novel baru lagi ,semoga pada suka ya....
Di dunia ini ,banyak yang bilang wajah kita ada yang mirip di beberapa negara dan saat ini hal itu terjadi.
Aulia harus menjadi pengganti untuk menikahi seorang pria yang buta, dia harus menjadi wanita lain dengan paksaan karena wanita itu tak ingin terkurung di dalam sangkar emas bersama pria cacat.
Walaupun Aulia menolak nya, tapi Delia mencari cara untuk menjebak nya sehingga Aulia hanya bisa menerima nya karena keperawanan dan kehidupan dia di negara itu sudah di genggam oleh Delia.
Tapi apa jadi nya kalau akhirnya pria kaya raya itu tidak benar benar buta ? Apa dia akan menjadikan Aulia istri nya selama nya? Atau hanya pengganti saja ?
Yuk.....mulai baca novel ku ,semoga pada suka ya. Makasih 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pingkan-Rega (cinta nyata )
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Pertemuan kedua bibir itu tak bisa di hindari lagi, pergulatan yang membuat suara decapan penuh sensasi di ruangan yang luas dan mewah menambah gairah mengalir begitu saja . Tak pernah terbayang kan oleh kedua nya jika hal ini adalah hal yang pertama kali kedua nya lakukan tanpa sadar ,karena ciuman yang di ciptakan melalui naluri hati mereka sendiri.
"Hhmmmppp.......ssshhhh....hentikan pak " ucap Pingkan karena begitu malu, baru beberapa jam mereka bertemu tapi sudah berciuman lebih dari sekali.
Wajah Pingkan sudah memerah ,dia tak menyangka akan menerima ciuman dari Rega secara bertubi tubi seperti ini . Karena selama ini Pingkan berpikir kalau Rega adalah pria yang dingin dan tak bisa di sentuh sama sekali, tapi kini pria didepan nya ini jelas sekali begitu maniak .
Tok.....tok....tok....
Pingkan terkejut mendengar suara ketukan di pintu ,dia pikir mereka hanya berdua saja di restauran ini tapi ternyata ada orang lain. Wajah nya seketika memerah tanpa di tunggu, membuat Rega tersenyum lebar .
"Masuk " teriak Rega dari dalam,dia melepaskan pelukan nya dari Pingkan tapi tangan nya tetap berada di pinggang Pingkan. Menandakan kepemilikan nya, dia ngak ingin ada pria yang berusaha mencari perhatian Pingkan karena dia tau siapa yang datang saat ini
Seorang pria tinggi besar ,dengan tubuh yang atletis dan wajah yang tampan. Dia berdiri didepan Pingkan dan Rega sambil tersenyum dan menundukan kepala nya, pengacara keluarga Rega yang terkenal sangat ramah dan berdedikasi tinggi.
"Sudah di siapkan semua nya ?" tanya Rega dengan nada ketus ,tatapan mata nya pun sangat tajam dan kuat membuat pria didepan nya tau kalau Rega merasa kesal karena di ganggu.
"Sudah pak Rega, tinggal tandatangan bu Pingkan saja " jawab pria muda itu dengan senyuman yang masih melekat di bibir nya, membuat Rega merasa kesal
"Maaf .....anda siapa ?" tanya Pingkan yang penasaran, karena Rega tak memperkenalkan mereka secara resmi
"Saya.....Dut " ucap pria muda di depan nya itu tapi langsung di potong oleh Rega, bahkan tangan Duta yang baru saja ingin dia ulurkan tapi di tepis oleh Rega dengan cepat membuat kedua mata Pingkan dan Duta melotot.
Duta, pria muda yang memiliki kepintaran di atas rata rata sehingga dia dengan cepat bisa menjadi pengacara yang handal. Mengikuti jejak ayah nya ,sudah hampir lima tahun juga Rega menjadi pengacara keluarga Rega tapi baru kali ini Rega terlihat menjaga wanita di samping nya
"Dia Duta ,pengacara keluarga ku . Kamu akan menandatangani surat kepemilikan restauran ini ,semuanya akan jadi milik mu " jelas Rega membuat keterkejutan Pingkan semakin menjadi,Rega memberikan apa yang dia impikan selama ini membuat nya merasa terharu dan tanpa sadar Pingkan memeluk tubuh Rega.
"Makasih sayang....." ucap Pingkan dan mengecup pipi Rega tanpa malu didepan Duta ,dia ingin membuat Rega sadar kalau dirinya hanya akan menjadi milik Rega seorang.
Dari sikap nya ,Pingkan tau kalau Rega tak suka dia dekat dengan pria mana pun . Walaupun pria itu merupakan bagian dari keluarga mereka ,sehingga dia semakin yakin kalau Rega sudah menyukai nya saat ini ..
Sedangkan Duta,dia masih terkejut dengan sikap Rega saat ini. Dia sudah sangat mengenal sonia ,wanita yang mengklaim dirinya adalah calon istri Rega. Wanita yang sombong dan angkuh,Duta bisa melihat kalau kepolosan dan keluguan sonia hanya karena ingin mencari simpati dari Rega saja.
Rega tak pernah tersenyum dan sedekat ini dengan wanita, bahkan dengan sonia sekali pun. Rega selalu menjaga jarak ,walaupun sesekali sonia menggandeng lengan Rega tapi tetap saja tidak Rega yang lebih dulu berinisiatif menyentuh nya. Sikap nya jelas berbeda ,Duta juga tak tau kenapa Rega bisa mengenal sonia .
Wajah Rega memerah saat di cium oleh Pingkan, dia terkejut dan kedua mata nya tak lepas dari wajah Pingkan sama sekali. Terlihat jelas kalau Pingkan sudah sangat menggoda nya, membuat nya ingin menarik Pingkan ke atas ranjang di kamar itu.
"Kita tandatangan nanti, saya ada urusan dan kau keluar dulu " ucap Rega dengan tegas, dia ingin menyeret Pingkan dan menikmati nya tapi Pingkan yang sudah tau apa yang ingin di lakukan oleh calon suami nya. Dia pun menjaga jarak dengan sedikit berjalan menjauh, membuat Rega merasa hampa dan kesal .
"Kita tandatangan sekarang saya pak Duta ,ayo silakan duduk " ucap Pingkan yang sudah berjalan menuju sofa yang ada disana ,kamar itu cukup luas.
Ada meja kerja ,sofa dan meja kecil juga tempat tidur ukuran besar disana dengan tirai yang bisa membatasi nya . Pingkan terlihat puas dengan semua nya, dia duduk dengan santai di sofa panjang sambil menepuk bantalan samping nya dengan tatapan ke arah Rega seolah mengatakan "duduk sini "
Rega pun berjalan mendekati Pingkan dan duduk disamping nya, tangan nya menarik pinggang Pingkan dengan cepat dan tak akan melepaskan nya lagi. Membuat Duta tersenyum tipis ,baru kali ini dia melihat Rega yang posesif dengan wanita.
Duta yakin, Rega sudah merasakan cinta yang nyata . Kini dia mulai menjelaskan mengenai surat kepemilikan restauran itu ,beberapa karyawan yang akan di tempatkan di sana juga sudah di atur dengan baik. Walaupun bukan pekerjaan nya ,tapi karena permintaan Rega maka dia melakukan semua nya dengan baik sesuai keinginan Rega.
Pingkan mendengarkan dengan seksama, dia tersenyum lebar saat akan menandatangani surat kepemilikan itu . Kemudian mengulurkan tangan nya agar bisa berjabat tangan dengan duta ,tapi lagi lagi Rega menarik tangan Pingkan dengan cepat.
"Tak perlu salaman, sekarang kamu keluar. Semua nya sudah selesai kan ? Saya ada urusan disini sebentar, kamu bisa kembali mengecek semua nya sebelum pergi tanpa menganggu calon pengantin baru ini " ucap Rega dengan tegas dan tepat, dia tak ingin basa basi lagi dengan Duta sehingga duta hanya tersenyum dan mengangguk
"Saya permisi dulu pak ,bu . Silahkan di lanjutkan kembali urusan nya " ucap Duta sambil berdiri dan berjalan menuju pintu, Pingkan ingin berdiri tapi di tahan oleh kedua tangan Rega yang kini sudah memeluk nya .
"Kamu mau apa pak ? " tanya Pingkan, walaupun dia tau apa yang di pikirkan oleh Rega saat ini tapi dia ingin Rega mengatakan nya dengan jelas
"Aku ingin kamu sekarang " jawab Rega tanpa basa basi dan Pingkan langsung melotot
"Aku ngak mau ,nanti setelah kita menikah . Aku ngak mau di campakan sebelum dinikahi ,seperti kekasih mu itu " ucap Pingkan dengan tegas membuat Rega terdiam .
Bersambung.
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘