NovelToon NovelToon
Ketulusan Yang Nyata

Ketulusan Yang Nyata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:202
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.

_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meet Freya's Family

Lampu-lampu kristal di langit-langit mansion megah milik Kakek Alan Rodriguez di Upper East Side, New York, memantulkan cahaya kuning keemasan yang hangat, namun atmosfer di dalam ruangan itu terasa begitu tebal oleh antisipasi. Malam ini bukan sekadar jamuan makan malam biasa; ini adalah penentuan masa depan dua jiwa yang terjebak di antara tradisi lama dan perasaan yang membara.

Pablo berdiri di depan pintu mahoni ganda yang menjulang tinggi, merapikan setelan jas custom-made berwarna biru gelapnya.

 Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Padahal, ia adalah pria yang biasa menghadapi negosiasi bisnis bernilai miliaran dolar, namun menghadapi keluarga Rodriguez adalah tantangan yang berbeda. Di dalam sana, ada Freya—wanita yang bukan hanya menjadi tunangan karena kontrak bisnis, tapi juga wanita yang telah mencuri seluruh dunianya.Pintu terbuka, menyingkap kemegahan interior bergaya Victoria yang dipadukan dengan sentuhan modern.

Kakek Alan, sang patriark keluarga Rodriguez, duduk di kursi kebesarannya di ujung meja makan panjang yang terbuat dari kayu jati pilihan. Di sisi kiri dan kanannya, orang tua Freya, Joice dan Anne, duduk dengan ekspresi wajah yang sulit dibaca.

"Selamat malam, Kakek Alan, Tuan dan Nyonya Rodriguez," sapa Pablo dengan nada suara yang rendah namun penuh hormat.

Tatapan Pablo langsung tertuju pada sosok yang duduk di sebelah Anne. Freya. Gadis itu mengenakan gaun sutra berwarna merah marun yang kontras dengan kulit porselennya. Mata mereka bertemu sejenak, dengan bibir yang tersenyum.

"Duduklah, Pablo," suara Kakek Alan menggelegar, namun tidak kasar. "Kami sudah menunggumu. New York tidak pernah ramah pada mereka yang terlambat."

Makan malam dimulai dengan dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen halus. Percakapan awal berkisar pada fluktuasi pasar saham dan perkembangan properti di Manhattan, sebuah basa-basi wajib bagi keluarga sekaliber mereka. Namun, semua orang tahu itu hanyalah "pemanasan".

Setelah hidangan utama disingkirkan dan anggur merah dituangkan ke gelas-gelas kristal, Kakek Alan berdeham. Keheningan langsung menyelimuti ruangan.

"Keluarga kita telah membicarakan tentang perjodohan ini beberapa tahun yang lalu" Kakek alan mulai berbicara.

"Setelah kakekmu meninggal kurasa aku perlu tahu bagaimana tanggapanmu dan aku juga ingin tahu tentang putramu yang tersembunyi pablo. Aku juga ingin tahu apakah kau akan melanjutkan perjodohan ini?"

Joice, ayah Freya, menyambung, "Kami perlu kepastian, Pablo. Pernikahan ini bukan hanya soal menyatukan dua nama besar. Ini soal stabilitas, dan soal cinta juga penjagaan. Apakah kau bisa mencintai putriku atau masih terikat dengan masa lalu."

Pablo meletakkan gelasnya. Ia melirik Freya, yang tampak menggenggam serbetnya dengan erat di bawah meja.

"Kakek Alan, Tuan Joice saya tidak akan berpura-pura bahwa ini bukan hanya soal bisnis atau persahabatan keluarga" Pablo mulai berbicara dengan tenang. "Masa lalu saya sudah selesai tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal ini dan saya janji akan menjaga Freya dan mencintainya dengan tulus" ucap Pablo bersungguh-sungguh.

Pablo menatap freya "Saya mencintai putri anda Tuan Joice" dia meraih tangan freya yang berada dibawah dan menggenggam tangannya.

"Saya berada di sini malam ini bukan untuk membahas bagaimana cara membatalkannya, melainkan untuk meminta izin Anda semua agar kami bisa mempercepat prosesnya."

Mereka semua terkejut mendengar pernyataan Pablo karena bagi mereka terlalu cepat bisa mencintai seseorang tapi ya who knows cinta datang secara tiba-tiba.

Ruangan itu menjadi sangat sunyi. Anne, ibu Freya, menutup mulutnya dengan tangan, tampak tersentuh oleh keberanian Pablo.

Freya memberanikan diri untuk angkat bicara.

"Kakek, Daddy, Mommy," suara Freya terdengar jernih. "Apa yang dikatakan Pablo benar. Kami saling mencintai. Kami ingin melangkah ke jenjang berikutnya dengan restu penuh dari kalian."

Kakek alan menyandarkan punggungnya ke kursi, dia menatap cucu dan calon menantunya secara seksama.

Kemudian menoleh ke arah Joice dan Anne. Mereka saling bertukar pandang. Anne mengangguk pelan, memberikan sinyal persetujuan seorang ibu yang ingin melihat anaknya bahagia. Joice, meski masih dengan wajah seriusnya, akhirnya menghela napas panjang.

"Jika itu memang keinginan kalian berdua," kata Joice akhirnya, "maka kami tidak punya alasan untuk menunda. Namun, Pablo, ingatlah satu hal: di keluarga Rodriguez, kesetiaan adalah segalanya."

Kakek Alan kemudian mengangkat gelas anggurnya. "Baiklah. Jika memang kalian berdua sudah memilih jalan ini karena keinginan hati, bukan hanya karena paksaan kami, maka biarlah malam ini menjadi saksi".

Suasana tegang yang menyelimuti mansion itu seketika mencair. Anne segera bangkit untuk memeluk Freya, sementara Joice menjabat tangan Pablo dengan erat—sebuah tanda penerimaan yang sah sebagai anggota keluarga.

Setelah makan malam usai, Pablo dan Freya menyelinap ke balkon mansion yang menghadap ke arah gemerlap lampu Central Park. Udara malam New York yang dingin terasa menyegarkan setelah ketegangan di dalam tadi.

"Kau benar-benar pria gentle Pablo. ku kira kau tidak serius denganku," bisik Freya, menyandarkan kepalanya di bahu Pablo.

Pablo merangkul pinggang Freya, menariknya lebih dekat. "Aku akan melakukan apa pun untuk memastikan kau tetap di sampingku, Freya. Aku mencintaimu dan aku tidak ingin memperlambat untuk memilikimu."

Di bawah langit New York yang tanpa bintang namun penuh cahaya kota, mereka tahu bahwa perjalanan panjang baru saja dimulai. Bukan lagi sebagai dua bidak dalam perjodohan bisnis keluarga, melainkan sebagai dua orang yang memilih untuk menulis takdir mereka sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!