NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Transmigrasi: Misi Menjadi Istri Jahat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Pena Digital

Menjadi editor sebatang kara itu membosankan, tapi dirampok sampai pingsan dan pindah ke dunia novel? Itu diluar nalar!

Lin Xia Yi bertransmigrasi menjadi Lin Xia Mei, wanita yang akan tewas karena cinta buta suaminya, Wei Zhu Chen. Untuk bertahan hidup, ia harus menurunkan tingkat rasa suka Wei Zhu Chen dari 99% ke 20%.

Bersama sistem berwujud kucing imut bersayap bernama Bao, Lin Xia Yi akan memulai misi demi kembali ke dunianya serta membawa pulang hadiah yang menggiurkan.

Hadiah menggiurkan menanti, tapi nyawa taruhannya. Siapkan camilan favoritmu dan temanilah Lin Xia Yi sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Digital, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

009: Malam Manis

Usai merasakan hangat membakar tenggorokannya, kini penglihatan Lin Xia Mei mulai berkurang.

"Kenapa orang-orang suka minuman seperti ini?"

"Hoeeeekk." Lin Xia Mei mulai muntah.

Dengan tubuh yang mulai sempoyongan, Lin Xia Mei akhirnya berhasil meraih pintu mobil.

"Bao,"

Bip.

"Bao hadir. Inang, kau mabuk."

"Entah, rasanya sangat tidak nyaman. Kepalaku pusing. Aku khawatir hilang kesadaran."

"Inang, di Mobil ada kopi. Minumlah sedikit untuk mengurangi efek alkoholnya. Jangan terlalu banyak."

"Sial, aku tidak kuat menarik handle-nya. Hoooeeekkk."

"Eh eh hahaha, mobilnya berubah jadi kereta."

"Astaga, Inang benar-benar kehilangan kesadaran." tutur Bao.

"Bao, lihat itu, keretanya kecil ya. Pendek, hahhaa." Lin Xia Mei mulai bicara tidak karuan.

"Lin Xia Mei!" Wei Zhu Chen langsung menangkap tubuh Lin Xia Mei.

"Wei Zhu Chen? Oh iya, kau Wei Zhu Chen kan ya?"

"Kau sudah mabuk."

Wei Zhu Chen memapah tubuh Lin Xia Mei ke dalam mobil, tidak lupa ia juga memasang sabuk pengaman Lin Xia Mei.

"Wei Zhu Chen, kau wangi sekali." puji Lin Xia Mei ketika ujung hidungnya menghirup aroma pakaian bagian lengan Wei Zhu Chen.

Wei Zhu Chen tersenyum.

"Gawat! Rasa suka tokoh utama pria kembali naik." ujar Bao.

Melihat istrinya yang sudah melantur kesana kemari, Wei Zhu Chen bergegas pulang.

"Lin Xia Mei, kenapa kau melakukan hal ceroboh seperti ini? Kita kenal sudah bukan satu dua tahun, aku tahu kebiasaanmu." gumam Wei Zhu Chen.

Sesampainya di rumah, Wei Zhu Chen menggendong Lin Xia Mei sampai ke kamarnya.

"Hoeeekkk." Lin Xia Mei muntah lagi untuk yang kesekian kalinya. Di sudut ruangan Bao memasang wajah malas.

"Dasar keras kepala." rutuk Bao.

Cairan muntahan Lin Xia Mei mengotori lantai, Wei Zhu Chen hanya menghela napas lalu membuka pakaian Lin Xia Mei.

"Eh eh, bajuku seperti terbang sendiri." kata Lin Xia Mei sambil menahan ujung pakaiannya yang terangkat ke atas.

"Sayang, ganti pakaian dulu."

"Oh," Lin Xia Mei mengangguk patuh.

Wei Zhu Chen menurunkan pakaian Lin Xia Mei, ia pergi ke meja rias istrinya lalu mengambil satu ikat rambut kecil.

"Yang patuh ya." titah Wei Zhu Chen sambil mengikat rambut Lin Xia Mei dengan pelan.

Usai mengikat rambut Lin Xia Mei, tangan Wei Zhu Chen mengusap lembut pipi Lin Xia Mei kemudian beralih mengusap bibir.

"Lin Xia Mei, kali ini aku memaafkanmu. Jika terulang lagi bahkan berkenalan dengan pria lain, aku akan mengurungmu lagi di rumah ini."

Wei Zhu Chen membuang napas dengan kasar karena kesal mengingat ada pria lain yang mencoba akrab dengan Lin Xia Mei.

Wei Zhu Chen menanggalkan pakaian Lin Xia Mei lalu menggantinya dengan pakaian tidur yang baru diambilnya dari lemari.

"Zhu Chen, kamarnya berputar-putar."

Melihat Lin Xia Mei dalam keadaan mabuk seperti ini lumayan menarik, Wei Zhu Chen duduk disamping Lin Xia Mei.

"Aku akan membuatmu tenang kembali."

Wei Zhu Chen menarik pelan Lin Xia Mei ke dalam pelukannya, ia merebahkan tubuh di tempat tidur dengan tetap memeluk Lin Xia Mei.

Aroma tubuh Lin Xia Mei tetap harum meski berkeringat, tangan gagah Wei Zhu Chen tidak mampu membendung hasrat ingin membelai tubuh istrinya. Sudah satu minggu lebih Lin Xia Mei menolak melayaninya, bahkan lebih sering bersikap kasar.

"Aku akan membuatmu nyaman, istriku." bisiknya dengan suara yang sudah berat.

Sementara itu Bao hanya bisa menepuk jidatnya, ia sudah tahu apa yang akan dilakukan Wei Zhu Chen.

"Inang, bersiaplah histeris besok pagi."

Bao pun segera menghilang, meninggalkan Wei Zhu Chen yang sudah bersiap menghangatkan Lin Xia Mei.

Wei Zhu Chen meneguk ludah saat memandangi bibir Lin Xia Mei yang berwarna pink alami, terlihat sangat manis, perlahan ia menyatukan bibirnya dengan bibir Lin Xia Mei. Wei Zhu Chen memejamkan mata merasakan sensasinya, seluruh tubuhnya terasa hangat, ia melumat pelan bibir Lin Xia Mei.

"Sayang, balas ciumanku, nanti tubuhmu akan nyaman kembali." ucap Wei Zhu Chen dengan suara dan deru napas berat.

Lin Xia Mei mengangguk dan menuruti perkataan Wei Zhu Chen.

"Ini baru istriku yang penurut,"

Bibir Wei Zhu Chen dan Lin Xia Mie saling balas serangan. Tangan Wei Zhu Chen tidak tinggal diam, ia mengusap manja pipi Lin Xia Mei, tangannya terus begerak menurun dan berhenti di salah satu gunung milik Lin Xia Mei.

Wei Zhu Chen melepas ciumannya.

"Sayang, aku sudah sangat menginginkannya." bisiknya dengan suara serak.

Lin Xia Mei tidak menjawab namun tidak pula menolak saat tangan Zain menari di gunung kirinya.

Tidak perlu berlama-lama lagi, Wei Zhu Chen langsung menindih tubuh Lin Xia Mei dan kembali melucuti baju tidur Lin Xia Mei, olah raga malam pun dimulai.

...****************...

Keesokan paginya, Lin Xia Mei membuka mata karena perutnya terasa mulas. Baru saja penglihatannya jernih, ia terkejut bukan main saat melihat Wei Zhu Chen tidur disampingnya dengan posisi terlentang.

Napas Lin Xia Mei seperti tercekat, ia meraba tubuhnya sendiri, matanya melotot seperkian detik.

"Kyaaaaaaaa!" pekiknya.

Mendengar suara melengking Lin Xia Mei, Zain membuka mata lalu memutar tubuhnya menghadap Lin Xia Mei.

"Sayang, ada apa?" tanya Wei Zhu Chen.

Lin Xia Mei menatap Wei Zhu Chen dengan penuh amarah.

"Kau apakan aku semalam?!"

"Rutinitas yang wajar. Apa ada yang sakit?"

Raut wajah Lin Xia Mei berubah menjadi lemas dan putus asa.

"Rutinitas~" Lin Xia Mei mengulangi perkataan Wei Zhu Chen.

"Ada apa?" tanya Wei Zhu Chen yang terlihat khawatir.

Lin Xia Mei mengepal kedua tangannya, ia menatap Wei Zhu Chen dengan sangat tajam.

"LANCANG!!"

'PLAK' Tamparan keras mendarat di pipi Wei Zhu Chen dan membuat Wei Zhu Chen diam mematung karena terkejut.

"Xia Mei? Ada yang tidak beres denganmu!"

Air mata Lin Xia Mei mengalir, ia menutup mulutnya agar suara tangisnya tidak keluar sepenuhnya.

"Kau berubah drastis satu minggu terakhir ini, Lin Xia Mei."

Wei Zhu Chen turun dari ranjang lalu memakai jubah tidurnya, ia berjalan memutari ranjang dan berdiri disisi Lin Xia Mei.

Lin Xia Mei masih bersedih, rasanya kehormatannya direnggut paksa.

"Lin Xia Mei, jawab pertanyaanku dengan jujur."

Wei Zhu Chen menarik dagu Lin Xia Mei, kini mata mereka bertemu.

"Jujurlah kepadaku, apakah kau sudah berselingkuh dibelakangku?" tanya Wei Zhu Chen, sorot matanya menyiratkan kekesalan.

Lin Xia Mei menitikkan air mata, ia juga bingung atas apa yang ia lakukan.

Tekanan di dagu Lin Xia Mei semakin meningkat, bahkan kulitnya berwarna putih disekitar tekanan tangan Wei Zhu Chen, tanda darah tidak mengalir.

"Sakit..." erang Lin Xia Mei.

"Kau sangat murka saat kita melakukan hubungan intim seakan-akan aku sudah memperkosamu."

Wei Zhu Chen melepaskan tangannya dari dagu Lin Xia Mei dengan kasar.

"Ku beri waktu sampai nanti malam. Jika tidak jujur, jangan salahkan aku jika aku mencari tahu sendiri kebenarannya. Jika benar kau terbukti menghianatiku, kau akan melihat mayatnya dengan mata kepalamu sendiri."

Lin Xia Mei hanya terdiam, ia masih tidak percaya semua yang terjadi kepadanya.

Wei Zhu Chen melangkah ke kamar mandi dan menutup pintu dengan kasar hingga mengejutkan Lin Xia Mei.

"Bao."

Bip.

"Bao disini, inang."

"Bao, apa yang terjadi? Kenapa aku... Kenapa aku bisa tidur satu ranjang bersama Wei Zhu Chen?" tanya Lin Xia Mei.

"Inang, kau mabuk dan melakukan hubungan suami istri dengan tokoh utama pria. Semalam rasa suka tokoh utama pria meningkat dan baru saja kembali turun."

Lin Xia Mei membuang napas kasar dan mengusap wajah dengan kesal.

"Huftttt, bisa-bisanya." gumam Lin Xia Mei pelan.

"Sekarang berapa tingkat rasa suka Wei Zhu Chen, Bao?" tanya Lin Xia Mei.

"86% inang."

"Ck, padahal kemarin sudah 85 persen! Huhu."

Tubuh Lin Xia Mei langsung lunglai, ia kembali membuang napas karena kesal.

"Bao, tolong bantu carikan jenis obat yang sangat ampuh mencegah kehamilan."

Suara mekanis berbunyi, Bao menampilkan layar transparan berisi informasi beberapa jenis obat yang bisa membantu Lin Xia Mei.

1
SENJA
aaaah bawang 😌
SENJA
aaah pelit lu , itu udah sampe jadi public enemy poin ga nyampe 1000😌😤
SENJA
waaah panen poin lagi 🤣
SENJA
wakaka ga bisa mantau🤣
SENJA
wakaka sadis jawabannya🤣
SENJA
bapak lu ke rumah sakit
SENJA
susah juga ya, agak psikopat nih cowo😳😤
SENJA
bucin banget dia 😤
SENJA
heh! lu jangan bikin gw bete lu pelit 🤮🤮
SENJA
baik banget 🤭
SENJA
addduh 😑
SENJA
addduh jangan luluh 🤣 jahatin anak itu sarana nurunin rasa suka 🤣
SENJA
yaaaah lumayan lah
SENJA
yayaya. .sabar sama bodoh itu betissss banget🥺
SENJA
jadi tontonan kaya gitu cuma 20 poin ciiih
SENJA
provokator tapi pelit lu 😤
SENJA
lama2 kok kesel ama bao kok pelit banget poin ihhh gila kali
SENJA
yaelaaah cuma 1 persen 😤
SENJA
lu pasti bakal diomelin terus deh 😅
SENJA
pasti ngeselin deh 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!