NovelToon NovelToon
Si Jenius Pasar Saham

Si Jenius Pasar Saham

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Anak Genius
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: (Rahu)l

Theo, seorang bocah jenius dengan pemahaman luar biasa tentang pasar modal, lahir di keluarga yang serba kekurangan. Kehidupannya yang sederhana berbanding terbalik dengan kecemerlangannya dalam menganalisis grafik saham dan memprediksi tren pasar. Suatu ketika, sebuah kesempatan tak terduga datang saat ia menemukan sebuah buku tua berisi strategi investasi legendaris. Dengan modal nekat dan kecerdasannya yang tak tertandingi, Theo mulai merintis jalan dari nol. Ia bertekad membuktikan bahwa kecerdasan finansial dapat mengubah nasib, bahkan bagi anak dari keluarga miskin sekalipun, dan membawa keluarganya keluar dari jurang kemiskinan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon (Rahu)l, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 9 : kecurigaan

Tak lama setelah Ibu Ratna menarik Theo kembali ke meja mereka, ekspresi salah satu pria yang tadi berbicara dengan Theo berubah. Dari kejauhan, Theo bisa melihat pria itu menggerutu dan melirik tajam ke arah mejanya. Wajahnya tampak kesal, seolah nasihat Theo yang singkat itu telah mengusik rencananya atau setidaknya membuatnya ragu. Pria yang satunya lagi hanya mengangguk singkat, namun Theo bisa merasakan aura ketidaknyamanan yang terpancar dari mereka.

Tak lama kemudian, kedua pria itu membereskan laptop mereka dan beranjak pergi meninggalkan kafe. Langkah mereka terkesan terburu-buru, seolah ingin segera menjauh dari tempat itu. Theo terus memperhatikan mereka hingga mereka menghilang di balik pintu.

Rasa penasarannya terhadap PT. Alta semakin membuncah. Informasi yang ia dapatkan dari buku ayahnya, ditambah dengan reaksi kedua pria itu, semakin menguatkan dugaannya bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Ia menoleh pada Cristal, yang juga tampak gelisah.

"Cristal," panggil Theo dengan suara berbisik, matanya masih tertuju pada arah kepergian kedua pria itu. "Aku benar-benar penasaran tentang PT. Alta. Di buku ayahku tertulis mereka sedang bangkit, tapi orang-orang itu bilang mereka akan bangkrut. Kita harus cari tahu lebih banyak."

Cristal mengangguk setuju. Ia juga merasakan hal yang sama. Kejanggalan dalam grafik saham yang ia lihat sekilas, ditambah dengan reaksi kedua pria itu, membuat naluri kritisnya terusik. "Ide bagus, Theo. Aku punya tablet di tasku. Kita bisa cari informasi terbaru tentang PT. Alta lewat internet."

Dengan sigap, Cristal mengeluarkan tabletnya dari tas. Jari-jemari mungilnya mulai menari di atas layar, mengetikkan nama perusahaan tersebut. Theo membungkuk mendekat, matanya fokus pada layar, menunggu hasil pencarian.

Ibu Ratna dan Tiara, yang sejak tadi mengamati interaksi anak-anak mereka dengan penuh perhatian, kini saling berpandangan. Mereka heran melihat kedua anak itu

...****************...

... Ibu Ratna dan Tiara, yang sejak tadi mengamati interaksi anak-anak mereka dengan penuh perhatian, kini saling berpandangan. Mereka heran melihat kedua anak itu begitu serius menatap layar tablet, seolah sedang memecahkan sebuah teka-teki penting.

"Ada apa, Theo? Cristal?" tanya Ibu Ratna lembut, mendekat ke arah mereka.

"Iya, Nak. Kalian sedang mencari apa?" timpal Tiara, rasa ingin tahunya juga terusik.

Theo dan Cristal menoleh bersamaan, mata mereka berbinar penuh semangat. "Bu, Bu Tiara," kata Theo, "Kami sedang mencari informasi tentang PT. Alta. Ternyata, perusahaan itu bergerak di bidang teknologi hijau."

"Teknologi hijau?" ulang Tiara, mengerutkan keningnya. Ia belum pernah mendengar istilah itu sebelumnya, atau mungkin pernah mendengarnya sekilas namun tidak terlalu memperhatikan.

"Iya," sambung Cristal, jarinya menunjuk ke layar tablet. "Ini adalah teknologi yang ramah lingkungan. Contohnya, mereka membuat panel surya yang lebih efisien, atau sistem daur ulang air yang canggih. Kelihatannya seperti teknologi masa depan."

Ibu Ratna mendengarkan dengan seksama. Konsep teknologi hijau terdengar menarik, namun ia juga merasakan keraguan yang sama seperti Tiara. Di zamannya, atau bahkan di masa-masa sulit yang baru saja ia lalui, konsep seperti ini masih terdengar asing dan banyak orang cenderung skeptis terhadap hal-hal yang belum terbukti atau belum umum.

"Teknologi masa depan, ya?" gumam Ibu Ratna, matanya menerawang. Ia teringat bagaimana ayahnya, Baskara, selalu memiliki pandangan jauh ke depan, seringkali melihat peluang di tempat yang orang lain tidak melihatnya. Apakah PT. Alta ini adalah salah satu visi ayahnya?

"Tapi, Bu," lanjut Cristal, "Saat ini, banyak orang yang masih skeptis dengan teknologi ini. Mereka menganggapnya terlalu mahal atau belum praktis untuk digunakan secara luas. Mungkin itu sebabnya orang-orang tadi berpikir PT. Alta akan bangkrut

...****************...

... "Tapi, Bu," lanjut Cristal, "Saat ini, banyak orang yang masih skeptis dengan teknologi ini. Mereka menganggapnya terlalu mahal atau belum praktis untuk digunakan secara luas. Mungkin itu sebabnya orang-orang tadi berpikir PT. Alta akan bangkrut. Mereka tidak melihat potensi jangka panjangnya."

Theo mengangguk setuju. "Benar! Di catatan ayahku juga tertulis kalau inovasi besar seringkali disambut dengan keraguan di awal. Tapi ayah bilang, teknologi hijau ini adalah masa depan. Bisa menyelesaikan masalah energi dan lingkungan."

Ibu Ratna dan Tiara saling pandang lagi. Mereka mulai memahami gambaran yang lebih besar. Skeptisisme pasar terhadap teknologi hijau bisa menjadi alasan mengapa ada pihak yang ingin memanfaatkan situasi untuk menjatuhkan PT. Alta. Jika pasar tidak percaya pada teknologi tersebut, maka nilai saham perusahaan akan turun, memudahkan pihak lain untuk mengambil alih atau memanipulasinya.

"Jadi," kata Tiara perlahan, "Orang-orang tadi mungkin mencoba memanfaatkan ketidakpercayaan pasar untuk merusak PT. Alta, agar mereka bisa membeli sahamnya dengan harga murah sebelum perusahaannya benar-benar bangkrut?"

"Atau bahkan sengaja membuat perusahaan itu bangkrut," tambah Theo, matanya kembali berbinar penuh tekad. "Ayahku pernah bilang, ada orang-orang yang tidak suka dengan kemajuan, terutama jika kemajuan itu mengancam bisnis lama mereka."

Kecurigaan mulai tumbuh di hati kedua ibu itu. Mereka melihat bahwa percakapan singkat di kafe tadi bukanlah sekadar obrolan orang awam tentang saham. Ini adalah petunjuk awal dari sebuah konspirasi yang lebih besar, yang mungkin melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk menghancurkan PT. Alta. Dan entah bagaimana, anak-anak mereka, dengan kecerdasan dan informasi yang tak terduga, telah menjadi orang pertama yang melihat celah dalam rencana tersebut.

...****************...

"Jadi," kata Tiara perlahan, matanya menerawang jauh, "Orang-orang tadi mungkin mencoba memanfaatkan ketidakpercayaan pasar untuk merusak PT. Alta, agar mereka bisa membeli sahamnya dengan harga murah sebelum perusahaannya benar-benar bangkrut?"

"Atau bahkan sengaja membuat perusahaan itu bangkrut," tambah Theo, matanya kembali berbinar penuh tekad. "Ayahku pernah bilang, ada orang-orang yang tidak suka dengan kemajuan, terutama jika kemajuan itu mengancam bisnis lama mereka."

Ibu Ratna dan Tiara saling pandang lagi. Mereka melihat bahwa percakapan singkat di kafe tadi bukanlah sekadar obrolan orang awam tentang saham. Ini adalah petunjuk awal dari sebuah konspirasi yang lebih besar, yang mungkin melibatkan pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk menghancurkan PT. Alta. Dan entah bagaimana, anak-anak mereka, dengan kecerdasan dan informasi yang tak terduga, telah menjadi orang pertama yang melihat celah dalam rencana tersebut.

"Tapi," lanjut Ibu Ratna, matanya kini tertuju pada Theo, "Jika memang ada yang berusaha menjatuhkan PT. Alta, kenapa mereka bisa bangkit kembali? Bukankah itu berarti ada sesuatu yang kuat di balik perusahaan itu?"

Pertanyaan Ibu Ratna menggantung di udara. Theo dan Cristal saling berpandangan, seolah pertanyaan itu juga menjadi pertanyaan besar di benak mereka. Cristal pun sama penasarannya. Ia kembali mengetikkan sesuatu di tabletnya, mencari berita atau artikel yang mungkin menjelaskan tentang kebangkitan PT. Alta.

"Di sini tertulis," kata Cristal setelah beberapa saat mencari, "bahwa PT. Alta berhasil mendapatkan investor baru yang sangat besar. Investor ini percaya pada visi teknologi hijau mereka dan memberikan suntikan dana yang signifikan. Selain itu, mereka juga berhasil mematenkan beberapa teknologi baru yang sangat inovatif."

Theo mengangguk cepat. "Iya! Di buku ayahku juga ada sedikit catatan tentang ini. Ayah bilang, PT. Alta punya tim riset dan pengembangan yang luar biasa. Mereka tidak hanya menciptakan teknologi, tapi juga strategi.

1
Tosari Agung
hati hati Rendra Theo dan anakmu yang belum tentu di pihakmu akan membuat serangan saham yang menukik 🤣🤣🤣🤣🤣
Rahul: aman, author akan membuat cerita semenarik mungkin🙏
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!