NovelToon NovelToon
Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.

apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8:Buaya Air Bertanduk — Binatang Buas Tingkat Empat Puncak

Jantung Long Yue berdebar kencang. Makhluk ini jauh lebih besar, lebih berat, dan lebih kuat dibandingkan Ular Sisik Zamrud yang ia temui tadi. Ular itu cepat dan beracun, tapi Buaya Air ini memiliki pertahanan yang hampir tak tertembus, kekuatan fisik yang mengerikan, dan kemampuan mengendalikan elemen air yang sangat mahir. Jarak kekuatan antara dirinya dan makhluk ini ibarat jurang yang dalam. Satu pukulan ekor saja dari makhluk itu sudah cukup untuk menghancurkan tubuhnya menjadi daging cincang.

"Kalau aku bertarung, aku pasti mati. Tidak ada cara lain," batin Long Yue dengan tenang, menekan rasa takutnya. "Tapi aku tidak perlu bertarung. Tujuanku hanya mengambil Akar Sumber Air dan pergi. Aku harus gunakan kecerdikan, bukan kekuatan."

Ia kembali mengamati sekeliling dengan saksama, mencari celah, kebiasaan, atau kelemahan dari makhluk besar itu. Ia melihat bahwa Buaya Air itu sepertinya sedang tidur atau beristirahat dengan tenang di atas batu besar itu. Namun, telinga dan indranya tetap sangat tajam; sedikit saja getaran tanah atau riak air, ia akan langsung bangun dan menyerang.

Long Yue memikirkan kembali isi kitabnya, mencari teknik atau pengetahuan yang bisa ia gunakan dalam situasi ini. Ia teringat pada teknik dasar Jalur Formasi bernama Teknik Menyamarkan Aliran. Teknik ini mengajarkan cara mengatur aliran energi di dalam tubuh agar menyatu sempurna dengan energi alam di sekitarnya, sehingga keberadaan pemiliknya menjadi samar dan sulit dideteksi oleh makhluk yang indra energinya belum terlalu tinggi. Teknik ini memang dasar, tapi sangat sulit dikuasai oleh ahli biasa karena butuh keseimbangan energi yang stabil, persis seperti apa yang dimiliki Long Yue.

"Ini dia. Karena tubuhku seimbang dan energiku murni, teknik ini paling cocok untukku," pikir Long Yue dengan gembira.

Ia segera duduk sedikit lebih merendah, lalu mulai mengatur napasnya. Ia menurunkan seluruh energi di dalam tubuhnya, membuatnya diam, tenang, dan tidak memancarkan getaran apa pun. Perlahan, ia menyelaraskan ritme aliran energinya dengan ritme energi yang ada di sekitar danau itu. Lambat laun, batas antara dirinya dan alam sekitarnya perlahan menghilang. Jika ada orang yang lewat, mereka akan merasa ada sesuatu di sana, tapi sulit untuk menunjuk keberadaan Long Yue secara pasti.

Setelah merasa cukup yakin, Long Yue mulai bergerak maju selangkah demi selangkah. Kakinya mendarat sangat pelan, seolah melayang di atas tanah, tidak menimbulkan sedikit pun getaran. Ia berjalan menyusuri pinggiran danau, semakin dekat dengan kumpulan Akar Sumber Air yang tumbuh lebat sekitar lima puluh langkah dari tempat Buaya Air itu beristirahat.

Jarak lima puluh langkah itu terasa seperti perjalanan seumur hidup bagi Long Yue. Setiap langkah penuh kewaspadaan. Matanya terus mengawasi makhluk besar di tengah danau itu, tangannya berkeringat dingin, dan jantungnya berdetak sangat pelan agar tidak terdengar. Namun, berkat teknik penyamaran itu, Buaya Air itu tidak bereaksi sama sekali. Ia masih diam, tenang, hanya sesekali menghembuskan napas panjang yang menimbulkan riak air besar.

Akhirnya, Long Yue sampai di lokasi tanaman itu. Ia berjongkok perlahan, tangannya bergerak secepat kilat namun tetap lembut. Ia tidak mengambil semuanya, hanya memilih akar yang paling besar, paling tua, dan paling kaya energi. Ia mengambil sepuluh batang Akar Sumber Air, jumlah yang cukup untuk keperluannya menyuling ramuan, lalu segera mundur perlahan ke belakang, kembali menjauhi pinggiran danau tanpa menimbulkan kecurigaan apa pun.

Baru setelah ia berada cukup jauh, di balik bukit kecil yang aman, Long Yue akhirnya menghela napas panjang yang tertahan. Kakinya terasa lemas sekali, dan baju di punggungnya basah kuyup oleh keringat dingin. Namun, di wajahnya terpancar kebahagiaan yang luar biasa. Ia berhasil! Ia berhasil mengambil bahan yang ia butuhkan dari bawah hidung makhluk yang jauh lebih kuat darinya, tanpa bertarung setetes darah pun.

"Ini adalah kemenangan yang sesungguhnya," gumamnya bangga. "Menggunakan akal dan pengetahuan untuk mendapatkan apa yang diinginkan tanpa mempertaruhkan nyawa secara sia-sia. Inilah inti dari ketiga keahlian ini."

Sekarang, semua bahan sudah lengkap: Rumput Roh Tujuh Warna, Akar Sumber Air, dan bahan-bahan pendamping lainnya. Long Yue tidak mau menunda lagi. Ia harus segera menemukan tempat yang aman dan cocok untuk melakukan penyulingan.

Ia berjalan agak jauh dari lokasi danau itu, masuk kembali ke dalam hutan yang lebih rapat, dan menemukan sebuah gua kering kecil yang tersembunyi di balik tumpukan batu besar. Tempat ini cukup dalam, terlindung dari angin, dan memiliki konsentrasi energi alam yang cukup baik, meski tidak setinggi di danau.

Setelah memastikan tidak ada bahaya di sekitarnya, Long Yue mulai menyiapkan segala keperluan penyulingan. Dari bawaannya, ia mengeluarkan sebuah wadah tembikar tua sederhana yang ia temukan di gua pertama dulu, dan sebuah tungku kecil buatan kasar yang ia buat sendiri menggunakan teknik penempaan dasar.

Ia meletakkan wadah tembikar itu di tengah, lalu memasukkan air murni yang ia ambil dari danau tadi sebagai dasar. Satu per satu bahan dimasukkan dengan urutan yang sangat tepat sesuai petunjuk kitab: pertama Akar Sumber Air, lalu Daun Penenang Hati, Bunga Embun Pagi, dan terakhir, sebagai bahan utama, kelima helai Rumput Roh Tujuh Warna yang bersinar indah itu.

Setelah semua bahan masuk, Long Yue mulai menyalakan api di bawah wadah itu. Namun, ini bukan api biasa. Ia menggunakan teknik pengendalian api dari Jalur Alkemis, mengubah energi alam di sekitarnya menjadi nyala api yang lembut, stabil, dan panasnya merata. Ia tidak membiarkan api itu membakar liar; ia mengendalikannya dengan pikiran dan tenaganya, menjaga suhu tetap konstan di tingkat yang tepat.

Proses penyulingan dimulai. Ini adalah proses yang memakan waktu lama dan sangat menguras tenaga serta konsentrasi. Selama berjam-jam, Long Yue duduk bersila di depan tungku, matanya terpejam separuh, tangannya terus-menerus membentuk pola-pola tangan yang rumit, mengirimkan energi murni ke dalam wadah untuk membantu proses pemurnian dan pencampuran.

Di dalam wadah tembikar itu, perubahan ajaib terjadi. Air perlahan berubah warna, menjadi bening lalu berwarna-warni mengikuti warna Rumput Roh Tujuh Warna. Akar dan daun-daun itu perlahan melebur, melepaskan seluruh esensi dan energinya, lalu menyatu menjadi satu kesatuan cairan yang kental dan berkilau indah. Aroma yang sangat harum, manis, dan memabukkan perlahan naik ke udara, menyebar ke seluruh penjuru gua, membuat udara di dalamnya menjadi penuh energi murni.

Saat fajar mulai menyingsing di luar, setelah semalaman penuh bekerja, proses itu akhirnya selesai.

Long Yue membuka matanya yang sedikit merah karena lelah namun berbinar puas. Ia perlahan memadamkan api, lalu mengangkat tutup wadah tembikar itu. Di dalamnya, terdapat sepuluh butir ramuan berukuran sebesar kacang hijau, berbentuk bulat sempurna, berwarna-warni indah persis seperti tanaman asalnya, dan memancarkan cahaya lembut seolah ada bintang kecil di dalamnya. Aroma yang keluar semakin kuat, membuat orang yang menciumnya saja merasa tubuhnya ringan dan segar.

1
Nanik S
💪💪💪💪🙏
Nanik S
Berhasil Long Yu
Nanik S
Bisakah Long Yu menundukkan api ungu
mengejar cahaya
kan namanya juga tanaman langka tanaman itu udah nyerap enrgi alam selama ribuan tahun y jelas lah pasti banyak binatang yang tertarik ya kan.
Nanik S
Setiap tanaman langka pasti ada penghuninya
Nanik S
oky💪💪💪
Nanik S
👍👍👍👍👍
Nanik S
Coba menyuling Ramuan ya
Nanik S
shiiip👍👍
Nanik S
Binatang apa yang menjaga Tanaman Rumput Roh
Nanik S
Cuuuuuuuust
Nanik S
Semakin menarik
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Menarik
Nanik S
Hadir
Nanik S
Awal yang cukup menarik
Deevy Tresiyana
💪👍mantap Thor cerita nya lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!