Danu merasa hidupnya benar-benar di kutuk oleh Lila gadis kecil yang dulu dia rawat, empat kali sudah dia gagal memiliki pasangan hidup hingga dia di juluki Perjaka Tua di kampus di mana dia mengajar.
"Siang Pak Dosen" Suara itu benar-benar Danu hafal, siapa lagi kalau bukan Lila si Pengutuk kecil.
"Ada apa?"
"Pak saya ada masalah, mohon bantuan"
"Bantuan apa? apa ada materi yang sulit di fahami?" Danu mencoba bersikap professional.
"Ada pak"
"Materi apa?"
"Materi tentang bagaimana cara menjadi istri Pak Danu Pramana"
'Uhuk uhuk'
Danu sampai tersedak mendengar Lila kembali berulah.
"Lila ....."
Lila langsung berlari keluar setelah menaruh buku tugasnya di meja kerja Danu.
Akankah Lila berhasil mendapatkan cinta sang Dosen? yuk kepoin cerita serunya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibah Ibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8
"Sama cowok lah Pak, masak sama cewek"
Jawab Lila, sebenarnya dia ingin sekali pamer pada Pak Yuda kalau yang menciumnya itu Mas Danu. Tapi lirikan mata itu membuat Lila diam.
"Kalau itu saya tahu, maksud saya, cowok itu siapa? Dia punya nama kan? punya rumah kan? Punya identitas kan?"
Tanya Yuda lagi, dia sebenarnya sudah tahu siapa yang melakukan itu pada Lila, dia hanya heran saja pada Danu yang terkesan tidak suka pada Lila, padahal Yuda tahu Lila mengejarnya, Yuda tentu tahu alasan kenapa Lila sering ke ruang dosen. Yuda rasa Lila cocok jadi pendamping Danu yang begitu hambar itu, Lila sangat cocok karena dia begitu periang. Hidup Danu pasti penuh warna jika bersama gadis ini. Tapi kenapa Danu seakan bersikap tidak suka padahal di sosor juga. Temannya ini benar-benar munafik sekali.
"Idih Pak Yuda ngapain kepo sama Lila? Kepoin aja janda depan rumah"
Yuda langsung diam, kenapa juga bawa janda depan rumah?
"lebih baik bapak kepoin kamu Lil"
"Lila sudah sold out ya pak, sudah ada yang punya, jadi jangan di deketin, ntar bapak sakit hati"
"Selama kamu tidak beri tahu saya siapa dia, saya bisa kejar kamu, kamu tahu, sebelum janur kuning melengkung, masih banyak kesempatan" Gurau Yuda.
Danu mengepalkan tangannya erat ke stir mobilnya, dia kesal sekali melihat Yuda yang ikut-ikutan merayu Lila.
"Kamu tidak boleh pacaran Lila!"
Yuda senang akhirnya Danu terpancing juga, dari nada bicaranya tampak sekali kalau dia tidak suka Lila di dekati orang lain. Tapi kenapa sikapnya cuek dan dingin begitu.
"Lila sudah dewasa Dan, kenapa tidak boleh? Atau jangan-jangan......."
"Jangan-jangan apa? Lila masih kecil. Dia tidak akan pacaran sebelum lulus"
"Kenapa tidak boleh? Lila bahkan sudah siap menikah, kenapa harus nunggu lulus?" Kini Lila yang tidak terima.
"Tunggu-tunggu tunggu, kenapa kamu terkesan sedang mengatur hidup Lila? kamu pernah kenal dengan dia sebelumnya?" Tanya Yuda penasaran.
"Dia putri teman kakakku"
Yuda manggut-manggut mengerti, Yuda mengerti sekarang, mungkin saja Danu malu punya pasangan putri dari kakaknya sendiri.
Lila kesal karena Danu tidak mau mengakui dirinya sebagai wanita yang dekat dengannya, padahal Mas Danu sudah mencium bibirnya. Apa itu tidak cukup untuk di sebut pacar? Mana ada adik kakak yang sampai ciuman bibir?
****
Sejak duduk di bangku sekolah dulu, Lila selalu memimpikan menikah dengan Danu, Dulu saat di kampung, mereka selalu bersama-sama, Danu yang mengantar dia ke sekolah, kadang yang membantunya memakaikan baju, Danu juga menjemput dia pulang dari sekolah. Mas Danu juga menunggunya untuk pergi ke kandang ayam.
Di sanalah cinta Lila bersemi untuk Danu, Danu selalu mengajari dia dengan lembut, dia juga selalu di cium kening atau pipi oleh mas Danu saat dia berhasil melakukan sesuatu. Mas Danu juga yang menemani dia tidur saat dia di rumah sendirian.
Hidupnya selalu ada Mas Danu, hingga hari itu, di mana dia di paksa pergi ke Jakarta oleh Mbak Lisa. Perlu kalian tahu, Lila adalah anak jalanan yang tidak memiliki keluarga, dia tidak tahu siapa ayah dan ibu kandungnya. Dia mengumpulkan barang bekas untuk bertahan hidup. Lila tidak pernah mengeluh, dia selalu ceria meski dunia seakan tidak adil padanya. Baginya nenek Ratmi sudah lebih dari cukup menjadi keluarganya.
Lila di rawat oleh nenek Ratmi sebelum dia menemukan Lisa yang saat itu terluka parah. Lila menolong Lisa yang ternyata istri seorang pebisnis kaya. Dialah Angga, ayah angkatnya. Lisa meminta Lila memanggil dia Ibu setelah Lila di bawa ke Jakarta.
Dia menjadi anak pertama Lisa dan Angga setelah di adopsi oleh mereka. Kehidupan Lila berubah drastis, dia juga kenal Danu karena Ibunya sahabat dekat Lisa. Dulu satu-satunya orang yang di ingat Lisa hanyalah Tari, kakak kandung Danu. Tari membawa Lisa dan Lila ke desa agar mereka aman.
Yang mau tahu cerita lengkap dari Lisa dan Angga bisa mampir ke cerita Author berjudul 'Kakak Ipar Ketagihan'
Di situlah awal cintanya di mulai, awal dia bertemu Pangerannya. Lila bahkan sudah kagum dengan sosok Danu sejak mereka pertama kali bertemu.
Lila sampai menyumpahi Danu agar dia tidak laku sampai dia beranjak dewasa. Dan siapa sangka ucapannya itu benar-benar terjadi, Lila. Makin gencar mengejar Danu, meski usia mereka terpaut lumayan jauh, tapi bagi Lila umur hanyalah angka. Cintanya tidak memandang semua itu. Lila Cinta mati dengan Danu, meski Danu berulang kali menolak dirinya. Bahkan setelah kemarin,meski mereka sudah berciuman, Danu masih saja enggan mengakui dirinya sebagai kekasih.
Ini adalah PR berat untuk Lila dalam menaklukkan hati Danu, dia tidak akan menyerah sampai Mas Danu jadi miliknya.
"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Danu saat Lila berada di ruang Dosen setelah mata kuliah nya selesai.
Danu pernah menjadi Dosen pengganti di kelas Lila, namun karena sikap Lila , Danu menolak mengajar di kelas itu lagi.
Lila tersenyum sambil menunjukkan es kopi susu ke Danu. Dia sudah membeli dua, tidak lupa juga dia membeli dua burger agar mereka bisa makan bersama.
"Mas Ini buat mas Danu"
Danu hanya diam menatap es kopi susu dan burger itu, Danu mengatakan pada semua Dosen jika Lila adalah adiknya. Jadi dia tidak ada yang bertanya kenapa Lila selalu ke meja kerja Danu setiap hari.
"Kenapa kamu tidak bermain dengan teman-teman kamu? kenapa memilih ke sini? Kamu tahu kan Lila, mas sibuk"
Lila cemberut, dia sudah berkorban dengan menolak semua ajakan sahabatnya untuk makan di kantin. Tapi sikap mas Danu tetap dingin, kenapa tidak seperti kemarin lagi? padahal dia sudah susah-susah membawa makanan dan minuman ke sini.
"Mas Danu mau aku cium di sini? Kalau tidak mau, cepat makan! Lila sudah susah payah membawa makanan ini ke sini"
Danu langsung menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada yang mendengar pembicaraan mereka.
"Bicara apa kamu? Sudah mas bilang, anggap kejadian kemarin tidak pernah terjadi, itu pertama dan yang terakhir kalinya"
"Lila tidak mau! Itu adalah hal terindah bagi Lila, Lila tidak akan melupakan itu"
Rasanya kepala Danu ingin meledak saja meladeni gadis satu ini, kenapa dia tidak se patuh dulu?
"Mas tahu nggak, Lila kemarin di telfon Ibu Marni"
Ibu Marni adalah ibu kandung Danu, Lila sangat dekat dengan beliau, bahkan sudah dia anggap sebagai Ibu sendiri, Lila harap dia bisa menjadi menantu Bu Marni nantinya.
"Biasanya juga telfon" Sahut Danu.
"Tapi kemarin Ibu bilang sesuatu yang penting"
Danu tidak merespon, dia sudah sering mendengar obrolan random Lila dan Ibunya, mereka sekali bicara ngalor ngidul tidak jelas, kadang membahas baju, kadang makanan, kadang-kadang juga membahas siaran di tv, ibunya dan Lila memang sefrekuensi jadi Danu tidak terkejut sama sekali.
"Mas Danu, Bu Marni bilang mau cariin jodoh buat Mas Danu"
"Jangan di tanggapi, Ibu suka bicara hal yang sama ke tetangga, mas sudah kebal di promosikan ke sana-sini"
"Tapi mas Ibu sudah setuju kalau Lila yang jadi mantunya ibu"
Danu langsung tersedak minuman kopi yang baru saja dia minum.
"Kamu gila ya!"
Lila hanya tersenyum tipis, dia memang sudah dapat restu dari sang mama mertua, tinggal merayu Danu agar lelaki itu bersedia menikahinya.