NovelToon NovelToon
DRAMA ISTANA ALHAMBRA

DRAMA ISTANA ALHAMBRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Antagonis / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Reny Rizky Aryati, SE.

Sofia hamil anak dari Jabez suaminya namun Layla merebut kebahagian itu dari Sofia dengan mencuri Test Pack milik Sofia, dan Layla mengaku-ngaku bahwa dia lah yang hamil anak dari Jabez.

Mendengar kabar baik atas kehamilan Layla, tentu saja membuat Jabez menjadi senang karena selama ini, dia sangat mendambakan seorang anak untuknya sebagai penerus keturunan Gurita kerajaan perusahaan EZAZ RAYA.

Layla merupakan istri pertama dari Jabez Ezaz yang digadang-gadang semua orang untuk meneruskan garis keturunan keluarga Ezaz Raya.

Mampukah Sofia menjalani pernikahan ini bersama Jabez serta membuktikan pada semua orang bahwa Layla berbohong akan kehamilannya. Dan kembali merebut hati suaminya agar Jabez mencintainya lagi serta menendang kekuasaan Layla dari istana Alhambra.

Mohon dukungannya ya pemirsa yang budiman 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reny Rizky Aryati, SE., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 MEMBALAS DENDAM DI ISTANA ALHAMBRA

Layla melangkah dengan hati-hati, berusaha untuk tidak membuat suara yang bisa menarik perhatian penjaga lainnya. Dia mengikuti penjaga yang membawanya keluar dari penjara, dan setelah beberapa saat, mereka tiba di sebuah jalan kecil yang sepi.

"Terima kasih," kata Layla dengan nada yang dingin, sambil menyerahkan kantong berisi uang kepada penjaga itu.

Penjaga itu menerima uang itu dan mengangguk. "Sama-sama. Aku harap kamu berhasil dalam rencana kamu," kata penjaga itu dengan nada yang netral.

Layla tersenyum dingin. "Aku pasti berhasil," kata Layla dengan nada yang yakin.

Setelah penjaga itu pergi, Layla mulai berjalan menuju istana, tempat Sofia tinggal. Dia memiliki rencana untuk membalas dendam pada Sofia, dan dia tidak akan berhenti sampai dia berhasil.

Layla tahu bahwa dirinya pasti akan dihukum jika dia tidak menyamar. Sebagai seorang yang telah melarikan diri dari penjara dan melakukan kejahatan lainnya, Layla tahu bahwa dia harus menyamar untuk menghindari penangkapan.

Layla memasuki sebuah toko pakaian bekas dan membeli beberapa pakaian yang bisa membuatnya terlihat berbeda. Dia membeli topi, kacamata hitam, dan syal untuk menutupi wajahnya.

Setelah berganti pakaian, Layla melihat dirinya di cermin dan tersenyum. "Aku tidak akan dikenali," kata Layla dengan nada yang yakin.

Dengan penampilan barunya, Layla merasa lebih percaya diri untuk melakukan rencananya. Dia keluar dari toko dan menuju ke istana, tempat Sofia tinggal.

Layla memutuskan untuk menyembunyikan dirinya di Istana Alhambra, tempat Sofia dan keluarga kerajaan sering mengadakan acara-acara penting. Dia tahu bahwa Sofia pasti akan hadir di sana, dan dia bisa memanfaatkan kesempatan itu untuk membalas dendam.

Layla memasuki istana dengan menyamar sebagai seorang pelayan, dan dia berhasil mendapatkan pekerjaan di dapur istana. Dari sana, dia bisa memantau situasi dan menunggu kesempatan yang tepat untuk melakukan rencananya.

"Akhirnya, aku ada di dalam," kata Layla dengan nada yang puas. "Sekarang, saatnya aku membalas dendam pada Sofia."

Layla mulai mengamati kegiatan di istana, mencari kesempatan yang tepat untuk melakukan rencananya. Dia melihat Sofia yang sedang berjalan-jalan di taman istana, ditemani oleh beberapa penjaga.

Layla tersenyum dingin ketika melihat Sofia yang terlihat begitu bahagia. "Aku akan membuatmu menyesal," kata Layla dalam hati.

Tiba-tiba, salah satu pelayan memanggil Layla untuk membantu dengan tugas-tugas di dapur. Layla segera menuju ke dapur, sambil memikirkan rencana selanjutnya.

Namun, ketika dia tiba di dapur, dia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut...

Layla terkejut ketika melihat Jabez Ezaz, suami Sofia, sedang berbicara dengan salah satu koki di dapur. Dia tidak menyangka bahwa Jabez Ezaz akan ada di dapur.

"Ada apa?" tanya Layla dalam hati, sambil mengamati situasi.

Jabez Ezaz tidak menyadari kehadiran Layla, dan terus berbicara dengan koki tentang makanan yang akan disajikan pada acara malam itu.

Layla memanfaatkan kesempatan ini untuk mendengarkan percakapan mereka, dan mencari informasi yang bisa berguna untuk rencananya.

Layla berhasil mendengarkan percakapan antara Jabez Ezaz dan koki, dan dia mendapatkan informasi bahwa Sofia akan menghadiri acara malam itu di istana. Layla tersenyum dingin ketika memikirkan kesempatan ini.

"Acara malam itu akan menjadi kesempatan yang sempurna untuk membalas dendam," kata Layla dalam hati.

Layla segera membuat rencana untuk menyelinap ke acara malam itu dan melakukan aksinya. Dia tahu bahwa ini akan menjadi kesempatan terakhirnya untuk membalas dendam pada Sofia.

Layla kemudian menyamar sebagai seorang penari yang akan tampil di acara malam itu. Dia memakai kostum yang elegan dan topeng yang menutupi wajahnya, sehingga tidak ada yang bisa mengenali dirinya. Dengan percaya diri, Layla memasuki ruang acara dan bersiap untuk melakukan aksinya.

Saat orkestra mulai memainkan musik, Layla mulai menari dengan gerakan yang anggun dan memikat. Semua mata tertuju pada dirinya, termasuk Sofia yang duduk di meja utama. Layla tersenyum dalam hati, tahu bahwa dia sudah dekat dengan targetnya.

Ketika musik mencapai klimaksnya, Layla melakukan gerakan tarian yang sangat dramatis, dan pada saat yang sama, dia melemparkan sesuatu ke arah Sofia. Objek itu terbang di udara dan mengenai gelas anggur Sofia, membuatnya jatuh dan pecah.

Sofia terkejut dan marah, sementara semua tamu undangan mulai berteriak dan panik. Layla tersenyum puas, tahu bahwa rencananya berhasil. Namun, dia tidak menyadari bahwa Jabez Ezaz telah melihat ke arahnya dan mulai curiga...

Jabez Ezaz segera berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke arah Layla, yang masih menari dengan gerakan yang tidak terkendali. Dia mencoba untuk menangkap Layla, tapi Layla berhasil menghindar dan melarikan diri dari ruang acara.

Sofia yang masih terkejut dan marah, meminta Jabez Ezaz untuk menangkap Layla dan membawanya ke hadapannya. Jabez Ezaz segera memerintahkan pengawalnya untuk mengejar Layla.

Layla berlari dengan cepat melalui koridor istana, mencoba untuk menghilangkan topeng dan kostumnya sambil berlari. Dia tahu bahwa dia harus keluar dari istana secepat mungkin sebelum pengawal menemukannya.

Dan Layla berhasil keluar dari istana, tapi dia dikejutkan oleh Jabez Ezaz yang menunggu di luar. Jabez Ezaz menangkap Layla dan menarik topeng dari wajahnya, mengungkapkan identitas sebenarnya.

Sofia yang mengikuti di belakang Jabez Ezaz, terkejut melihat wajah Layla. "Kau!" seru Sofia, mata marah.

Layla tersenyum dingin, "Aku sudah menunggu saat ini," katanya dengan nada yang menantang.

Lalu Jabez Ezaz menarik Layla ke dalam istana, sementara Sofia memerintahkan pengawalnya untuk memasukkannya ke dalam penjara bawah tanah.

Layla tersenyum dingin, tahu bahwa dia telah kalah dalam pertarungan ini.

Namun, saat Layla dibawa ke penjara, dia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut. Di dalam penjara, ada seseorang yang tidak terduga... seseorang yang Layla pikir sudah lama mati.

Lalu orang itu menoleh ke arah Layla, dan mata mereka bertemu. Layla terkejut melihat bahwa itu adalah ibunya sendiri, yang dia pikir telah meninggal dalam sebuah kecelakaan beberapa tahun yang lalu.

"Anakku!" seru ibunya, sambil membuka tangannya untuk memeluk Layla.

Layla terkejut dan bingung, tidak tahu apa yang harus dipercaya. Apakah ibunya benar-benar masih hidup? Dan apa yang membuatnya dipenjara di sini?

Dan ibunya Layla mulai menceritakan kisah yang selama ini disembunyikan. Ibunya Layla ternyata masih hidup dan telah dipenjara oleh Jabez Ezaz karena mengetahui rahasia gelapnya.

"Jabez Ezaz, kau sungguh keterlaluan, kau tinggalkan aku demi seorang selir bahkan kau tega memenjarakanku dengan begitu mudahnya padahal aku adalah istri pertamamu !" rutuk Layla menggeram marah.

Wajahnya berubah dingin serta merah padam karena amarah yang mengguncang jiwanya.

"Bahkan kau juga tega memenjarakan ibuku tanpa kau pernah memberitahukan padaku akan kebenaran ini... !"

Kedua mata Layla berkilat-kilat marah penuh kebencian.

"JABEZ EZAZ ! TUNGGU PEMBALASANKU !"

Layla terkejut dan marah, tidak percaya bahwa Jabez Ezaz bisa melakukan hal seperti itu. Dia berjanji untuk membantu ibunya melarikan diri dan membalas dendam pada Jabez Ezaz.

Bersama-sama, Layla dan ibunya mulai merencanakan pelarian mereka dari penjara bawah tanah Istana Alhambra.

1
Patricia Vernanda
keji sekali ternyata layla itu y
Reny Rizky Aryati, SE.: yup, kayak Rohayya 🤭
total 1 replies
sky 15
dah hidupnya di istana bak istana surga masih saja kurang sewotnya layla itu ya ☹️
sky 15
haduh, istri pertama rasa pelakor kalau kayak ketek gini 😄
sky 15
berani mampus lebih baik rebut juga posisi Layla dari jabatan istri pertama, selir Sofia jangan mau kalah ma nenek lampir
sky 15
🤣🤣🤣🤣🤣 gimana seh thor, masak bayinya yang disimpan trus netek susunya ke siapa kalau ibuna di buang 😄
Reny Rizky Aryati, SE.
yang benar buang bayinya dan bunuh ibunya 🤔🙄
Reny Rizky Aryati, SE.: seharusnya kau yang di tendang author 🙄👘
total 2 replies
Reny Rizky Aryati, SE.
semoga berkenan membaca karya author terbaru ini ya semua pemirsa yang budiman dan kreatif 🙏
Reny Rizky Aryati, SE.
letih...
Reny Rizky Aryati, SE.
bola kehidupan tak selamanya mulus
Patricia Vernanda
kenpa diganti covernya thor
Patricia Vernanda
belum apa-apa udah konflik terjadi nih thor 🤭
Patricia Vernanda
🤭 selir rasa istri bisa bisa saja thor ini🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!