NovelToon NovelToon
SISTEM RUSAK : DUNIA KULTIVASI

SISTEM RUSAK : DUNIA KULTIVASI

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Sistem
Popularitas:12.2k
Nilai: 5
Nama Author: DARK SISTEM

Chen Mo terlahir kembali di dunia kultivasi dengan sebuah sistem yang awalnya dianggap rusak dan tak berguna. Namun, seiring perjalanannya, ia menemukan bahwa sistem itu sebenarnya adalah Sistem Pemurnian Langit—warisan kuno yang bertujuan menjaga keseimbangan energi dunia.

Dengan fondasi yang disempurnakan secara unik, Chen Mo melewati berbagai tantangan: memenangkan kompetisi, masuk sekte terkuat, mengungkap rencana jahat organisasi kegelapan, hingga akhirnya memahami misi sejatinya. Ia tidak hanya berjuang untuk menjadi kuat, tapi juga mempelajari bahwa kekuatan sejati terletak pada keseimbangan, bukan penaklukan.

Cerita ini mengikuti perjalanannya dari pendatang tak dikenal hingga menjadi penjaga keseimbangan yang dihormati, melintasi alam yang lebih luas dan memegang tanggung jawab menjaga harmoni seluruh alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DARK SISTEM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7: HADANGAN DARI SEKTE PEDANG LANGIT

BAB 7: HADANGAN DARI SEKTE PEDANG LANGIT

Matahari mulai condong ke barat ketika rombongan Sekte Awan Hijau tiba di sebuah tempat istirahat di pinggir jalan pegunungan.

Tempat itu tidak lebih dari lapangan terbuka kecil dengan beberapa pohon besar dan sumur tua di tengahnya.

Pengawal Wang mengangkat tangan.

"Kita istirahat sebentar."

Para murid langsung menghela napas lega.

Berjalan seharian sambil mengawal kereta barang bukan pekerjaan yang menyenangkan.

Chen Mo segera mencari tempat teduh.

Begitu duduk di bawah pohon, ia merasa dunia menjadi jauh lebih indah.

"Akhirnya."

"Kalau dunia kultivasi punya kendaraan, hidup pasti lebih nyaman."

Lin Qingyue yang berada tidak jauh darinya hanya menggelengkan kepala.

Kadang-kadang ia benar-benar tidak mengerti cara berpikir Chen Mo.

Saat itulah suara langkah kaki terdengar dari arah jalan.

Beberapa sosok muncul dari balik tikungan.

Jumlah mereka sekitar enam orang.

Masing-masing mengenakan jubah biru muda dengan lambang pedang di dada.

Ekspresi Pengawal Wang langsung berubah.

"Sekte Pedang Langit."

Para murid Sekte Awan Hijau juga mulai waspada.

Hubungan kedua sekte tidak bisa dibilang buruk.

Namun jelas tidak akur.

Terutama di wilayah perbatasan.

Seorang pemuda berwajah lancip berjalan ke depan.

Pedang besi tergantung di pinggangnya.

Aura kultivasinya berada di Pemula Tinggi.

Jauh lebih kuat dibanding sebagian besar murid luar Sekte Awan Hijau.

Tatapannya menyapu rombongan sebelum berhenti pada kereta barang.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

"Sepertinya kalian membawa cukup banyak barang."

Pengawal Wang melangkah maju.

"Ada urusan?"

Pemuda itu tersenyum santai.

"Tentu."

"Kami hanya ingin memeriksa barang bawaan."

Semua orang tahu itu alasan yang buruk.

Pengawal Wang langsung mendengus.

"Jalan ini bukan milik Sekte Pedang Langit."

"Benar."

Pemuda itu mengangguk.

"Tapi kami tetap ingin memeriksa."

Suasana langsung menjadi tegang.

Bahkan Chen Mo yang tidak terlalu paham situasi bisa menebak apa yang sedang terjadi.

"Mereka mau merampok dengan cara sopan."

Lin Qingyue yang berdiri di sampingnya menjawab pelan.

"Kurang lebih."

"Setidaknya mereka kreatif."

Lin Qingyue memilih mengabaikannya.

Pemuda Sekte Pedang Langit itu kembali berbicara.

"Serahkan sepuluh peti."

"Dan kami akan membiarkan kalian lewat."

Pengawal Wang langsung tertawa dingin.

"Kalau aku menolak?"

Aura Pemula Tinggi meledak dari tubuh lawan.

"Kalian bisa mencoba."

Beberapa murid Sekte Pedang Langit ikut maju.

Situasi semakin buruk.

Jumlah mereka memang tidak terlalu banyak.

Namun kualitas mereka lebih tinggi.

Pengawal Wang mengepalkan tangan.

Lin Qingyue perlahan menggenggam gagang Pedang Tipis Es.

Pertarungan tampaknya tidak bisa dihindari.

Pemuda Sekte Pedang Langit tiba-tiba menunjuk Lin Qingyue.

"Kau."

"Majulah."

Tatapannya penuh percaya diri.

"Aku ingin melihat seberapa hebat murid jenius Sekte Awan Hijau."

Lin Qingyue tidak menjawab.

Ia hanya melangkah ke depan.

Pedang Tipis Es perlahan keluar dari sarungnya.

Suara gesekan logam terdengar nyaring.

Pertarungan dimulai.

Clang!

Pedang mereka bertabrakan.

Gelombang energi spiritual langsung menyebar ke segala arah.

Pemuda Sekte Pedang Langit memang sombong.

Namun kekuatannya nyata.

Serangannya cepat dan tajam.

Lin Qingyue mampu menahannya.

Tetapi tidak bisa mendapatkan keuntungan.

Sepuluh jurus berlalu.

Dua puluh jurus berlalu.

Kening Lin Qingyue mulai dipenuhi keringat tipis.

Chen Mo yang menonton dari belakang mulai khawatir.

Saat itulah layar sistem muncul.

【Analisis】

Mata Chen Mo langsung membesar.

Tulisan baru muncul.

【Titik Lemah Terdeteksi】

【Lutut Kiri】

Chen Mo berkedip.

Lalu membaca ulang.

【Lutut Kiri】

Hanya itu.

Tidak ada penjelasan.

Tidak ada alasan.

Tidak ada informasi tambahan.

Namun mengingat sistem berhasil menemukan Rumput Penyempurna Dasar, Chen Mo memutuskan untuk percaya.

Sedikit.

"Lin Qingyue!"

Gadis itu melirik sekilas.

"Lutut kirinya!"

Lin Qingyue mengernyit.

"Apa?"

"Lutut kirinya bermasalah!"

Pemuda Sekte Pedang Langit langsung tertawa.

"Omong kosong."

"Kalau begitu abaikan saja."

Chen Mo mengangkat bahu.

Pertarungan berlanjut.

Namun kali ini Lin Qingyue mulai memperhatikan gerakan lawannya.

Beberapa saat kemudian matanya sedikit menyipit.

Ada sesuatu yang aneh.

Saat bergerak ke kanan, lawannya tampak sangat lancar.

Namun saat bergerak ke kiri...

Ada jeda kecil.

Sangat kecil.

Hampir tidak terlihat.

Namun cukup bagi murid berbakat seperti dirinya.

Seketika Pedang Tipis Es berubah arah.

Serangan tajam meluncur ke bawah.

Pemuda Sekte Pedang Langit terkejut.

Ia buru-buru menghindar.

Namun karena titik tumpu berada di lutut kiri, gerakannya sedikit terlambat.

Tap!

Pedangnya terpental.

Keseimbangannya hilang.

Di depan semua orang, ia terjatuh dengan wajah lebih dulu menghantam tanah.

Bruk!

Suasana langsung sunyi.

Chen Mo berkedip.

"Itu berhasil?"

Lin Qingyue sendiri terlihat sedikit terkejut.

Pemuda Sekte Pedang Langit segera bangkit.

Wajahnya merah padam.

Bukan karena luka.

Melainkan karena malu.

"Kebetulan!"

teriaknya.

Namun sebelum ia sempat menyerang lagi, Pedang Tipis Es sudah berhenti di depan lehernya.

Tubuhnya langsung membeku.

Lin Qingyue berkata datar.

"Kalah."

Wajah pemuda itu semakin jelek.

Ia menunjuk Chen Mo dengan marah.

"Kau curang!"

Chen Mo terlihat bingung.

"Aku bahkan tidak menyentuhmu."

"Kau pasti melakukan sesuatu!"

"Aku hanya menggunakan teknik rahasia."

Semua orang menoleh.

Lin Qingyue juga menoleh.

Chen Mo segera melanjutkan.

"Teknik Analisis Logis Tingkat Tinggi."

Semua orang terdiam.

Nama teknik itu terdengar hebat.

Masalahnya, tidak seorang pun pernah mendengarnya.

Bahkan Penatua sekte mungkin belum pernah mendengarnya.

Pemuda Sekte Pedang Langit semakin marah.

"Kau mempermainkanku!"

"Tidak."

Chen Mo menggeleng.

"Lantai mempermainkanmu."

Beberapa murid Sekte Awan Hijau langsung tertawa.

Wajah lawan hampir berubah warna.

Karena pemimpinnya kalah, murid Sekte Pedang Langit lainnya juga kehilangan semangat.

Mereka akhirnya memilih mundur.

Sebelum pergi, pemuda itu menatap Chen Mo dengan tajam.

"Aku akan mengingatmu."

Chen Mo tersenyum ramah.

"Terima kasih."

Kalimat itu membuat lawannya hampir tersandung batu.

Setelah kelompok Sekte Pedang Langit menghilang, suasana kembali tenang.

Namun banyak tatapan kini tertuju pada Chen Mo.

Termasuk milik Lin Qingyue.

"Kau benar-benar melihat kelemahan itu?"

Chen Mo berpikir sejenak.

"Lucky."

Lin Qingyue memijat pelipisnya.

Jawaban itu lagi.

Namun kali ini ia tidak membantah.

Karena bahkan dirinya tidak punya penjelasan lain.

Sementara itu, jauh dari sana, pemuda Sekte Pedang Langit yang kalah mulai menceritakan kejadian tadi kepada orang-orang yang ditemuinya.

Bukan tentang Lin Qingyue.

Bukan tentang Pengawal Wang.

Melainkan tentang seorang murid aneh dari Sekte Awan Hijau.

Seorang murid yang lemah.

Tetapi entah bagaimana selalu mengetahui hal-hal yang tidak seharusnya ia ketahui.

Dan tanpa disadari Chen Mo, namanya mulai menyebar ke wilayah sekitar.

Bersamaan dengan julukan baru yang terdengar semakin sering.

"Murid Aneh Sekte Awan Hijau."

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣kenapa dia nawar bayaran misi🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waduh masalah datang lagi🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Chen Mo memang selalu di hampiri Masalah 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahahaha 🤣🤣masuk kelompok aneh
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
apakah musuh atau teman👍😀
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
misterius 🤣👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo rubah kecil gigit sepatu lagi 🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
menarik
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣kabur musuhnya
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
rubah nya sama ngeselin kayak Chen Mo 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣aku baca bab ini sampe perut sakit gara2 ketawa 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
kitab yang tidak lengkap bisa sempurna ditangan Chen Mo 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣hahahaha...Chen Mo mulut nya bikin orang kesel🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣hahahaha... definisi masih miskin🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣sang penjual kalah debat dengan Chen Mo🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayooooo murnikan🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Cheng Mo polos apa emang pura2 polos🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!