NovelToon NovelToon
Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Takdir Cinta Dua Dunia : Baby Alexie

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Romansa Fantasi / Ibu Pengganti / Mafia / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Malam itu, di balik rimbun ilalang takdir seorang gadis muda yang baru saja lulus sekolah menengah atas itu berubah selamanya. Seorang wanita sekarat menitipkan seorang bayi padanya, membawanya ke dalam pusaran dunia yang penuh bahaya.

Di sisi lain, Arkana Xavier Dimitri, pewaris dingin keluarga mafia, kembali ke Indonesia untuk membalas dendam atas kematian Kakaknya dan mencari sang keponakan yang hilang saat tragedi penyerangan itu.

Dan kedua orang tua Alexei yang di nyatakan sudah tiada dalam serangan brutal itu, ternyata reinkarnasi ke dalam tubuh kucing.

Dua dunia bertabrakan, mengungkap rahasia kelam yang mengancam nyawa Baby Alexei

Bisakah Cintya dan Arkana bersatu untuk melindungi Alexei, ataukah takdir akan memisahkan mereka selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Setelah berkendara selama setengah jam, akhirnya Arkana berhenti di tepi pantai. Ia turun dari mobil, bersandar di body mobil dengan tangan di masukan kedalam saku celananya, tatapannya tertuju ke arah laut yang luas yang tengah diselimuti embun malam. Angin bertiup kencang, membentangkan rambutnya yang pendek. Untuk sesaat, beban di dada sedikit mereda.

Kucing putih yang tadi ikut dengannya juga ikut keluar berdiri di atas atap mobil pas di sisi kanan Arkana, bulunya menyala terang di bawah cahaya rembulan. Matanya yang besar seperti mutiara menatap Arkana tanpa rasa takut.

Arkana yang merasakan tatapan tajam dari si kucing menoleh kesamping sambil mengangkat alisnya. "Kenapa menatapku seperti itu?" tanyanya dengan suara yang masih kaku. Kucing itu hanya mengeong lembut.

Arkana Ingin menyentuh bulunya, perlahan Arkana membentangkan tangannya. Tapi si kucing langsung mundur sedikit dan mengeong dengan nada tegas, seolah berkata "Jangan sentuh aku!" Arkana menggeleng sambil tersenyum lembut, rasa gemes sedikit muncul di hati yang selalu dingin.

Setelah beberapa menit berdiri, rasa kantuk mulai menyerang. Ia berbalik hendak masuk ke mobil, dan ternyata si kucing tak mau ditinggal ia dengan cepat melompat duluan ke dalam dan duduk di kursi sebelumnya, duduk manis tanpa menghiraukan tatapan tajam yang punya mobil.

"Kamu mau ikut pulang?" tanyanya dengan tatapan bingung. Kucing itu hanya mengangguk kepala dan mengeong, seolah menjawab "Tentu saja". Arkana tidak bisa melakukan apa-apa selain menggeleng dan melajukan mobil kembali ke mansion.

Perjalanan pulang terasa lebih cepat dan tidak sepi lagi. Kucing itu seringkali memandang keluar jendela atau mengelus-elus bulunya sendiri. Saat tiba di mansion, kucing itu langsung lari masuk setelah pintu utama terbuka, seolah dia sudah tahu setiap sudut tempat itu.

Arkana mengikuti dari belakang, terkejut melihat kucing itu berjalan lurus ke lorong bagian dalam dan berhenti tepat di depan pintu kamar yang tertutup. Itu kamar Alexander dan Anastasya setelah menikah, dan sudah lama kosong setelah mereka pindah ke mansion nya sendiri. Kamar itu tepat di hadapan kamarnya Arkana.

"Ayo masuk!" ajak Arkana sambil membuka pintu kamarnya. Tapi si kucing tidak beranjak, hanya menatap pintu kamar Alexander dengan tatapan yang mendalam.

"Apa kau mau masuk ke kamar itu?" tanya Arkana heran. Ajaibnya, si kucing mengangguk perlahan dan mengeong sekali lagi.

Hari semakin larut, mata Arkana sudah sangat berat. Ia membuka pintu kamar Alexander dengan hati-hati, kamar itu meskipun sudah lama tak di huni tetap bersih dan rapi. Hanya saja suasana kamar terasa dingin.

Begitu pintu terbuka si kucing langsung lari masuk dan berbaring di atas kasur, matanya memandang Arkana dengan tatapan yang seolah ingin mengatakan terima kasih.

"Baiklah, ini tempatmu sekarang," ujar Arkana dengan suara pelan. Ia menutup pintu sebagian dan pergi ke kamar sendiri, hati dia terasa lebih tenang dari sebelumnya. Meskipun tidak tahu mengapa, ia merasa bahwa kehadiran kucing putih ini akan membuat mansion yang sunyi itu sedikit lebih hangat.

_____&&_____

Paginya, sinar matahari menyinar terang melalui jendela kaca besar kamar Arkana, memantul ke lantai marmer yang mengkilap.

Mata Arkana perlahan terbuka menyesuaikan cahaya mentari pagi yang menyelinap masuk. Ia segera duduk di sisi ranjang sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, lalu gegas bangkit saat tiba-tiba teringat akan kucing putih yang semalam ikut bersamanya.

Dengan cepat, ia melangkah keluar kamar melangkah ke kamar di hadapannya, kamar Alexander pintu kamar itu masih terbuka sebagian, dan si kucing masih tidur melengkung di atas kasur yang lembut, bulunya menyala terang seperti salju di bawah sinar matahari.

Arkana tersenyum lembut. "Masih tidur ya, sombong?" bisiknya, lalu berjalan ke kamar mandi yang penuh dengan peralatan mewah untuk bersiap.

Setelah selesai, ia turun ke ruang makan utama yang terletak di lantai bawah mansion. Dindingnya dipenuhi lukisan klasik, langit-langitnya dihiasi ukiran emas, dan meja makan kayu jati besar bisa menampung puluhan orang. Di sana, orang tuanya sudah menunggu Antony Dimitri, pria tinggi dengan wajah tegas yang merupakan pengusaha terkemuka, dan Laudya, wanita cantik dengan aura lembut.

"Pagi, Son," sapa Antony dengan suara yang tegas tapi penuh kasih. "Kamu tidur larut kemarin. Masih pikirkan Alexie?"

"Pagi juga, Dad, Mom," jawab Arkana dengan suara datar, duduk di kursinya. Meja sudah diisi dengan makanan sarapan mewah dari roti bakar dengan mentega dan selai stroberi, telur rebus yang sempurna, sup jamur segar, dan jus buah segar.

Baru saja ia mau mengambil sendok, pintu ruang makan yang dibuat dari kayu jati tebal terbuka. Seorang pria muda dengan rambut hitam yang teratur dan wajah ceria masuk, siapa lagi kalau bukan Devano, sahabat sekaligus tangan kanan Arkana yang sudah mereka anggap anak sendiri.

"Pagi, Dad, Mom! Pagi, Ar!" serunya semangat lalu tanpa di perintah langsung duduk di kursi kosong berhadapan dengan Arkana.

Laudya tersenyum lebar. "Hai, Dev. Ayo kita sarapan, kamu pasti belum sarapan, kan? Ada banyak makanan yang kamu suka." ujarnya ramah.

"He he tahu aja Mommy kalau Dev, belum sarapan!" jawab Devano sambil nyengir lalu langsung mengambil roti bakar. Arkana hanya menggeleng dengan tersenyum, Devano selalu seperti itu.

Sambil makan, Devano memberitahu tentang perkembangan bisnis yang ditangani kemarin. Antony mendengarkan dengan cermat, sementara Laudya hanya senang melihat kedua anaknya yang selalu saling mendukung.

Suasana ruang makan yang biasanya sunyi menjadi lebih meriah karena kedatangan Devano.

Tiba-tiba, seekor kucing putih muncul dari lorong yang dipenuhi tanaman hias, melangkah santai ke ruang makan. Semua berhenti sejenak, menatap kucing itu yang berdiri dengan anggun di tengah lantai marmer.

"Waah, kucing imut sekali? Sejak kapan kamu pelihara kucing imut ini, Ar?" tanya Devano dengan mata bercahaya, ingin berdiri untuk mendekatinya.

"Kemarin malam aku tak sengaja hampir menabraknya, dan tiba-tiba melompat ke dalam mobil, ya sudah aku bawa pulang aja," jelas Arkana.

Devano langsung bangkit mendekat perlahan, tapi seperti kemarin, kucing itu langsung mundur beberapa langkah dan mengeong dengan nada tegas, seolah berkata "Jangan mendekat!".

"Wah, sombong banget! Mirip banget sama bosnya yang ini ya?" candanya sambil menunjuk ke Arkana, yang hanya mengangkat bahu santai.

Bersambung ...

1
Marsya
lanjut kak, makin keren dan bikin penasaran, gak sabar deh apa yang akan terjadi selanjutnya. kalau bisa up Doble kak
Eridha Dewi
next thor
Ai Sri Kurniatu Kurnia
bagus thor
riniandara
Assalamualaikum semua! semoga semua dalam keadaan sehat ya. bagaimana menurut kalian karya ini. jangan lupa support dan tinggalkan jejak ya biar author semangat upnya terimakasih./Applaud//Kiss/
Marsya: lanjut kak seru banget aku suka/Heart//Heart//Heart//Heart/
total 2 replies
☘️💮Jasmine 🌸🍀
kgn baby al thor
riniandara: baby Al menyapa kak /Facepalm/
total 1 replies
Marsya
lanjut thor
Marsya
Ngeri juga ya
Marsya
siap-siap saja mendapatkan murkanya Arkan
Marsya
semangat Arkana, baby alexie aman sama bundanya
Marsya
makin seru Thor lanjut terus ya.
Miu Miu 🍄🐰
next thor
Marsya: lanjut thor
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
🤩🤩
Eridha Dewi
next thor
riniandara: siap kakak/Good/
total 1 replies
Inah Ilham
baru juga keluar... dah main dor doran aja sih thor
Iqlima Al Jazira
next thor👍
ngga sabar nunggu paman & bunda sah.
kopi untuk mu
Marsya: lanjut Thor, semakin penasaran aja
total 2 replies
V3
Arkana bakal mengamuk nih , siap-siap ja dibantai sama Arkana 🤣🤣
V3
waalaikumsalam kak Rini 🤗
aku mencoba mampir di novel mu 🤗
di awal Bab ceritanya dh seru bgt ,, smg selanjutnya ceritanya bagus
V3: Ok kak Rini 🤗
total 2 replies
Iqlima Al Jazira
vote untuk mu👍
riniandara: terima kasih banyak kakak
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
crazy up thor
Iqlima Al Jazira
next thor
riniandara: suap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!