NovelToon NovelToon
Ibu Susu untuk Putra CEO

Ibu Susu untuk Putra CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Pengasuh
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: aera_yong

Di malam persalinannya, Aisha diusir oleh suami dan mertuanya yang kejam setelah bayinya dinyatakan meninggal. Luntang-lantung di tengah hujan dengan dada yang sesak karena terus memproduksi ASI, Aisha pingsan di jalanan.

Di sisi lain, Adrian—seorang CEO dingin—sedang frustrasi karena bayinya yang baru lahir kritis dan menolak semua susu formula.

Takdir mempertemukan mereka. Saat bayi Adrian didekap oleh Aisha, sang bayi langsung tenang dan mau menyusu. Adrian akhirnya mempekerjakan Aisha sebagai ibu susu rahasia lewat kontrak ketat. Namun, seiring berjalannya waktu, Aisha mulai menyadari sebuah rahasia kelam: bayi yang ia susui memiliki ikatan batin yang sangat kuat, mirip dengan darah dagingnya sendiri yang hilang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tatapan Dingin Sang CEO

Jantung Aisha berdegup kencang bak ditabuh bertalu-talu. Jemarinya yang memegang ponsel gemetar hebat hingga layarnya hampir saja terlepas dari genggaman. Pesan ancaman dari Taufik terasa seperti hantu yang mendadak bangkit dari kubur, siap menariknya kembali ke dalam neraka yang baru saja ia tinggali.

"Nak Aisha? Kamu kenapa? Wajahmu mendadak pucat sekali," tanya Bi Asih cemas, memperhatikan perubahan drastis pada raut wajah wanita muda itu.

Aisha buru-buru membalikkan layar ponselnya ke bawah, mencoba tersenyum meski bibirnya terasa kaku. "T-tidak apa-apa, Bi. Hanya... tiba-kira kepala saya agak pusing. Mungkin karena kurang tidur."

Bi Asih menatapnya dengan pandangan menyelidik yang lembut, namun tidak ingin mendesak lebih jauh. "Ya sudah, kalau begitu setelah makan langsung istirahat, ya. Biar Bibi yang jaga Den Kael di sini."

Aisha hanya mengangguk pelan. Namun, nafsu makannya telah menguap sepenuhnya. Rasa takut kini merayap di setiap sudut pikirannya. Bagaimana bisa Taufik tahu ia berada di daerah ini? Apa yang sebenarnya diinginkan pria kejam itu darinya setelah membuangnya seperti sampah?

---

Di sisi lain mansion, di dalam ruang kerja utamanya yang megah, Adrian tidak sedang bekerja. Pria itu menyandarkan punggung tegapnya pada kursi kulit hitam, matanya menatap tajam ke arah jajaran monitor besar di dinding yang menampilkan rekaman CCTV dari berbagai sudut rumah.

Salah satu layar monitor menampilkan sudut kamar paviliun belakang secara langsung.

Adrian memperhatikan setiap gerak-gerik Aisha lewat kamera pengawas tersebut. Ia melihat saat Aisha mendadak panik setelah membaca sesuatu di ponselnya, melihat bagaimana sendok di tangan wanita itu bergetar, dan bagaimana wajahnya mendadak seputih kertas.

Adrian menyipitkan mata, mengetukkan telunjuknya di atas meja dengan ritme yang lambat dan penuh intimidasi. Sejak awal, ia tidak pernah mempercayai siapa pun dengan mudah, terutama wanita asing yang muncul entah dari mana di malam kritis anaknya.

"Wanita ini... apa yang sedang dia sembunyikan?" bisik Adrian dengan suara baritonnya yang rendah dan dingin.

Adrian menekan tombol interkom di mejanya. "Hendra, masuk ke ruanganku sekarang."

Beberapa detik kemudian, tangan kanan sekaligus kepala pengawal pribadi Adrian, Hendra, masuk dengan langkah tegap dan menunduk hormat. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan Adrian?"

"Perketat penjagaan di paviliun belakang. Jangan biarkan Aisha menerima tamu atau paket apa pun tanpa pemeriksaan dari tim keamanan," perintah Adrian tanpa mengalihkan pandangannya dari layar monitor.

"Baik, Tuan. Apakah ada indikasi mencurigakan dari Nona Aisha?"

Adrian mengembuskan napas pendek, rahangnya mengeras. "Dia menyembunyikan sesuatu. Tadi aku melihat reaksinya ketakutan setelah menerima pesan di ponselnya. Periksa lalu lintas jaringan nomor telepon yang kita berikan padanya. Aku ingin tahu siapa yang menghubunginya hari ini."

"Dimengerti, Tuan. Saya akan segera berkoordinasi dengan tim IT." Hendra membungkuk hormat lalu mundur teratur dari ruangan.

Adrian kembali menatap layar yang menampilkan Aisha yang kini sedang duduk di tepi ranjang, memeluk lututnya sendiri dengan pandangan kosong dan rapuh. Ada rasa tidak nyaman yang aneh yang menggelitik hati Adrian. Ia membenci rahasia, dan ia membenci fakta bahwa wanita yang memegang kendali atas nyawa putranya saat ini mungkin saja membawa bahaya ke dalam rumahnya.

---

Malam harinya, giliran Aisha yang harus mengantarkan Kael kembali ke gedung utama untuk jadwal pemeriksaan rutin oleh dokter anak. Dengan langkah ragu, Aisha menggendong Kael yang terbungkus selimut wol lembut, berjalan menyusuri koridor kaca.

Saat memasuki ruang tengah gedung utama, ia melihat Adrian sedang berdiri di dekat tangga besar, mengenakan kemeja kasual hitam yang membuat auranya semakin terlihat dominan dan tak tersentuh.

Aisha refleks menghentikan langkahnya, menundukkan kepala dalam-dalam. "Selamat malam, Tuan Adrian."

Adrian tidak menjawab. Ia melangkah mendekati Aisha. Sepatu kulitnya berketukan pelan di atas lantai marmer, menciptakan gema yang membuat bulu kuduk Aisha berdiri. Adrian berhenti tepat di depan Aisha, membuat jarak di antara mereka begitu dekat hingga Aisha bisa mencium aroma parfum maskulin bercampur kayu cendana yang mahal dari tubuh sang CEO.

Adrian mengulurkan tangannya, bukan untuk menyentuh Aisha, melainkan untuk merapikan sedikit selimut Kael yang menutupi wajah bayinya. Namun, mata elang Adrian menatap lurus ke dalam manik mata Aisha yang bergetar penuh ketakutan.

"Ingat poin pertama di kontrak kita, Aisha," ucap Adrian, suaranya pelan namun terdengar seperti bisikan malaikat maut di telinga Aisha. "Jangan pernah membawa masalah pribatimu ke dalam rumah ini. Jika sampai ada satu hal saja yang mengusik ketenangan putraku... aku tidak akan segan-segan menyingkirkanmu dengan caraku sendiri."

Aisha membeku. Tatapan dingin Adrian terasa seolah-olah pria itu bisa membaca isi kepalanya yang sedang ketakutan karena ancaman Taufik. Tanpa bisa menahan diri, Aisha meremas baju bayi Kael lebih erat, menyadari bahwa di rumah mewah ini, ia berada di antara dua pilihan yang sama-sama mengerikan: masa lalu yang kejam, atau sang CEO yang tidak memiliki belas kasihan.

---

Bersambung

1
Sumining 123
luar BB biasa
Aera_yong
Wah gays terimakasih udah baca karya aku yang ini ya gays udah nembus 3k hehheeh😍😍🥳🥳
Sumining 123
lanjutkan cerita nya menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!