NovelToon NovelToon
Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Tentang Dinginmu Dan Luka Yang Tak Bertepi

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Romantis / Selingkuh / Tamat
Popularitas:20.4k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Kamu adalah luka paling berdarah dalam hidupku."

Satu hari aku tidak ada untukmu, dan kamu menghukumku dengan keheningan selamanya. Aku mencoba lari, aku mencoba mencintai orang lain, bahkan aku menjadi wanita yang buruk dengan mendua demi melupakan bayangmu. Tapi semua sia-sia. Kamu tetap pergi, dan yang paling menyakitkan... kamu memilih sahabatku untuk menggantikan posisiku.

Dapatkan luka ini sembuh saat penyebabnya kini bahagia dengan orang terdekatku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Sore itu, mendung menggantung rendah di langit, seolah ingin ikut menumpahkan beban yang kurasakan. Kaila menarik lenganku sesaat setelah bel pulang berbunyi.

"Fis, mampir ke kostan Fita bentar yuk? Dia baru beli camilan banyak, katanya suruh kita ke sana," ajak Kaila dengan nada yang terdengar sedikit dipaksakan.

Aku sebenarnya ingin langsung pulang, mengunci diri di kamar dan membalas pesan-pesan dari pria-pria yang tak kukenal itu untuk membunuh rasa sepi. Tapi, melihat Kaila yang begitu gigih, aku akhirnya mengangguk. Fita adalah teman dekatku, seseorang yang selama ini menjadi tempatku mencurahkan segala sesak tentang Guntur. Berada di dekatnya biasanya membuatku tenang.

Namun, suasana di depan kostan Fita terasa berbeda.

Ada sebuah motor yang sangat kukenal terparkir di sana. Motor yang dulu sering kulihat dari kejauhan di parkiran sekolah, motor yang membawa pemiliknya ke Jogja saat aku berada di Bandung. Jantungku berdegup kencang, rasa mual tiba-tiba naik ke kerongkongan.

"Kai... itu motor Kak Guntur, kan?" tanyaku lirih, kakiku mendadak lemas.

Kaila terdiam. Dia tidak menoleh padaku, tangannya justru sibuk memainkan kunci motornya. Keheningan itu sudah cukup menjadi jawaban.

"Lo... lo tahu, Kai?" suaraku mulai bergetar.

Kaila menghela napas panjang, menatapku dengan tatapan kasihan yang paling kubenci. "Maafin gue, Fis. Gue bingung mau ngomongnya gimana ke lo. Mereka... Guntur dan Fita, mereka udah deket sejak sebulan yang lalu."

Duniaku serasa runtuh. Lebih hancur daripada saat Guntur melepaskanku di bangku taman itu. Fita? Teman dekat yang tahu betapa hancurnya aku karena laki-laki itu?

Tanpa permisi, aku melangkah lebar menuju kamar Fita di lantai bawah. Pintu kamarnya sedikit terbuka. Dari celah sempit itu, aku melihat pemandangan yang mematikan seluruh sel dalam tubuhku. Guntur duduk di sana, di atas karpet tipis milik Fita, tertawa kecil sambil memperhatikan Fita yang sibuk bercerita.

Tertawa. Sesuatu yang bahkan tak pernah ia lakukan di depanku selama berbulan-bulan kami dekat.

Kebekuan yang selama ini ia agungkan, ternyata mencair begitu mudah di tangan teman dekatku sendiri. Di saat aku menghancurkan diriku dengan pria-pria lain demi melupakannya, dia justru membangun surga baru di pelukan orang yang paling aku percaya.

"Fis, jangan masuk..." Kaila mencoba menahanku, tapi aku sudah terlanjur mematung di depan pintu.

Fita menoleh dan seketika wajahnya memucat saat melihatku. "Afisa? Lo... lo kok udah di sini?"

Aku tidak menjawab. Mataku beralih ke Guntur. Dia hanya menatapku datar, tidak ada rasa bersalah, tidak ada penjelasan. Kedinginannya kembali, tapi kali ini kedinginan itu bukan lagi misteri bagiku—itu adalah penghinaan.

"Selamat ya," ucapku pelan, suaraku terdengar seperti bisikan kematian. "Kalian benar-benar cocok. Yang satu dingin, yang satu... pandai bersembunyi."

" Dan Lo kai...gue nggak nyangka Lo sepupu gue tapi Lo_____" ucapku parau

Dan lo, Kai... gue nggak nyangka lo sepupu gue, tapi lo tega biarin gue kayak orang bego!" ucapku parau, suara yang pecah itu seolah menyayat tenggorokanku sendiri.

Kaila mencoba mengejarku, tangannya terulur ingin meraih pundakku. "Fis, dengerin gue dulu! Gue cuma nggak mau lo tambah hancur—"

"Dengan cara bohongin gue?!" teriakku sambil menepis tangannya kasar. Aku tidak butuh belas kasihan yang dibungkus kebohongan.

Aku berlari sekencang mungkin, tidak peduli pada tatapan orang-orang di sekitar kostan. Di dalam kepalaku, pertanyaannya terus berputar seperti kaset rusak. Bagaimana bisa? Sejak kapan? Apa Alif tahu? Dia kan teman dekat Guntur, dia jembatanku selama ini. Apa Ayu juga tahu? Ayu adalah sahabatku yang juga sering nongkrong bareng Guntur.

Apa selama ini aku hanya menjadi bahan tontonan di tengah lingkaran pertemanan mereka? 'Si bodoh Afisa' yang mengejar-ngejar kutub utara, sementara mereka semua tahu bahwa es itu sudah mencair di pelukan orang lain?

Aku merogoh ponsel di saku dengan tangan gemetar. Aku mencari nama Alif di daftar kontak.

Afisa: "Lif, jujur sama gue. Guntur dan Fita... lo tahu dari kapan?"

Semenit. Dua menit. Balasannya muncul, seolah dia sudah menyiapkan kata-kata itu sejak lama.

Alif: "Maafin gue, Fis. Guntur yang minta gue diem. Dia bilang dia nggak mau bikin lo makin stres pas lagi banyak tugas. Gue serba salah."

Aku tertawa kencang di tengah trotoar yang mulai basah oleh gerimis. Tertawa yang lebih terdengar seperti isak tangis. "Nggak mau bikin gue stres?" bisikku sinis. Ternyata, kebohongan mereka adalah cara mereka "melindungiku". Betapa munafiknya.

Lalu Ayu. Aku meneleponnya, tapi hanya dialihkan ke kotak suara. Satu pesan singkat masuk darinya tak lama kemudian.

Ayu: "Fis, gue di rumah Fita sekarang. Gue baru aja mau bilang ke lo pelan-pelan. Maafin gue ya, gue cuma nggak mau lo benci Fita."

Hatiku benar-benar mati rasa sekarang. Ternyata semuanya tahu. Semuanya bersekongkol untuk membiarkanku tetap dalam kegelapan. Guntur, Fita, Kaila, Alif, dan Ayu—mereka semua adalah pemeran dalam panggung sandiwara yang menghancurkanku.

Di bawah rintik hujan yang semakin deras, aku membuka aplikasi pencarian laki-laki di ponselku. Aku melihat foto-foto pria yang belum pernah kutemui. Aku tidak peduli siapa mereka. Aku butuh seseorang yang tidak mengenalku, seseorang yang tidak punya hubungan dengan lingkaran pengkhianat ini.

Aku membalas satu pesan dari laki-laki bernama Raka yang sudah berminggu-minggu kuabaikan.

Afisa: "Lo masih mau ketemu gue? Jemput gue sekarang di depan halte sekolah. Sekarang."

Malam ini, aku akan mematikan Afisa yang lama. Aku akan menjadi wanita yang paling mereka benci. Jika Guntur bisa bahagia dengan teman dekatku, maka aku akan menghancurkan diriku sepuasnya agar mereka tahu bahwa "kebaikan" mereka telah menciptakan monster dalam diriku.

1
Rea
melankolis
byyyycaaaa: lanjut baca di ekuilibrium yuk kisah bintang dan afisa
total 1 replies
Shirin Al Athrus
yaahhh, pdhl gue harap mreka akhirnya balikkan. guntur dan afisa. bnyk kok perjuangan yg harus dilakukan guntur agar dia sukses dan dptkan afisa lagiii huaaa sedihh gue KLO kek gini ceritanya
byyyycaaaa: yaaa gimana sama bintang di cintai bahagianya di usahakan tiap hari di pepet 🤭 gimana nggak luluh si Afisanya
total 1 replies
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
ais kk gtu seru itu liat Afisa sukses mereka pasti nangis pojokan. atau pas bintang nikah aja sama Afisa trus D undang😂😂😂😂😂😂😂
byyyycaaaa: mampir yuk di cerita bintang dan juga afisa ekuilibrium:Antara janji dan jarak🙏
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti ada cerita khusus untuk Bintang dan juga afisa ya kak,untuk teman-teman afisa mereka tidak ada yang menyesal ,afisa sudah lama meng cut off teman-temannya,🙏
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
coba lah bikin mereka nyesel dulu tor. mau liat Afisa nikah sama bintang
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
gk lanjut tor
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
Afisa dan bintang bahagia gk ada rintangan
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
buat teman Afisa yang dulu nyesal.
Aidil Kenzie Zie
yah balik lagi kasihan Bintang sama temen kamu Fis
byyyycaaaa
mau balikan sama bintang ,tapi takut kecintaan si Afisa 😭
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
jadian ya bintang smaa disayang jangan ada orang ketiga
Aidil Kenzie Zie
bukannya pas liburan di belakang rumah udah di hapus kik masih ada Fis
byyyycaaaa: fotonya guntur lumayan banyak di ponsel afisa 🌚
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti ada PoV nya Guntur kak biar lebih jelas yaaaa
Aidil Kenzie Zie
emangnya nggak ada cewek lain buat pelarian harus Fita lagi.
kalau Guntur jujur sama keadaannya Afis pasti ngerti tapi dia malah jadi pecundang
Aidil Kenzie Zie
apa si Radit ya mata-mata itu
Aidil Kenzie Zie
mungkin karena belum benar benar selesai 🤔
Aidil Kenzie Zie
tor jangan bikin mutar-mutar lagi ceritanya
Aidil Kenzie Zie
mantapkan hatimu Fis
byyyycaaaa
labil banget kan...,dia semuanya di pikiran bukannya nyoba buka hati ,di deketin semua cowok dia welcome banget 😭🙏
Aidil Kenzie Zie
Afisa Afisa🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!