NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chp 8

Mansion Maheswari

Ara yang terbangun merasa aneh dengan sesuatu yang menyumpal mulutnya. Itu adalah benda yang terasa keras namun kenyal. Membuka mata dengan perlahan, Ara menjumput benda tersebut. Matanya melotot karna terkejut.

"Anj!"

Cklek

Hampir saja dia mengumpat namun tidak jadi karena pintu di buka oleh Pramudita dari luar. "Sayang ayo cuci muka dulu, kita akan makan malam." Pramudita menggendong tubuh Ara, membawa nya ke dalam kamar mandi. Membasuh wajah Ara dengan air hangat kemudian mengusap nya menggunakan handuk kecil yang tergantung di sana.

"Mama?" Ara membuka suara nya. Pramudita tersenyum gemas. "Sudah menunggu di ruang makan,"

Kedatangan Pramudita yang menggendong Ara membuat Larasati tersenyum penuh arti, lagi. Pramudita melihat itu hanya menghela nafas. Pasti istrinya sedang merencanakan konspirasi tersembunyi.

"Ayo duduk sayang, mama sudah buat makanan spesial buat kamu."ujar Larasati

Larasati meletakkan sebuah piring besar ke hadapan Ara. Isinya ada daging panggang dengan kentang tumbuk, aneka sayuran rebus dan beberapa potong buah-buahan. Piring putih itu terlihat sangat aestetik penampilan nya.

"Bagaimana suka?" Ara menatap wajah Larasati. Ia mengangguk, "Ara suka kok!"

Ara melirik piring Silviana, menu makanan gadis itu berbeda. Nasi putih, telur balado dan ayam kecap. Begitu juga dengan isi piring Pramudita dan Larasati. "Kenapa Ara gak ada nasi nya?" tanya dengan polos.

"Ara ingin nasi?" tanya Pramudita. Ara mengangguk, kentang tumbuk seuprit ini tidak akan membuat nya kenyang. Pramudita dengan segera menaruh satu centong nasi ke piring Ara mendahului Larasati.

"Sekarang makan ya"ujar Pramudita

Makan malam itu berjalan dengan lancar. Tapi saat di tengah-tengah Pramudita tiba-tiba bersuara. "Silviana, keluarga Mahendra mengajukan perjodohan. Kamu mau atau tidak?"

Ara menghentikan kunyahan nya. Diam-diam dia melirik ke arah Silviana. Ternyata gadis itu juga menatap nya dengan tatapan kemenangan (?). Ara ingin sekali tertawa melihat itu, apa istimewanya perjodohan ini kalau nanti yang akan menikah dengan Arsen adalah dirinya. Ah, Ara tidak sabar untuk membuat mental Silviana down.

"Keluarga Mahendra itu siapa?" Ara membuka suara nya setelah menelan habis makanannya.

Larasati mengusap ujung bibir Ara dengan tisu. "Itu rekan kerja bisnis papa sayang," jawab Larasati menjelaskan.

"Perjodohan bisnis? Apa kak Silviana nanti baik-baik saja Ara khawatir." ucap Elara

Pramudita tertawa mendengar ucapan putri nya. "Tidak usah khawatir sayang, keluarga Mahendra itu baik." ungkap Pramudita.

"Aku mau pa." Silviana berucap dengan mantap. Ara pun menatap Silviana dengan wajah berseri-seri. "Kapan acaranya? Ara tidak sabar!" tutur Ara, semangat.

"Besok malam sayang," jawab Pramudita.

Larasati berdiri, wanita itu membereskan piring-piring bersama dengan pelayan. "Ara mau bantu!"Teriak Elara

"Tidak, sekarang kamu bersama papa." ucap Pramudita

Ara berontak dari gendongan Pramudita tapi pria itu bisa menanganinya. Membawa Ara ke ruang tengah, di ikuti oleh Silviana.

"Pa, apa Arsen juga setuju dengan perjodohan ini?" tanya Silviana sesekali melirik ke arah Ara. Namun Ara asik memukul bahu Pramudita, tak peduli dengan Silviana.

"Mereka mengajukan karena Arsen yang meminta," ujar Pramudita Ara berhenti memukuli Pramudita.

"berarti kak Arsen naksir kak Silviana ya?" ucap nya.

"Arsen ternyata diam-diam begitu, Silviana jadi malu."ucap Silviana

Ara berdecih dalam hatinya. Pasti sebenarnya Arsen ingin di jodohkan dengan Ara, bukan Silviana. Kalau pun Arsen memang meminta untuk di jodohkan dengan Silviana maka Ara

dengan senang hati merebut nya untuk di masukkan ke dalam list harem nya. Ya! Ara akan membuat harem hahahaha!!

"Ara juga mau dong di jodohkan!" Seru Elara semangat

Pramudita tersedak ludahnya sendiri mendengar itu. "Ara masih kecil, tidak boleh dekat laki-laki dulu." sahut Larasati yang tiba-tiba masuk.

"Benar. Adik masih kecil dan belum berpengalaman, takutnya nanti di sakitin." Silviana menimpali dengan menekankan kata adik.

"Lebih baik sekarang Ara tidur yuk!" cakap Larasati. Wanita itu menyerahkan dot yang berisi susu kepada Pramudita. Ara menatap horor benda itu.

"Benar, Ara harus tidur besok sekolah." tambah Pramudita. Pria itu mengubah posisi Ara menjadi duduk miring. Ia mengambil dot yang di pegang oleh Larasati kemudian menyumpalkan nipple buatan itu ke dalam mulut Ara.

Ara merasa terlecehkan harga dirinya. Dia sudah besar! Sudah Kuliah!!! Masa ngedot sih. Namun mana mungkin ia menolak apalagi melempar dot ini ke lantai, bisa-bisa diri nya langsung di deportasi dari kediaman ini.

"Umm.." hisapan pertama rasanya enak, manis-manis kental. Hisapan kedua juga seperti itu. Merasakan ngedot itu ternyata tidak buruk, Ara menghisapnya dengan teratur. Tiba-tiba saja matanya mengantuk apalagi saat Pramudita mengusap lembut dahinya.

Larasati juga bersenandung kecil sambil menepuk-nepuk pelan paha Ara.

Mata Ara pun benar-benar tertutup. Dia tertidur namun mulutnya tetap bergerak menghisap benda berisi susu formula itu.

"Silviana tidur lah, ini sudah hampir jam 10." tegur Larasati. "Ayo mas, bawa Ara ke kamar. Nanti badannya bisa pegal-pegal kalau tidur dalam posisi itu."

Pramudita mengangguk. Dia menggendong Ara dengan hati-hati, saat dot terlepas dari mulut Ara secara tak sengaja. Bibir gadis itu melengkung ke bawah, siap untuk mengeluarkan suara rengekan. Namun Larasati sigap menyumpal mulut itu dengan benda baru. Lagi-lagi Pramudita menghela nafas, sepertinya persediaan istrinya tentang kebutuhan Ara sudah benar-benar tersedia dengan baik.

Merasakan sumpalan di mulutnya, Ara kembali terlelap dengan tenang. Sedangkan Silviana yang di tinggalkan begitu saja tanpa rutinitas biasanya merasa terabaikan.

"Silviana akan ke kamar ma, pa. Good night."

"Sebentar Silviana." Pramudita menahan tangan putri nya.

Cup

"Good night too, mimpi indah sayang."

Cup

"Anak gadis mama, sweet dream ya."

Larasati juga melakukan hal yang sama namun "ma, pa Silviana udah gede. Bisa gak kalian gak gini lagi?!"

"Apa ini karma karena aku dulu nolak terus perhatian mereka?" gumam Silviana. Dia menatap tangannya yang sering ia gunakan untuk mengusap dahi atau pipi karena di cium oleh Pramudita maupun Larasati.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bersambunggggggggggg

1
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!