NovelToon NovelToon
Di Bawah Payung Yang Sama

Di Bawah Payung Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:913
Nilai: 5
Nama Author: zhafira nabhan

Kim Ae Ra hanya ingin hidup tenang setelah kehilangan ayahnya di masa kecil. Demi bertahan, ia bekerja keras hingga akhirnya diterima di Aegis Corp dan menjadi sekretaris CEO muda yang dingin, Hyun Jae Hyuk.

Bagi Ae Ra, pertemuan mereka hanyalah kebetulan. Namun tanpa ia sadari, Jae Hyuk telah mengenalnya jauh sebelum itu—pada sebuah malam hujan yang hampir mengubah hidupnya.

Saat hubungan mereka perlahan mendekat, seseorang dari masa lalu muncul kembali membawa kenangan yang telah lama terlupakan. Di antara rahasia, takdir, dan perasaan yang tumbuh diam-diam, Ae Ra mulai menyadari bahwa beberapa pertemuan bukanlah kebetulan.

Karena terkadang, orang yang berdiri di samping kita saat hujan… adalah rumah yang sejak lama kita cari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zhafira nabhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(REVISI) BAB 9

Pagi itu udara terasa lebih dingin dari biasanya. Udara yang menyegarkan menyapu wajah Kim Ae Ra saat ia berjalan cepat menuju gedung Aegis Corp, tangan kiri erat-erat memeluk map di dadanya sambil kanannya mencubit ujung jas tipis yang dikenakannya.

Hujan semalam telah meninggalkan jejak basah di setiap sudut trotoar, membuat langkah orang-orang di sekitarnya terdengar lebih pelan dan hati-hati. Setiap langkah yang ia ambil terasa seperti menjejakkan kaki di atas permukaan air yang siap menghanyutkannya kapan saja.

Entah kenapa, sejak kemarin ada perasaan aneh yang terus mengikutinya, seolah sesuatu besar sedang bergerak di balik tirai yang tipis, sesuatu yang belum bisa ia lihat namun mampu mengguncang keseimbangan yang ia susun dengan susah payah. Ia merasakan getaran halus di setiap serat tulangnya, seolah alam semesta sedang memberitahukan bahwa perubahan sudah dekat, terlalu dekat hingga tidak bisa dihindari lagi.

Lift naik perlahan, membawa dirinya menuju lantai eksekutif yang kini sudah terasa seperti rumah kedua. Pantulan wajahnya di dinding logam lift menunjukkan sosok yang semakin mantap, wajahnya yang dulu sering bingung kini sudah bisa menahan ekspresi dengan cermat, matanya fokus pada tujuan yang jelas. Ia tidak sadar kapan mulai terbiasa datang lebih awal dari semua orang, menyusun jadwal dengan hati-hati sebelum dunia kerja mulai berputar dengan cepatnya yang tak terkendali.

Saat pintu lift terbuka, suasana lantai eksekutif langsung menyapa dengan ketegangan yang menusuk. Beberapa staf berbicara dengan suara yang ditekan, mata mereka sering menyembunyikan kekhawatiran di balik tatapan yang dipaksa tenang. Monitor berita bisnis menyala di salah satu sudut ruangan, menerangi wajah-wajah yang terlihat lebih serius dari biasanya.

“Pagi, Sekretaris Kim.”

“Salam pagi juga, Bu Min Ji.”

Yoo Min Ji berjalan melewatinya dengan map tebal di tangan, ekspresinya sungguh-serius.

“CEO sudah ada di dalam. Dan ada berita di layar utama—”

Ae Ra melihat ke arah monitor yang terpampang judul besar: “Grup Haesung Percepat Ekspansi Strategis.”

Kata-kata itu seperti duri yang menusuk pikirannya. Ia belum benar-benar mengerti apa arti nama perusahaan tersebut dalam dunia bisnis yang luas, namun setiap kali nama itu terdengar, ada getaran dingin yang merambat dari ujung jari hingga ke tulang punggungnya. Ia berjalan menuju mejanya dengan langkah yang tetap stabil, namun hati sudah mulai berdebar lebih cepat.

Belum lima menit ia duduk, interkom di mejanya berbunyi dengan suara yang jelas.

“Masuk.”

Ia segera mengambil tablet dan berjalan ke arah ruang CEO, mengetuk pintu dengan lembut sebelum masuk. Hyun Jae Hyuk sudah duduk di belakang mejanya yang besar, matanya fokus pada beberapa dokumen yang tersebar di atas meja. Ekspresinya sungguh-serius, bahkan ketika melihatnya masuk, ada nada yang lebih lembut dalam tatapannya.

“Kita mungkin akan sering lembur minggu ini,” ucapnya tanpa basa-basi. “Jadwalmu akan berubah-ubah secara tiba-tiba.”

“Iya, Tuan CEO. Aku siap,” jawab Ae Ra dengan tegas, tanpa rasa ragu sedikit pun.

Jae Hyuk menatapnya beberapa detik lebih lama. Ia melihat tekad yang terpancar dari wajah gadis muda itu. Tidak ada rasa takut, tidak ada keluhan, hanya komitmen yang jelas. Ia mengangguk pelan. “Bagus.”

Hari itu benar-benar berlalu dengan cepat dan melelahkan. Telepon terus berdering, email masuk dengan jumlah yang tak terhitung, dan beberapa rapat mendadak harus diselenggarakan tanpa persiapan yang cukup. Ae Ra bergerak dengan gesit dari satu ruangan ke ruangan lain, mencatat setiap poin penting dengan cermat, memastikan tidak ada satu kesalahan pun yang terjadi. Di tengah kesibukannya, ia merasakan sesuatu yang berbeda dari biasanya, setiap kali ia mulai terlihat lelah, Jae Hyuk akan secara tidak langsung memberikan jeda kecil, atau mengubah jadwal agar ia bisa bernapas sejenak.

Saat siang tiba dan ia sedang membawa kopi untuk CEO, tangannya sedikit terpeleset dan cangkir hampir jatuh. Tanpa berpikir dua kali, Jae Hyuk menangkapnya dengan cepat. Jarak mereka menjadi sangat dekat—Ae Ra bisa merasakan aroma parfumnya yang hangat dan khas.

“Kau terlalu terburu-buru,” ucapnya pelan. “Kau bukan hambatan bagi perusahaan ini, Ae Ra.”

Kata-kata itu keluar begitu saja, membuat Ae Ra membeku sejenak. Jantungnya berdebar lebih cepat, dan ia harus menunduk agar tidak terlihat terlalu terkejut. “Maaf, Tuan CEO.”

Ia hanya mengangguk dan kembali fokus pada pekerjaannya, namun ada nada yang lebih lembut dalam suaranya ketika memberikan instruksi selanjutnya.

Siang hari semakin larut, dan ketika Ae Ra mulai merasa lelah, pesan masuk di ponselnya.

Bo Ram: Jangan lupa makan ya! Kalau tidak aku datang kesana!

Seo Jun: Hari ini mungkin hujan lagi nanti. Jangan lupa bawa payung.

Ia tersenyum hangat melihat pesan itu. Di tengah kesibukan dan tekanan yang dirasakan, ada orang-orang yang selalu mengingatkan dirinya akan keberadaan yang sebenarnya penting. Namun ketika ia ingin membalas pesan tersebut, pintu ruang CEO terbuka dan Jae Hyuk keluar dengan tatapan yang mendalam.

“Ada kabar baik?” tanyanya dengan nada yang lebih lembut dari biasanya.

“Hanya dari teman-teman,” jawab Ae Ra dengan sedikit tersipu.

Ia mengangguk dan berkata bahwa ada rapat tambahan dengan tim hukum untuk membahas langkah antisipasi terhadap ekspansi Haesung. Ae Ra segera bersiap, menyusun semua dokumen yang dibutuhkan dengan cermat.

Rapat berjalan lebih lama dari yang direncanakan. Para eksekutif membahas setiap kemungkinan dengan sangat teliti, strategi yang akan diambil, risiko yang mungkin terjadi, hingga langkah-langkah antisipatif yang harus dilakukan. Suara mereka terdengar tegas namun penuh perhitungan. Jae Hyuk mengemukakan pandangannya dengan jelas dan tegas.

"Kalau mereka ingin maju dengan cara yang tidak adil, kita harus siap menghadapinya dengan segala cara yang mungkin.”

Setelah rapat selesai dan semua orang mulai keluar, Ae Ra tetap duduk sejenak, mencatat kembali poin-poin penting yang telah dibahas. Tubuhnya merasa sangat lelah, namun pikirannya tetap fokus pada setiap detail yang harus ia siapkan untuk hari esok. Jae Hyuk mendekatinya dengan langkah yang lebih lambat dari biasanya.

“Kau bekerja dengan sangat keras,” katanya pelan. “Jangan sampai kelelahan.”

Ae Ra mengangguk dengan senyum hangat. “Terima kasih, Tuan CEO. Aku akan berhati-hati.”

Sore menjelang dengan langit yang mulai mendung kembali. Ia keluar dari gedung dengan langkah yang lebih lambat, tubuhnya terasa sangat lelah namun hati merasa lega karena hari itu telah berlalu tanpa kesalahan besar. Dan seperti kebiasaan yang sudah terbentuk, langkahnya secara otomatis mengarah ke arah toserba kecil yang sudah begitu akrab baginya.

Klining…

Suara bel pintu menyambutnya dengan hangat. Bo Ram langsung muncul dengan wajah ceria yang penuh semangat.

“Kau akhirnya datang! Aku sudah tungguin kamu!” teriaknya dengan suara yang khas.

Ae Ra tertawa kecil melihat kegembiraannya. “Ada apa denganmu hari ini?”

“Kamu pasti sudah tidak makan kan?” ucap Bo Ram dengan nada khawatir namun tetap ceria. Ia segera mengambil beberapa camilan dan menawarkannya pada Ae Ra.

Seo Jun muncul dari belakang rak dengan membawa secangkir minuman hangat. “Kau terlihat sangat lelah hari ini,” katanya dengan nada yang penuh perhatian.

Ae Ra menerima minuman dengan senyum hangat. “Terima kasih banyak,” ucapnya dengan tulus.

Di tempat ini, ia bisa merasa seperti dirinya sendiri tanpa perlu berpura-pura kuat atau tangguh. Mereka duduk di sudut toko yang hangat, berbincang santai tentang berbagai hal, dari cerita pekerjaan hingga hal-hal kecil yang membuat hari menjadi lebih berarti.

Bo Ram mulai cerita tentang pelanggan lucu yang datang hari itu, sementara Seo Jun hanya menyimak dengan senyum tipis dan sesekali memberikan komentar yang tepat. Di tengah percakapan mereka yang hangat, Ae Ra melihat ke luar jendela dan menyadari bahwa lampu kota sudah mulai menyala, menerangi jalan yang basah akibat hujan yang mulai turun lagi.

Di luar toko, sebuah mobil hitam berhenti sejenak di depan jalan. Hyun Jae Hyuk duduk di dalamnya, melihat ke arah toserba yang terang benderang itu. Ia melihat Ae Ra yang sedang tertawa bersama dua orang di dalamnya, ekspresi wajahnya begitu riang dan tulus, sesuatu yang jarang ia lihat ketika di kantor. Ia melihat pria muda yang berdiri dekat Ae Ra dengan tatapan yang penuh perhatian, dan ada perasaan tidak nyaman yang muncul dalam hatinya, bukan karena marah, melainkan karena menyadari bahwa ada bagian dari kehidupan Ae Ra yang tidak pernah ia ketahui secara penuh.

Ia menghela nafas pelan dan menginjak pedal gas, membuat mobilnya melaju menjauh dari tempat itu. Di dalam hatinya, ia menyadari bahwa dunia yang ada di sekitar Ae Ra ternyata lebih luas dari yang ia bayangkan, dan ia sendiri baru mulai mengenal sebagian kecil darinya.

Di dalam toserba, Ae Ra terus tertawa bersama Bo Ram yang sedang cerita tentang pengalaman lucunya ketika menangani pelanggan yang salah pesan. Seo Jun menyaksikannya dengan tatapan yang penuh perhatian dan sedikit kedalaman seolah ia bisa merasakan setiap emosi yang dirasakan Ae Ra. Ketika cerita Bo Ram semakin lucu dan membuat mereka tertawa lepas, Ae Ra merasa bahwa semua kelelahan dan tekanan yang dirasakan sepanjang hari lenyap begitu saja.

Di sudut matanya, ia melihat seorang pria yang sedang melihat ke arah mereka dari luar jendela sebelum pergi dengan cepat. Ia tidak terlalu memperhatikannya, karena fokus pada kesempatan berharga untuk bisa riang dan merasa seperti dirinya sendiri tanpa beban apa pun.

“Kamu memang berbeda di sini ya,” ucap Seo Jun dengan lembut. “Lebih riang dan hidup.”

Ae Ra tersenyum hangat. “Karena di sini aku bisa jadi diriku sendiri tanpa harus berpura-pura kuat atau tangguh,” jawabnya dengan tulus. “Di kantor, aku harus selalu siap menghadapi segala sesuatu dengan wajah yang tegas dan penuh persiapan. Tapi di sini… aku bisa bernapas dengan lega.”

Bo Ram mengangguk dengan penuh kesepakatan. “Betul sekali! Di sini kamu tidak perlu jadi orang lain atau berpura-pura kuat! Jadi diri kamu sendiri aja sudah cukup!”

Mereka kembali tertawa bersama, menghabiskan waktu sore dengan suasana yang hangat dan penuh kehangatan persahabatan. Luar jendela, hujan mulai turun lagi dengan lembut, menciptakan irama yang menenangkan di tengah malam yang mulai tiba. Ae Ra merasa sangat bersyukur memiliki tempat dan orang-orang seperti ini dalam hidupnya, orang-orang yang membuatnya bisa menjadi dirinya sendiri tanpa perlu khawatir akan dinilai atau diperlakukan berbeda.

Di luar, dunia bisnis yang penuh dengan persaingan dan tekanan masih terus berputar dengan cepatnya. Namun di dalam toko kecil yang hangat ini, waktu seolah berjalan lebih lambat, memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk bernapas dan merasa bahwa hidup memang memiliki arti yang lebih dalam selain dari kesibukan dan tuntutan dunia luar.

Dan bagi Kim Ae Ra, ini adalah tempat di mana ia bisa menemukan kembali diri sendiri setiap kali merasa tersesat dalam hiruk-pikuk kehidupan yang penuh dengan tekanan dan tantangan.

1
Lisa
Moga tdk terjadi apa² pada teman² Ae Ra
Lisa
Semangat y Ae Ra..gmn klo Bo Ram dijodohkan dgn Seo Jun..kan mereka sama² sahabatnya Ae Ra 😊
Lisa
Seneng banget baca ceritanya..happy terus ya Ae Ra bersama kekasih & sahabat²mu 😊
Lisa
Suka banget Kak pake bahasa Indo ga perlu diubah Kak..biar lebih nyantai juga bacanya 😊
Lisa
Makin seru nih ceritanya..bahagia selalu y utk Ae Ra & Jae Hyuk
Lisa
Bagus banget ceritanya..mereka saling mendukung satu sama lain..
Lisa
Rukun & bahagia selalu y utk Jae Hyuk & Ae Ra 😊👍
Lisa
Puji Tuhan pertemuan itu berjln dgn lancar..sukses y utk kerjasamanya..
Lisa
Moga pertemuannya dgn Tn. Lee lancar y Aera..semangat ya 💪😊
Lisa
Amin..kalian berdua harus kuat yaa..
Lisa
Senangnya akhirnya Jae Hyuk & Ae Ra sudah mengetahui masa lalu itu dan membuat hubungan mereka makin dekat 👍👍
Lisa
Semangat y Ae Ra..💪👍
Lisa
Kmu harus kuat Ae Ra..ada Jae Hyuk yg selalu mendampingimu..
Lisa
Wah gimana ya suasananya pertemuan bisnis itu..makin seru aj nih ceritanya
Lisa
Ceritanya menarik jg nih ternyata Ae Ra adalah anak dr org yg dibunuh oleh papa dr direktur tmptnya bekerja saat ini..moga aj kebenaran itu dapat terungkap.
Lisa
Wah gmn y acara rapat besarnya..jadi penasaran nih 😊
Lisa
Ae Ra punya masa lalu yg berhubungan dgn CEO
Lisa
Tetap semangat y Ae Ra 💪👍
Lisa
Seo Jun sebenarnya siapa y..apakah dia org penting.
zhafira: hayoo siapa ya?🤭
masih 'Rahasia' 🧐
total 1 replies
Lisa
Wah berarti ada mata² di toserba itu
zhafira: wahh hayoo ada siapa?? 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!