NovelToon NovelToon
Sekolah Kok Menikah

Sekolah Kok Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rofiwan

Alfina dan Alfino teman masa kecil yang selalu bertengkar jika berada di dalam satu kelas.

Fina mempunyai tambatan hati bernama Choki, sedangkan Fino memiliki Anjani, hubungan itu tidak berarti sama sekali ketika kedua orang tua memaksa mereka untuk menikah muda.

Fina membuat perjanjian setelah pernikahan, Jika disekolah menjaga jarak, jika dirumah berperan layaknya pasutri. Tujuan Fina buat janji karena untuk melindungi Fino dari gangguan Choki.

Pada akhirnya perjanjian yang Fina buat seakan masuk ke perangkap nya sendiri. Fina semakin di ganggu oleh Choki, sedangkan Fino semakin dekat dengan Anjani.

Apakah Fina bertahan dengan janji yang sudah ia buat, jika kalau tidak bertahan bagaimana kisah mereka membina sebuah pernikahan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rofiwan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 08.

Tiba saatnya bel sekolah sudah berbunyi. Fina tidak dulu berdiri dari tempat duduk.

Ia memantau pergerakan Fino, memastikan kalau ia benar-benar menjaga jarak saat di sekolah. Seolah sudah membuktikan, Fino keluar tanpa mendekat ke Fina saat dipanggil oleh Niko.

Para laki-laki itu sedang menunggu kedua perempuan itu di luar kelas. Sedangkan Fina di samperin oleh Rahma. "Best ayo"

"Hm" Dengan anggukan, Fina berdiri dari tempat duduk, lalu kedua perempuan itu menghampiri Fino dengan Niko.

"Kalian duluan ya ke rumah, kita mau pergi beli akrilik nya dulu" Kata Rahma meminta izin ke para laki-laki.

"Bagaimana kalau mereka ikut kita saja Ma?" Timpal Fina.

Rahma merangkul Fina. "Abis beli akrilik kan kita mau beli makeup, masa mereka ikut? Ya pasti malu lah mereka, orang-orang mengira mereka jadi pengawal kita entar" Abis berkata seperti itu, Rahma mendorong pundak Fina untuk mengajaknya berjalan. Fina menoleh ke belakang untuk melihat kemana Fino akan pergi.

Langkah Fina terhenti saat melihat Anjani sedang mendekati Fino dengan Niko.

"Ayolah" Rahma kembali merangkul Fina. Tapi Fina memilih meninggalkan Rahma.

Fina melepas pegangan tangan Anjani yang sudah menyentuh pergelangan tangan Fino.

"Di sekolah jangan pacaran" Kata Fina.

"Hah?" Anjani langsung terkekeh sinis. "Apa saya gak salah dengar?, padahal kemarin saya lihat kamu yang lebih parah sampai peluk-peluk Fino" Kata Anjani tak mau kalah.

"Ya itu karena Fino mau lindungi saya dari om om ga jelas, makanya saya meluk" Elak Fina.

Anjani mendelik ke Fino. "Fino apa benar?"

Dalam hati Fino. 'Fina maunya apa sih? Buat janji sendiri kalau disekolah suruh jaga jarak, ia malah ingkar sendiri'

"Fino!" Pekik Anjani tak sabaran.

"Iya, saya memang saya lagi lindungi Fina saat itu" Jawab Fino.

"Fina kau...!" Kesal Anjani pada akhirnya.

Anjani dari kemarin sudah menahan amarah karena memergoki Fina yang terus bersama Fino, sedangkan Fina juga menahan amarah karena seharian ini Anjani terus nempel pada Fino.

Kali ini perkelahian Fina dengan Anjani tak sekedar adu mulut.

Kedua wanita itu saling menggulung lengan seragam nya ke atas, bersiap untuk melukai satu sama lain.

Hanya saja Fino mengangkat kaki Fina untuk membawanya menjauh, sedangkan Anjani di tahan oleh Niko.

"Sini kau pelakor!" Tunjuk Anjani dengan luapan emosinya.

"Pssst!" Niko memberi kode untuk Anjani tidak teriak-teriak.

"Kita masih di dalam sekolah, jangan buat keributan" Pinta Niko.

"..." Anjani sudah memberontak ingin melepas cekelan tangannya Niko, tapi tenaga dia lebih kuat dari Anjani. "Lepas!" Pinta Anjani.

"Enggak" Niko menolak.

Anjani terdiam sejenak, lalu menggigit tangan Niko beberapa kali, sekaligus berusaha untuk melepaskan diri.

Tembok kokoh Niko tak terbendung, ia tahan gigitan menyebalkan dari Anjani. "Seperti di gigit semut"

Digigit tak mempan, Anjani kini menjambak nya sebagai luapan emosinya terhadap Fina.

"Dasar pelakor, kenapa kau berani sekali rebut Fino dari saya!!" Teriak Anjani tidak jelas. Niko membiarkan Anjani menarik-narik rambut nya dengan sembarang.

Anjani pun berhenti, dia menarik nafas kasar sambil menurunkan kembali lengan bajunya yang sempat diangkat keatas.

"Sudah dikeluarkan semua emosi mu?" Tanya Niko.

"Kau napa sih ikut campur terus!" Tanya balik Anjani.

Niko perlahan mendekati wajah Anjani. Anjani sampai menatap waspada. Pada akhirnya gadis itu kembali ngamuk saat setelah Niko mencium bibir nya tanpa aba-aba.

"NIKO BRENGSEK!!" Anjani mengejar Niko.

Sedangkan yang dikejar malah berlari sambil ketawa-ketawa. "Ayo kejar saya, ayo kejar saya" Kata Niko. Situasi ini kaya Dejavu, Niko teringat masa kecil bersama Anjani yang lari-larian bersama untuk mengejar layang-layang putus.

"Tunggu brengsek!!" Anjani mengejar pelarian Niko, bahkan saat melewati Fino yang masih keadaan mengangkat kedua kaki nya Fina yang sedang memberontak minta diturunkan.

"NIKO TOLOL SINI KAMU!!" Teriak Anjani sambil berlari mengejarnya.

POV Fino.

Saking terkejutnya, Fino sampai menurunkan Fina sesaat melihat ulah mereka berdua.

Saat Fina sudah turun, emosinya sudah stabil lagi. Dari pada mengejar Anjani, gadis itu membenarkan kembali lengan bajunya yang sudah digulung keatas.

"Lah kenapa jadi mereka yang ribut?" Tanya Rahma menunjuk ke punggung Niko dengan Anjani yang perlahan menjauh.

"Gak tau" Jawab Fino.

"Aduh, gimana entar kerja kelompok nya" Kata Rahma.

"Kalian beli akrilik saja dulu, saya bakal tunggu di rumah" Kata Fino.

"Terus untuk Niko gimana?" Tanya Rahma.

"Gampang saya bakal suruh dia datang ke rumah" Jawab Fino.

"Kamu bener kan pulang ke rumah?" Timpal Fina bertanya.

Fino lekas mendelik ke wajah Fina. Bukan nya menjawab, ia malah meminta Rahma untuk menunggu di masjid. Fino akan membawa Fina ke tempat yang sepi untuk mengajak nya debat soal perjanjian nya.

"Fina, kalau kamu tidak bisa bertahan dengan janji kamu mending bilang saja ke saya" Kata Fino.

"Saya bisa bertahan, tapi kamu jangan deketin Anjani juga!" Kata Fina.

"Lah kenapa? Kau cemburu?" Tanya Fino.

Sebagai luapan emosinya Fina terhadap sikap Anjani, Fina memelintir pinggang Fino yang sudah menjadi kebiasaan nya.

Untungnya Fino sudah kebal dengan rasa sakit dari cubitan itu. "Ya jelas saya cemburu karena kamu suami saya!, wanita mana yang tidak cemburu kalau suaminya di dekatin wanita lain, HAH!"

Kalau Fina membahas itu Fino tidak ingin ngelak lagi. Pada akhirnya siapa yang ngajak debat, siapa juga yang kalah debat.

"Yasudah saya minta maaf"

"Kamu janji ya gak deketin Anjani lagi?" Kata Fina.

Fino terdiam, ia teringat sama janjinya pada Niko yang akan membuatnya pacaran dengan Anjani. "Untuk itu ga bisa, saya masih ada urusan sama Anjani yang harus diselesaikan"

Seketika Fina terdiam, perlahan-lahan air mata yang ditahan-tahan keluar begitu saja.

Fino menghela nafas. Ia membelai lembut kepala Fina sambil memastikan. "Yang jelas saya tidak akan menduakan kamu Fin"

"Jangan sentuh saya" Fina menepis tangan Fino yang sedang membelainya. Ia membalik badan lalu berlari untuk mendekat ke Rahma.

"Ayo pergi best" Fina menangkap tangan Rahma sekaligus menyeret nya ke sepeda motor yang terparkir di samping masjid.

"Habis berantem sama Fino?" Tanya Rahma menyadari perubahan mata Fina yang sudah sembab.

"Enggak, ayo pergi" Fina meminta Rahma segera membeli bahan akrilik untuk menyempurnakan hasil kerja kelompok nya.

Saat motor yang dikendarai Rahma sudah keluar dari gerbang, Fina sempat menoleh ke arah segerombolan anak muda yang sama persis dengan kejadian kemarin. "Mereka kan orang-orang Choki? Mau ngapain lagi sih"

"Siapa?" Rahma bertanya sambil melihat ke arah spion motornya. "Anak-anak sekolah lain pada ngikutin kita ngapain?"

"Percepat motornya Rahma" Pinta Fina.

Saat kendaraan yang dikemudikan Rahma sudah berada ditempat sepi. Sekumpulan geng motor Choki berhasil menghadang nya.

Fina takut banget sama situasi ini, bahkan ia menolak untuk turun dari motor saat salah satu anggota itu memerintahkan nya.

Dari penolakan itu sampai buat Choki turun dari mobil, ia berjalan menghampiri Fina. Belum sempat Choki menyeret tangan Fina untuk turun dari motor.

Sekumpulan om om yang sangat di takuti Fina tiba-tiba memberi pelajaran kepada anggota geng motor yang diketuai oleh Choki.

beberapa menit kemudian semua anggota geng motor Choki kompak lari terbirit-birit dengan wajah yang sudah babak belur.

Sedangkan Choki masih diberi pelajaran oleh om om botak yang bertubuh kekar dengan kumis tebal di atas mulutnya.

"Kau siapa brengsek!" Tanya Choki.

Om itu sejenak teringat permintaan Fino yang tidak boleh membocorkan indetitas ke siapa pun. Om itu menjawab "Saya ingatkan kamu ya anak muda, Jangan pernah ganggu wanita yang saya suka, kalau tidak kamu turuti, mati kamu!"

"APA KAU BILANG?! SUKA!!" Pekik Fina dengan tampang terkejut parah.

Rahma tiba-tiba tertawa. "Anjir Fina pesona mu sampai membuat om-om klepek-klepek parah, HAHAHA"

"MENJIJIKAN!!!! RAHMA CEPAT PERGI DARI SINI!!" Jerit Fina meminta Rahma untuk melanjutkan perjalanan.

To be continue,

1
Queen Aisyah
dijodohin ama Fina malah sok jual mahal, maunya di jodohin sama mama ya Jan🤭
Queen Aisyah
janur kuning sudah melengkung kali An, kalau kau tau nangis pasti/Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!