NovelToon NovelToon
31 Days Of Chasing Love

31 Days Of Chasing Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: crowell

BIANCA DEALOVA, gadis tengil yang suka sekali dengan tantangan,ia menjadi pusat perhatian di SMA Karya Bakti semua murid cowok pasti mengenalinya.Hingga pada akhirnya, dia ditantang oleh teman-temannya untuk menaklukkan hati seorang siswa baru, EDGAR GRISSHAM pemuda berwajah dingin dan misterius.

"apakah Allexa berhasil menaklukkan hati seorang pemuda dingin itu atau tidak.yuk, Kepoin kisah mereka selanjutnya!!"👋🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab delapan

Tringggg

Bel pulang sekolah SMA Karya Bakti pun berbunyi, menandakan akhir dari hari belajar yang panjang. Para siswa langsung bersorak dan bergegas untuk mengumpulkan barang-barang mereka, siap untuk pulang dan beristirahat setelah seharian belajar. Suasana sekolah yang sebelumnya sunyi mulai dipenuhi dengan suara riang dan tawa siswa yang bersemangat untuk meninggalkan kelas dan memulai aktivitas lainnya di luar sekolah.

"Ca, Lo pulang sama siapa?" tanya Varsya yang sedang memakai tas.

"Sopir lah, seperti biasa," jawab Bianca.

"Mau ikut ke toko buku nggak?" tanya Victoria.

"Gak deh, gue mau keluar bareng Nyokap," tolak Varsya.

"Gue istirahat deh, mau cari tahu tentang incaran gue," ujar Bianca sambil mengoleskan minyak bibir.

"Gue ikut, Vi," ujar Almira.

"Yah, udah kalo gitu kita langsung pergi yuk, takutnya perpustakaan nya tutup," ujar Victoria sambil melihat jam tangan.

Keempatnya berjalan keluar dari dalam kelas, Bianca gadis itu celengak-celenguk mencari seseorang yang lebih dulu keluar kelas.

"Kenapa?" tanya Victoria menatap aneh Bianca.

"Edgar dimana yah?" tanya Bianca

"Oh, iya cowok gue tercinta juga tadi izin keluar lebih dulu, katanya tunggu di parkiran," ujar Varsya sambil tersenyum.

"Kalo lo cowok ada, pasti si Edgar juga ada dong," ujar Almira dengan nada menggoda.

"Benar juga lo, nggak sia-sia gue temenan sama lo," ujar Bianca dengan senyum puas.

"Nah, itu sopir gue, Al yuk bye kita langsung yuk, yah," ujar Victoria sambil melambaikan tangan ke arah sopir yang sudah menunggu di depan gerbang.

Almira mengangguk, "Oke, kita pamit, sampai nanti!"

Victoria dan Almira bergegas menuju sopir, sementara Bianca dan Varsya masih mencari Edgar di sekitar parkiran.

"Nah, itu Abang gue, bang!!" panggil Varsya, melambaikan tangan ke arah Velix.

"Lo samperin mereka, kayaknya gak ada tuh si Edgar, lagi dikit sopir gue jemput, bye," ujar Bianca hanya melihat Velix, Samudra, dan Kelvin saja di dekat parkiran.

"Hmm, iya kayaknya, yah udah bye," ujar Varsya sambil melambaikan tangan ke arah Bianca.

Varsya berlari menuju Velix, sementara Bianca memandang sekeliling sekali lagi, berharap Edgar muncul. Namun, tidak ada tanda-tanda keberadaan Edgar. Bianca akhirnya memutuskan untuk menunggu sopir nya di depan gerbang.

"Sayang," panggil Kelvin, mencoba membujuk Varsya untuk bersamanya.

"Sini kamu bareng sama aku," ujar Kelvin, langsung mendapatkan tatapan mata tajam dari Velix.

"Gak ada hari ini, lo pulang sama gue," kata Velix tegas, membuat Kelvin menatapnya kesal.

"Adek lo pacar gue, Lix," ujar Kelvin, kesal karena Velix tidak mengerti.

"Terserah gue, dia adek gue, kembaran gue suka-suka gue," balas Velix, tidak mau kalah.

Varsya mencoba melerai, "Kenapa kalian hobi sekali berantam, bang? Aku mau pulang bareng sama Kelvin, bang, untuk hari ini aja."

Velix langsung menolak, "Gak, gak boleh! Tadi pagi udah sama ini monyet, sekarang pulang bareng lagi?"

Samudra yang sedari tadi menonton mereka berdebat ikut campur, "Var, makanya cariin tuh abang lo pacar."

"Nanti aku atur sama Almira, yah, bang."Jawab Varsya malah mengatur Velix sama Almaira

"Gak, gue gak seganteng si Jungkook, Jungkook itu." ujar Velix menolak dengan alasan yang unik

"Yah, udah diam aja, kalo gak mau jangan rusak kebahagiaan adek lo."ujar Samudra

Varsya mencoba membujuk Kelvin lagi, "Hu'um, ayok pulang, sayang."

"Tunggu, yah, sayang. Edgar masih di dalam lagi ngomongin hal penting sama bapak kita."jawab Kelvin bapak kita yang dimaksudkan adalah bapak kepala sekolah.

Varsya bertanya dengan nada bisikan, "Oke, sayang, kamu ada nomor Edgar gak?"

Kelvin menyipitkan matanya, curiga, "Gak buat aku, tapi buat teman ku," ujar Varsya cepat-cepat, takut Kelvin salah paham.

"Teman kamu, Bianca?" tanya Kelvin, penasaran.

Varsya tidak menjawab, tapi Kelvin melanjutkan, "Gak usah bilang dia, Edgar gak akan tertarik."

Tiba-tiba, Velix berbicara sedikit berteriak dengan komentar yang membuat Varsya kaget, "Yah, tebakan gue gak pernah salah."

Varsya terkejut, "Abang!!" teriaknya karena kaget akibat kelakuan Velix yang tiba-tiba.

"Cabut!" Edgar datang dengan wajah dinginnya, membuat suasana sedikit tegang. Pemuda itu muncul begitu saja, seperti jalangkung.

"Dancok!!" Samudra kaget, terkejut dengan kedatangan Edgar yang tiba-tiba.

"Jangan banyak ngelamun," ujar Edgar sambil menaiki motornya, memberikan perintah singkat namun tegas.

Mereka semua juga ikut menaiki motor mereka, siap untuk berangkat. Namun, saat akan menghidupkan mesin motor mereka, Bianca berlari ke arah mereka dengan terengah-engah.

"Woyy!!" teriak Bianca, membuat Varsya menoleh dengan cepat.

Hos napas Bianca terengah-engah karena berlari, dan dia terlihat seperti dikejar oleh sesuatu. "Numpang dong," ujar Bianca dengan napas yang masih terengah-engah.

"Sopir gue mogok mobilnya, terus dompet gue ketinggalan di tas Victoria," jelas Bianca, memberikan alasan mengapa dia membutuhkan tumpangan.

Samudra langsung menolak, "Aduh, Bi, gue gak bisa bonceng." Rencananya setelah pulang sekolah adalah langsung memperbaiki motornya.

Velix kemudian memberikan usul, "Kalo gitu lo bareng ama Edgar aja, Bi." Velix tersenyum lebar, sepertinya dia memegang sengaja supaya Edgar mau menggonceng Bianca

Edgar langsung memotong dengan jawaban dingin , "Naik." Tidak ada pilihan lain, sepertinya.

Samudra, Kelvin, dan Velix terlihat syok dengan apa yang apa yang baru saja mereka dengar,dan hampir jantungan

Bianca ragu, "N-naik?" tanyanya, tidak yakin dengan jawaban Edgar.

Dia memandang Edgar dengan mata yang penuh keraguan, seolah-olah menunggu jawaban yang lebih manusiawi. Namun, Edgar tampak kesal

"Naik, kalo gak ngerti loncat aja."ketus Edgar tanpa memperhatikan Bianca

Varsya memberikan dukungan, "Udah, naik aja, ca." Bianca melangkahkan kakinya mendekat, tapi masih berdiri mematung, menatap wajah Edgar dengan penuh keraguan.

"Kenapa lagi?" tanya Samudra, menatap Bianca dengan ekspresi bingung.

Velix ikut campur, "Gak bisa naik itu bos, bantuin kek." Dia tersenyum nakal, seolah-olah mencoblang kan kedua nya

Edgar menatap wajah Bianca sambil mendengus kesal, lalu mengulurkan tangannya agar Bianca bisa naik.

Tapi Bianca masih ragu, "Rok gue kependekan," ujarnya, memandang ke arah roknya yang memang agak pendek. Edgar menggelengkan kepala

"CK," dan kemudian membuka jaketnya, memberikan jaket itu untuk menutupi paha Bianca.

Bianca menerima jaket itu dengan senyum malu, "Makasih, " ujarnya, sambil mengenakan jaket Edgar.

Dengan jaket itu, Bianca merasa lebih nyaman untuk naik motor bersama Edgar. Dia naik ke motor, dan Edgar langsung menghidupkan mesin motornya, siap untuk berangkat.

Bianca mengangguk, dan mereka berdua pun berangkat, meninggalkan teman-teman mereka yang masih menghidupkan mesin motor mereka

"Pegang di ujung baju gue," ujar Edgar, sambil memandang ke arah depan memandang Bianca dari kaca spion dengan mata yang tajam. Bianca menatap balik, wajahnya tengil dan nakal.

"ha,apa I Love?"Bianca gadis ini memang sengaja "I love you to "ujar Bianca

"gue bilang Pegang di ujung baju gue"kini Nada Edgar agak berteriak

"Kenapa di baju ,gak di pinggang aja gitu?" ujar Bianca, sambil mengangkat alisnya dan mencoba mengatur posisi jaket yang diberikan Edgar.

Edgar langsung mengancam, "Lo mau gue turunin!" dengan nada yang tegas dan mata yang menyipit.

Bianca tidak gentar, "Mau, tapi di depan rumah Lo," jawabnya dengan senyum nakal yang membuat Edgar semakin kesal.

"Cewek gila," gumam Edgar, sambil menggoyangkan kepala.

"Iya, gila karena Lo," balas Bianca, sambil menempelkan tubuhnya lebih dekat ke Edgar, membuat Edgar hampir jantungan

Edgar menggertak gigi, "Lo ...," tapi tidak selesai karena Bianca memotong dengan tertawa kecil.

Motor mereka melaju kencang, sementara Bianca menikmati sensasi kecepatan dan berada dekat dengan Edgar, meskipun Edgar tampak tidak nyaman dengan kedekatan mereka.

1
Dewi Payang
Pasri Bianca ini, bikin Edgar pusing 7 keliling😅
Dewi Payang
Siapa itu Ailiy? pacar atau adik edgar?
Dasyah🤍: tunangan Edgar kak
total 1 replies
drpiupou
wkwk ikutan juga dia
Iqueena
Tiati Edgar, nanti kalau Bianca berhenti gangguin kamu, ujung2nya kamu yang gangguin dia, jangan dingin2 lah 😌
sjulerjn29
siapa yang dateng bianca kah? masih misteri sih kurasa itu cowo deh cuma habis krimbat jadi belum diiket rambutnya🤭
Afriyeni Official
yg kayak gitu mukanya tebal 100 inci /Facepalm/
Afriyeni Official
ada lagi yg beginian. kenapa dalam setiap kehidupan biang kerok tak pernah hilang /Sleep/
༺𝑨𝒕𝒉𝒆𝒏𝒂_𝟐𝟓༻
mgkn dg bhsa kucing si Bianca ngrt bang😂😂😂
༺𝑨𝒕𝒉𝒆𝒏𝒂_𝟐𝟓༻
Enggak, aku pgn selalu deket dg mu bang, mlh klo bs aku tempelin kek perangko😂😂😂😂
Ceyra Heelshire
taruhannya segini mana mau nolak dia
Drezzlle
Hayo mamahmu nangis Bianca, jangan sampai nyakiti, nanti hidupmu jadi nggak berjalan dengan baik
Alyanceyoumee
itu cemburu woy
Alyanceyoumee
waduh aksara... 🫣
@dadan_kusuma89
Jangan begitu Bianca, apapun kesalahannya, dan mungkin telah membuatmu sakit hati, Beliau adalah Ibumu yang tetap harus kamu hormati. Jangan pernah membentaknya!
Nurul An-nisa
Anak IPS pindah ke IPA, jomplang banget sih. mereka keren kalo bisa ngikutin dg cepat
Nurul An-nisa
Nah lo
Sarifah Aini
Edgar tuh kayak lagi jaga jarak, padahal Wilona pengen dia lebih deket sama keluarganya 😔
Muffin🧚🏻‍♀️
Aku jadi kasian sama biancaaa. Peejuangannya pasti susah sih kalau edgar gam bisa lupa sm masalalunya
Anyelir
anak perempuan selalu jadi tuan putri bagi ayahnya. Irinyaaa
Afriyeni Official
iyaa iya,, enggak enggak. padahal dalam hati iya mauuuuu
Dasyah🤍: benar banget kak, Bianca sengaja ngak mau 🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!