Nadia adalah seorang wanita berstatus ibu, suaminya bernama bisma , meninggal akibat kecelakaan kerja 3 tahun yang lalu saat putrinya yang bernama vega berusia 2 tahun. kehidupan sehari hari nadia dan anaknya setelah sang suami meninggal di tanggung oleh kakak ipar bernama yamka. istri yamka meninggal usai melahirkan secara prematur, dan karena yamka bekerja, anak anak yamka di asuh oleh nadia.
untuk menghindari fitnah, keluarga sepakat menikahkan nadia dan yamka.
" aku hanya mencintai istriku, jadi jangan berharap lebih dari pernikahan ini". ucap yamka tepat setelah sah menikah.
mampukan mereka mempertahankan rumah tangga yang berdiri tanpa cinta?, apakah cinta bisa tumbuh seiring berjalan nya waktu??
"MENIKAH DENGAN MAS IPAR" ,mohon follow, like dan komen. selamat membaca dan... Terimakasih🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HARI PERTAMA MENJADI ISTRI
Jika pasangan lain akan berbahagia, jalan jalan atau bahkan berbulan madu setelah sah menjadi suami istri, tidak dengan yamka dan nadia, mereka menjalani peran masing masing. Nadia tetap bangun pagi menyiapkan sarapan untuk suami dan anak anaknya, yamka dengan sikap dinginnya berangkat kerja sesuai jadwalnya. bahkan terkadang pulang malam saat lembur.
" pagi ma, mama masak apa hari ini??" tanya lala.
" kok mama!! Bunda kak bukan mama" teriak vega.
" yeeee mama. Bunda itu nggak keren weeeek" lala menjahili sepupu kecilnya yang kini telah berubah status menjadi adik keduanya.
" bundaaaa huaaa huaaa" vega menangis karena di kerjai oleh kakaknya.
"lala.... Ya Allah... Kenapa kamu buat adik menangis kak... " nadia menghampiri vega yang menangis dengan teriak.
" makanya punya anak di jaga dan di didik, jangan terlalu di manja biar tidak cengeng!!! sedikit sedikit menangis!!" yamka keluar kamar dengan marah setelah telinganya mendengar keributan. Tanpa mengetahui permasalahan yang terjadi, langsung menghardik nadia.
Lala merasa bersalah pada ibu dan adik tirinya, dia mendekati yamka dan mencoba menjelaskan.
" mama tidak salah pa, lala tadi yang godain adik vega sampai menangis" kata lala.
" diamlah la, papa tahu. Jika vega tidak manja dan tidak cengeng, dia tidak mungkin menangis hanya karena kamu goda" ucap yamka.
Ketika lala akan melanjutkan bicara, nadia memberi kode lewat gelengan kepala untuk diam, jangan melawan.
Nadia mendudukkan vega di kursi, lagi lagi tanpa bicara dia mengambilkan nasi dan lauk untuk yamka, menuangkan air putih di gelas, dan berlalu pergi untuk melihat arka apakah sudah bangun atau masih tidur. Dan ternyata arka masih tidur.
" kak... Kamu tidak makan sayang?? " tanya nadia melihat lala yang hendak mengambil sepatu.
"udah kenyang ma, malas mau makan lihat wajah jutek papa" kata lala.
" kak... Tidak boleh sama orang tua seperti itu. Sekarang kakak kembali dan sarapan sebelum berangkat. Mama sudah capek masak jangan sampai tidak ada yang makan" tegas nadia kepada putri tiri sulungnya.
Lala menatap iba pada tantenya yang kini sudah menjadi ibunya, wanita sederhana yang manis, entah kenapa papanya terlihat tidak menyukainya, padahal lala saja sangat bersyukur memiliki mama tiri seperti nadia.
Lala kembali ke meja makan, tanpa menatap papanya... Dia mengambil makanan ke piring, menaruh lauk dan menuangkan sayur.
Lala melirik vega, adik tirinya itu masih cemberut.
"dek... Kakak minta maaf ya... " lala mengulurkan tangannya ke arah vega. Tetapi vega hanya diam.
"iya iya... Bunda nadia bundanya vega dan mamanya kak lala, mamanya adik arka juga... Nanti pulang sekolah kakak belikan yupi, tapi vega maafin kakak dulu..." rayu lala pada vega.
" mau beliin yupi kok pakai syarat, itu namanya tidak ikhlas kak! " jawab vega masih cemberut.
Lala terbahak mendengar ucapan adik keduanya. lalu mengangkat adiknya dan memutar mutar tubuh adiknya, menjadikan vega tertawa. Lalu kembali mendudukan adiknya ke kursi.
" sudah kak, sudah hampir jam 6, cepetan makan dan berangkat sekolah" kata nadia.
Yamka dari tadi diam memperhatikan tingkah anak anak dan istrinya. Tak lama terdengar suara tangis dari dalam kamar utama. Nadia segera berlari, tak ingin putra bungsunya kelamaan menangis.
Nadia keluar dengan menggendong arka, nadia sudah selesai makan dan bersiap untuk berangkat sekolah.
" kak... Ini uang sakunya" kata nadia.
" ma, aku mau jalan jalan sama teman hari ini, boleh ya minta tambahan uang saku" kata lala.
Ya... Sisi baiknya yamka, dia mengajarkan pada anaknya meminta kebutuhan langsung pada Nadia, dan harus menganggap nadia ibu kandungnya.
"boleh dong sayang... Segini cukup??" Nadia memberika. 2 lembar uang merah.
"cukup ma, terimakasih mama... Lala sayang mama" ucap lala sambil mengecup pipi nadia.
" Lala berangkat .... Assalamualaikum." lala pamit dan langsung menancap gas motornya.
"walaikumsalam... Hati hati kak" jawab nadia.
" jangan memanjakan anak anak, mereka jadi berani padaku" yamka berucap dari belakang.
" aku tidak memanjakan anak anak, aku hanya menyayangi mereka dan mendidik mereka sesuai kapasitasku. Dan aku harap... Lain kali... Tolong jangan memarahi ku di depan putriku, mas boleh menampar ku jika aku salah, tapi jangan sekali kali membentakku di depan anak anak, jika mas melakukan itu, sama halnya mas mengajarkan kekerasan pada anak anak, permisi mas" setelah berbicara panjang lebar, nadia berlalu dari hadapan yamka.
" hah... Bahkan dia sudah mulai berani membantah dan menceramahiku" gumam yamka.
Yamka masuk ke dalam kamar, di dalam kamar ada istrinya yang menyiapkan baju untuk putranya. sedangkan di atas tempat tidur ada Vega yang bermain main bersama arka. melihat om nya masuk, vega begitu ketakutan dan langsung turun dari tempat tidur. Dia mundur dan berpegangan pada handle lemari. vega menunduk dan meneteskan air mata, tidak berani bersuara bahkan untuk sekedar terisak, dia takut yamka akan memarahi bundanya lagi.
Melihat vega yang takut padanya, yamka meraih tangan keponakannya itu.
" maafkan om ya nak... Jangan takut, om tidak marah pada vega" vega tidak menjawab... Dia terus menundukkan kepala.
Setelah itu... Yamka memeluk vega sebentar dan berdiri mengambil tas serta ponselnya.
" ini ATM, pinnya tanggal lahir kamu, gunakan untuk kebutuhanmu dan anak anak juga kebutuhan rumah ini" yamka memberikan ATM pada istrinya.
Nadia menerima kartu mungil itu, lalu menyimpannya ke dalam laci.
" Terimakasih" ucap nadia tanpa mendapat balasan dari yamka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saling support sabi kali ya😉