NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 8 Kalung

"Apa mau kamu sebenarnya, Alex? Apa kau sudah lupa? Kau yang memberiku surat cerai! Dan sekarang kau berkata bahwa aku mau membuang lima tahun pernikahan kita begitu saja? Sebenarnya, apa yang ada di pikiranmu?"

Alex berhenti dan mengacak-acak rambutnya. "Ini semua terasa lucu, aku heran bagaimana bisa kamu langsung memanfaatkan begitu ada kesempatan!"

Mulutku terbuka, aku berkedip karena bingung. Sungguh, aku tak menduga ternyata Alex bisa juga memainkan peran 'playing victim'. "Aku tahu apa yang kamu coba lakukan, Alex," aku menunjuk Alex dengan kesal, tidak percaya bahwa aku pernah mencintai pria itu. "Kamu sudah tertangkap basah! Aku menyadari bahwa kamu ingin menceraikan aku karena Claudia, kan? Dan sekarang, kamu berusaha melemparkan semua kesalahan itu padaku. Seolah-olah hanya akulah yang bersalah!"

"Untuk yang kesekian kalinya, aku benar-benar tak tahu jika Claudia sudah kembali ke kota ini. Dan ku katakan padamu, semua ini tak ada sangkut pautnya dengan Claudia."

"Aku tidak percaya, Alex!" Aku berteriak padanya. "Kamu selalu menginginkan Claudia, kan? Dia sudah kembali, sekarang kamu bisa memilikinya kembali!"

"Olivia, aku sudah berkali-kali bilang, aku tidak menginginkan Claudia. Yang aku inginkan selalu kamu," katanya, suaranya penuh dengan rasa frustrasi. "Kamu tidak bisa melupakan satu kesalahan saja? Itu semua sudah berlalu, tapi kamu tidak pernah bisa melupakannya."

Bagaimana bisa Alex berharap aku bisa melupakan semua itu? Bagaimana bisa dia mengharapkan aku melupakan bagaimana sakitnya hatiku ketika dia menyebut nama kekasihnya ketika berhubungan sek denganku?

"Alex, hal itu terjadi dua kali! Sudah jelas bahwa kamu masih mencintainya!"

Alex menarik napas dalam-dalam. "Itu terjadi empat tahun lalu. Dan itu semua tidak berarti apa-apa." gumannya, aku menggelengkan kepala.

"Aku bukanlah wanita yang kau inginkan. Dan sekarang, kamu hanya ingin bebas dariku." ucapku, ada rasa pilu yang mencubit hatiku ketika aku mengucapkan kata-kata itu.

Alex adalah lelaki yang baik. Namun, ketegangan di antara kami selama pernikahan ini terasa jelas. Dia sepertinya sangat peduli padaku tapi aku tidak merasakan dia mencintaiku. Dia hanya menikahi aku karena keuntungan saja.

Hatinya milik seseorang. Orang yang sama yang menyebabkan Alex memutuskan untuk meninggalkan aku. Sebagian dari diriku senang ketika mengetahui dia terluka karena aku setuju untuk menandatangani berkas perceraian itu tetapi, meskipun aku setuju untuk tetap bersamanya, itu tak akan pernah merubah fakta bahwa dia mencintai wanita lain.

Alex tidak berkata apa-apa lagi. Kami hanya saling menatap satu sama lain selama beberapa sesaat dalam kebisuan sebelum akhirnya Alex beranjak pergi menuju tangga.

"Bisakah aku minta surat cerai nya sekarang? Aku hanya ingin menandatanganinya secepatnya. Jadi kamu bisa melakukan apapun yang kamu inginkan tanpa perlu lagi berbohong padaku." Aku berkata sambil mengekor di belakangnya.

Alex tidak menjawab, dia terus berjalan, dan sebentar kemudian kami sudah berada di kamar. "Mana berkasnya?" tanyaku lagi, saat aku menutup pintu di belakang kami.

"Aku tidak akan memberimu berkas perceraian itu." ucapnya kemudian, kedua alisku bertaut karena heran. Ada apa dengan Alex, mengapa tiba-tiba saja dia tidak mau bercerai.

"Ap...apa?" tanyaku heran, suaraku terdengar bingung.

"Sudahlah, bersihkan dulu makeup mu dan ganti baju. Lalu turunlah untuk sarapan." ucap Alex, dia mengabaikan pertanyaanku.

Aku sebenarnya juga lelah dan aku juga tidak ingin berdebat lebih lanjut dengan Alex. Maka tanpa bicara lagi, aku segera masuk ke kamar mandi untuk mandi.

***

Beberapa minggu berlalu, dan aku masih belum juga menandatangani berkas perceraian itu. Alex dan aku juga masih tinggal bersama tapi kami tidur di kamar yang terpisah.

Bahkan, meskipun dia tidak menginginkan aku menandatangani berkas perceraian itu, tetapi tanda tangannya sudah tertera di atas kertas itu. Mengingat hal itu, membuat aku merasa sangat kesal.

Kenyataan bahwa dia bisa berpikir seperti itu tentang pernikahan kami membuat aku menyerah untuk mempertahankan pernikahan kami. Rasanya seperti menunggu bom waktu yang akan meledak. Semua itu hanya masalah waktu saja sebelum pernikahan ini benar-benar kandas.

Dering telepon menyadarkan aku dari lamunanku dan aku kembali pada kenyataan. Ternyata itu adalah pengingat waktu tentang janji makan siang bersama orang tuaku beberapa hari lalu.

Sejak dulu, aku selalu meluangkan waktu untuk makan siang bersama keluargaku di rumah mereka. Aku menutup telpon lalu berdiri di depan tempat tidur, bersiap untuk pergi.

Alex tidak ada di sana. Dia sudah pergi sejak tadi untuk menghadiri meeting. Jadi, selain para pekerja di rumah itu, aku sendirian di rumah itu.

Aku mandi dengan tergesa-gesa dan berpakaian dengan cepat lalu buru-buru menuruni tangga menuju ke mobil. Sopir pribadiku menawarkan diri untuk mengantarku ke rumah orang tuaku, namun aku menolaknya dan berkeras untuk pergi sendiri.

Setengah jam kemudian, aku sudah berada di rumah orangtuaku. Sebenarnya, aku tidak memiliki hubungan yang baik dengan kedua orangtuaku. Mereka selalu saja memaksakan kehendak mereka padaku dan hal itulah yang membuat hubungan kami menjadi renggang selama bertahun-tahun ini.

Tetapi aku selalu berusaha memperbaiki hubunganku dengan mereka. Salah satu alasan mengapa aku menerima undangan mereka untuk makan siang adalah juga karena alasan tersebut.

Aku keluar dari mobil dan ibuku menyambut kedatanganku dari dalam rumah. Dia pasti sudah mendengar suara mobilku. "Hai dear, kamu sudah datang," ucapnya dengan senyum yang lebar.

"Hai mom," aku membalas, berjalan menghampirinya. Ayahku muncul di belakang ibuku dan kami bertukar pelukan sebelum masuk rumah.

Meja makan telah siap sejak tadi dan kami hanya tinggal melangkah ke sana. Adik- adikku, Sarah dan Dennis, sudah menunggu di meja makan sejak tadi.

Aku menarik napas lega saat melihat mereka. Setidaknya, ada mereka di sana sehingga acara makan siang bersama ini tidak terlalu membosankan. Selama makan siang, banyak obrolan yang bergulir di antara kami, namun aku sebisa mungkin selalu menghindar pertanyaan seputar masalah yang menyangkut pernikahanku.

Aku tidak ingin mereka tahu bahwa aku sebentar lagi akan bercerai dengan Alex. Tidak sekarang.

Namun semuanya berubah saat ibuku membawa handphonenya ke hadapanku dan dengan marah memperlihatkan padaku sebuah postingan di media sosial.

Dadaku sesak saat membaca berita utama yang tertera di sana; "Sang Billionaire Alexander Stone, Tertangkap Kamera Saat Bersama Mantan Kekasihnya, Claudia; Mungkinkah Cinta Lama Bersemi Kembali?"

Mataku tertuju pada artikel tersebut. Mereka bahkan menyebutkan fakta tentang ketidak hadiranku pada pesta dansa Alex. Juga ada photo yang menampilkan kebersamaan Alex dan Claudia. Mereka tertawa bersama.

Bola mataku membesar saat mataku menangkap kalung yang ada di leher Claudia. Itu kalung yang sama yang ada di pelelangan waktu itu. Jadi benar dugaanku.

Alex,.... Awas kamu!

1
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nessa
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nessa
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!