NovelToon NovelToon
Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.

apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Melawan Binatang Buas Tingkat Tiga(lanjutan)

Tubuh besar binatang itu melesat lewat di samping Long Yue, angin yang ditimbulkannya cukup kuat untuk mengibaskan pakaiannya. Babi hutan itu menghantam sebatang pohon besar di belakang tempat ia berdiri tadi. Dengan bunyi keras, batang pohon setebal dua pelukan itu patah seketika dan tumbang ke tanah.

Binatang itu berbalik dengan cepat, matanya semakin menyala merah karena marah karena serangannya meleset. Ia tidak menyangka makhluk kecil yang terlihat lemah itu memiliki gerakan secepat dan selincah itu.

"Keras kepala, tenaga besar, tapi kurang cerdas," bisik Long Yue sambil menarik pedang tuanya dari sarungnya. Bilah pedang itu sudah kusam dan tumpul, tidak tajam lagi, tapi itu tidak menjadi masalah baginya saat ini.

Sambil tetap menjaga jarak aman, Long Yue mulai bergerak mengelilingi binatang itu. Ia mengamati setiap gerakan, ritme napas, dan pola pergerakan energi di tubuh musuhnya. Berkat pengetahuannya tentang dasar Jalur Formasi, ia bisa melihat bahwa energi di tubuh Babi Hutan Berduri itu berputar secara kacau, hanya terpusat di kepala dan kaki saat menyerang, sementara bagian lain tubuhnya justru menjadi kosong dan lemah.

"Energi dia banyak, tapi jalurnya berantakan. Dia hanya mengandalkan kekuatan alamiah dan insting, tidak tahu cara mengatur tenaganya sendiri," pikir Long Yue sambil menyusun rencana di kepalanya. "Kalau begitu, aku akan memancingnya terus menerus sampai dia kehabisan tenaga, lalu aku serang titik lemahnya."

Ia sengaja melambatkan sedikit gerakannya, seolah-olah sudah mulai lelah dan kehabisan tenaga. Babi hutan itu memangsa umpan itu. Ia menggeram marah, lalu menyerang lagi dengan kecepatan yang lebih tinggi. Kali ini, saat ia hampir menabrak Long Yue, pemuda itu melompat ke atas, menendang punggung binatang itu sebagai tumpuan, lalu melompat jauh ke belakang.

Babi hutan itu berputar kaget, mencoba menggigit atau menusuk dengan tanduknya, tapi Long Yue sudah berada di luar jangkauannya. Gerakan berulang ini terjadi berulang kali selama hampir satu jam. Babi Hutan Berduri itu terus menyerang dengan kekuatan penuh setiap kali, menghantam pohon, tanah, dan batu, sementara Long Yue hanya bergerak mengelak, kadang memberikan goresan kecil dengan pedangnya yang tidak berarti apa-apa bagi kulit tebal binatang itu.

Namun, perlahan tapi pasti, napas binatang buas itu mulai memburu dan berat. Keringat bercampur lendir keluar dari pori-porinya, dan aliran energi di tubuhnya semakin lemah dan kacau. Menggunakan kekuatan besar secara terus-menerus tanpa kendali yang baik sangat menguras tenaga, bahkan bagi binatang buas tingkat tinggi sekalipun. Di sisi lain, Long Yue masih terlihat tenang. Berkat teknik penyerapan dan sirkulasi energi yang benar, ia terus-menerus mengisi kembali tenaga yang terpakai dari udara sekitar, dan setiap gerakannya dihitung agar tidak membuang sedikit pun energi yang tidak perlu.

Waktu yang tepat akhirnya tiba.

Saat Babi Hutan Berduri itu sekali lagi menundukkan kepala dan berlari menyerang dengan sisa tenaga terakhirnya, Long Yue tidak lagi mundur atau mengelak ke samping. Ia justru berlari mendekat ke arahnya, matanya menatap tajam ke arah dada bagian bawah binatang itu — satu-satunya bagian yang tidak tertutup bulu tebal dan lapisan kulit keras.

Saat jarak tinggal tiga langkah, Long Yue tiba-tiba mengubah arah lari, meluncur rendah di dekat tanah tepat di bawah perut binatang itu. Di saat yang sama, ia mengalirkan hampir seluruh energi yang ada di dalam tubuhnya masuk ke bilah pedang tuanya. Berdasarkan teknik dasar Jalur Penempaan yang baru saja ia pelajari, ia tidak sekadar memasukkan energi, melainkan membentuknya menjadi pola tajam berbentuk segitiga kecil di ujung bilah pedang itu.

Teknik Penusuk Energi: Pola Segitiga Tajam.

Teknik ini adalah teknik paling dasar dalam penempaan dan penggunaan senjata, namun sangat ampuh. Pola segitiga memusatkan seluruh kekuatan ke satu titik kecil, menembus dengan tekanan yang luar biasa besar, persis seperti jarum yang bisa menembus kertas tebal dengan mudah karena tekanannya terpusat.

"Dor!"

Suara daging yang tertusuk terdengar jelas. Pedang tua yang biasanya bahkan tidak bisa melukai kulit kerbau, kini menembus masuk ke dalam tubuh Babi Hutan Berduri itu sepanjang sepertiga bilahnya, tepat di bagian perut yang lunak.

Binatang itu menderu panjang kesakitan, tubuhnya mengejang hebat, darah merah segar memancut keluar deras membasahi tangan dan lengan Long Yue. Rasa sakit yang luar biasa membuatnya mengamuk, berguling-guling di tanah, menghantamkan tubuhnya ke mana saja, berusaha menghancurkan apa saja yang ada di dekatnya.

Long Yue dengan cepat melepaskan gagang pedangnya dan melompat menjauh, menjaga jarak aman. Ia tahu meski terluka parah, binatang buas masih sangat berbahaya saat dalam keadaan mengamuk. Ia berdiri tegak, napasnya sedikit memburu karena hampir menghabiskan seluruh tenaganya, namun matanya tetap tenang mengamati.

Perlahan tapi pasti, gerakan binatang itu semakin lemah. Darah yang keluar terus mengalir tak terhentikan, melemahkannya dengan cepat. Napasnya menjadi pendek dan berat, hingga akhirnya tubuh besarnya bergetar hebat sekali, lalu tergeletak diam di atas tumpukan dedaunan basah. Cahaya merah di matanya padam, dan hawa buas yang tadinya menekan suasana perlahan menghilang.

Binatang Buas Tingkat Tiga — Babi Hutan Berduri, kini sudah mati di tangan Long Yue, seorang pemuda yang baru berlatih kurang dari dua hari dan dianggap sampah oleh klannya sendiri.

Long Yue menghela napas panjang, merasakan kelegaan dan kebanggaan yang luar biasa mengaliri dadanya. Ia berhasil. Ia berhasil mengalahkan musuh yang jauh lebih kuat dan lebih tinggi tingkatannya hanya dengan mengandalkan pengetahuan, teknik, dan strategi yang ia dapatkan dari kitab warisan itu.

Ia berjalan mendekati bangkai binatang itu, lalu mengeluarkan pedangnya yang masih tertancap di perut binatang itu. Darah yang menempel ia bersihkan di rumput. Saat ia hendak berbalik pergi, matanya tertuju pada sesuatu yang berkilau samar di dekat luka tusukan itu.

Ia berjongkok dan mengeluarkan benda itu. Itu adalah sebutir biji berwarna merah kecokelatan, sebesar ibu jari tangan, berkilau lembut dan memancarkan energi yang kental namun murni.

Inti Binatang Buas Tingkat Tiga.

Menurut penjelasan di kitab, setiap binatang buas dari Tingkat Tiga ke atas akan membentuk inti energi di dalam tubuhnya setelah menyerap dan memadatkan energi alam selama bertahun-tahun. Inti ini adalah bagian paling berharga dari tubuh binatang itu. Bagi ahli kultivasi, inti ini bisa digunakan sebagai bahan baku ramuan, bahan penempaan senjata, atau dimurnikan dan diserap langsung untuk menaikkan tingkat kekuatan dengan cepat.

Long Yue memegang inti itu di tangannya, merasakan kehangatan dan energi yang mengalir masuk ke kulitnya. Senyum tipis terukir di bibirnya.

"Ini baru permulaan," ucapnya pelan sambil memasukkan inti itu ke dalam kantong kulit kecil yang ia bawa. "Binatang Tingkat Tiga sudah kalah. Selanjutnya, Tingkat Empat, Lima, sampai aku mencapai puncak, dan kembali ke Klan Long untuk membuktikan semuanya."

Setelah mengambil inti itu dan memotong sepotong daging bersih untuk bekal makan, Long Yue kembali melangkah masuk lebih dalam ke hutan. Pertarungan pertamanya melawan binatang buas tingkat tinggi telah memberinya pengalaman berharga dan kepercayaan diri yang kokoh. Ia semakin yakin bahwa jalan yang ia pilih adalah jalan yang benar, dan Kitab Tiga Keahlian Kultivasi adalah kunci yang akan membawanya ke puncak dunia.

Di dalam hatinya, tekadnya semakin membara. Perjalanan masih panjang, bahaya masih mengintai di setiap sudut, tapi tidak ada lagi yang bisa menghentikan langkah Long Yue. Ia adalah pewaris satu-satunya jalan Kaisar Tiga Keahlian, dan namanya perlahan mulai tercatat dalam sejarah yang akan ia tulis sendiri, darah, keringat, dan kekuatan yang ia bangun dari nol.

1
Nanik S
💪💪💪💪🙏
Nanik S
Berhasil Long Yu
Nanik S
Bisakah Long Yu menundukkan api ungu
mengejar cahaya
kan namanya juga tanaman langka tanaman itu udah nyerap enrgi alam selama ribuan tahun y jelas lah pasti banyak binatang yang tertarik ya kan.
Nanik S
Setiap tanaman langka pasti ada penghuninya
Nanik S
oky💪💪💪
Nanik S
👍👍👍👍👍
Nanik S
Coba menyuling Ramuan ya
Nanik S
shiiip👍👍
Nanik S
Binatang apa yang menjaga Tanaman Rumput Roh
Nanik S
Cuuuuuuuust
Nanik S
Semakin menarik
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Menarik
Nanik S
Hadir
Nanik S
Awal yang cukup menarik
Deevy Tresiyana
💪👍mantap Thor cerita nya lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!