NovelToon NovelToon
SECRET VOWS: Istri Rahasia Sang Pewaris

SECRET VOWS: Istri Rahasia Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pernikahan rahasia / Perjodohan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Unnie

Azka Mahendra, pewaris muda Mahendra Group, dikenal dingin, arogan, dan ditakuti di sekolah elitnya. Hidupnya yang sempurna berubah saat ia dipaksa menikah secara rahasia dengan Nayla, gadis sederhana yang bahkan tak pernah ia inginkan.

Di sekolah, mereka berpura-pura saling membenci. Azka memperlakukan Nayla dingin dan menyakitkan, sementara Nayla bertahan di balik senyum palsu dan sikap kerasnya. Namun ketika ancaman, perundungan, dan rahasia keluarga mulai menyeret Nayla ke dalam bahaya, sisi posesif dan protektif Azka perlahan muncul bersamaan dengan perasaan yang tak pernah mereka rencanakan.

Di antara perjodohan, luka, dan rahasia yang saling mengikat, akankah mereka tetap terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, atau berani mengakui perasaan yang diam-diam tumbuh di antara kebencian mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Unnie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10_BISIK-BISIK YANG TAK PERNAH DIAM

Gosip itu tidak datang tiba-tiba.

Ia menyusup pelan, dari satu bangku ke bangku lain, dari satu grup chat ke grup berikutnya. Awalnya hanya kalimat pendek, sepotong cerita yang dibumbui opini. Tapi di sekolah sebesar itu, cerita sekecil apa pun bisa berubah jadi badai.

Pagi itu, Nayla sudah merasakannya sejak melangkah masuk gerbang.

Tatapan.

Bukan tatapan biasa. Ada yang terang-terangan menilai, ada yang cepat-cepat berpaling saat ketahuan, ada pula yang berbisik sambil tertawa kecil. Nayla mengencangkan tali tasnya, pura-pura tidak peduli.

“Eh, itu dia.”

“Yang kemarin presentasi sama Azka?”

“Iya. Katanya dimatiin total.”

Langkah Nayla tidak berhenti. Wajahnya tetap datar. Tapi telinganya menangkap semuanya.

Dani dan Sena menunggu di depan kelas. Begitu Nayla mendekat, Dani langsung menariknya masuk.

“Lo denger belum?” bisik Dani.

Nayla meletakkan tasnya. “Kalau soal kemarin, udah.”

Sena menggeleng cepat. “Bukan cuma itu.”

Nayla menoleh.

“Katanya,” Sena menurunkan suara, “Lo ngejar-ngejar Azka. Sengaja satu kelompok biar bisa deket.”

Nayla tertawa kecil. Pendek. Hampa. “Serius?”

Dani mengepalkan tangan. “Dan katanya lo itu sok pinter, makanya Azka kesel.”

Nayla duduk perlahan. Jantungnya berdegup lebih cepat, tapi wajahnya tetap tenang. “Biasa.”

Padahal tidak. Tidak pernah biasa ketika nama baikmu dibicarakan tanpa kamu bisa membela diri.

***

Di sisi lain kelas, Azka masuk seperti biasa.

Begitu ia melangkah, suasana berubah lagi. Beberapa murid berhenti bicara. Beberapa siswi melirik Nayla, lalu Azka, lalu kembali berbisik.

Azka duduk di bangkunya, membuka buku, seolah dunia di sekitarnya tidak ada. Tapi ia tidak tuli.

Ia mendengar potongan kalimat.

“Pantes Azka males…”

“Beda level…”

“Cewek kayak gitu…”

Rahang Azka mengeras. Ia tidak menoleh ke belakang. Tidak melihat Nayla. Tidak ingin. Atau mungkin, tidak berani.

Pelajaran berjalan lambat. Nayla menjawab pertanyaan guru dengan singkat. Tidak berlebihan. Tidak menarik perhatian. Tapi setiap kali suaranya terdengar, selalu ada reaksi entah desahan tidak suka, entah senyum mengejek.

Saat bel istirahat berbunyi, Nayla langsung berdiri.

“Aku ke perpustakaan,” katanya pada Dani dan Sena.

Dani mengangguk, meski jelas tidak rela membiarkannya sendiri.

Koridor sekolah lebih ramai dari biasanya. Nayla berjalan melewati sekelompok siswi yang berhenti bicara begitu ia lewat.

“Eh, itu dia.”

“Kok berani banget sih…”

Nayla menggenggam tali tasnya lebih kuat. Ia masuk ke perpustakaan dan memilih duduk di pojok. Tempat paling aman. Paling sepi.

Beberapa menit kemudian, langkah kaki mendekat.

Devan.

Nayla mendongak, terkejut. “Ada apa?”

Devan menarik kursi di depannya. “Boleh duduk?”

Nayla mengangguk pelan.

“Lo sadar nggak sekarang lo jadi topik?” tanya Devan tanpa basa-basi.

Nayla tersenyum miring. “Sulit buat nggak sadar.”

Devan menghela napas. “Gosipnya nggak enak.”

“Yang mana?” tanya Nayla tenang.

“Semua,” jawab Devan jujur.

Nayla menatap buku di depannya. “Aku nggak bisa ngontrol omongan orang.”

Devan mengangguk. “Tapi lo bisa jaga diri.”

Nayla tersenyum tipis. “Aku lagi belajar.”

Hening sejenak.

“Azka…” Devan berhenti, seolah menimbang kata-katanya. “Dia nggak selalu begini.”

Nayla menatap Devan. “Aku nggak minta pembelaan.”

Devan terdiam.

“Aku cuma minta satu hal,” lanjut Nayla pelan. “Jangan tambahin luka yang udah ada.”

Devan berdiri. “Kalau ada apa-apa, bilang.”

Nayla mengangguk kecil.

***

Sore itu, gosip makin liar.

Grup chat kelas penuh notifikasi. Ada yang mengirim potongan cerita, ada yang menambahkan bumbu. Nama Nayla muncul berkali-kali, selalu dalam konteks yang membuatnya tampak salah.

Azka melihat ponselnya bergetar. Ia membuka salah satu pesan.

“Fix sih, Nayla sok cari perhatian.”

“Azka aja sampe ilfeel.”

Azka menutup layar. Dadanya terasa tidak nyaman. Ia teringat wajah Nayla saat berdiri di depan kelas. Punggungnya tegak, tapi matanya ia ingat mata itu. Bukan mata gadis yang mengejar popularitas. Itu mata orang yang sedang bertahan.

Azka mengepalkan tangan. Kenapa justru sekarang ia memikirkan itu?

Di rumah, Nayla duduk di kamarnya dengan ponsel di tangan. Notifikasi masuk tanpa henti. Ia membuka satu, lalu menutupnya lagi.

Tidak ada gunanya membaca semuanya. Ia meletakkan ponsel, lalu menatap langit-langit. Napasnya berat, tapi ia tidak menangis. Ia sudah berjanji.

Di luar kamar, langkah kaki terdengar. Berhenti.

Azka berdiri di depan pintu kamar Nayla. Tangannya terangkat, hendak mengetuk, lalu turun lagi. Ia mendengar suara Nayla dari dalam. Bukan menangis. Bukan mengeluh.

Hanya sunyi.

Azka memalingkan wajah. Ada rasa asing di dadanya. Bukan puas. Bukan lega. Tapi tidak nyaman.

Malam itu, gosip terus berputar di sekolah.

1
Unnie
Happy reading guyss🤗🤭
Erni Anwar
😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!