NovelToon NovelToon
Kembalinya Yang Mulia Petir Abadi

Kembalinya Yang Mulia Petir Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Zhao Fei yang dijuluki Yang Mulia Petir Abadi, tewas ditikam murid kesayangannya sendiri setelah 10.000 tahun berkuasa di Alam Dewa.

Namun ternyata hukum karma memberinya kesempatan kedua. Rohnya dikirim ke dunia bawah, masuk ke tubuh seorang pemuda sampah dari keluarga miskin yang tidak punya bakat, tidak punya harga diri, dan tidak ada wanita yang mau menikahinya.

Kekuatan petirnya lenyap. Akar spiritualnya tertidur dan dirinya harus memulai semuanya dari nol.

Tapi dendam seorang dewa tidak pernah padam. Janji pada pemilik tubuh asli pun juga tidak akan diingkari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Keraguan di Tengah Malam

Zhao Fei masih saja berdiri di halaman desa, tepat di depan kamar yang ia tempati. Adapun Wu Gang dan Li Xun baru saja selesai menceritakan kejadian yang baru mereka alami di luar garis batas wilayah pertahanan.

"Jadi, kalian berdua benar-benar menyelamatkan mereka dari kejaran pembunuh bayaran?" tanya Zhao Fei, memastikan kembali rincian informasi itu.

Li Xun menggerakkan kepala sedikit ke bawah. "Benar sekali, seperti yang kuceritakan tadi. Para pembunuh bayaran itu langsung kabur begitu melihat kami datang."

Tepat di belakang posisi berdiri Li Xun, seorang wanita tampak ketakutan. Usianya tidak lagi masuk kategori remaja, tetapi juga belum bisa dibilang tua. Wanita itu sendiri sejak tadi terus saja memeluk erat lengan kanan Li Xun dengan penuh kepanikan, menampilkan kulit yang pucat serta tatapan mata yang dipenuhi oleh ketakutan.

Kepala desa yang ikut berada di lokasi malam itu pun maju beberapa jengkal sebelum akhirnya membuka suara dengan hati-hati.

"Nona Liu Xue sempat berpesan sebelum kembali ke pusat sekte," ujar kepala desa sembari menatap para utusan secara bergantian. "Beliau mengingatkan agar kita semua selalu waspada terhadap setiap pendatang baru, apa pun alasan mereka."

Wu Gang segera mengagguk setuju mendengar itu. "Aku mengerti maksud pesan itu."

"Demi keamanan," lanjutnya, "mereka semua akan dipisahkan dan ditempatkan di area khusus untuk sementara waktu. Langkah ini akan kita pertahankan sampai situasi benar-benar membaik."

Akan tetapi Li Xun malah langsung memperlihatkan ekspresi tidak setuju atas keputusan sepihak itu. Sedangkan wanita misterius itu semakin menggenggam erat lengan Li Xun, memperlihatkan ketakutan yang semakin menjadi-jadi.

"Apa perlu begitu? Mereka sedang sangat ketakutan!" protes Li Xun, mencoba membela barisan orang yang dia bawa. "Kita tidak punya hak untuk memperlakukan mereka seperti tersangka kejahatan. Mereka seharusnya diterima dengan baik seperti warga desa lainnya."

Wu Gang tetap berdiri kokoh tanpa bergeser sedikit pun, dengan kedua tangan yang bersilang di depan dada. "Aturan tetap aturan yang harus ditegakkan."

Zhao Fei memilih untuk tetap diam, namun sistem pikirannya terus bekerja dengan sangat aktif menganalisis situasi.

Dia kembali mengingat detail dari penggunaan artefak peta pelacak milik kekaisaran lamanya. Saat dia menggunakan alat dewa itu untuk melacak titik pusat pencemaran sungai kemarin, perkamen magis itu memunculkan sebuah titik merah terang di satu koordinat khusus.

Lalu sekarang, wanita misterius yang diklaim sebagai kekasih oleh Li Xun itu justru menunjukkan titik merah yang sama dengan target bahaya yang sempat terdeteksi oleh artefaknya.

Tapi, tingkat kapasitas kultivasi dari wanita ini sama sekali tidak mampu terdeteksi oleh sistem peta pelacak. Berbeda dengan penyihir waktu itu, batin Zhao Fei dengan dahi berkerut rapat. Fenomena ganjil ini terasa sangat aneh bagi logikanya.

Yang jelas Zhao Fei sadar betul jika dirinya tidak bisa melayangkan tuduhan secara terang-terangan tanpa adanya selembar bukti nyata. Terlebih lagi, bilamana dia memaksakan diri untuk membeberkan kemampuan pelacakan dari artefak tingkat dewa miliknya, maka hal itu justru akan membuat identitas aslinya dicurigai oleh para anggota divisi khusus dan orang-orang di Alam Bawah.

Alhasil Zhao Fei mengembuskan napas panjang untuk menenangkan gejolak pikirannya. "Aku mendukung penuh keputusan yang diambil oleh Wu Gang."

Li Xun menatap lurus ke arah sepasang mata Zhao Fei dengan pandangan tidak percaya. "Kau juga tega mengambil keputusan seperti ini?"

"Kita tidak boleh mengambil risiko yang bisa mengancam keselamatan desa ini," jawab Zhao Fei dengan tenang. "Asal-usul dan latar belakang kelompok mereka saat ini masih belum jelas bagi kita."

Li Xun seketika terpojok, tidak lagi memiliki argumen kuat untuk membalas untaian kata dari kedua rekannya.

Sementara Wu Gang menambahkan kalimat penutup untuk mengakhiri perdebatan, "Peraturan sekte adalah dasar utama yang tidak bisa diganggu gugat."

Seluruh rombongan orang yang berhasil diselamatkan itu, yang memiliki total jumlah lima orang, segera dipindahkan menuju ke sebuah gudang penyimpanan jerami di sudut desa. Fasilitas tempat itu memang tidak terlalu nyaman untuk dijadikan tempat tinggal, namun dinilai masih cukup memadai sebagai area penampungan darurat untuk sementara waktu.

Beberapa orang warga desa ditugaskan untuk melakukan penjagaan secara bergiliran di sekitar bangunan kayu itu. Tiga orang utusan dari divisi khusus, yakni Zhao Fei, Wu Gang, dan Li Xun, juga ikut memosisikan diri bersiaga di area luar guna mengawasi sirkulasi keamanan.

Li Xun berdiri di dekat tiang penyangga luar gudang jerami dengan wajah yang ditekuk cemberut penuh kekesalan.

"Aku benar-benar tidak menyangka kalian berdua bakal sekaku ini," keluh Li Xun dengan jengkel. "Orang-orang itu pasti sedang kedinginan di dalam ruangan yang tidak layak itu."

"Mereka sudah diberi selimut tebal, ransum makanan, dan air minum yang cukup," balas Wu Gang dengan datar tanpa ekspresi.

Li Xun baru saja berniat melayangkan sanggahan lanjutan atas pembelaan itu.

Namun, Zhao Fei dengan cepat mendahului obrolan mereka. "Ada yang tidak beres dengan kejadian malam ini."

Wu Gang dan Li Xun seketika memalingkan wajah mereka, menatap tajam ke arah Zhao Fei.

"Apa maksud perkataanmu itu?" tanya Li Xun dengan dahi berkerut.

Zhao Fei menghela napas panjang untuk mengatur kalimatnya. "Kalian masih ingat kalimat peringatan dari penyihir Miao Yu yang aku ceritakan kemarin? Tentang rencana agresi dari putra mahkota Long Wei yang akan segera menyerang wilayah kita?"

Wu Gang menggerakkan kepalanya sedikit ke bawah, membenarkan informasi penting itu.

"Dan tepat pada malam ini, kita mendadak menemukan sekelompok orang asing yang mengaku sedang dikejar oleh barisan pembunuh bayaran," papar Zhao Fei secara taktis. "Peristiwa ini waktunya terlalu pas, terjadi tepat sebelum serangan yang direncanakan musuh dimulai."

Li Xun mulai mengerutkan keningnya dengan rapat, mencerna analisis tersebut. "Maksudmu... mereka semua sebenarnya penyusup yang dikirim oleh musuh?"

Zhao Fei menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku tidak bisa menuduh tanpa bukti konkret. Tapi, seluruh rangkaian kejadian ini jelas bukan kebetulan biasa."

Tepat setelah menyelesaikan untaian kalimat analisisnya, Zhao Fei mendadak merasakan adanya sebuah sensasi aneh yang menyerang bagian dalam raganya.

Rasa panas yang teramat ekstrem.

Lalu dari dalam lambung, gelombang panas yang membakar itu menjalar cepat menuju ke area dada, naik ke leher, hingga akhirnya menyebar memenuhi seluruh sirkulasi pembuluh darah di sekujur raga.

Sialan, batin pemuda itu mengutuk kondisi fisiknya. Ini sudah jelas dampak reaksi murni dari satu botol penuh pil peningkatan kultivasi dewa yang tertelan secara tidak sengaja tadi.

Tangan kanannya bergerak cepat memegangi bagian lehernya yang terasa menegang hebat, dengan kulit wajah yang seketika berubah warna menjadi merah laksana terbakar api. Seluruh kekuatan otot di kedua kakinya mendadak lenyap, membuat tubuhnya menjadi lemas tanpa daya hingga nyaris ambruk.

"Zhao Fei!" seru Li Xun dengan sigap, melakukan gerakan spontan menangkap juniornya sebelum sempat jatuh menghantam permukaan tanah berbatu.

Wu Gang juga bergerak dengan tingkat kesigapan yang sangat tinggi, membantu menopang bobot tubuh rekannya itu. "Apa yang terjadi?"

Zhao Fei sama sekali tidak memiliki kemampuan vokal untuk memberikan jawaban atas pertanyaan panik itu. Seluruh jaringan di dalam pembuluh darahnya terasa bagaikan dialiri oleh kobaran api murni yang siap menghancurkan sistem meridian fisiknya yang masih rapuh.

Beberapa warga desa yang sedang bersiaga di sekitar area pun segera mendekat dengan cemas. "Apakah Tuan Utusan tiba-tiba sakit? Kami bisa membantu membawanya masuk ke bangunan utama."

Namun, sebelum barisan warga desa sempat melakukan pergeseran, pintu kayu dari gudang penyimpanan jerami mendadak terbuka sedikit dari arah dalam.

Wanita misterius itu mengintip dari balik celah sempit daun pintu kayu bangunan.

"Aku bisa menyembuhkan dan meredakan rasa sakit yang dialami pemuda itu," ucap wanita misterius itu.

Zhao Fei memalingkan pandangan matanya yang mulai sayu menatap lurus ke arah wanita itu. Di mana seluruh otot tubuhnya saat ini berada dalam kondisi lemas tanpa daya sedikit pun untuk digerakkan.

Kendati demikian, di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, tingkat kewaspadaan dan insting tempurnya tetap menyala dengan sangat terang laksana lentera di malam tanpa bulan.

Apakah sebenarnya dirimu yang menjadi dalang tersembunyi yang memicu kerusakan di dalam ragaku ini? batin Zhao Fei dengan penuh kecurigaan. Atau kau akan diam-diam membunuhku selagi aku pingsan?

Namun, kondisi fisiknya saat ini benar-benar tidak memiliki kapasitas murni untuk melakukan tindakan perlawanan atau menolak intervensi luar.

Li Xun memakukan pandangan matanya menatap ke arah wanita itu, lalu beralih menatap kondisi darurat Zhao Fei, sebelum akhirnya mengunci pandangan pada wajah Wu Gang.

"Soal kepercayaan," ujar Li Xun dengan lirih "Dalam beberapa situasi kritis, kita memang harus rela memberikan kepercayaan terlebih dahulu kepada orang lain."

Sementara Wu Gang hanya memilih untuk membisu, tidak memberikan jawaban untuk menanggapi kalimat filosofis dari rekannya.

1
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
maaf Thor numpang komen,seorang dewa begitu mudahnya tewas di tikam tanpa ada penjelasan pake pusaka apa...supaya ada alasan logis koq bisa tewas begitu saja 🙏🙏🙏🙏
DanaBrekker: Terimakasih atas masukannya. ikuti terus perjalanan Zhao Fei ya... biar nanti ketemu alasannya 😄👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!