NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

Keira menunduk dalam sambil menangis tanpa suara.

Dadanya terasa penuh sesak melihat bagaimana hubungan dua keluarga hancur karena dirinya.

Tangannya perlahan mengepal di sisi tubuhnya.

“Saya bener-bener bikin semuanya kacau...” bisiknya lirih.

Gus Zayn langsung menatapnya.

“Jangan menyalahkan diri sendiri.”

“Tapi karena saya...” suara Keira pecah lagi. “Mereka jadi membenci Gus.”

Pria itu menghela napas pelan lalu melangkah mendekat.

Namun Keira justru mundur satu langkah kecil.

Dan gerakan itu membuat hati Gus Zayn terasa nyeri.

“Keira.”

“Saya takut...” bisik gadis itu sambil menggeleng pelan. “Takut suatu hari nanti Gus capek sama semua masalah ini.”

Tatapan Gus Zayn langsung berubah dalam.

“Saya takut nanti Gus nyesel udah mempertahankan saya...” lanjutnya lirih. “Kalau memang begini terus, lebih baik kita—”

“Jangan lanjutkan.”

Suara Gus Zayn terdengar rendah namun tegas.

Keira langsung terdiam.

Pria itu mendekat perlahan sampai kini berdiri tepat di hadapannya.

Lalu dengan sangat lembut...

Ia menangkup wajah Keira yang basah oleh air mata.

“Dengar saya baik-baik, Zaujati.”

Napas Keira langsung bergetar.

Tatapan Gus Zayn begitu teduh.

Begitu serius.

“Saya tidak akan pernah menceraikan kamu.”

Deg.

Air mata Keira kembali jatuh.

“Sampai kapan pun itu.” lanjutnya pelan namun penuh keyakinan. “Jadi berhenti berbicara hal buruk seperti tadi.”

Jantung Keira terasa sesak mendengar ketegasan dalam suara pria itu.

“Tapi Gus—”

“Saya sudah memilih kamu.”

Ibu jari Gus Zayn mengusap pelan pipi gadis itu.

“Dan sekali saya memilih...” lirihnya rendah, “saya tidak akan berpaling.”

Keira menggigit bibirnya kuat-kuat menahan tangis.

Sedangkan Gus Zayn terus menatapnya penuh ketenangan.

“Mungkin jalan kita tidak mudah.” lanjut pria itu. “Mungkin akan banyak orang yang tidak setuju.”

Suasana ndalem terasa sunyi sekali sekarang.

Hanya suara angin sore yang terdengar samar dari luar.

“Tapi selama kamu tetap di samping saya...” Gus Zayn menunduk sedikit hingga dahinya hampir menyentuh dahi Keira, “saya tidak takut menghadapi apa pun.”

Deg.

Tangis Keira akhirnya pecah lagi.

Kali ini bukan karena sakit.

Melainkan karena hatinya terasa terlalu penuh.

“Kenapa Gus baik banget sama saya...” bisiknya lirih sambil menangis.

Tatapan Gus Zayn langsung melembut luar biasa.

Karena bahkan setelah semua yang ia lakukan...

Keira masih merasa dirinya tidak pantas dicintai sebesar ini.

Pria itu lalu menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya erat.

“Sebab kamu istri saya.” bisiknya rendah di atas kepala Keira. “Dan menjaga kamu adalah tanggung jawab saya sampai akhir hidup.”

Keira langsung memejamkan mata sambil menangis di dada pria itu.

Sedangkan Gus Zayn mengecup pelan puncak kepalanya lama.

“Jadi jangan pernah minta pergi lagi.” lirihnya lembut. “Karena rumah kamu ada di sini... sama saya.”

Dari arah lorong ndalem, Ummi Halimah berdiri diam sambil menatap kedua insan itu dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Di samping beliau, Azizah bahkan sudah sibuk mengusap air matanya sendiri sejak tadi.

“Ya Allah...” bisik gadis itu lirih. “Bang Zayn bener-bener sayang sama Mbak Keira.”

Ummi Halimah tersenyum kecil penuh haru meski dadanya juga terasa berat setelah semua keributan hari ini.

Di ruang tamu itu—

Keira masih menangis dalam pelukan Gus Zayn.

Tubuh gadis itu sesekali bergetar kecil menahan sesak yang sejak tadi memenuhi dadanya.

Sedangkan Gus Zayn tetap memeluknya erat sambil mengusap pelan punggungnya penuh ketenangan.

Dan pemandangan itu...

Entah kenapa membuat hati Ummi Halimah menghangat.

Karena untuk pertama kalinya setelah sekian lama—

Beliau melihat putranya benar-benar mempertahankan seseorang sepenuh hati.

“Ummi...” suara Azizah mulai bergetar. “Aku jadi ikut nangis.”

Ummi Halimah tertawa kecil sambil mengusap kepala putrinya lembut.

“Kamu ini.”

“Tapi beneran...” Azizah mengendus pelan. “Bang Zayn biasanya tenang banget. Baru kali ini Zizah lihat Abang sekeras itu demi seseorang.”

Tatapan Ummi Halimah kembali pada Gus Zayn.

Pria itu masih memeluk Keira erat seolah takut gadis itu kembali meminta pergi.

Dan hati seorang ibu mana yang tidak tersentuh melihat anaknya menjaga istrinya sedemikian rupa?

“Cinta memang begitu...” lirih Ummi Halimah lembut.

Azizah menoleh penasaran. “Maksud Ummi?”

“Kadang datangnya tanpa diduga.” senyum beliau tipis. “Tapi kalau sudah menetap di hati, akan sulit dilepaskan.”

Deg.

Azizah langsung tersenyum kecil sambil kembali melihat pasangan itu.

“Mbak Keira beruntung banget ya.”

Ummi Halimah mengangguk pelan.

“Dan Zayn juga beruntung.”

Sebab beliau tahu...

Tidak mudah menemukan perempuan setulus Keira.

Di sisi lain—

Keira perlahan menyadari ada orang yang memperhatikan mereka.

Gadis itu langsung buru-buru menjauh sedikit dari pelukan Gus Zayn dengan wajah merah karena malu.

Air matanya masih tersisa di pipi.

Namun kini ada rona hangat di wajahnya.

“U-Ummi...” suaranya kecil malu.

Azizah langsung nyengir kecil sambil pura-pura menutup mata.

“Aduh, Zizah nggak lihat apa-apa kok.”

“Azizah...” Keira makin salah tingkah.

Sedangkan Gus Zayn hanya tersenyum tipis kecil untuk pertama kalinya sejak tadi.

Senyum yang sangat samar.

Namun cukup membuat Ummi Halimah ikut tersenyum lega.

Beliau lalu melangkah mendekat perlahan.

“Sudah...” ucapnya lembut sambil mengusap kepala Keira penuh kasih. “Jangan menangis lagi nduk.”

Keira langsung menunduk malu.

“Saya minta maaf Ummi...”

“Untuk apa?”

“Karena sudah bikin masalah besar.”

Ummi Halimah langsung menggeleng pelan.

“Ini bukan salahmu seorang.”

Tatapan beliau lalu beralih pada Gus Zayn.

“Dan Zayn sudah memilih jalannya sendiri.”

Gus Zayn mengangguk kecil tenang.

Sedangkan Ummi Halimah kembali menatap Keira lembut.

“Sekarang tugas kalian cuma satu.”

Keira perlahan mengangkat wajahnya.

“Saling menjaga.”

Deg.

Kalimat sederhana itu langsung membuat hati Keira terasa hangat lagi.

Azizah yang sejak tadi berdiri di samping Ummi tiba-tiba memeluk Keira dari samping dengan manja.

“Pokoknya Mbak nggak boleh pergi lagi ya.”

Keira langsung tertawa kecil di sela sisa tangisnya.

“Iya.”

“Karena kalau Mbak pergi...” Azizah menunjuk Gus Zayn cepat, “Abang bisa jadi sedingin kutub lagi.”

“Azizah.”

Nada datar Gus Zayn membuat semua orang langsung tertawa kecil.

Dan untuk pertama kalinya setelah hari yang begitu melelahkan...

Suasana ndalem kembali terasa hangat.

Malam itu akhirnya berlalu dengan perlahan.

Setelah keadaan sedikit tenang, para santri kembali ke kamar masing-masing. Suara lantunan ngaji dari mushala yang tadi sempat terhenti kini kembali terdengar pelan, membuat suasana pondok perlahan damai lagi.

Namun berbeda dengan yang lain—

Keira justru masih belum bisa menenangkan hatinya sepenuhnya.

Kini ia duduk di tepi kasur kamar Gus Zayn dengan jemari saling menggenggam gelisah.

Sedangkan Gus Zayn sedang melepas peci hitamnya di depan lemari kecil dekat meja.

Suasana kamar hening.

Hanya suara jangkrik malam yang terdengar samar dari luar jendela.

Keira diam-diam melirik pria itu.

Dan entah kenapa...

Dadanya masih terasa penuh setiap kali mengingat bagaimana Gus Zayn membelanya di depan semua orang tadi.

“Saya masih kepikiran...” gumamnya lirih.

Gus Zayn langsung menoleh.

“Tentang apa?”

“Semuanya.”

Pria itu berjalan mendekat lalu duduk di sampingnya.

Tatapannya tenang seperti biasa.

Namun kini terasa jauh lebih hangat di mata Keira.

“Saya takut keluarga Ning Afifa makin benci sama Gus.”

“Mungkin.”

Jawaban jujur itu justru membuat Keira makin sedih.

“Tapi saya tidak menyesal.”

Deg.

Keira perlahan menatapnya.

Sedangkan Gus Zayn membalas tatapan itu tanpa ragu sedikit pun.

“Saya sudah memilih apa yang harus saya jaga.”

Jantung Keira kembali berdebar kacau.

“Saya nggak ngerti...” bisiknya lirih. “Kenapa Gus bisa setulus ini sama saya.”

Tatapan Gus Zayn melembut.

Lalu tanpa banyak bicara, pria itu meraih tangan Keira pelan dan menggenggamnya hangat.

“Karena hati saya tenang saat bersama kamu.”

Deg.

Keira langsung menunduk malu.

Padahal kalimat itu diucapkan begitu sederhana.

Namun selalu berhasil membuat wajahnya panas sendiri.

Gus Zayn tersenyum kecil melihat reaksi istrinya itu.

“Kenapa malah nangis lagi?” tanyanya pelan saat melihat mata Keira kembali berkaca-kaca.

Keira tertawa kecil malu sambil buru-buru menghapus sudut matanya.

“Saya cengeng ya.”

“Sedikit.”

“Gus...”

Pria itu akhirnya tertawa pelan.

Dan suara tawa rendah itu sukses membuat Keira diam mematung beberapa detik.

Karena jarang sekali Gus Zayn tertawa seperti ini.

“Ternyata Gus kalau ketawa ganteng banget...” gumam Keira tanpa sadar.

Kini giliran Gus Zayn yang terdiam.

Sedangkan Keira langsung membulatkan matanya panik setelah sadar apa yang baru saja ia katakan.

“S-saya nggak sengaja!”

Wajahnya langsung merah padam.

Gus Zayn menatapnya cukup lama sebelum akhirnya tersenyum tipis samar.

“Kamu lucu.”

Keira langsung menutup wajahnya malu.

“Ya Allah... malu banget.”

Melihat tingkah istrinya, membuat Gus Zayn terkekeh.

"Istri saya sangat lucu sekali."

1
Cah Dangsambuh
brak pintu terbuka aku yang panik kirain ning nong ning gung mantan tunangan ga taunya adik somplak🤣🤣🤣
Cah Dangsambuh
aku juga ikut nangis zizah ,terlalu haru,emang abangmu cintanya ugal ugalan cinta luar biasa👍👍👍👍
Cah Dangsambuh
kok bapaknya yang ngotot kecewa boleh tapi kalo gus udah memolih keyra mosok harus tetep suruh nikahin anaknya hanya demi nama baiknya walah ga mikirin hati anaknya ya
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
keynara
lanjut thor🙏
Della Nuri delima
plisss double upp thorrrrr
Cah Dangsambuh
lope lope sekebon pokoknya buar kak authornya baca sambil nangis nyeseknya dari ujung rambut sampe ujung kaki
Cah Dangsambuh
sabar fifa seberapa besar harapanmu tapi takdirmu bukan sama gus zayn
Cah Dangsambuh
aku ga tau mo komen apa tapi yang jelas aku suka banget di sini keyra yang jujur banget satu sisi sangat jatuh cinta tapi satu sisi dia merasa jauh dan rendah untung suaminya peka sekali endingnya aku yang baper kak othor😆 kenapa sih kak othor pinter banget nggiring masuk ke dalam cerita🤣👍🙏
Cah Dangsambuh
akupun ikut nyesel keyra wuuuuhhhh bakal rumit ni gus zayn belum sempet njelasin perkaranya tunanganya dah dateng duluan di antara 2 wanita pasti merasa tersakiti apa lagi sebelumnya belum ada penjelasan
keynara
lanjut thor update yg banyak biar makin seru🙏
Julia and'Marian: siap kak keyyy🤭
total 1 replies
Cah Dangsambuh
yasalaaaamm bacanya sambil tahan napas😆maniiiiiiiiis pol polan gus zayn ga ada lawan👍
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
Lia se
😍😍😍😍🤭
Lia se
😍😍😍😍
Lia se
.🤭 Keira lucu
Anonim
😍😍😍🤭
Anonim
😍😍😍😍
Cah Dangsambuh
oh kamu cantik sekali yaujinya dah klepek klepek
Anonim
Luar biasa, sering update ya author
Cah Dangsambuh
ampuuuun mba bro bawang ooohh bawang trima kasih ya bawang karna kamu bikin umi sama adik iparnya senyam senyum apa lagi yang baca beeeeeehhhhh baper parah🙏🙏🙏
Julia and'Marian: hehehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!