NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Telepon

Luis menggelengkan kepalanya pelan, sebuah senyuman pahit muncul di bibirnya. "Haah... benar-benar gila. Uang sebanyak itu dengan mudahnya dihabiskan dalam hitungan detik. Benar-benar dunia yang digerakkan oleh uang."

​Meskipun merasa berat, Luis tetap membeli fitur tersebut.

Ia tidak ingin Kenzo mati di sini, setidaknya tidak malam ini. Ia ingin Kenzo merasakan penderitaan panjang di rumah sakit dan melihat bagaimana kekuasaan orang tuanya mulai retak sedikit demi sedikit.

​Ia menekan nomor darurat rumah sakit terdekat. Saat telepon tersambung, suara Luis yang terdengar di seberang sana berubah menjadi suara pria dewasa yang berat, parau, dan bergetar, seolah-olah ia adalah seorang saksi yang panik.

​"Halo... ada orang yang sekarat di jalan setapak gudang tua sektor B. Cepat... darahnya sangat banyak, dia sepertinya hampir mati!"

​Setelah memberikan detail lokasi dengan sangat jelas, Luis langsung mematikan sambungan. Sistem secara otomatis menghapus catatan panggilan tersebut dari udara, seolah-olah sinyal itu tidak pernah ada.

​Sebelum pulang, Luis berhenti di sebuah keran air umum di dekat taman kota yang sepi. Ia membersihkan percikan darah yang menempel di jaket hitamnya dan mencuci tangannya hingga bersih.

Saat itulah ia menyadari ada rasa perih di rusuk kirinya. Ia membuka jaket dan melihat ada lebam biru yang cukup besar di sana.

Rupanya, perlawanan panik Kenzo tadi sempat mendaratkan tendangan yang lumayan keras.

​Luis merapikan pakaiannya, memastikan tidak ada bau amis darah yang menyengat, lalu berjalan pulang menuju rumahnya.

​Begitu ia melangkah masuk melewati pintu depan, suasana hangat rumah menyambutnya. Namun, ibunya yang sedang menyapu di ruang tamu langsung menghentikan kegiatannya. Hidungnya mengendus udara dengan curiga.

​"Luis? Kau baru pulang?" Ibunya mendekat, wajahnya tampak khawatir. "Kenapa baumu... aneh? Seperti bau besi?"

​"Ah, itu... tadi ada kecelakaan kecil di bengkel teman, Bu. Aku membantunya mengangkat besi-besi tua yang berkarat," jawab Luis dengan tenang, tanpa keraguan sedikit pun dalam suaranya.

​"Lalu kenapa jalanmu agak miring begitu?" tanya Ayahnya yang muncul dari arah dapur.

​"Hanya terbentur ujung meja di sekolah tadi, Yah. Tidak apa-apa."

​Luis segera berpamitan masuk ke kamar sebelum kecurigaan mereka semakin dalam. Ia mengunci pintu, lalu melemparkan jaketnya ke tumpukan baju kotor. Ia duduk di tepi tempat tidur dan memanggil sistemnya sekali lagi.

​"Uangnya... bagaimana cara mengambilnya?" batin Luis.

​Seketika, di atas tempat tidurnya, partikel-partikel cahaya biru berkumpul dan memadat.

Lembar demi lembar uang pecahan seratus ribu rupiah muncul begitu saja dari udara kosong. Tumpukan uang itu terlihat nyata, berbau kertas baru, dan memiliki nomor seri yang sah.

​Luis menatap tumpukan uang senilai tujuh puluh juta rupiah (sisa setelah biaya sistem) yang ada di depannya. Di kamar kecilnya yang sederhana, uang itu terlihat sangat mencolok.

​"Tanpa rekening, tanpa jejak pajak, tanpa bisa dilacak," Luis mengusap permukaan uang itu. Matanya berkilat. "Kali ini, aku punya cukup modal untuk memulai pembersihan yang lebih besar. Kenzo hanyalah pembuka."

​Ia menyimpan uang itu di bawah papan lantai yang longgar di bawah tempat tidurnya. Luis berbaring, menatap langit-langit kamar. Lebam di rusuknya terasa berdenyut, namun rasa puas di hatinya jauh lebih besar.

"Uang benar-benar hampir dapat membeli segalanya."

1
Maul
duit duit duit 🤑💸💵💴💶💰💳
Aisha Miftah khaira
suhu🥶
Maul: /Frown//Grievance/
total 1 replies
Maul
Bunuh/Speechless/
Maul
pantau dulu
Maul
( ̄へ  ̄ 凸
Äï
loh kok 70? bkn nya hadiahnya 50?
Maul: kan di Bab 7 ada tambahan bonus 50 juta lagi kak. di pakai 30, Sisanya 70🙏🙏 terima kasih koreksinya🙏🙏🙏
total 1 replies
BaekTae Byun
bukannya udh di cash in trs 20 jt kasih rio ya
Maul: Hehe, Udah di revisi. terima kasih sudah membantu👍🙏/Smile/
total 1 replies
Maul
Karya pertama ☝
Maul
duidddddd 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!