NovelToon NovelToon
Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:23.5k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Dikhianati... Kemudian dibunuh...

Siapa sangka, kematian menjadi awal bagi Lea La Bertha- seorang ahli racun- mengetahui kebenaran yang selama ini ditutupi sang kekasih.

Kehidupan kedua yang ia dapatkan membuat dirinya memilih jalan berbeda dengan bergabung dalam lingkaran dunia mafia.

"Jika aku memintamu membunuh seseorang, apa kau akan melakukannya?" Angkasa.

"Jadikan aku sebagai tangan kananmu. Maka, aku akan lakukan semua perintahmu tanpa terkecuali," Lea.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang ia bawa, Lea bertekad mengubah takdirnya. Tetapi ia tidak pernah menyangka, perubahan itu justru membuka rahasia besar dari kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Lalu, bagaimana jika cinta hadir diantara mereka? Akankah Lea percaya pada 'Cinta'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Batu Kematian.

"Harga pembuka ... 2 miliar."

Hening.

Tidak ada yang mengangkat papan angka di tangan mereka selama lima belas detik pertama. Dalam keheningan itu semua orang berperang dengan pikiran mereka masing-masing. Penawaran awal sudah sangat tinggi, jika batu itu ternyata batu tidak berharga, mereka akan kehilangan banyak uang. Tapi jika mereka beruntung, nilainya bisa mencapai puluhan kali lipat. Yang membuat mereka ragu adalah: apakah mereka cukup beruntung?

Semua orang melihat itu batu giok. Tapi bagi Lea, itu adalah batu kematian.

Retakan berbentuk petir di sisinya memantulkan semburat kuning kehijauan, menyebarkan aroma samar bawang putih yang tidak bisa dikenali oleh orang awam. Tapi bagi ahli racun, aroma samar itu tidak akan luput dari indra penciumannya.

Di kehidupan sebelumnya, saat ia menemukan batu itu di acara lelang yang sama dengan yang ia hadiri malam ini, Samuel yang mengajukan penawaran setelah ia membuka identitas bahwa dirinya adalah ahli racun, dan ia meminta Samuel agar mendapatkan baru itu bagaimanapun caranya. Penawaran saat itu berlangsung lama dengan Angkasa sebagai lawan. Hingga, Luwis turut menawar dengan harga fantastis dan membuat Angkasa mundur.

Luwis memberikan batu itu pada Lea dengan alasan karena Samuel adalah anak buahnya. Tetapi juga meminta imbalan agar dia dibuatkan racun tanpa rasa dan warna yang bisa membunuh seseorang secara perlahan.

Saat itu, Luwis mengatakan ingin membunuh musuh yang sudah menghilangkan banyak nyawa anak buah Luwis, dan saat itu Lea tidak mengetahui jika musuh yang Luwis maksud adalah Angkasa. Dan malam ini, ingatan itu terbuka. Di kehidupan sebelumnya, ia bertemu Angkasa pertama kali di acara lelang ini. Bertemu lagi beberapa minggu setelahnya saat ia secara tidak sengaja menyaksikan Angkasa tidak ragu memberikan bantuan pada orang biasa tanpa menyapa, kemudian ia kembali bertemu beberapa bulan setelahnya dengan Angkasa yang tubuhnya sudah dipenuhi racun.

Ia yang meracik racun itu, maka tak sulit baginya menyadari tanda-tanda yang ditimbulkan. Dan setelah mengetahui fakta bahwa Luwis berbohong, penyesalan mendalam menghantamnya tanpa ampun. Setelah pertemuan terakhir itu, ia kembali ke rumah Samuel. Dengan bodohnya mengatakan jika Luwis sudah membohonginya, dan Samuel membisikkan janji manis akan berhenti bekerja dengan Luwis.

Tentu saja itu hanya kalimat penenang tanpa tindakan. Lea tidak tahu itu. Ia sibuk meracik penawar. Penawar yang gagal ia selesaikan sampai Samuel membunuhnya malam itu bersamaan dengan pengkhianatan yang ia terima.

Dan sekarang batu yang sama ada di depannya lagi dengan sejarah yang tidak akan ia biarkan terulang.

Tangan Lea langsung meraih papan nomor dari tangan Angkasa, mengangkatnya. Tentang bagaimana ia menebusnya, akan ia pikirkan nanti.

"Tiga miliar," kata Lea cepat.

Angkasa menoleh. Sedikit terkejut dengan gerakan cepat yang Lea lakukan. Ia hafal semua ekspresi Lea, dan ini bukan ekspresi mengincar kemewahan. Ini ekspresi orang yang menemukan bom.

Dari samping, Luwis mengangkat papannya santai. "Lima miliar."

Ia tidak apa tahu isi batu itu dan mengapa wanita yang dikenalkan Angkasa sebagai calon istri menginginkan batu yang belum tentu memiliki harga. Ia hanya tahu, jika Lea adalah jenius yang selama ini disebutkan Samuel. Ia menyadarinya saat Samuel menyebutkan nama wanita itu.

Samuel yang duduk di belakang Luwis hanya bisa menatap Lea dari jarak yang kini terasa semakin jauh. Wanita itu menawar harga tanpa berpikir dan Angkasa tidak mencegahnya. Itu artinya, Lea memang benar calon istri Angkasa. Dalam segala hal, ia sudah kalah. Lea yang sebelumnya sangat mencintainya, yang bisa ia peras otaknya, kini sekarang duduk di sisi sang raja mafia.

"Enam miliar." Lea kembali mengangkat papan di tangannya.

"Delapan," timpal Luwis, tersenyum tipis.

"Sepuluh," kata Lea lagi.

"Dua bel-

Tanpa aba-aba, Angkasa mengambil papan dari tangan Lea sebelum Luwis menyelesaikan tawarannya. "Lima puluh."

Pembawa acara tercekat. Semua tamu lain menjatuhkan rahang mereka.

Luwis tertawa. Menutupi rasa kesal yang hatinya rasakan. "Kau bahkan tidak tahu apa isinya, Angkasa?"

"Aku tidak perlu tahu apa isinya," jawab Angkasa datar. "Jika wanitaku menginginkannya, maka dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan meski itu sampah sekalipun."

Luwis mendengus, kembali menaikkan tawaran. "Enam puluh."

"Seratus," ucap Angkasa santai.

Luwis gagal menutupi keterkejutannya.

"Kau gila. Hanya demi batu sampah yang diinginkan oleh wanita lemah kau rela menghabiskan uangmu," seru Luwis tak habis pikir.

Angkasa berdiri dari duduknya, menatap Luwis dengan ekspresi yang sulit diartikan.

"Dia wanitaku, calon istriku, jika bukan dia yang menghabiskan uangku, lalu siapa? Aku tidak akan membiarkan dia menghabiskan uang pria lain bukan?"

"Kau ..." Luwis mendesis marah, tangannya mencengkram erat papan angka di tangannya sampai buku-buku tangannya memutih.

"Masih ingin menawar?" tantang Angkasa.

Luwis bersiap untuk mengangkat papan angkanya lagi, namun segera terhenti saat Angkasa sudah lebih dulu mengajukan penawaran.

"Dua ratus."

Suasana ballroom seketika mati.

Luwis ternganga, papan angka di tanganya terlepas. Pembawa acara mulai menghitung mundur dengan suara bergetar. Kemudian palu diketuk memecah keheningan yang masih menyelimuti.

"Terjual!"

Angkasa menarik Lea berdiri, menjauh meninggalkan ballroom sebelum Luwis sempat membuka suara. Di belakang mereka, Gio dan Marco sudah mengunci peti batu itu. Membawa batu itu ke mansion Angkasa tanpa melakukan pemotongan.

Di perjalanan, hanya keheningan yang menyelimuti. Bukan karena tidak ada pertanyaan yang ingin Angkasa ajukan, tetapi justru karena begitu banyak pertanyaan yang terkumpul di kepalanya membuat ia tidak tahu pertanyaan mana yang harus ia ajukan lebih dulu.

Dan ketika mereka tiba di masion, Angkasa menarik Lea ke kamarnya. Satu-satunya tempat di mana ia bisa bicara tanpa khawatir akan ada yang mencuri dengar percakapan mereka.

. . . .

. . ..

To be continued...

1
Zhu Yun💫
Angkasa sudah mulai menggila memang kok.. 🤣🤣
Zhu Yun💫
Biar kamu cari tahu sendiri orangnya... kerja keras 🤭🤭🤭
Zhu Yun💫
Pria itu pasti si Angkasa 🤭🤭
Zhu Yun💫
Tanda cinta... eaaaa🤣🤣🤣🔥🔥
Zhu Yun💫
Pilih aman ya, Gi... takut disembur angkasa kalau pulang 🤭🤭
Zenun
Nah, itu yang ingin aku katakan🤭
Nda
novel mu,luar biasa thor
j4v4n3s w0m3n
lanjut ahhhh
j4v4n3s w0m3n
tekateki mulai terbuka dikit dikit
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
yang
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
terdengar
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
badan
depan
Teteh Lia
darah dari leher na... duh aku jadi kebayang waktu op kemaren 😢
Teteh Lia
gelas ketiga 😱. nda mules tah ya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ingin ku teriaaakkk "angkasaaaaa"
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
fix sih, si aksa juga rebirth ini
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
angkasa dng. apa krn itu makanya lea di notice si aksa? 🤔
Teteh Lia
Wanita yang berani menatap lawan bicara na memang keren. nda kaya aku. boro-boro natap, yang ada sibuk menghindar ya iya.
Teteh Lia
Aroma kopi? hmm... pasti enak itu wangi na. 🤭
Teteh Lia
wehhh... yang karna kamu berbeda lah. 😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!