NovelToon NovelToon
Tumbal Pengantin

Tumbal Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Misteri
Popularitas:67.7k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.

tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Tragedi saja

Ican memperhatikan dengan seksama area perkebunan sawit ini, berulang kali dia menginjak tanah gambut itu untuk memastikan apakah memang mudah menggali pada bagian tanah seperti ini sehingga mereka bisa memasukkan tubuh Airin ke dalam tanah gambut tersebut, emang sedikit berair sehingga bila digali sedikit saja maka akan langsung menimbulkan lubang yang cukup besar.

Tapi Ican berpikir bahwa kemungkinan mayat yang ada di dalam sini sedikit akan awet lebih lama lagi karena tanah tersebut bisa menyimpan akar-akar yang berserabut di dalam sana, jadi Ican berharap bahwa kemungkinan besar mayat Airin masih ada di sekitar sini dan bisa dia bawa pulang ketika nanti berhasil untuk ditemukan.

Tentu meski tidak ada daging lagi di tubuh itu tapi setidaknya ada tulang belulang yang bisa di ambil dan di bawa pulang, jangan terlalu bilang begitu saja karena akan menimbulkan luka hati yang cukup parah untuk keluarga Airin sendiri karena sampai saat ini mereka tidak tahu kabar tentang gadis itu.

Mau pergi ke kuburan juga tidak mungkin karena tidak ada yang harus mereka sambangi ketika sedang rindu kepada si gadis ceria tersebut, andai saja masih ada tulang belulang maka bisa mereka kuburkan secara layak dan tidak mungkin dibiarkan begitu saja tanpa ada perhitungan sama sekali.

"Ini kalau di gali semua maka baru bisa kita lihat dalam nya." kesal Aldo.

"Ya gila aja kau ini, tanah orang mau kau gali semua." Ican melirik Aldo.

"Biadab sekali orang ini, aku sangat tidak terima." Aldo berkata dengan nada begitu kesal.

"Kita usahakan pelan pelan saja karena aku yakin nanti akan terbongkar kok." Ican berusaha untuk tenang.

Meski dalam hati dia juga panik karena sampai sekarang mereka belum mendapat petunjuk walau hanya sedikit saja, tadi sebenarnya sudah mau dapat petunjuk ketika Yoga dengan penuh semangat menghampiri mereka untuk menceritakan apa yang telah terjadi di malam itu dan dia siap juga untuk membantu.

Namun sepertinya keberuntungan belum berpihak di mereka berdua sehingga Yoga tidak jadi berbicara tentang pembantaian kelam di malam tersebut, mau tidak mau mereka harus berusaha sendiri untuk mencari tahu apa yang telah terjadi kepada Airin dan bagaimana dia bisa mengalami nasib yang begitu tragis sekali sampai menghilang hingga detik ini.

Wuuussssh.

"Eh kau merasakan sambaran angin tidak?" Aldo menoleh karena dia merasakan hawa yang begitu dingin barusan.

"Enggak kok, sudah jangan terlalu dipikirkan karena ini kita sedang berhubungan dengan hal yang tidak biasa." Ican sebenarnya merasakan namun dia tidak ingin merasa takut saja.

"Kak, bila kau memang ada di sekitar sini tolong beri aku petunjuk agar bisa menemukan dirimu." Aldo berbicara sendirian.

"Kakak mu saja keras kepala dan merasa bisa mengurus semua masalah itu sendiri." Maharani berkata dengan sewot.

"Ih Ya udah biarin saja dia ngomong gitu kan juga dia sedang berusaha mencari keberadaan Kakak dia." Anita berusaha untuk meredam.

Sebab barusan angin yang menyambar itu adalah pergerakan dari Maharani dan juga Anita karena mereka ada di sekitar sana untuk mencari keberadaan Airin juga, kalau dua member Purnama bukan mencari mayat tapi mereka langsung mencari arwah dan ingin berbicara langsung dengan arwah gentayangan yang ada di kebun sawit itu.

"Dia itu angkuh dan merasa bisa menyelesaikan ini semua sehingga dia tidak mungkin mau menemui kita malam ini." Maharani berkata dengan sangat yakin.

"Tapi kalau kita dekat dengan dua bocah itu terus maka aku yakin dia pasti akan ketangkap juga." Anita menatap dua pemuda yang sedang sibuk.

"Lah Kenapa pula kita harus mengikuti dua bocah tidak berguna itu!" Maharani semakin sewot.

"Kan salah satu katanya itu adalah adik dari wanita itu, jadi mungkin dia ada di sekitar sini untuk melindungi lah." ujar Anita.

"Ah ribet sekali kalau punya urusan dengan setan yang sok jual mahal seperti ini." kesal Maharani semakin menjadi.

"Maka nya kita itu harus memiliki rasa sabar, jadi segala situasi bisa kita atasi dengan mudah." Anita menepuk pundak Maharani.

"Untuk apa sabar terus-menerus karena itu hanya akan membuat kita diinjak-injak oleh orang lain, menyala lah sekali-kali." sahut Maharani.

"Kau bukan hanya sekali-kali tapi memang selalu menyala!" Anita jadi kesal sendiri.

Maharani tidak menjawab dan dia kembali berjalan untuk mencari sekitar kebun ini agar bisa segera menemukan keberadaan arwah wanita itu, bila sampai nanti bertemu lagi Maharani sudah bertekad akan memberi tamparan maut agar dia sadar bahwa member Purnama memberikan niat yang baik agar dia bisa membalas dendam dengan mudah juga.

Setidak nya kali ini emosi yang terus menumpuk di dalam diri akan dia lampiaskan kepada arwah wanita yang gentayangan itu, kemarin dia sudah cukup kesal ketika mendapat penolakan dan juga memendam rasa malu sehingga saat ini emosi itu semakin membesar di dalam diri Maharani.

Bluuuussss.

"Mampus kau!" Maharani bersorak senang ketika melihat Ican terperosok masuk ke dalam gambut.

"Astaga!" Anita yang kaget.

Aldo yang melihat Ican terperosok di dalam gambut itu maka dia segera menolong, namun Ican tidak segera bergerak karena kaki Dia merasakan sesuatu yang tidak biasa di dalam gambut tersebut sehingga dia terus menggapai dengan kaki sehingga nanti akan tertarik ke atas.

"Ayo buruan naik, kenapa kau malah semakin masuk?!" teriak Aldo.

"Aku merasakan sesuatu di dalam sini." Ican berkata dengan serius.

"Hah! apa itu mirip seperti tubuh manusia?" Aldo langsung cemas.

"Ya nggak langsung tubuh manusia juga!" sahut Ican karena agak kesal.

"Kau jepit pakai kaki dan aku nanti akan menarik kau ke atas ya." Aldo memberikan instruksi kepada Ican yang sedang berusaha menggapai barang tersebut.

Ican mengangguk dan dia sekuat tenaga menahan sesuatu di dalam tanah gambut itu, sungguh terasa berat sekali karena sudah pasti bercampur dengan tanah dan juga air, terlebih lagi Ican mengangkat hanya dengan menggunakan kaki saja.

"Aaaaaghh sepertinya kaki ku tergores oleh sesuatu." keluh Ican.

"Apa lah bocah ini." Maharani dan Anita masih memperhatikan dengan seksama.

"Tarik terus, Do!" Ican sudah tidak sanggup merasakan perih yang tidak terkira pada bagian kaki.

"Ya ini aku sudah berusaha untuk menarik." jawab Aldo.

Anita yang melihat hal itu tentu saja langsung membantu dan dia menyentuh tangan Aldo agar pemuda ini bisa memiliki kekuatan yang lebih lagi untuk menarik Ican dari dalam sana, Ratu burung hantu masih tetap diam karena mood dia belum bagus sehingga biar saja Anita yang membantu para bocah itu.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.

1
ρυтяσ kang'typo✨
belum di datangin maka'y Jamil kekeh ngemeng gitu sama Yoga
Eli Rahma
sampai ujung dunia pun Airin akan mengejar kalian berdua untuk bls dendam
Sekar Sekar
selingkuh dngan senina sahabat nya sendiri
MiilaaManurung
lagi dong kak 🤣
Ayuk Witanto
lebih baik katakan saja yoga daripada kau merasa bersalah
Ayuk Witanto
tunggulah giliran mu
neni nuraeni
lnjuttt
Ayuk Witanto
salsa nya Davin
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
semoga dengan yoga mengaku nanti kamu aman dari kematian 🙏🙏
Nurr Tika
kau tunggu gilaranmu mil
Apriyanti
lanjut thor 🙏
Aditya hp/ bunda Lia
biarin ajah Ga si Jamil mah bentar dia juga bakalan mati sama Airin
ρυтяσ kang'typo✨
takut kan Yoga😏😏mana teman'y sudah metong 1
ρυтяσ kang'typo✨
mereka kan ka" beradik g ada yang waras Nit, kalo beneran lagi waras mah emang tenang🤣🤣🤣
ρυтяσ kang'typo✨
👍👍👍👍cakeeeep... terus teror mereka 1/1 Airin
Ela Jutek
gak caya kau Mil, paling ntar kau target selanjutnya
Ayuk Witanto
apa kau masih mau bungkam yoga...liatlah temanmu sudah mati
Ayuk Witanto
karna Judit sudah ketemu malaikat maut
Raffaza Direzky87
makhlum kakak nya ratu ular, adiknya aja kadang² juga gila apalagi kakaknya 😁
Eli Rahma
ngomong Ga..sebelum didatangi Airin lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!