Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 7
Sejak pertengkarannya dengan Sophia beberapa hari yang lalu, Bastian menjadi semakin jarang berada di rumah keluarga Tan.
Ia tetap bekerja seperti biasa, tetapi tidak lagi menghabiskan waktunya untuk memenuhi setiap permintaan Brandon atau Marisa.
Ia lebih melimpahkan pekerjaan itu pads kakak iparnya, Arlon.
Dan pagi itu, tanpa memberi penjelasan kepada siapa pun, Bastian meninggalkan kota.
Ia hanya berpamitan pada putrinya, saat ia mengantarkan sekolah Vallen.
Mobil hitam yang dikendarainya melaju di jalan tol menuju sebuah kota yang berjarak sekitar empat jam dari tempat tinggalnya.
Tujuannya hanya satu.
Kota X.
Tempat yang selama ini menyimpan rahasia terbesar dalam hidupnya.
Selama bertahun-tahun, keluarga Tan selalu menganggap Bastian hanyalah pria biasa yang beruntung karena menikahi Sophia.
Mereka menganggap semua pencapaiannya berasal dari bantuan keluarga Tan.
Bahkan Brandon sering mengatakan bahwa tanpa keluarganya, Bastian tidak akan menjadi siapa-siapa.
Namun ada satu hal yang tidak pernah diketahui siapa pun.
Bahkan Sophia sekalipun.
Jauh sebelum ia menikah.
Jauh sebelum ia mengenal keluarga Tan.
Saat masih menjadi mahasiswa semester awal, Bastian sudah mulai merintis sebuah usaha kecil.
Berawal dari menjual produk minuman bubuk secara daring bersama sahabatnya, Gio.
Saat teman-teman kuliahnya sibuk menghabiskan waktu di kafe atau mengikuti kegiatan kampus, Bastian justru menghabiskan malamnya mempelajari pemasaran, produksi, dan manajemen bisnis.
Berkali-kali usahanya gagal.
Berkali-kali ia mengalami kerugian.
Namun ia tidak pernah menyerah.
Karena papanya selalu mendukungnya, dan terkadang papanya juga mengucurkan dana untuk usaha yang di rintis Bastian.
Tahun demi tahun berlalu.
Usaha kecil itu perlahan berkembang.
Dari sebuah gudang sewaan menjadi pabrik kecil.
Dari beberapa karyawan menjadi ratusan pekerja.
Kini perusahaan itu bergerak di bidang makanan instan dan minuman instan dengan jaringan distribusi yang terus berkembang ke berbagai daerah.
Dan yang paling penting...
Perusahaan itu sepenuhnya milik Bastian.
Meski secara resmi yang menjalankan operasional sehari-hari adalah Gio.
Mobil Bastian memasuki area pabrik menjelang siang.
Begitu turun dari kendaraan, beberapa karyawan yang mengenalnya langsung menyapa dengan hormat.
" Selamat siang, Pak Bastian."
" Selamat datang, Pak."
Bastian membalas dengan senyum ramah.
Tidak ada yang memanggilnya menantu keluarga Tan di tempat itu.
Tidak ada yang merendahkannya.
Di sana, ia dihormati karena kerja kerasnya sendiri.
Tak lama kemudian, seorang pria berusia tiga puluhan melangkah cepat menghampirinya.
" Akhirnya datang juga kamu " kata Gio.
Bastian tertawa kecil.
" Tentu aku akan datang, ini kan perusahaanku " sahut Bastian.
Keduanya langsung berjalan menuju Lift untuk menuju ke ruangan Dio yang juga termasuk ruangannya.
Gio adalah satu-satunya orang yang mengetahui seluruh perjuangan Bastian sejak awal.
Sahabat yang tetap bertahan bahkan saat usaha mereka hampir bangkrut bertahun-tahun lalu.
" Mau lihat laporan terbaru?" tanya Gio antusias.
Bastian mengangguk.
" Bagaimana perkembangan produk baru?"
Gio tersenyum lebar.
" Melampaui target."
Bastian mengangkat alis.
" Serius?"
" Penjualannya naik hampir tiga puluh persen bulan ini."
Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari terakhir, wajah Bastian terlihat benar-benar tenang.
Mereka berjalan memasuki area kantor utama.
Di sepanjang perjalanan, Gio menjelaskan berbagai perkembangan perusahaan.
Pabrik baru yang sedang dibangun.
Perluasan gudang distribusi.
Serta beberapa calon investor yang mulai tertarik bekerja sama.
Perusahaan yang dahulu hanya mimpi dua mahasiswa kini berkembang jauh lebih besar dari yang pernah mereka bayangkan.
" Ada kabar yang lebih menarik Bas "
Bastian berhenti dan melihat ke arah Gio.
" Kabar apa "
" Ada seorang pengusaha besar yang di kenal dengan pengusaha bertangan dingin, ingin berinvestasi besar di perusahaan kita " kata Gio sambil tersenyum bahagia.
Bastian mengeryitkan dahinya.
" Siapa "
" Nanti kami akan tahu, dua hari lagi dia akan ke sini, jadi sebaiknya kamu tidak kembali dulu ke ibukota, temui dia dulu, aku yakin perusahaan kita akan semakin besar "
*******
Sementara itu di kota tempat keluarga Tan berada.
Suasana kantor pusat perusahaan Brandon Tan sedang kacau.
Brandon berjalan mondar-mandir di ruang rapat dengan wajah penuh kemarahan.
" Mana Arlon?!"
Seorang manajer menundukkan kepala.
" Pak Arlon masih berusaha menghubungi pihak Surabaya, Pak."
" Di mana Bastian "
" Sekretarisnya bilang Tuan Bastian hari ini tidak masuk kerja tuan "
" Tidak kerja, tapi dia tadi berangkat ke kantor "
Asisten Brandon tak mampu menjawab ia hanya menunduk.
Brandon membanting berkas ke meja.
" Hubungi Bastian "
" Aku tak ingin Kerja sama bernilai ratusan miliar ini gagal "
Ruangan langsung sunyi.
Beberapa direksi saling berpandangan cemas.
Selama ini banyak orang mengira Arlon adalah penerus terbaik Brandon.
Namun kenyataannya berbeda.
Arlon memang pandai berbicara dan mencari muka.
Tetapi ketika menghadapi masalah besar, kemampuannya jauh dari harapan.
Proyek kerja sama dengan sebuah perusahaan besar dari Surabaya kini berada di ujung tanduk.
Negosiasi yang seharusnya selesai justru berantakan.
Dan untuk pertama kalinya, Brandon mulai merasakan dampak dari absennya seseorang yang selama ini selalu membereskan kekacauan di belakang layar.
Bastian.
Meski tidak pernah diakui, banyak keberhasilan perusahaan selama ini terjadi karena kemampuan Bastian menyelesaikan masalah yang ditinggalkan orang lain.
Namun kini pria itu tidak ada.
Teleponnya tidak aktif.
Keberadaannya tidak diketahui.
Hal itu membuat Brandon semakin murka.
" Ke mana sebenarnya dia pergi?!"
Tak seorang pun bisa menjawab.
Brandon menatap ke arah Shopia dan meminta penjelasan pada Shopia, kenapa Bastian tidak ada di kantor.
Shopia hana menunduk, tak mampu memberi penjelasan, karena dirinya memang tak tahu fi mana suaminya sekarang.
Ia juga tidak tahu di mana suaminya pergi.
*******
Di Kota X.
Bastian berdiri di lantai empat gedung kantor pabriknya.
Dari balik kaca besar, ia melihat aktivitas para karyawan yang sibuk bekerja.
Truk-truk distribusi keluar masuk area pabrik.
Mesin-mesin produksi berjalan tanpa henti.
Semuanya bergerak dengan teratur.
Gio berdiri di sampingnya.
" Kapan kamu mau memberi tahu keluarga mertuamu tentang semua ini?"
Bastian tersenyum tipis.
Tatapannya tetap mengarah ke area produksi.
" Aku belum tahu, mungkin juga aku tidak akan memberi tahu mereka, biarkan mereka tahu sendiri "
" Mereka pasti akan kaget."
" Jika menantunya yang selalu di rendahkan, adalah seorang pengusaha yang tak kaleng-kaleng "
Gio terkekeh begitu juga Bastian.
" Terus sekarang apa yang akan kamu lakukan, Shopia tak ingin pergi dari istananya, apa masih akan bertahan?"
Bastian tidak menjawab.
Namun untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia merasa memiliki pilihan.
Jika suatu hari ia benar-benar meninggalkan keluarga Tan, ia tidak akan kehilangan segalanya.
Karena sebelum menjadi menantu keluarga kaya itu...
Ia sudah membangun sesuatu dengan tangannya sendiri.
Sesuatu yang tidak diberikan oleh siapa pun.
Dan sesuatu yang tidak bisa dirampas oleh siapa pun.
Hanya saja ia masih belum bisa menentukan langkahnya, karena Istri dan putrinya.
Ia masih ragu untuk meninggalkan Shopia dan putrinya.
#######
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘