NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perkara Bra Kekecilan

Keesokan harinya, sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden ruang VIP, menggelitik kelopak mata Mina. Wanita itu melenguh pelan, meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa agak kaku. Ketika menoleh ke samping, pemandangan pertama yang menyambutnya adalah wajah damai Gino yang masih tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka. Sangat menggemaskan.

​Mina berakhir tidur seranjang dengan anak tirinya itu karena ranjang pasien VIP ini untungnya berukuran cukup luas. Sementara Arsenio? Pria dingin itu tidur di ranjang khusus penjaga yang terletak di seberang ruangan. Kamar ini memang difasilitasi dua ranjang. Sebenarnya ada sofa panjang yang kemarin malam Mina duduki, tapi keadaan mendadak berubah drastis pada tengah malam.

​Sekitar jam dua pagi, Gino mendadak terbangun dan menangis histeris. Efek trauma dan sisa rasa sakit di perutnya membuat bocah itu menjerit panik. Mina yang dasarnya memiliki insting Hello Kitty langsung melompat dari sofa untuk menenangkan Gino. Namun, di saat yang sama, Arsenio juga terbangun. Karena panik melihat anaknya menjerit dan mengira Mina akan berbuat macam-macam, Arsenio refleks bertindak kasar. Pria itu mendorong bahu Mina hingga wanita itu terjerembab ke lantai marmer yang dingin.

​“Aduh! Pantat seksi gue!” jerit Mina semalam sambil mengusap bokongnya yang berciuman dengan lantai.

​Arsenio langsung mengambil alih, merengkuh tubuh Gino ke dalam pelukannya.

“Gino, ini Papa. Tenang, Nak. Papa di sini,” bisik Arsenio dengan nada panik yang jarang diperlihatkannya.

​Tapi yang terjadi selanjutnya justru di luar dugaan. Gino memberontak hebat di dalam pelukan ayah kandungnya. Bocah itu menangis semakin kencang, menggelengkan kepala, dan kedua tangan mungilnya justru menggapai-gapai ke arah Mina yang masih terduduk di lantai.

​“M-Mama... hiks... mau Mama... olong Ino... Mama...” ratap Gino dengan suara serak.

​Arsenio membeku seketika. Pelukannya melonggar, menatap tidak percaya pada putranya yang selama ini selalu mengabaikan Alicia, kini justru mencari wanita itu di saat paling rapuh. Sementara Mina yang melihat hal tersebut langsung bangkit berdiri dengan senyuman sombong yang terkembang lebar di wajah cantiknya.

“Lihat, kan? Bocil gemas ini lebih memilih gue daripada bapaknya yang kaku kayak kanebo kering!” ucapnya tidak jelas ditelinga Arsenio.

​Mina kemudian mengambil Gino dari dekapan Arsenio yang masih syok, membawa bocah itu ke dalam pelukannya sambil berbisik menenangkan hingga Gino perlahan berhenti menangis dan tertidur kembali. Karena Gino menolak melepaskan cengkeramannya pada daster Mina, berakhirlah Mina tidur semalaman di ranjang yang sama dengan Gino, membiarkan Arsenio merenungi nasibnya di ranjang sebelah dengan wajah gusar.

​Kembali ke pagi hari, Mina mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan. Ranjang di seberang sudah rapi, dan sosok pria tampan bertubuh tegap itu sudah tidak ada di tempatnya.

​Mina mendengus kesal, langsung menggerutu karena tidak melihat keberadaan pria menyebalkan yang sayangnya sangat menggoda di mata Mina.

“Dasar bapak maniak kerja! Anak lagi sakit begini sempet-sempet nya subuh-subuh udah ngantor. Pasti otaknya cuma isinya saham, tender, sama duit. Gak tahu apa anaknya semalem hampir kejang-kejang!” umpat Mina sambil memposisikan bantal Gino agar lebih nyaman.

​Tepat saat Mina sedang asyik menyumpah-nyumpahi suaminya di dalam hati, pintu kamar mandi di sudut ruangan mendadak terbuka.

​Cklek.

​Mina tersentak kaget, matanya melebar. Arsenio keluar dari sana. Pria itu ternyata belum pergi ke kantor, melainkan sudah mandi di kamar mandi rumah sakit dan kini telah berganti pakaian dengan setelan kerja formal berwarna abu-abu tua yang sangat pas di tubuh atletisnya. Kesan berantakan semalam menguap, digantikan oleh citra CEO yang dingin, perfeksionis, dan berwibawa. Di tangan kanannya, terdapat sebuah paperbag butik berlogo mewah.

​Arsenio melangkah mendekat tanpa ekspresi, lalu menyodorkan paperbag tersebut ke hadapan Mina yang masih duduk di atas ranjang dengan rambut singa khas bangun tidur.

​"Mandi dan ganti bajumu. Saya tidak suka melihat istri saya terlihat seperti gelandangan di rumah sakit ini," ucap Arsenio dengan nada suara yang datar, dingin, dan super cuek seperti biasanya.

​Mina memutar bolanya malas, merebut paperbag itu dengan kasar. Sifat sembrono nya membuat dia ingin sekali melempar bantal ke wajah tampan itu, tapi dia sadar diri bahwa tubuhnya memang sudah lengket dan daster tipis ini sudah bau minyak gulai nasi Padang semalam.

​"Iya, iya, Tuan Besar yang paling bersih sedunia. Makasih lho ya sindirannya," sahut Mina ketus. Dia langsung turun dari ranjang dan melangkah mengentak-entakkan kakinya menuju kamar mandi.

​Di dalam kamar mandi yang mewah, Mina membersihkan diri dengan cepat. Begitu selesai mengeringkan tubuhnya dengan handuk, dia membuka isi paperbag pemberian Arsenio. Di dalamnya terdapat sebuah dress polos berbahan katun lembut berwarna cream yang sangat elegan dan tertutup, lengkap dengan satu set pakaian dalam baru yang masih bersegel.

​Mina tersenyum puas awalnya. “Boleh juga selera ini bapak-bapak,” gumamnya.

​Namun, senyuman Mina langsung lenyap berganti kedutan di dahi saat dia mencoba mengenakan pakaian dalam tersebut. Ketika akan memasang pengait bra di punggungnya, Mina harus menahan napas dalam-dalam. Bagian cup-nya terasa sangat sempit dan menjepit dadanya hingga terasa sesak.

​Mina menyipitkan matanya di depan cermin, mengamati dadanya yang tercetak sangat penuh dan agak menyembul tidak nyaman.

"Apa-apaan ini?! Ini bra ukuran berapa sih? Kekecilan banget, gila! Sesak napas gue yang ada!" gerutu Mina dengan wajah memerah karena kesal.

​Mau tidak mau, karena tidak ada pilihan lain, Mina tetap memaksakan diri memakai bra tersebut. Untung saja untuk celana dalamnya ukurannya pas dan tidak bermasalah. Mina kemudian mengenakan dress cream-nya, merapikan rambut karamelnya yang basah, lalu melangkah keluar dari kamar mandi dengan langkah lebar dan wajah yang ditekuk seribu. Jiwa ceria dan asyiknya mendadak berubah menjadi mode senggol bacok. Dia ingin segera mengomeli Arsenio secara langsung atas kecerobohan pria itu.

​Begitu pintu kamar mandi terbuka, Mina langsung menembakkan tatapan protesnya ke arah sofa, tempat biasanya Arsenio duduk. Tanpa melihat situasi sekelilingnya terlebih dahulu karena kepalanya sudah terlanjur dipenuhi kekesalan, Mina langsung mengomel dengan suara yang cukup lantang.

​"Mas Arsenio! Kamu tuh bener-bener ya, jadi suami buruk banget tahu gak?!" sembur Mina berapi-api, berjalan mendekat tanpa beban seolah-olah dunia ini hanya milik mereka berdua.

"Masa ukuran payudara istri sendiri aja kamu gak tahu sih?! Padahal kan katanya hampir setiap malam kamu yang pegang dan ngelus-ngelus punya si Alicia! Ini bra kekecilan banget, tahu! Dada aku berasa mau meledak, sesak banget dipakenya!"

​Suasana di dalam kamar VIP yang luas itu mendadak menjadi hening seketika. Sunyi senyap seperti kuburan.

​Mina yang baru selesai meluapkan kekesalannya tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang aneh. Suara omelannya seolah memantul di dinding. Dia menghentikan langkahnya, lalu perlahan mengalihkan pandangannya dari Arsenio ke arah ranjang Gino.

​Detik itu juga, jantung Mina rasanya mau copot dari tempatnya. Wajah cantiknya yang tadi memerah karena marah, kini mendadak berubah menjadi merah padam seperti kepiting rebus.

​Di samping ranjang Gino, ternyata tidak hanya ada suaminya. Ada seorang dokter pria paruh baya bertubuh tegap, ditemani oleh dua orang asisten perawat muda yang sedang memegang papan medis. Mereka bertiga tampaknya sedang berada di tengah-tengah proses pemeriksaan rutin untuk Gino.

​Dan sekarang, ketiga orang berseragam medis itu, bersama dengan Arsenio, sedang menatap lurus ke arah Mina dengan mata membelalak sempurna dan mulut yang sedikit menganga. Mereka semua jelas mendengar dengan sangat amat jelas setiap kata, setiap kalimat, bahkan detail kata 'pegang' dan 'ngelus' yang baru saja diteriakkan Mina dengan penuh semangat.

​Dokter pria itu berdehem sangat kencang, wajahnya ikut memerah canggung sambil buru-buru mengalihkan pandangan kembali ke arah berkas medis Gino. Dua perawat di sampingnya langsung menunduk dalam-dalam, bahu mereka bergetar hebat karena menahan tawa yang luar biasa geli sekaligus malu.

​Mina membeku di tempatnya selama tiga detik. Otaknya seolah tengah memproses apa yang baru saja terjadi.

“MAMPUS GUEEE!!! MALU BANGET ANJIR!!! MAU TAROH DI MANA MUKA GUE YANG SEKSI INI?! GUE MAU PINDAH PLANET SEKARANG JUGA!!!” jerit Mina dalam hati

​Tanpa membuang waktu satu detik pun, dan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun lagi untuk membela diri, Mina langsung berbalik arah. Dengan kecepatan penuh yang menyerupai atlet lari cepat, dia langsung ngacir dan berlari kembali ke dalam kamar mandi, lalu membanting pintunya dengan keras.

​BRAAAKKK! Cklek!

​Mina mengunci pintu kamar mandi dari dalam, lalu menyandarkan punggungnya di sana sambil merosot perlahan ke lantai. Dia menjambak rambutnya sendiri dengan frustrasi, wajahnya terasa sangat panas.

"Goblok banget sih gue! Kenapa gak lihat-lihat dulu kalau ada orang! Duh Tuhan, tenggelamkan gue ke rawa-rawa sekarang juga!" ratap Mina dengan suara tertahan.

​Sementara itu di luar kamar mandi, suasana canggung tingkat dewa melanda ruangan VIP tersebut.

​Arsenio yang biasanya selalu tampil tenang, berwibawa, dan dingin tanpa cela, kini merasakan telinganya mendadak terasa sangat panas dan memerah. Detak jantungnya mendadak menjadi agak tidak beraturan karena rasa gugup dan malu yang luar biasa akibat ucapan blak-blakan istrinya di depan orang asing.

​Namun, sebagai seorang CEO yang sudah terlatih menghadapi situasi krisis di dunia bisnis, Arsenio memaksa dirinya untuk tetap mengontrol ekspresi wajahnya. Dia berdeham pelan, memperbaiki posisi berdirinya, lalu kembali memasang wajah cuek, datar, dan sedingin es, seolah-olah kejadian memalukan barusan hanyalah angin lalu yang tidak pernah terjadi.

​"Dokter," panggil Arsenio dengan suara baritonnya yang sengaja dibuat se formal mungkin, mencoba memecah keheningan yang menyiksa.

"Bagaimana hasil pemeriksaan putra saya pagi ini? Apakah kondisinya sudah membaik?"

​Dokter pria itu berdehem sekali lagi, mencoba bersikap profesional meskipun atmosfer di dalam kamar masih terasa sangat canggung.

"Ah, iya, Tuan Arsenio. Kondisi Tuan Muda Gino sudah jauh lebih stabil dibandingkan semalam. Suhu tubuhnya sudah normal, dan tidak ada tanda-tanda muntah lagi. Jika siang nanti perkembangannya tetap bagus, selang oksigennya sudah bisa dilepas."

​Arsenio mengangguk datar, matanya melirik sekilas ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat, membayangkan istrinya yang aneh itu mungkin sedang meratapi nasibnya di dalam sana.

1
Musicart Channel
arsenio tak pelik ke Gino panggil Alicia 'kak mina'
It's me Ri🥕: Entahlah 🤭 Selamat membaca 😍
total 1 replies
Nadira ST
tinggal kabur ngilang ngapain bertengkar nguras tenaga emosi,dengar bertengkar tidak bisa mencari solusi kalau keadaanya memanas
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!