Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Raisa Ingin Menaklukkan Arsa
Arsa baru saja memarkirkan motor nya di parkiran Kampus Bintang Angkasa.
Kedatangan nya tak luput dari mata mata yang menatap kagum pada nya.
Meski Arsa hanya memakai kaos putih dan celana jins biru dengan sepatu berwarna putih sangat sederhana namun terlihat berbeda karena apa yang di pakai nya bukan merek biasa.
Arsa berjalan menelusuri lorong kampus menuju gedung teknik industri,
" Raisa, liat tuh, bukan nya itu Arsa, maba yang biasa di ikutin si cewe itu, siapa nama nya Aurelia." Ucap Lea pada Raisa, mereka juga sedang berjalan bersama menuju gedung teknik industri.
" Kemana gadis itu, Tumben enggak nempel in Arsa." Ucap Lea melebih lebihkan, fakta nya Arsa lah yang selalu menempel pada Aurelia.
" Sudah biarkan saja, lo suka banget deh ngomongin orang." Ucap Raisa
" Bukan ngomongin juga si Ris, gue cuma lihat fakta nya aja kok, by the way dia ada di jurusan kita, jangan bilang sekarang dia juga mau ngambil mata kuliah pak Efendi lagi."
Ucap Lea tak berhenti mengoceh.
" Kaya nya lo bener, tuh dia masuk ke dalam kelas." Jawab Raisa, mereka masih berjalan di belakang Arsa, Raisa melihat ke sekitaran kampus sejak mereka berjalan di belakang Arsa, banyak sekali mata mahasiswi lain yang kagum melihat Arsa, kalau ia bisa berjalan bersama Arsa pasti banyak mata juga yang menatap nya kagum.
Arsa memasuki kelas, di dalam kelas sudah banyak mahasiswa yang datang, baik mahasiswa semester satu atau pun mahasiswa tingkat di atas nya yang mengulang mata kuliah, termasuk Raisa dan Lea yang mengambil kembali mata kuliah Pak Efendi.
Arsa duduk di bangku tengah yang tak ada siapa pun di sekitar nya, dia tak ingin di ganggu siapa pun.
Raisa dan Lea memasuki kelas juga, mata Lea mencari sosok Arsa dan ia langsung menemukannya karena Arsa sangat menonjol disana.
" Raisa liat, Arsa duduk di sana, ayo kita dekati, siapa tau lo bisa deket sama dia." Lea menarik tangan Raisa agar mengikutinya, lalu Lea menyuruh Raisa duduk di sebelah Arsa dan dia pun duduk di sebelah Raisa.
Entah mengapa Lea ingin sekali men comblang kan Raisa dengan Arsa, ia berfikir Raisa dan Arsa sangat cocok.
" Hai Arsa ." Sapa Raisa dan Lea bersamaan.
Arsa menengok dan hanya mengangguk dengan ekspresi datar nya.
" Boleh kita duduk sini?" Tanya Raisa basa basi.
" Udah duduk kan." Jawab Arsa dingin, seandai nya mereka benar benar meminta ijin, tidak mungkin mereka duduk lebih dulu dan baru meminta ijin kemudian.
Raisa menggaruk kepala nya yang tak gatal, "dingin sekali gumam nya."
" Hei Arsa, di mana gadis yang selalu bersama lo, siapa nama nya Aurelia, dia pacar lo kan?" Lea sengaja bertanya untuk memastikan status Arsa dan juga Aurelia.
"Dia bukan pacar gue." Jawab Arsa.
" Dia istri gue." Lanjut Arda, yang membuat Raisa dan Lea menganga seketika.
" Wah, cara penolakan nya memang sedikit berlebihan ya." Ucap Lea, dia berfikir Arsa tak serius, itu hanya metode nya menolak halus kepada setiap wanita yang mendekati nya, Raisa pun berfikir sama, tanpa mereka sadari kalau Arsa berkata jujur.
Tak berapa lama Pak Efendi memasuki kelas dan perkuliahan pun di mulai.
Sepanjang kelas Arsa belajar dengan sungguh sungguh, wajah nya pun terlihat sangat serius, ia selalu teringat pesan Aurel agar serius belajar untuk masa depan mereka, Dan sepanjang kelas Raisa selalu memandangi Arsa, gadis itu sungguh takjub ada manusia seperti Arsa, selain itu ia pun selalu kepikiran, di mana sosok Arsa yang ceria seperti saat ia melihat Arsa bersama Aurelia, namun ia bisa menjadi sedingin ini ketika tak bersama Aurelia.
Raisa menyadari ada sesuatu yang tidak biasa antara Aurelia dan Arsa, justru itu yang membuat nya tertantang untuk menaklukan Arsa, alangkah bahagia nya kalau ia yang ada di posisi Aurel.
Sementara itu, Aurel baru saja sampai di parkiran kampus sekitar jam 10 pagi, kebetulan di jam segitu banyak mahasiswa yang telah keluar dari kelas dan nongkrong di sekitaran kampus, melihat Aurel melepas helem dan merapihkan rambut nya membuat lelaki dan perempuan memandang nya kagum.
" Wiiiih, di kampus kita ada bidadari ternyata." Ucap salah satu mahasiswa yang tak berkedip menatap Aurel.
" Siapa tuh, gue kira cowo naik motor gede, ternyata cewek." Ucap yang lain nya.
Saat Aurel hendak berjalan menuju kelas nya, suara seseorang menghentikan langkahnya.
" Aurel ..." Aurel menengok, di sana ada Awan, Jojo, Sean dan juga yoga yang sedang berjalan kearah nya.
Aurelia diam hanya melihat keempat lelaki itu berjalan ke arah nya.
" Hai cantik." Jojo melambaikan tangan nya.
Aurel hanya tersenyum menanggapi Jojo.
" Kenalin temen temen gue Rel, ini Sean dan ini Yoga." Ucap Awan menunjuk Sean dan juga Yoga bergantian.
" Hai Kak." Aurel hanya bersikap biasa.
" Lo mau ke kelas? Ambil jurusan apa?" Tanya Awan
" Iya, jurusan manajemen bisnis." Jawab Aurel to the point, ia ingin segera pergi dari sana.
" Berarti lo satu gedung dong sama gue dan jojo, ayo kita antar." Ucap Sean bersemangat.
" Tapi gue " Aurel baru saja akan menolak, namun Monti tiba tiba saja datang membantu nya.
" Lo udah di sini Rel, ayo kita ke kelas." Ucap Monti mendorong bahu Aurel dari belakang.
" Maaf Kakak kakak, kelas kami sebentar lagi di mulai, kami duluan." Ucap Monti dengan hormat, Aurel merasa lega saat Monti datang, ia pun merasa lega.
" Thanks ya Mon." Ucap Aurel
" Santai bu ketu, kalau lo di godain orang dan sampai Bos tau, bisa bahaya nantinya." Ucap Monti, Aurel malah tertawa mendengar ucapan Monti.
Sebenarnya tadi Monti, sedang bersama Agra, Sam dan juga ian di sekitaran sana, saat Aurel datang dan di hampir oleh para kating nya,
Mereka sempat melihat nya.
" Eh lihat tuh bu ketu" ian menunjuk Aurel yang baru saja turun dari motor.
" Kemana si Bos?" Tanya Sam
" Dia ada kelas pagi." Ucap Agra
" Eh liat tuh, para kating kaya nya sedang menggoda bu ketu tuh." Tunjuk Sam.
" Arsa harus tau ni, kalau bini nya di godain orang." Ucap Monti
" Mon, lo ada kelas bareng Aurel kan, samperin sana." Ucap Agra singkat.
Monti masih diam di tempat nya mencerna omongan Agra.
" Astaga, lo kok jadi ketularan Sam gini deh, maksud Arga tuh lo kesana, bawa bu ketu buat masuk kelas, biar mereka enggak nge godain bu ketu, begitu translate dari omongan Agra." Ucap ian panjang lebar.
" Oh,, oke." Setelah mendengar ucapan ian, Monti pun langsung bergerak ketempat Aurel dan para kating itu berada.
Sementara itu Agra, Sam dan juga ian menunggu Arsa dan para kekasih nya di Kantin, setelah ini mereka sudah tidak ada kelas lagi, kecuali Agra, satu jam lagi ia ada kelas.
Tak berapa Lama, Amel, Senna dan juga Arum sudah sampai di kantin, mereka mencari cari keberadaan para cowok.
Semangat 💪💪