NovelToon NovelToon
UNLOVED: Ariel & [Y/N]

UNLOVED: Ariel & [Y/N]

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:759
Nilai: 5
Nama Author: mondᓀ‸ᓂ

​[y/n] adalah seorang gadis yang hidup dalam topeng sempurna. Baginya, dunia adalah panggung sandiwara di mana senyumnya, ketenangannya, bahkan tatapan matanya hanyalah kepalsuan yang disusun rapi tanpa celah. Namun, benteng yang ia bangun bertahun-tahun mendadak retak saat ia menginjakkan kaki di sekolah barunya.

​Seorang pemuda bernama Ariel—si berandal jenius yang ugal-ugalan namun memiliki insting tajam—menjadi satu-satunya orang yang mampu melihat di balik topeng tersebut. Di saat semua orang tertipu oleh keramahan [y/n], Ariel justru menantangnya untuk jujur.

​Akankah hidup [y/n] berubah setelah rahasianya mulai terkelupas satu per satu? Mengapa ia begitu terobsesi dengan kepalsuan? Dan rahasia gelap apa yang sebenarnya ia sembunyikan di balik helai rambut birunya? Temukan jawabannya dalam perjalanan penuh rima, luka, dan perlindungan yang tak terduga...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mondᓀ‸ᓂ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

:**: "capek kan... "

[y/n] memberanikan diri mendongak, menatap langsung wajah Ariel yang berada sangat dekat di depannya. Untuk pertama kalinya, [y/n] melihat detail wajah cowok itu dengan sangat jelas di bawah sinar matahari pagi.

Ada bekas luka kecil yang belum kering di sudut bibirnya—sisa perkelahian kemarin. Matanya hitam pekat, dalam, dan terlihat sangat lelah, seolah menyimpan beban seluruh dunia di sana.

Tapi di balik semua luka dan aura gelapnya, [y/n] tidak bisa memungkiri kalau Ariel sangat tampan. Garis rahangnya tegas, hidungnya mancung, dan ada sisi rapuh yang tersembunyi di balik wajah kasarnya itu.

Ariel mendengus sinis, matanya melirik uang itu lalu kembali ke mata cokelat [y/n].

"Kerja part-time?" tanya Ariel dengan nada meremehkan. "Emangnya ada tempat kerja yang mau nerima anak sekolah yang tangannya penuh luka goresan kaca kayak lu? Yang tiap pagi harus mikir gimana caranya biar nggak dibunuh sama emaknya sendiri?"

"Riel, jaga mulut lu!" bentak [y/n] dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

"Gua nggak ngasihanin lu, [y/n]," Ariel melangkah maju satu tindak lagi, membuat [y/n] terpaksa mundur sampai punggungnya menempel pada pagar pembatas.

Ariel merebut uang itu dengan kasar, tapi bukannya memasukkannya ke dompet, dia malah meremasnya dan menjejalkannya kembali ke dalam saku jaket [y/n].

"Gua cuma bayar biaya 'tiket nonton' karena semalem gua liat drama yang bagus banget di rumah lu," ucap Ariel ketus. Tapi meskipun omongannya pedas, matanya nggak bisa bohong.

Ada secercah rasa sakit yang sama yang terpancar di sana.

"Denger ya, anak baru. Di sini nggak ada yang peduli lu sesedih apa. Jadi mending lu ambil uang itu, beli makan, dan jangan pingsan di kelas karena laper. Itu lebih menjijikkan daripada akting ceria lu."

[y/n] mengepalkan tangannya kuat-kuat di dalam saku jaket varsity-nya, tepat di atas uang seratus ribu yang baru saja dijejalkan Ariel kembali. Kuku-kukunya menekan telapak tangan, mencoba mencari rasa sakit fisik untuk mengalihkan rasa sesak di dadanya yang mulai tak terbendung.

"Emang gua semenyedihkan itu?...." tanya [y/n] lirih. Suaranya pecah, hampir tertelan deru angin. Dia tidak sanggup lagi menatap wajah tampan namun dingin milik Ariel.

Pandangannya jatuh ke sepatunya sendiri yang sudah agak kusam, menatap debu-debu di sana seolah itu adalah harga dirinya sekarang.

"Gua udah berusaha sebisa mungkin buat kelihatan normal di sekolah ini, Riel. Gua nggak mau orang-orang mandang gua sebagai 'anak pecandu' atau 'anak buangan'. Tapi kenapa... kenapa lu malah dateng dan ngerusak semuanya?"

Setetes air mata jatuh ke aspal rooftop.

[y/n] terisak pelan, bahunya yang kecil naik-turun menahan emosi yang meluap.

Ariel terdiam. Dia yang tadinya berdiri tegak dengan aura mengintimidasi, tiba-tiba merasa dadanya dihantam sesuatu yang sangat keras.

Dia tidak bermaksud menghina [y/n], tapi dia memang tidak tahu cara bicara yang lembut. Baginya, kenyataan adalah kenyataan, sepahit apa pun itu.

Ariel membuang muka, menatap langit Jakarta yang mendung. Dia mengembuskan napas kasar melalui hidungnya.

"Lu nggak menyedihkan," gumam Ariel. Suaranya tidak lagi ketus, ada nada rendah yang terdengar seperti pengakuan dosa. "Yang menyedihkan itu dunia tempat kita tinggal. Dunianya yang brengsek karena kasih kita orang tua kayak mereka."

Ariel kemudian melangkah satu tindak lagi, berdiri tepat di samping [y/n] sehingga bahu mereka hampir bersentuhan. Dia tidak memeluk, tidak juga menyentuh, tapi kehadirannya terasa seperti benteng yang kokoh.

"Denger, [y/n]. Gua nggak mandang lu rendah karena apa yang gua liat semalem," Ariel bicara sambil tetap menatap lurus ke depan. "Gua cuma... gua cuma benci liat orang yang punya luka yang sama kayak gua, tapi masih maksa buat senyum seolah dunianya baik-baik aja. Lu nggak perlu akting di depan gua......lu Capek, kan"

[y/n] makin terisak. Kalimat "lu Capek, kan?" dari Ariel adalah kata-kata yang paling ingin dia dengar seumur hidupnya, tapi tidak pernah ada yang mengucapkannya. Bahkan ibunya sendiri tidak pernah peduli seberapa lelah [y/n] menopang hidup mereka berdua.

Ariel melirik ke arah pergelangan tangan [y/n] yang berdarah kecil karena luka kaca tadi malam yang belum dibersihkan dengan benar. Dia mengulurkan tangannya, ragu-ragu sejenak, lalu menarik lembut lengan jaket [y/n].

"Sakit, kan" tanya Ariel pelan, matanya menatap luka itu.​

1
MR Rizki
Lanjut tor 😆
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: 🍀🦈🦈🤭 makasih, iya nanti gw lanjut
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
SEMANGAAAAT ATHOOOR/Determined/
Manusia Ikan 🫪: 😹baguslah
total 4 replies
Caramel23
shuri like ini kan 😍😍
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: yoi 😂😂
total 3 replies
MR Rizki
lanjut tor, semangat 💪/Smile/
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: makasih 🤭😖
total 1 replies
kertaslusuh
Meski Ariel ketus, tpi benerr
kertaslusuh
kasian y/n, keknya generasi roti ya, thorr??
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: bayangin kalau lu y/n deh , nanti bakal... ekhem.. ekhem.. sama ariel🤭
total 3 replies
kertaslusuh
wkwkkw🤣
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎
wahahahahahah tidak ada larangan nge like karya buatan sendiri 🤭🙂
MR Rizki
Ditunggu kelanjutannya tor, semangat
꯱hׁׅυꭈׁׅꪱ ☘︎: thanks yank emuachhh 😘🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!