NovelToon NovelToon
Cinta Yang Kupaksa Kau Benci

Cinta Yang Kupaksa Kau Benci

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Murni / Menikah dengan Kerabat Mantan
Popularitas:26.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Kita cerai.”
Sepuluh tahun pernikahan hancur oleh satu kalimat dingin dari Kaisyaf. Pria yang dulu menunggu Ayza selama empat tahun.

Pria yang pernah menjadi rumahnya itu kini berubah menjadi orang asing. Ia jarang pulang, menjauh dari keluarganya, bahkan meninggalkan jejak yang seolah membuktikan bahwa ia memiliki wanita lain.

Namun Ayza tidak pergi. Ia bahkan rela dimadu asalkan suaminya tidak meninggalkannya.

Fahri, adik angkat yang diam-diam mencintai Ayza sejak lama, tak tahan melihatnya terus disakiti. Sementara Reza, mantan suami yang pernah kehilangan Ayza, kembali dengan penyesalan yang belum selesai.

Hingga kebenaran tentang Kaisyaf akhirnya terungkap, dan menghancurkan hati Ayza lebih dari pengkhianatan apa pun.

Kini Ayza harus memilih: tetap setia pada cinta yang telah pergi, kembali pada masa lalu, atau menerima seseorang yang sejak lama menunggunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Yang Kedua Kali

Kaisyaf menangkap pergelangan tangannya. Gerakannya cepat. Dan cukup kuat… untuk menghentikan.

Ayza terdiam. Matanya terangkat. Menatap wajah pria itu.

Kaisyaf tidak langsung bicara. Tatapannya turun. Bukan ke mata Ayza. Tapi ke tangan yang ia pegang. Jemarinya sedikit mengencang. Seolah bukan hanya menahan Ayza… tapi juga sesuatu yang lain.

“Tidak usah.”

Suaranya rendah. Datar. Namun napasnya… sedikit tidak teratur.

Ayza tidak menarik tangannya. “Al kecewa,” ucapnya pelan.

Kali ini, Kaisyaf mengangkat wajahnya. Tatapan mereka bertemu lagi. Lebih lama. Namun kali ini… ada sesuatu yang berbeda.

Bukan marah. Bukan juga dingin sepenuhnya. Tapi seperti… jarak yang sengaja dibuat.

“Dia akan terbiasa.”

Jawaban itu singkat. Dan jatuh… terlalu keras.

Ayza menatapnya. Tidak percaya. “Terbiasa… apa?” tanyanya lirih.

Namun Kaisyaf sudah melepaskan tangannya. Ia berbalik. Melepas kancing kemejanya sendiri. Seolah pembicaraan itu… tidak perlu dilanjutkan.

Dan di belakangnya, Ayza berdiri diam. Tangannya masih terasa hangat… di tempat yang tadi ia pegang.

Namun entah kenapa… yang terasa justru dingin.

“Kita akan selesaikan ini di pengadilan.”

Kalimat itu jatuh begitu saja.

Datar. Tanpa emosi. Namun tetap mampu membuat dunia Ayza… runtuh seketika.

Padahal, ini bukan pertama kalinya Kaisyaf mengatakan itu.

Ini yang kedua.

Dan kali ini… tidak terdengar seperti ancaman.

Tapi seperti… keputusan.

“Bi—”

“Keputusanku sudah bulat.”

Kaisyaf tidak memberi celah. Tidak memberi waktu.

Ayza menggeleng cepat. Napasnya mulai tidak teratur.

“Tidak…” suaranya bergetar. “Aku tidak mau cerai.”

Ia melangkah maju. Berhenti tepat di depan Kaisyaf.

“Katakan… apa salahku, Bi?” tanyanya. “Apa kekuranganku—”

Kalimat itu terputus. Tangannya meremas ujung gamisnya sendiri.

Pelan. Kuat. Tatapannya turun. Ke bawah. Ke kakinya. Yang tidak sempurna.

Beberapa detik yang terasa lebih panjang dari seharusnya.

Kaisyaf melihatnya. Satu detik. Dua detik. Lalu… ia memalingkan wajahnya. Jemarinya perlahan mengepal.

“Aku memang punya kekurangan…” suara Ayza lebih pelan sekarang. Lebih dalam. “Sejak awal… Abi juga tahu itu.”

Ia menarik napas. Berat.

“Tapi Abi tetap memilih menikahiku.”

Matanya kembali terangkat. Menatap pria itu.

“Abi bilang… Abi tidak mencari yang sempurna.” Suaranya bergetar. “Karena Abi juga tidak sempurna.”

Langkahnya maju satu lagi. Lebih dekat.

“Lalu sekarang… kenapa ingin pergi?”

Ayza menatapnya lekat. Seolah menunggu sesuatu. Penjelasan. Penolakan. Apa pun.

Namun yang ia dapat, hanya diam. Dan itu… lebih menyakitkan dari jawaban apa pun.

“Empat tahun…” gumamnya pelan. “Abi ingat?”

Tatapan Kaisyaf tidak berubah. Namun bahunya sedikit menegang.

“Abi bilang… kalau sudah menunggu selama itu…” suara Ayza mulai pecah. “Abi bukan orang yang mudah menyesal.”

Matanya mulai berkaca-kaca.

“Jadi ini apa sekarang?” tanyanya lirih. “Penyesalan… atau kebohongan?”

Kalimat itu, mengenai tepat di tempat yang paling dalam.

Jari-jari Kaisyaf mengencang. Namun wajahnya tetap… tenang. Terlalu tenang.

“Ini keputusan.”

Singkat. Tegas. Seolah semua yang pernah ada… tidak lagi relevan.

Ayza tertawa kecil. Pahit.

“Keputusan?” ulangnya lirih. “Semudah itu… buat Abi?”

Ia menggeleng. Perlahan.

“Empat tahun Abi menungguku…”

“Sepuluh tahun kita bersama…”

Ia menelan ludah. “Itu bukan waktu yang sebentar, Bi.”

Suaranya melemah. “Atau… cuma aku yang menganggapnya berarti?”

Tidak ada jawaban. Tidak ada bantahan. Kaisyaf hanya berdiri di sana. Diam.

Namun di balik diam itu, rahangnya mengeras. Napasnya sedikit tertahan. Dan tangannya… masih terkepal di sisi tubuhnya. Seolah ada sesuatu yang ia tahan mati-matian… agar tidak keluar.

Ayza menatapnya lama. Lebih lama dari sebelumnya. Bukan marah. Bukan juga memohon. Tapi… seperti mencoba membaca sesuatu yang disembunyikan.

Wajah itu lebih tirus. Lebih lelah. Dan entah kenapa… ada sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan.

“Abi…” suaranya pelan. “Abi sakit?”

“Tidak,” jawab Kaisyaf cepat. Terlalu cepat.

Ayza terdiam sesaat. Lalu ia menarik napas pelan. Dadanya terasa semakin sesak. Bukan hanya karena kata “cerai” itu. Tapi karena… semuanya tidak masuk akal.

“Ini bukan tentang orang lain, 'kan?” tanyanya lagi. Lebih lirih. “Bukan tentang wanita lain?”

Diam. Lagi.

Ayza menggeleng pelan.

“Tidak…” gumamnya. “Kalau itu benar… Abi gak akan seperti ini.”

Matanya kembali menatap Kaisyaf. Dalam. Seolah mencoba menembus semua yang pria itu sembunyikan.

“Abi masih sayang aku.”

Itu bukan pertanyaan. Pernyataan. Pelan. Tapi yakin.

Kaisyaf tidak menjawab. Namun rahangnya mengeras. Dan itu… cukup.

Ayza tersenyum kecil. Pahit.

“Tatapan itu… tidak bisa bohong,” bisiknya.

Lalu perlahan, senyum itu hilang. Digantikan sesuatu yang lebih kuat. Lebih keras.

“Aku tidak mau cerai.”

Kalimat itu keluar lebih tegas. Lebih hidup.

“Aku tidak akan membiarkan Al… tumbuh tanpa ayah.”

Tangannya mengepal. Bukan untuk melawan. Tapi untuk bertahan.

“Aku tahu rasanya,” lanjutnya pelan. “Aku tahu bagaimana rasanya… tidak punya seseorang yang pulang.”

Matanya mulai basah.

“Dan aku tidak ingin anakku merasakan hal yang sama.”

Ruangan menjadi hening. Tapi bukan hening yang kosong. Melainkan hening yang penuh tekanan.

Ayza menatapnya sekali lagi. Dan kali ini—

“Kalau Abi tetap memaksa…”

Suaranya menurun. Lebih pelan. Namun justru lebih berbahaya.

“Aku akan pergi.”

Satu detik. Dua detik. Kaisyaf tetap diam.

“Aku akan bawa Al.”

Tatapan Ayza tidak goyah.

“Dan kali ini… aku tidak akan membiarkan siapa pun menemukan kami.”

Kalimat terakhir itu menggantung di udara. Bukan ancaman kosong. Tapi… sesuatu yang bisa benar-benar ia lakukan.

Rahang Kaisyaf mengeras. Ia tahu arti kalimat itu. Bukan hanya tentang dirinya. Tapi tentang rumah yang selama ini menunggu tawa seorang anak.

Tentang dua orang tua yang… hanya punya satu cucu untuk dipanggil pulang.

Tentang nama yang seharusnya diteruskan, dan bisa hilang… dalam satu keputusan.

Napasnya tertahan.

“Kau…” suaranya rendah, tertahan. “Kenapa jadi keras kepala begini?”

Tatapannya menekan. Namun ada sesuatu yang retak di sana.

“Aku melakukan ini… demi kebaikanmu.”

Ayza menatapnya lurus. “Kebaikanku? Kebaikan yang mana?”

Kaisyaf terdiam. Untuk sesaat, ia seperti kehilangan jawaban.

Tatapan Ayza berubah, lebih dalam, lebih tajam.

“Abi nyembunyiin sesuatu dari aku, 'kan?”

Kaisyaf diam.

“Kita dulu janji,” lanjut Ayza, suaranya mulai bergetar meski ia berusaha tetap tenang, “berbagi semuanya. Suka, duka… jujur, saling percaya. Sekarang janji itu udah gak berarti lagi buat Abi?”

Tangan Kaisyaf mengepal. Napasnya berat. Ada jeda yang terlalu lama.

“Aku mencintai wanita lain.”

Kalimat itu jatuh begitu saja.

Mata Ayza membesar. Hanya sesaat. Setelah itu… kosong.

Ia menunduk sebentar, menarik napas, lalu kembali menatap suaminya.

“Aku rela dimadu.”

Kali ini Kaisyaf yang terpaku. “Kamu gak waras.”

“Aku waras.” Suara Ayza pelan, tapi tegas. “Aku cuma tahu… suamiku gak mungkin berhenti mencintaiku begitu saja.”

Tatapan mereka beradu. Lama. Tegang.

Ada sesuatu di mata Kaisyaf, sekilas goyah, sebelum akhirnya mengeras lagi.

“Jangan bodoh.”

Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan berjalan ke kamar mandi. Pintu ditutup agak keras.

Ayza masih berdiri di tempatnya. Beberapa detik. Lalu tubuhnya goyah.

Ia mundur perlahan sampai lututnya menyentuh kasur. Duduk.

Tangannya gemetar. Air matanya akhirnya jatuh, diam, tanpa suara.

Tapi satu hal yang ia tahu…

ia tidak akan menyerah. Tidak sekarang.

 

...🔸🔸🔸...

..."Kadang, yang paling menyakitkan bukan ditinggalkan, tapi melihat seseorang yang masih mencintai kita… memilih pergi."...

..."Cinta tidak selalu hilang. Kadang, ia tetap ada. Hanya saja, seseorang memilih untuk mengkhianatinya."...

..."Yang paling sulit bukan menerima perpisahan, tapi menerima bahwa semuanya mungkin tidak pernah seberarti yang kita kira."...

..."Keputusan paling kejam bukan yang diambil tanpa cinta, tapi yang diambil saat cinta itu masih ada."...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
abimasta
reza mau jadi pebinor,merusak rumah tangga orang
Muhammad Fauzan
suka
Gadis misterius
Seharsnya kaysaf klu bnr2 mencintai ayza biarkan diakhir hidupnya tetap dirawat ayza dan diwkt mau maninggal baru ngasih wasiat sruh menikah dngn fahri agar fahri menjaga ayza dan all supaya tdk ada yg mengangu apa lagi dr mantan yg tdk tau diri itu sungguh kasian ayza klu setiap hari hrus berusan dngn buaya buntung ...untungya ayahya reza peka klu reza orangnya licik dan pinter bersilat lidah
Syarifah: Setuju
total 1 replies
naifa Al Adlin
padahal itu dokter
naifa Al Adlin
tuh kan bener, kaisyaf sakit. dia g mau lihat ayza sedih. makanya dia berpura2 selingkuh
ngatun Lestari
makin seru ini.... ditunggu lanjutannya... semangat dan sabar ya ayza
Dew666
💜💜💜
Wardi's
waduuh siapa yg datang... yg gk diharapkan datang pst bukan klrg dekat.., zahron, semoga gk muncul lg..
Hanima
Reza kah?.
Siti Jumiati
lanjut Kak nana💪🙏
Yunita Sophi
wlo Reza mengejar tolak Ayza dgn tegas... banyak pria baik di dunia ini selain Reza...
Dek Sri
jangan mengharapkan ayza lagi Reza, ayza gak akan mau sama kamu yang udah pernah nyakitin dia
Anitha Ramto
mimpi kamu terlalu tinggi Reza ingin mendekati Ayza dan balikan lagi itu tidak akan terjadi,,Fahri yang akan mendaji garda terdepan untuk melindungi Ayza darimu Reza....

Ridho berharap kamu jujur sama Ayza tentang penyakit Kaisyaf,kasihan Ayza dan Al....
Anonim
Nara yang cuma sahabat - merasa hancur lihat kondisi Kaisyaf. Ia jadi bisa merasakan bagaimana istrinya Kaisyaf.

Nara jadi mengerti pilihan Kaisyaf.

Reza ini mencari kesempatan lagi. Sekarang yang didekati Alvian. Benar-benar muka tembok ini orang 😄. Urat malunya sudah putus.

Pinternya Alvian - menolak ajakan Reza.

Dikasih mainan saja bilang "Gak usah" - Alvian ingat larangan dari Umi-nya, gak boleh terima apa-apa dari orang.

Jelas orang lain. Sudah menjadi orang lain.
Alvian perasaannya peka - Om di depannya orang yang kurang baik - Alvian sampai mundur walaupun cuma setengah langkah. Itu tanda penolakan.
love_me🧡
tenang pak Rahman mungkin sebentar lagi Fahri akan menikah+bonus dapat cucu
love_me🧡
sungguh berharap banget sebelum ajal menjemput Nara menyampaikan keadaan Kaisyaf kepada Ayza 😭😭
Anonim
Ternyata Nara dibelakang Kaisyaf tidak setegar ketika berada di hadapan Kaisyaf.

Nara menangis. Sebagai sahabat yang pernah ditolong Kaisyaf - ia tidak ingin Kaisyaf menyerah, ngga bakal diam melihat Kaisyaf nyerah.

Nara penyemangat Kaisyaf. Nara tidak ingin Kaisyaf menyerah.

Bagi Kaisyaf ini bukan menyerah, tapi menyelesaikan.
Yunita Sophi
jangan harap kamu Reza... klo kamu nekat mendekati Ayza yg maju duluan pasti para reader di sini 😂
love_me🧡
waktu Reza diam" memotret masa gak ada yg aduin ke Kaisyaf sih bukannya pengawal bayangan dimana" ya
Yunita Sophi
Reza gak malu ya kamu... dulu jelas jelas menolak dan membuang Ayza sekarang ngejar... jgn berharap deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!