Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 09
Tepat di salah satu pintu kamar hotel lainnya, akhirnya Sofia berhasil membuka pintu tersebut, dengan perasaan lega Sofia berhasil masuk ke dalam kamar tersebut untuk menjadikan nya tempat bersembunyi.
"Tuhan tolong aku, Tuhan tolong aku," kata Sofia dengan bibir gemetar.
Tak lama kemudian terdengar suara hiruk-pikuk beberapa langkah kaki terdengar di depan kamar itu, tidak hanya itu saja, terdengar suara berat tuan Ex yang berteriak-teriak meminta anak buahnya untuk mencari ke segala arah.
Sofia gemetar, air mata nya mengalir deras dan ia menutup rapat mulut nya agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun.
Namun tiba-tiba seseorang menyentuh pundak nya dari belakang.
"Apa yang kau lakukan di kamar ku," suara asing itu terdengar jelas di kuping Sofia, terdengar begitu menyeramkan dan seketika rasa dingin menyelimuti tubuh nya.
Sofia berbalik dan menatap laki-laki bertubuh tinggi dengan bau parfum dan juga bau asap rokok menyatu menelusup ke hidung Sofia.
Wajah laki-laki itu tidak bisa di lihat jelas oleh Sofia yang mata nya sudah semakin buram.
"To-tolong aku," kata pertama yang di ucapkan Sofia kepada laki-laki tersebut.
"Trik macam apa ini? Keluar sekarang atau aku akan membunuhmu," kata laki-laki tersebut hendak membuka pintu kamar nya sambil mencengkram lengan Sofia bersiap melempar nya keluar.
"Tidak aku lebih baik mati, ku mohon bunuh saja aku, tapi jangan serahkan aku kepada mereka tuan ku mohon bunuh saja aku," kata Sofia yang kini berlutut di kaki laki-laki tersebut.
Seketika laki-laki itu terdiam dan menatap Sofia yang terlihat aneh, baru kali ini ada orang yang dengan sukarela di bunuh tanpa alasan yang jelas.
"Aku belum pernah membunuh orang, maksud ku aku belum pernah membunuh seorang wanita," kata Zavier dalam hatinya.
Ya, laki-laki itu adalah Zavier, Sofia masuk ke kamar 026 yang ternyata adalah kamar Zavier yang tidak terkunci pintu nya.
Zavier melihat dari lubang intip yang ada di pintu kamar tersebut, ia melihat ada tuan Ex dan beberapa anak buahnya yang sedang berjalan ke sana ke mari seperti mencari seseorang.
Senyum terukir di sudut bibir Zavier yang kini sudah memahami apa yang membuat gadis kecil itu masuk dan bersembunyi ke kamar nya.
Zavier mengunci pintu kamar tersebut dan menatap ke bawah, terlihat Sofia yang masih gemetar dengan memeluk kedua lututnya.
Zavier membungkuk dan menatap Sofia yang berpenampilan acak-acakan dengan pakaian amburadul.
"Kau orang yang mereka cari?" tanya Zavier dengan suara kecil nya.
Sofia menatap Zavier dengan tatapan buram, sambil mengangguk kan kepala.
"Diam dan jangan menagis, kau aman di sini," katanya sambil tersenyum.
Hal seperti ini sudah bukan lagi hal yang mengejutkan untuk Zavier karena dia tau betul perangai laki-laki tua itu.
Sepuluh menit pun berlalu.
"Kau sudah bisa pergi, mereka sudah tidak ada di sini," kata Zavier yang sudah memastikan kalau saat ini Ex dan anak buahnya telah pergi dari tempat tersebut.
Sofia berdiri dengan sempoyongan, dia beberapa kali terus mengelengkan kepala nya karena tidak mau keluar dari sana.
"tuan, bisakah aku menunggu di sini lebih lama? Aku tidak bisa pergi dengan keadaan yang seperti ini," lirih Sofia yang kemudian jatuh kembali ke lantai.
Zavier mengerutkan keningnya dan melihat Sofia yang saat ini sedang tergeletak di lantai.
Ia menyibak rambut panjang Sofia yang menghalangi pandangan nya.
Tidak hanya itu, Zavier mendekatkan hidung nya ke bibir Sofia, ia mengendus aroma alkohol bercampur dengan obat perangsang yang di berikan Tara, seketika Zavier mengetahui kalau Sofia saat ini sedang mabuk.
"Ck, Ex benar-benar licik, gadis kecil, kau beruntung masuk ke kamar ku saat aku sedang tidak mabuk, jika itu terjadi aku tidak tau bagaimana akan membiarkan mu," Zavier yang sepenuhnya sadar kemudian mengendong tubuh ringan Sofia yang kecil naik ke atas ranjang.
Ia kemudian berjalan kembali ke balkon dan menelpon seseorang.
Awalnya Zavier berfikir kalau ini adalah jebakan yang selalu di buat oleh Siho untuk nya, namun ternyata ia salah, kali ini benar-benar sebuah kecelakaan murni menimpa Nova.
Selang beberapa menit kemudian Glen datang ke hotel tersebut dengan seorang pelayan wanita, dia meminta pelayan tersebut membawa semangkuk air es yang berisikan handuk kecil.
Ya, Zavier menelpon Glen dan meminta nya datang ke tempat tersebut untuk membantu nya mengurus gadis tersebut.
Semalaman pelayan itu menjaga Sofia, sementara Glen dan Zavier menunggu di kamar lain.
"Tuan muda, apakah ini ulah tuan muda Siho?" tanya Glen.
"Aku rasa tidak, dia adalah orang yang berhasil lepas dari Ex," kata Zavier.
" Tua bangka itu," geram Glen.
"Tapi apa yang membuat tuan muda Zavier mempedulikan nya? Bagaimana kalau si tua bangka Ex tau dan membuat masalah dengan kita?" Kata Glen penasaran.
"Ini hotel milik keluarga Atharyan, justru dia lah yang membuat masalah dengan kita karena sudah mencoba mengotori nama hotel ini," ungkap Zavier sambil menatap Glen.
"Benar juga, tapi tuan muda, wanita itu sangat cantik, apakah tuan muda tidak tertarik dengan nya?" Kata Glen mencoba menggoda boss nya itu.
"Kau berfikir kalau aku adalah pria seperti tuan Ex?" pertanyaan yang berhasil membuat Glen kaget.
"Tidak, tidak aku, sama sekali tidak bermaksud seperti itu," ungkap Glen.
Zavier terdiam, dia juga bingung dengan dirinya sendiri, entah kenapa dia tiba-tiba mempedulikan seorang wanita, ini jelas-jelas bukan hanya karena dirinya tidak mau nama baik hotel jadi tercemar.
"Glen," pangil Zavier.
"Ya tuan muda," jawab Glen.
"Cari latar belakang gadis itu secara lengkap, dalam dua puluh menit kau sudah harus menjelaskan siapa dia, karena aku mendengar sebuah hal yang aneh saat tuan Ex mencarinya, dia menyebutkan sesuatu." Kata Zavier mulai mengingat lagi kata-kata tuan Ex yang sempat dia dengar tadi.
"Apa yang dia katakan tuan muda?" tanya Glen penasaran.
"Lima miliar, dan dia mengatakan tidak akan membiarkan kelaurga Amores tenang jika tidak mendapatkan wanita itu," kata Zavier menjelaskan.
"Amores?" ucap Glen kaget dan seketika berdiri dari duduknya.
"Ya," jawab Zavier singkat.
Ia membelakangi Glen dan memasukkan kedua tangan nya ke dua saku celana nya.
"Tuan muda, Amores adalah kelaurga terpandang yang tingkat nya sama dengan tuan Ex, bagaimana bisa ini bersangkutan dengan nya?" ujar Glen kebingungan.
"Untuk itu cari biodata wanita itu, aku ingin tau semuanya," kata Zavier tanpa menatap Glen.
"Baik tuan muda," kata Glen yang tidak ingin menunda waktu lagi.
Sementara itu di sisi lain.
"Haha, kita kaya ma! Kita kaya," kata Tara yang saat ini sibuk menghitung uang dengan mama nya sambil tertawa terbahak-bahak.
Setelah memasukkan Sofia ke kamar tuan Ex, Tara dan Rusita segera kembali ke mansion untuk segera menikmati harta yang setelah mereka raup dari tuan Ex atas hasil menjual Sofia.
Bersambung ....