NovelToon NovelToon
Istriku Yang Manja

Istriku Yang Manja

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Cinta Murni / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Parhusib

Liam, adalah anak terbuang. dari kecil hingga dewasa, dia tidak pernah merasakan memiliki keluarga. bahkan di masa tua nya, dia belum pernah merasakan cinta.
Walaupun memiliki harta yang berlimpah, namun kekayaan itu terasa tidak berguna. hingga akhirnya dia meninggal, dan terlahir kembali.
dia terlahir kembali ke umur dua puluh tahun. namun yang aneh adalah, dia terlahir kembali, dan langsung di nikahi oleh seorang gadis cantik dan manis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Parhusib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bernandes

Dengan semua pengeluaran Liam selama ini, ditambah dengan uang yang dia setor ke ayah mertuanya. Liam telah menghabiskan 50 miliar rupiah.

25 miliar untuk membeli koenigsegg gemera beserta hadiah-hadiah yang dia beli, 25 miliar lagi, dia setor ke ayah mertuanya untuk membeli sebidang tanah di desa terbit mentari, beserta modal awal untuk usaha baru mereka.

Awalnya Liam menyerahkan itu secara cuma-cuma, khusus untuk ayah mertuanya sendiri. Tapi ayah mertuanya tidak mau menerimanya dengan cuma-cuma.

Jadi, mereka menyepakati untuk membagi saham lima puluh persen masing-masing.

Liam hanya memberikan modal dan informasi, selebihnya akan Arya Wiguna kerjakan sendiri.

Saat siang tiba, Liam dan Arya pergi keluar, tapi tujuan mereka tidak sama. Arya Wiguna akan memulai proyek nya sendiri, sementara Liam akan pergi menemui seseorang yang memiliki potensi.

Setelah perjalanan yang cukup lama, Liam tiba di sebuah daerah yang cukup kumuh. Liam berjalan beberapa saat, dan tiba disebuah kontrakan kumuh.

Liam mengetuk pintu kontrakan, dan tak lama kemudian pintu terbuka dari dalam.

"Anda siapa?," tanya seorang pria muda, yang tampak baru beberapa tahun lebih tua dari Liam. Tapi penampilannya yang berantakan, membuatnya beberapa tahun lebih tua lagi.

"Seorang investor mungkin," jawab Liam dengan nada misterius.

Mendengar perkataan itu, pria yang membukakan pintu itu langsung bersemangat. Dia langsung membuka pintu lebar-lebar, lalu dengan sambutan paling hangat yang bisa dia lakukan, dia menjamu Liam memasuki ruangan.

Liam berjalan memasuki ruangan, dia melihat ada empat orang lainnya yang sedang duduk di depan komputer. Keempat orang itu juga semumuran, yah memang seumuran, karna mereka adalah teman dari jurusan yang sama, dan memilih untuk membangun usaha bersama.

Di kehidupan sebelumnya, Liam mengetahui kisah inspiratif mereka yang berjuang bersama, di tengah kesulitan dan ejekan orang-orang.

Banyak hal yang membuat mereka hampir menyerah, terutama desakan dari keluarga mereka masing-masing.

Mereka sudah melakukan ini selama tiga tahun, dan dalam tiga tahun ini, mereka tidak menghasilkan apa-apa, yang membuat keluarga mereka merasa kecewa.

Dengan kedatangan Liam saat ini, dia mungkin bisa mempercepat keberhasilan mereka dalam mencapai kesuksesan, beberapa tahun lebih cepat.

Setelah duduk di kursi yang sederhana, kelima orang yang ada di ruangan menatap ke arah Liam.

"Tidak perlu menatap saya begitu, saya sudah melihat proposal yang kalian buat, untuk mencari sponsor beberapa bulan yang lalu. Menurut saya, ide kalian cukup menarik," ucapnya.

Mendengar perkataan Liam, harapan muncul dihati ke-lima orang itu. Mereka sudah lama mencari investor, yang mau menginvestasikan uangnya, agar mereka dapat mengembangkan game yang sudah mereka rancang sepenuh hati ini.

Beberapa investor telah mereka temui, tapi tidak ada satupun yang jelas. Semua investor itu terlalu egois, mereka hanya kanibal dalam dunia bisnis.

"Kalian hanya perlu menunjukkan beberapa hasil yang sudah kalian capai saat ini, jika itu memuaskan bagi saya, kita akan memulai membicarakan bisnis," ucap Liam kembali.

Mendengar itu, Bernandes selaku pemimpin mereka, serta orang yang juga menyambut Liam tadi, segera menyuruh temannya untuk mengambil komputer.

Setelah mengetik beberapa saat, dia menunjukkan layar komputer ke arah Liam.

"Ini adalah hasil yang sudah kami capai saat ini," ucapnya sembari menyerahkan komputer ke arah Liam.

Setelah komputer di depan mata, Liam melihatnya dengan serius, sembari mendengarkan penjelasan Bernandes.

Ternyata game yang mereka ciptakan, sudah enam puluh persen jadi. Ini adalah game MMORPG dengan desain dan grafik yang sangat luar biasa.

Game ini memiliki berbagai macam karakter dan wilayah yang luas untuk di jelajahi. Jika ini dipasarkan dengan menyeluruh dan meluas, maka tak butuh waktu lama untuk game ini akan disukai setiap orang.

"Sungguh hasil yang luar biasa, jika kalian menciptakannya dengan lebih detail lagi, maka ini akan menjadi sarang uang," ucap Liam dengan kagum. Dia tidak mengada-ada, dengan tingkat seperti ini, hampir semua yang bermain game di dunia pasti akan menyukainya. Dan jika mereka menciptakan satu skin karakter saja, maka penghasilan dari penjualan skin itu, akan sangat besar.

Dan yang pasti, tidak hanya akan ada satu skin saja. Ini adalah ladang uang yang sesungguhnya.

"Baiklah, saya akan menginvestasikan sepuluh miliar untuk 70 persen saham, bagaimana?," ucap Liam tanpa basa-basi.

Mendengar itu, Bernandes langsung menolak, "tuan, meski harga yang anda berikan sangat bagus, tapi kami tidak setuju untuk menjual saham sebanyak itu. Itu adalah hasil kerja keras kami berlima, jadi harap anda bermurah hati," balasnya dengan tegas.

"Jadi bagaimana, coba kalian berikan saran kalian sendiri," ucap Liam.

Mendengar itu, Bernandes menatap kearah keempat temannya.

Tapi tatapan teman-temannya menyiratkan bahwa semuanya terserah bernandes.

"Saya masih bingung, jadi tolong tuan berikan saran yang lebih baik," ucap Bernandes kembali dengan rendah hati.

Mendengar itu, Liam juga ikut bingung, tapi melihat usaha mereka yang sudah sepenuh hati tanpa lelah, Liam memutuskan untuk memberikan kelonggaran.

"Baiklah ini tawaran terakhirku, jika kalian tidak menerima juga, maka kerja sama ini tidak perlu berlanjut lagi," ucap Liam dengan mendominasi.

"Tolong katakan," ucap Bernandes dengan harap-harap cemas.

"Tawaran terakhir saya, delapan Miliar untuk 51 persen saham. Ini sudah hasil terbaik yang bisa saya berikan, 51 persen, karna saya mau menjadi pemegang saham pengendali. Tapi tenang saja, saya tidak akan menggangu semua kerjaan kalian. Selagi semua berjalan kearah yang benar, kalian bebas melakukan apapun. Jadi kalian bisa diskusikan dulu," ucap Liam.

Mendengar itu, kebingungan muncul di wajah kelima orang itu, tawaran ini memang masih sulit untuk mereka terima, tapi jika tidak ada uang untuk pengembangan lanjutan, game ini tidak akan pernah jadi.

Dilema muncul dihati mereka berlima. Tapi demi cita-cita yang sudah mereka impikan sejak lama, mereka memutuskan untuk menyetujui nya.

"Baiklah, kami telah memutuskan untuk menyetujui kesepakatan," ucap Bernandes.

Mendengar itu, Liam tersenyum. "Sungguh keputusan yang bijak," ucap Liam sembari menyalam tangan Bernandes.

"Baiklah, saya pergi dulu, besok saya akan datang dengan pengacara saya sembari membawakan kontrak, kalian siapkan pengacara kalian sendiri," ucap Liam sembari berjalan pergi.

Bernandes dan keempat temannya, berdiri untuk mengantar kepergian Liam, setelah Liam pergi dengan mobilnya. Sorakan keras terdengar didalam ruangan.

Tentu saja, itu adalah sorakan kebahagiaan. "Akhirnya kita tidak akan pusing lagi mencari dana," ucap seseorang dari mereka.

"Tentu saja, dengan 8 miliar kita sudah bisa dikatakan sukses," ucap Bernandes.

Untuk mengembangkan game hingga ke promosi dan pemasaran, mungkin masih mencapai kurang lebih 5 miliar, untuk sisa 3 miliar, tentu saja itu uang pribadi mereka.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!