap Vira.
Aretta mengangguk. "Emangnya Aletta meninggal karena apa?" Tanya Aretta penasaran.
Padahal dirinya tahu yang meninggal karena apa. Ya karena keselek 7 biji jeruk lah apalagi coba, hanya karena keselek 7 biji jeruk dirinya metong.
"Bahkan kalau gue ingat gue metong karena keselek 7 biji jeruk gue kesel aja ingatnya." Dengus Batin Aretta. karena menurut Aretta itu tidak wajar.
"Eh tapi tunggu dulu apa karena gue gangguin orang yang pacaran di bawah pohon besar itu kali yah? tuh cowok kan pengen nembak tuh cewek tapi gue recokin dan gue bilang bunga yang tuh cowok pegang bunga kamboja bunganya orang metong. Astaga jangan-jangan gue.... NYUMPAHIN GUE METONG WPY." Abtin Aretta menjerit.
Rosa dan Vira yang melihat Aretta melamun saling pandang, masalahnya dari tadi mereka berdua menyadarkan Aretta tapi Aretta tidak sadar-sadar.
Vira yang geram pun teriak. "ARETTAAAAAAAAA." tentu saja teriakan Vira mengundang atensi siswa siswi mengarah kepadanya begitupun Alex yang langsung menoleh kearah sumber suara toa masjid.
"Eh." Kaget Aretta gelagapan ia sangat terkejut dengan teriakan Vira sedangkan sang empu hanya cengengesan gak jelas.
"Kenapa sih?" Dengus Aretta kesal. Huh padahal dirinya masih memikirkan perkara dia metong.
"Kalo bener gue metong karena itu, haisssss nyesel banget gue." Batin Aretta menangis.
"Aretta." Ucap Vira kesal.
"Kenapa sih?" Tanya Aretta yang mulai jenggah dengan sahabatnya ini.
Vira memutarkan bola matanya malas. "Kenapa-kenapa Lo yang ngelamun terus?"
"Gue gak kenapa-kenapa ko." Kilahnya.
Vira mangut². "Tadi lo nanya kan si Aletta meninggal karena apa?" Tanya Vira memastikan.
Aretta yang mengingatkannya pun tersadar. Ia memang penasaran dengan kematian dirinya sendiri. "Iya, emang karena apa?" Tanyanya penasaran.
Vira menoleh ke Rosa. "Lo aja deh yang jelasin gue cape soalnya." Ucapnya cengengesan.
Sedangkan Rosa mendengus kesal. "Dengar-dengar sih Aletta meninggal karena kecelakaan di jalan menuju taman gitu, pas Aletta pengen nyebrang menuju taman si Aletta nggak lihat kalo ada mobil yang melaju kencang ke arahnya alhasil Aletta tertabrak deh." jelas Rosa yang di anggukan oleh Vira.
"Iya kasian banget deh Tab meninggalnya mengenaskan udah gitu mayatnya ditemukan setelah 15 menit Aletta tertabrak." Timpal Vira.
Penjelasan dari Rosa dan Vira membuat tubuh Aretta lemas ternyata ia meninggal karena kecelakaan, tapi kenapa seingatnya ia meninggal karena keselek 7 biji jeruk dan itu terasa nyata sekali.
"Tentu itu yang nemuin mayatnya Aletta siapa?" Tanyanya. Aretta benar-benar bertekad untuk mencari informasi tentang jasadnya.
"Katanya ketiga sahabat, soalnya waktu mereka diwawancarai ketiga sahabatnya bilang kalo mereka sempat ke Mansion Alexander untuk ketemu Aletta tapi kata Alex Aletta nggak ada dan mereka bertiga inisiatif untuk mencari ke taman karena Aletta suka sama taman. nah pas mereka ke sana mereka mencari-cari Aleta tapi gak ketemu temu pas mereka mau pulang mereka melihat jasad Aleta sudah tergeletak di sekolah dengan tubuh kecebur selokan tapi kepalanya nongol di pinggir-pinggir selokan gitu." Jelas Vira.
"Anjir lahhh gak elit amat woy gue metong jasadnya di temuin gak estetik." Batinnya kesal.
"Eh tapi siapa yang udah nabrak gue? sumpah ya kalo gue tahu orangnya dan ketemu sama dia gue bejek-bejek tuh orang." Batin Aretta emosi.
"Kasian banget jasadnya di temuin kek gitu." Ucap Aretta mengiba yang di iyain oleh Vira. "Eh tapi pelakunya udah ketemu belum?" Tanyanya.
"Masih abu-abu sih sampe sekolah, tapi keluarga Alexander mencurigai Galen dan Cherly. karena ketiga sahabatnya bilang kalo Galen dan Cherly itu jahat dan mau ambil posisi yang Aletta punya bahkan salah satu sahabat yang bernama Audrey yang bongkar itu, tapi dari pihak Galen dan Cherly tidak terbukti bersalah sih dan sekarang mereka berdua bebas." Jelas Rosa.
Ah ia sampai lupa dengan 2 hama itu, okelah pekerjaan Areta bertambah dan ia ingin segera membantai si galon alias Galen dan Cherly buah ceri yang haus harta, kasih sayang tentu saja sang perebut segalanya.
Kring
Kring
Kring
"Eh bel masuk udah bunyi yuk kita masuk." Ajak Vira lalu beranjak dari tempatnya diikuti oleh Aretta dan Rosa.
Mereka berjalan dengan tenang melewati meja Alex begitu saja dengan posisi Alex yang masih setia dengan lamunannya. Aretta yang paling belakang melihat tatapan Alex yang putus asa. dirinya merasa kasian dan merasakan bersalah pada Abang kembarannya itu ingin rasanya Aretta memeluknya erat sangat erat dan bilang ke Alex bahwa ia adalah Aletta yang terjebak di dalam tubuh gadis ini.
Saat Aretta berada di depan meja Alex pandangan Alex mengarah ke arahnya mereka saling bertetapan beberapa detik karena Aretta yang lebih dulu memutuskan tatapan itu dan langsung berjalan cepat.
Deg
Deg
Deg
Alex memegangi dadanya yang tiba-tiba berdetak kencang. "perasaan apa ini? kenapa pas gue tatapan sama cewek itu gue ngerasa sangat dekat sama dia bahkan gue liat dari diri Aletta ada di dirinya." Ucap Alex lirih.
Lalu Alex menoleh ke arah Aretta yang berjalan agak jauh darinya, menatap Aretta dengan tetapan yang sulit diartikan. "siapa sebenarnya lo? kenapa gue ngerasa lo kek adik gue? Adek, Abang kangen sama adek adek abang mau nyusul adek tapi selalu gagal." Batin Alex sendu menatap pundak Aretta yang semakin jauh.
Alex bangkit lalu berjalan keluar kantin untuk pergi ke rooftop. setelah kepergian Aretta Alex jarang sekali mengikuti pelajaran Alex lebih sering ke rooftop untuk menenangkan dirinya. bahkan tidak ada seorangpun yang boleh mengizinkan kakinya di rooftop kecuali Alex dan ketiga sahabatnya yaitu Zergan sebagai sang sepupu lalu Evan dan Danil.
_o0o_
Di mansion Alexander.
Tepatnya di ruang tamu pasangan paruh baya yang masih terlihat muda tengah berbincang-bincang membicarakan hal yang serius bersama dengan dua orang paruh baya yaitu Nakula Sergio Alexander dan Priyanka Asmita Alexander.
"Bagaimana perkembangannya?" Tanya Nakula kepada dua orang paruh baya yang berada di hadapannya yaitu Rafka Antonius Alexander dan Kamila Xavelyn Alexander.
Rafka menghela nafas berat memijit pelipisnya yang terasa pusing. "Belum ada titik terang bang tapi gue yakin kalo dia pelakunya." Ucap Rafka.
Nakula menatap Rafka dan Kamila intens. "mau sampai kapan kalian seperti ini? jangan terus-terusan seperti ini kalian sama saja membuat Aletta yang udah bahagia di atas sana sedih. kalian harus bangkit jangan terus-terusan terpuruk seperti ini kalian harus mikirin kedua anak kalian yang masih membutuhkan peran kalian sebagai orang tuanya, jangan mengajukan mereka berdua Rafka Kamila." Tegas Nakula.
Memang selama 5 bulan terakhir ini Rafka dan Kamila hanya terpuruk dan masih dengan suasana berduka. Rafka dan Kamila masih tidak ikhlas dengan kepergian permata Alexander itu apalagi kepergian Aletta dengan cara tragis seperti itu sungguh Rafka dan Kamila tidak ikhlas.
"Kasian Alex dan Azka mereka juga sama sedihnya dengan kalian harusnya kalian menenangkan mereka menghibur mereka jangan kalian ikut terpuruk dan hancur seperti ini. kehilangan anak memang menyakitkan tapi kita juga harus tahu bahwa ada anak yang lainnya yang membutuhkan peran kita sebagai orang tuanya." Nasehat Priyanka.
Nakula dan Priyanka emang sangat menyayangi Aletta bahkan menganggap Aletta sebagai anak kandungnya sendiri mereka juga sama terpuruknya dengan Rafka dan Kamila tapi mereka berusaha kuat, apalagi putra satu-satunya yang sangat menyayangi Aletta memang dari dulu putranya sangat menginginkan adik perempuan maka dari itu putrinya juga merasa kehilangan dan terpuruk.
Rafka dan Kamila termenung mendengar penuturan kakak iparnya, emang apa yang dibilang sama kakak iparnya benar mereka malah fokus sama kesedihan dan keterpurukan atas meninggalnya Aletta harusnya mereka memikirkan anak mereka yang lain yang membutuhkan kasih sayang mereka berdua.
"Lo benar harusnya gue gak seperti ini harusnya gue gak mengabaikan anak-anak gue yang lainnya harusnya gue gak merasa terpuruk dan kehilangan terus-terusan gue merasa bersalah sama Azka dan Alex merasa berdua membutuhkan gue tapi gue lebih fokus sama kematiannya Aletta." Ucap Rafka lirih dengan suara bergetar.
Dirinya baru menyadari bahwa ia dan istrinya telah mengabaikan anak-anaknya yang lain dan mereka berdua terlalu fokus mencari tahu dalang atas kematian Aletta. Rafka dan Kamila menyesali itu Rafka berniat akan mencoba memperbaiki hubungannya dengan kedua putranya.
"Yaudah lo hubungi Azka suruh dia pulang ke Indonesia dan lo juga hubungi Alex suruh dia pulang ke sini. setelah kepergian Aletta Alex lebih memutuskan untuk tinggal di apartemen bahkan orang-orang gue laporan kalo keadaan Alex sangat kacau dia seperti tidak ada semangat hidup dan bahkan beberapa kali mencoba untuk bunuh diri tapi selalu digagalkan dengan kedua sahabatnya dan anak gue." Jelas Nakula memberi tau.
Rafka dan Kamila yang mendengar tentu saja terkejut bukan main. apa anaknya saya terpuruk itu sampai mempunyai niat untuk menyusul adiknya? sungguh mereka berdua merasa sangat bersalah sudah mengabaikan anaknya dan lebih parahnya lagi mereka berdua tidak tau keadaan anaknya selama ini seperti apa.
Seketika Kamila teringat dengan anak sulungnya yang berada di luar negeri, ia takut Azka akan melakukan hal yang sama seperti Alex. "Dan aku tiba-tiba kepikiran Azka aku takut Azka akan melakukan hal yang sama seperti Alex coba kamu telpon Azka dad." Ucap Kamila bergetar dengan segala pikiran buruk yang terlintas di otaknya.
"Oke kamu tenang kita telpon Azka sekarang." Ucap Rafka menenangkan istrinya. sebenarnya Rafka juga memikirkan hal yang sama seperti Kamila tentang anak sulungnya tapi ia mencoba untuk berpikir positif.
"Semoga kalian baik-baik saja jangan buat Daddy dan Mommy merasa kehilangan untuk kedua kalinya cukup adik kalian saja yang meninggalkan kita." Batin Rafka menahan dadanya yang begitu sakit.