NovelToon NovelToon
Love In Chaos

Love In Chaos

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ry_chan04

Adrian Alfarezel adalah CEO yang menderita germaphobia ringan dan sangat gila keteraturan. Hidupnya yang membosankan berubah total saat ia bertemu Zevanya (Zeva), seorang gadis pengantar paket yang hobi motoran, bicaranya ceplas-ceplos, dan tidak takut pada siapa pun—termasuk Adrian.
​Pertemuan mereka dimulai dari insiden "helm melayang" yang mengenai mobil mewah Adrian, berlanjut ke skema "pacar kontrak" untuk menghindari perjodohan kolot kakek Adrian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ry_chan04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mesin Tua dan Rahasia Mama Martha

Pagi di penthouse Menara Alfarezel mendadak terasa seperti film drama keluarga yang diputar dengan kecepatan dua kali lipat. Zevanya, yang biasanya hanya perlu berurusan dengan popok Kenzo dan laporan logistik, kini harus menghadapi tantangan baru yang jauh lebih mengintimidasi daripada dewan komisaris: Mama Martha.

​Wanita yang telah puluhan tahun mengasingkan diri di Swiss itu ternyata memiliki standar kebersihan yang setara dengan ruang operasi jantung. Saat Zeva keluar dari kamar dengan rambut acak-acakan dan kaos oblong bertuliskan "Oli adalah Parfumku", ia mendapati Martha sedang mengawasi pelayan yang sedang membersihkan debu di sudut ruangan dengan senter kecil.

"Zevanya, Sayang," sapa Martha dengan senyum yang sangat manis namun mematikan. "Mama tidak bermaksud mencampuri, tapi udara di sini sedikit terlalu... berbau logam. Apa kau sedang menyimpan suku cadang motor di bawah sofa?"

​Zeva nyengir semprul, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Eh, itu cuma blok mesin miniatur buat Kenzo, Ma. Biar dia terbiasa sama bau masa depan. Lagian kalau terlalu wangi bunga, saya takut nanti Kenzo lupa kalau bapaknya itu bos logistik, bukan bos toko parfum."

​Adrian, yang baru saja keluar mengenakan handuk di lehernya, hanya bisa memijat kening. "Ma, Zeva itu mekanik. Jangan paksa dia jadi nyonya rumah yang hobi menata vas bunga."

​"Mama tidak memaksa, Adrian. Mama hanya ingin memastikan cucu Mama tidak tumbuh di tengah tumpukan besi tua," sahut Martha tenang. Namun, matanya beralih ke Zeva dengan binar yang berbeda. "Tapi, Zevanya... Mama dengar kau sangat ahli dalam merestorasi mesin tua?"

Martha mengajak Zeva ke sebuah gudang penyimpanan khusus di lantai bawah tanah menara. Tempat itu terkunci dengan sistem keamanan ganda yang bahkan Adrian jarang akses. Saat pintu baja itu terbuka, debu tipis beterbangan menyambut mereka.

​Di tengah ruangan, tertutup kain penutup yang sudah kusam, terdapat sosok kendaraan yang sangat besar. Martha menarik kain itu dengan tangan gemetar.

​Sebuah Mercedes-Benz 600 Pullman klasik tahun 1960-an—mobil legendaris yang dulu menjadi simbol kejayaan ayah Adrian—teronggok di sana. Kondisinya menyedihkan; catnya kusam, kromnya berkarat, dan ban-bannya sudah rata dengan lantai.

​"Ini mobil kesayangan mendiang suamiku," bisik Martha, matanya berkaca-kaca. "Banyak orang bilang ini hanya rongsokan, tapi di dalamnya tersimpan dokumen dan rahasia tentang pendirian Alfarezel yang Helena coba cari selama bertahun-tahun. Sistem hidroliknya rusak total, dan tidak ada mekanik di Jakarta yang berani menyentuhnya."

​Zeva mendekat, tangannya gemetar bukan karena takut, tapi karena adrenalin. Ia menyentuh kap mesin yang dingin itu dengan rasa hormat. Ia membuka kap mesinnya, dan bau bensin basi bercampur oli tua langsung menusuk hidungnya. Bagi Zeva, ini adalah aroma sejarah.

​"Sistem hidrolik Pullman itu rumit banget, Ma. Ini pake tekanan tinggi buat gerakin kaca, jok, sampe bagasi. Kalau salah urus, tekanannya bisa bikin tangan putus," gumam Zeva, matanya mulai meneliti setiap jengkal kabel yang getas.

​"Bisa kau memperbaikinya?" tanya Martha penuh harap.

​Zeva menyeringai lebar, sebuah seringai yang membuat Adrian (yang baru saja menyusul ke bawah) tahu bahwa istrinya sudah masuk ke mode "trans". "Ma, kasih saya waktu seminggu, kunci pas nomor tiga belas, dan stok kopi hitam yang nggak abis-abis. Saya bakal bikin mobil ini teriak lebih kenceng daripada Kenzo pas lagi minta susu."

Selama tiga hari berikutnya, Zeva seolah menghilang dari peradaban kelas atas. Ia tinggal di gudang itu, mengenakan wearpack yang sudah hitam pekat oleh oli, dengan Kenzo yang sesekali diletakkan di boks bayi portabel di sudut gudang agar bisa diawasi.

​Martha, yang awalnya skeptis melihat Zeva bekerja kasar, perlahan mulai luluh. Ia sering turun membawa camilan tradisional dan duduk di kursi lipat sambil melihat menantunya itu bertarung dengan pipa-pipa hidrolik yang macet.

​"Zevanya, kau tahu kenapa Mama sangat menyukai mobil ini?" tanya Martha suatu sore saat Zeva sedang berusaha membersihkan piston.

​"Kenapa, Ma? Karena harganya mahal?" sahut Zeva tanpa menoleh, tangannya sibuk dengan sikat kawat.

​"Bukan. Karena mobil ini tidak pernah berpura-pura. Jika dia rusak, dia akan mati. Tidak seperti orang-orang di dewan komisaris yang tetap tersenyum padamu padahal mereka sedang menyiapkan pisau di belakang punggungmu," Martha menghela napas. "Helena dan kelompok Blackwood sedang merencanakan sesuatu yang besar. Mereka tahu Kenzo adalah pewaris sah, dan mereka akan mencoba menyerang legitimasinya."

​Zeva berhenti menyikat. Ia menoleh ke arah Martha dengan wajah yang penuh noda hitam. "Mama tau sesuatu?"

​"Ada dokumen rahasia di dalam kompartemen tersembunyi mobil ini. Dokumen yang membuktikan bahwa ayah Adrian memberikan 40% saham tambahan kepada yayasan sosial yang kau pimpin, bukan kepada konsorsium. Jika dokumen itu ditemukan, Blackwood tidak akan punya celah untuk melakukan akuisisi paksa."

​Zeva tertegun. Jadi, merestorasi mobil ini bukan sekadar hobi, melainkan misi penyelamatan perusahaan. "Oke, kalau gitu saya harus lebih cepet. Ujang! Ambilin tang potong! Kita harus bongkar panel belakang!"

Namun, rahasia gudang bawah tanah itu sepertinya bocor. Pada malam keempat, saat Adrian sedang berada di Singapura untuk urusan darurat dan Zeva baru saja akan memejamkan mata di samping mobil, alarm keamanan gedung berbunyi nyaring.

​Lampu gudang mendadak mati. Zeva langsung menyambar Kenzo dari boksnya, mendekap bayi itu erat di dadanya. Ia mengambil sebuah kunci inggris berat sebagai satu-satunya senjata.

​Suara langkah kaki yang teratur terdengar mendekat. Bukan langkah kaki satpam gedung, tapi langkah kaki orang-orang terlatih.

​"Nona Zevanya, serahkan kunci mobil itu dan Anda tidak perlu terluka," sebuah suara dingin terdengar dari balik kegelapan. Itu adalah agen lapangan Blackwood yang berhasil menyusup lewat jalur utilitas bawah tanah.

​Zeva menyeringai dalam kegelapan. Mereka lupa satu hal: ini adalah gudang mekanik. Ini adalah wilayah kekuasaannya.

​"Lu masuk ke kandang macan, Bos," desis Zeva.

​Zeva menendang sebuah tuas di dekat kakinya. Seketika, sistem hidrolik darurat yang baru saja ia perbaiki melepaskan tekanan angin yang sangat kencang, membuat debu-debu dan serpihan logam terbang ke arah para penyusup. Di saat mereka terdistraksi, Zeva menekan tombol lain yang mengaktifkan lampu sorot tinggi tepat ke arah mata mereka.

​BUGH!

​Zeva tidak ragu-ragu. Sambil tetap menggendong Kenzo dengan tangan kiri yang dibalut kain gendongan erat, tangan kanannya mengayunkan kunci inggris ke arah kaki penyusup pertama.

​"Ujang! Sekarang!" teriak Zeva.

​Ujang muncul dari balik tumpukan ban dengan alat pemadam api, menyemprotkan isinya ke arah sisa penyusup. Suasana menjadi kacau balau. Tim keamanan internal Alfarezel yang dipimpin oleh Siska akhirnya merangsek masuk dan melumpuhkan para penyusup.

Setelah keadaan kondusif, Mama Martha masuk dengan wajah pucat namun penuh keberanian. Ia menghampiri bagian belakang mobil Pullman tersebut. Dengan bantuan Zeva yang membuka panel rahasia menggunakan teknik mekanik yang presisi, sebuah kotak baja kecil akhirnya ditemukan.

​Di dalamnya, tersimpan dokumen asli dengan stempel basah ayah Adrian.

​"Kita mendapatkannya, Zevanya," ujar Martha dengan suara bergetar. Ia menatap menantunya yang masih memegang kunci inggris dengan peluh yang membanjiri wajah. "Kau bukan hanya mekanik, Sayang. Kau adalah pelindung keluarga ini."

​Zeva hanya bisa menarik napas lega. Ia melihat Kenzo yang ternyata malah tertidur pulas di gendongannya, seolah suara keributan tadi hanyalah musik pengantar tidur.

​"Kenzo... lu beneran anak gue. Berisik dikit malah tidur nyenyak," gumam Zeva sambil mencium kening bayinya.

Seminggu kemudian, Mercedes-Benz 600 Pullman itu menderu keluar dari gedung Alfarezel. Catnya mengkilap hitam pekat, mesinnya bersuara halus seperti bisikan, dan di dalamnya duduk Zeva, Adrian, Kenzo, dan Mama Martha.

​Mereka menuju rapat pleno luar biasa dewan komisaris. Saat mobil itu berhenti di depan lobi, seluruh direksi terdiam. Mereka mengenali mobil legendaris sang pendiri.

​Zeva keluar dari mobil dengan gaun elegan namun tetap mengenakan sepatu boots kulit andalannya. Ia menggendong Kenzo dengan bangga, sementara Adrian berjalan di sampingnya membawa dokumen kemenangan mereka.

​"Selamat pagi, Bapak-bapak," ujar Zeva dengan nada semprul-nya yang kembali muncul. "Sori ya agak telat. Biasalah, tadi harus ganti oli dulu biar jalannya mulus buat nge-gilas rencana busuk kalian."

​Adrian membuka map dokumen itu di depan semua orang. "Dengan dokumen ini, konsorsium Blackwood resmi kehilangan hak suaranya di Merak. Dan mulai hari ini, Zevanya Sanjaya Alfarezel resmi menjabat sebagai Direktur Operasional Strategis seluruh pelabuhan Alfarezel."

​Zeva mengerling ke arah Martha yang tersenyum bangga dari dalam mobil. Sang mekanik kini tidak hanya memegang kunci inggris, tapi juga kunci masa depan sebuah imperium. Namun di balik kemenangan itu, Zeva tahu... di penjara sana, Helena pasti sedang mengamuk, dan sebuah rencana yang lebih gelap mungkin sedang disusun di London.

​"Ayo, Adrian. Kita beresin ini cepet-cepet. Gue udah laper, mau makan mie ayam depan bengkel," bisik Zeva sambil melangkah masuk ke menara kaca dengan kepala tegak.

1
Desy Bengkulu
hooo begitu rupanya
tapi kok bisa si kakek gak tau kalo zeva adlh anak dari sahabat nya
Desy Bengkulu
ceritanya bagus , awalnya kek membosankan tapi pas mulai masuk rasa penasaran semakin merota🤣🤣
aksi zevanya sungguh di luar nurul dan di luar prdiksi bmkg🤣🤣🤣

semngat kak tokoh cwek nya kuat badas gak menye menye , aku suka kk author mantan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!