Seorang pria mati dengan penyesalan karena gagal menegakkan kebenaran.
Ia terlahir kembali sebagai pengacara magang yang diremehkan...dan mendapatkan Sistem Keadilan Absolut kemampuan untuk melihat kebohongan, mengungkap fakta tersembunyi, dan menentukan putusan paling adil.
Dari kasus kecil hingga konspirasi besar, ia mulai mengguncang dunia hukum yang korup.
Namun satu hal segera ia sadari...
Keadilan sejati tidak selalu sama dengan hukum.
Dan kali ini...dia yang akan menentukan mana yang benar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Saya meminta Hakim Ketua untuk menghukum Laras dan Tania dengan hukuman penjara selama 7 tahun! Dijalankan segera!!"
Suara Arga menggelegar, memecah keheningan.
Seketika itu juga, tepuk tangan meriah meledak di ruang sidang! Buktinya terlalu kuat dan tidak bisa dibantah!
Fakta sudah sangat jelas: Video Bimo adalah bentuk pembelaan hak asasi yang wajar. Sedangkan Laras dan Tania? Mereka adalah pelaku utama fitnah dan cyberbullying yang sangat kejam!
Bimo berdiri terpaku di tempatnya.
'Pengacara gue ini beneran monster ya? Dari cuma minta maaf, sekarang mau masukin mereka berdua ke penjara?'
Di dalam hati Bimo memberikan jempol berkali-kali. 'Gokil! Luar biasa!'
Ini pengacara magang? Bukan! Ini adalah pembawa keadilan yang siap menghancurkan kejahatan!
TOK! TOK! TOK!
Hakim Santoso mengetuk palu.
"Tertib! Pengacara Pembela, apakah masih memiliki pembelaan?"
Wajah Hakim Santoso tampak sangat serius. Dia tidak menyangka di balik wajah cantik kedua wanita itu, tersimpan niat jahat yang begitu busuk. Semua bukti sudah terang benderang.
Mendengar tuntutan 7 tahun penjara, wajah Laras dan Tania langsung pucat seperti mayat hidup. Tubuh mereka gemetar hebat, mata membelalak ketakutan.
'7 tahun?! Kita cuma nulis beberapa postingan doang kok?!'
'Masa cowok itu sekejam itu? Kenapa gak bisa legowo sedikit aja sih?!'
Mereka panik setengah mati. Bayangkan saja, kalau masuk penjara, akan ada catatan kriminal seumur hidup. Gak bisa tes CPNS, susah cari kerja, bahkan berdampak buat keluarga dan anak cucu nanti! Hidup mereka bakal hancur lebur!
Laras langsung menatap Bimo dengan wajah memelas tapi masih ada nada menyalahkan,
"Bimo... apa perlu segitunya sih? Kan kamu cowok, kenapa gak bisa pemaaf sedikit? Kita cuma ngomong dikit doang kok, masa harus masuk penjara? Kita nuduh kamu itu karena kita emang takut dan merasa difoto, kenapa kamu tega menindas kami yang lemah ini?"
Tania ikut panik, mencoba memutarbalikkan fakta lagi,
"Iya Bimo, jangan gitu dong... Kalau mau minta maaf kita minta maaf sekarang. Tapi ingat ya, waktu di stasiun itu kan HP kamu juga ada foto cewek-cewek lain? Bukannya kamu emang suka ngintip dan motret orang lain?!"
Bimo menjawab dengan tenang, "Foto di HP saya itu foto normal, kebetulan tertangkap saat ambil gambar pemandangan, itu bukan foto mesum dan bukan rahasia umum!"
Laras dan Tania semakin gelisah. Mereka menatap panik ke arah Rina Wijaya, memohon pertolongan.
Rina Wijaya, sang pengacara sekaligus sepupu Laras, berdiri dengan wajah tenang namun licik.
"Yang Mulia, saya punya BUKTI BARU!"
"Ini adalah surat keterangan medis yang menyatakan bahwa klien saya Laras dan Tania mengalami DEPRESI BERAT! Bahkan sebelum mereka membuat postingan, mental mereka sudah hancur karena video Bimo! Mereka sampai butuh obat penenang kuat untuk bisa hadir di sidang ini!"
"Mereka bahkan memiliki kecenderungan bunuh diri yang sangat tinggi! Makanya ucapan dan tindakan mereka agak tidak wajar. Semua ini pemicunya adalah Bimo! Oleh karena itu, justru sayalah yang menuntut pertanggungjawaban hukum atas penderitaan mental klien saya!"
"Dua hari lalu mereka bahkan sempat mencoba mengakhiri hidup dan diselamatkan guru serta orang tua! Beritanya juga ada! Jadi bagaimana mungkin orang dengan gangguan jiwa separah ini bisa berpikir jernih untuk memfitnah? Mereka butuh perlindungan, bukan hukuman!"
Rina menyerahkan berkas tersebut. Setelah diverifikasi tim medis pengadilan...
"Bukti dinyatakan ASLI."
DOR!
Situasi langsung berbalik 180 derajat!
Netizen di kolom komentar langsung heboh.
[GILA! TEKNIK KLAASIK KEMBALI LAGI! DEPRESI!]
[WOY! ITU DEPRESI ATAU DEPRESI SANKI? 6666]
[Udah tamat kayaknya... Orang depresi mah gak bisa dihukum berat. Paling cekakak cekukik doang.]
[Jahat banget sih! Fitnah orang habis-habisan, terus ngeles depresi biar lolos?]
[Aku mah udah pasrah ah, nasib Bimo pasti kalah lagi nih.]
[Beneran deh, sekarang mah apa aja bisa dibilang depresi. Mulut busuk tapi mental katena kacau.]
Hakim Santoso mengangguk-angguk. Dalam pandangan hukum, orang dengan depresi berat memang memiliki pertimbangan khusus dan bisa dimaafkan atau hukumannya diperingan. Apalagi ada kabar mereka baru mau bunuh diri.
Tapi... Hakim tidak tahu bahwa itu semua hanyalah DRAMA!
Itu semua taktik kotor Laras dan Tania untuk mencari simpati! Mereka pura-pura bunuh diri biar netizen makin membenci Bimo!
Bahkan saat ini pun, di grup-grup kampus dan forum rahasia, postingan dari akun palsu mereka masih terus bermunculan:
[Bimo itu bajingan! Motret cewek terus disebar! Kami temannya Laras, dia sampai mau bunuh diri karena trauma!]
[Polisi gak becus, Bimo tetep aja ngeles! Padahal jelas-jelas dia mesum! Dukung Laras dan Tania bunuh diri biar Bimo masuk penjara!]
[Beginilah aslinya Bimo anak perdagangan internasional! Jangan dekati dia bahaya!]
...
Pada saat semua orang mengira kasus ini sudah selesai dan Bimo pasti kalah...
Arga perlahan mengangkat tangannya.
"Yang Mulia, saya punya bukti tambahan!"
Semua mata tertuju padanya. Bahkan Bimo sendiri sudah pasrah, mengira mustahil bisa melawan kata "depresi".
Arga berdiri tegak, matanya menatap tajam ke arah Rina Wijaya, lalu mengeluarkan sebuah berkas tebal.
"Yang Mulia, ini adalah tuntutan kedua saya!"
"Saya menuduh Pengacara Rina Wijaya dengan sengaja melanggar hukum dan MEMALSUKAN BUKTI! Tindakannya sangat serius!"
"Berdasarkan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen, jo Pasal 1 ayat 1 UU Advokat, SAYA MENUNTUT HUKUMAN PENJARA SELAMA 6 TAHUN UNTUK RINA WIJAYA SERTA PENCAABUTAN IZIN PRAKTIK SECARA TETAP!"
"Karena bukti depresi yang dia ajukan itu... PALSU!"
semangat author/Determined/
tapi kali ini, saya akan lawan💪
semoga endingnya nggak mengecewakan🤭