NovelToon NovelToon
Setelah Aku Memilih Bercerai

Setelah Aku Memilih Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:90.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Dengan wajah tenang, Mela tiba-tiba mengajukan perceraian pada suaminya, Rahman. Tentu saja, hal itu membuat Rahman dan ibunya terkejut, karena mereka merasa selama ini semua baik-baik saja.
Tapi, Mela sudah mengetahui semuanya, perselingkuhan Rahman dengan mantan kekasihnya yang sudah berjalan selama sepuluh tahun.
Hati Mela hancur, apalagi, saat ibu mertuanya dan putrinya sendiri justru membela selingkuhan suaminya yang bernama Camila.
"Ingat umur. Kau itu sudah tua, sudah mempunyai anak. Harusnya, kau bisa lebih fleksibel. Camila bisa membantu perkembangan bisnis keluarga. Sedangkan kau? Sudah bagus kami menampungmu."
"Kau bisa apa tanpa kami, hah?"
Ucapan ibu mertua dan suaminya, membuat Mela semakin mantap untuk bercerai.
Baginya, perceraian bukan pelarian, melainkan pintu keluar dari kebohongan panjang yang nyaris mematikan jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16 Peringatan

Pagi itu, suasana di rumah Mela terasa lebih sibuk dari biasanya. Keranjang-keranjang hasil panen sudah tersusun rapi. Cabai dipisahkan, sayuran hijau diikat lebih rapi dari biasanya. Semua dipersiapkan dengan lebih teliti.

"Dia beneran datang tidak?" tanya Yati sambil melipat tas kainnya

Mela mengangguk. "Katanya, dia akan pagi."

Darmi menyilangkan tangan. "Kalau nggak datang, aku yang akan jemput dia ke kota."

Mela tersenyum kecil. "Dia bukan orang seperti itu, mbak. Kita tunggu sebentar lagi, dia pasti datang."

Dan benar saja, tidak lama kemudian, suara kendaraan berhenti di depan.

Dino turun dari mobil pick-up, melangkah santai sampai di depan rumah Mela. Matanya langsung menyapu keranjang-keranjang di depannya

"Sudah siap?" tanyanya.

Mela mengangguk. "Sudah. Semua sesuai yang kamu pesan kemarin."

Dino mengangguk pelan. Tanpa banyak bicara, dia mulai memeriksa beberapa sayur. Namun kali ini, ia tidak sekadar melihat tapi, juga memperhatikan.

"Lebih rapi dari kemarin," gumamnya.

Mela menjawab singkat. "Iya, Kami mencoba memberikan yang terbaik."

Dino mengangguk. "Bagus kalau begitu." Dino langsung meminta temannya mengangkut semua ke belakang mobil Pick-up. Dan, setelah semua sayuran selesai dimuat, Dino mengeluarkan uang pembayaran.

Dia tidak menawar, apalagi mengurangi pembayaran.

Mela menerimanya dengan tatapan tenang. Namun di dalam hatinya, ada perasaan lega.

"Besok, aku ambil lagi," ucap Dino. "Tapi, mungkin bisa kurang dari ini atau mungkin bisa lebih. Aku harus melihat, sayuran mana yang paling laku. Baru setelahnya, aku akan memesan lagi darimu."

Mela mengangguk. "Baik, kami pasti akan menyiapkannya."

Dino mengangguk dan segera pamit. Tidak ada percakapan panjang, maupun momen berlebihan.

Setelah mobil itu pergi, Yati langsung mendekat.

"Mel!"

"Ya?" Mela menoleh.

"Dia... Sepertinya bukan sekadar pembeli, ya?" bisiknya, menggoda.

Mela langsung menatap tajam. "Mbak Yati!"

Darmi tertawa kecil. "Sudah, sudah. Yang penting bayarannya lancar."

Mela hanya menghela napas. Namun, tidak membantah. "Ya sudah, aku mau ke pasar dulu," ucap Mela.

"Kami ikut," sahut Darmi dan Yati bersamaan.

Mela menutup pintu terlebih dahulu, sebelum bersama-sama membawa sisa hasil panen ke pasar seperti biasa.

Namun begitu mereka tiba, suasana terasa berbeda. Banyak tatapan, bisikan dan senyum-senyum tipis yang tidak tulus terlihat dari pedagang dan pembeli.

"Eh, itu dia datang."

"Oh, itu yang katanya sekarang sudah punya orang kota."

"Katanya, kemarin satu mobil sama laki-laki."

Langkah Mela tetap tenang namun, telinganya tidak bisa menutup rapat.

"Pantas saja cepat laku, rupanya ada cara lain."

Tawa kecil terdengar menusuk.

Yati langsung berhenti, menoleh kearah sumber suara. "Kurang ajar!" Yati hendak melabrak, namun Darmi menahan lengannya.

"Jangan sekarang."

"Tapi, mbak..."

Darmi memberi isyarat untuk diam lalu, kembali berjalan menyusul Mela yang terlihat tenang, sampai di tempat biasa.

Ia lalu menaruh keranjangnya, mulai menata sayuran, seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, suara itu justru terdengar semakin jelas dan tajam.

"Katanya, dia yang goda duluan biar sayurannya diambil."

"Beneran?"

"Ya, wajar sih, janda."

Pergerakan Mela terhenti. Perlahan, ia mengangkat kepalanya, menatap ke arah sumber suara. Ia tidak marah, tapi juga tidak tersenyum. Namun, tatapannya berubah dingin.

"Kalau mau bicara, langsung saja di depan saya," ucapnya tegas.

Sunyi.

Beberapa orang terdiam, tidak menyangka Mela akan bereaksi kali ini.

"Daripada bisik-bisik, takut salah dengar," lanjut Mela.

Seorang wanita yang tadi berbicara, mendengus kasar. "Kenapa memangnya? Tersinggung?"

Mela menatapnya lurus. "Enggak," jawabnya cepat. "Aku cuma mau pastikan, cerita kalian itu fakta atau karangan." Ia melangkah lebih mendekat.

Sunyi.

Wanita itu sedikit goyah dan masih mencoba bertahan. "Semua orang juga tahu kok."

Mela mengangguk pelan. "Kalau begitu, harusnya kalian bisa membuktikan omongan kalian. Karena, kalau semua itu fitnah, kalian bisa kena pasal pencemaran nama baik dan bisa masuk penjara beberapa tahun."

Beberapa orang mulai menegang. Rasa takut mulai terlihat dari wajah mereka.

"Aku itu jual sayur. Agar sayuran ku laku, ya aku cari pembeli," lanjut Mela dengan nada suara datar.

"Dan, orang yang kalian bicarakan tadi, dia beli karena kualitas." Ia berhenti sejenak. Tatapannya menyapu mereka semua. "Kalau ada yang mau coba cara yang sama, silahkan!"

Sunyi.

Tidak ada yang menjawab.

"Aku tidak tahu kenapa kalian senang sekali membicarakan ku. Aku mungkin masih bisa diam tapi, kalau orang yang kalian bicarakan tadi dengar dan tidak terima, kalian mau nanggung konsekuensi nya?"

Orang-orang yang tadi gencar membicarakan Mela, mendadak bungkam. Termasuk wanita yang tadi menantang Mela.

Mela menatap mereka satu persatu, lalu berbalik, kembali ke tempatnya. Ia duduk, melanjutkan pekerjaannya seolah tidak ada yang perlu dibesar-besarkan.

Namun kali ini, suasana berubah. Tidak ada lagi tawa ataupun bisikan keras.

Darmi tersenyum tipis. "Pelan tapi, kena tepat ke jantung."

Yati mengangguk. "Ulu hati juga."

Mela tidak menjawab tapi, di dalam hatinya, ia tahu, ia tidak bisa menghentikan orang bicara tentangnya. Tapi setidaknya, peringatan kali ini bisa membuat mereka jera.

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bisa... bisa bisa... pa tu.

next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
bs gk kau.. jgn g3
zahrahaifa
bisa dooong😁.... gile si dinosaurus ga maen2 euuuy klo lu selingkuh auto jadi gembel
Les Tary
udah cerai jgn ganggu lagi mela
Saadah Rangkuti
cinta keduanya mulai di uji sang othor 😁😁
sukensri hardiati
mela dah nikah ama rahman 20 th....tp kok lina masih gadis kecil....umur berapa sih lina ni...
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
🇦 🇵 🇷 🇾👎
eleh gk osa usirin mela... hdp kau z pain
Les Tary
ed dah ngapain juga Rahman mau ikut campur hidup Mela
Jungkookieeee97🐰
Apa Dino & Mela akan terprovokasi lagi sama Rahman, seperti dulu??? 🤨
sunaryati jarum
Urusin diri sendiri Rahman.Dino segera jujur ke Mela, sebelum provokator beraksi
Vie
pasti akan ngomong masalah dino... ah aku jadi taku mela tahu dari orang lain dan akhirnya dia terluka kembali karena kebohongan dino dan dia akan menolak dino karena sakit yang kembali terulang..... moga dino bisa cepat2 jujur sama mela. mau bagaimanapun dia harus tetap jujur karena kebohongan akan tetap terkuak serapih atau sebaik apapun kita menyembunyikan hal itu, daripada mela tau dari orang lain pasti akan lebih menyakitkan dia
partini
mau buka kartu AS yah,,Mela she smart tapi punya trauma orang kaya
100% sakit hati di bohongi ga mau kenal lagi dino you put
zahrahaifa
yaelah!! ngapain si lu repot2 ngurusin mela & dinosaurus.... urusin no emak sm anak lu biar jd orang bener
Vie
aku takutnya dia malah ngomong ke mela tentang hal itu..... 😱😱😱😱
Jungkookieeee97🐰
Hmmm yg tu siapa Dino malah si Rahman duluan 🤐
apa nanti akan ada gedombrang gedombreng?? 🧐🧐
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ya iya lh... np... gk sk lho🤣
Jetva
🤣🤣🤣🤣🤣🤣syukuuuur🤣🤣🤣mamam tuh cinta lo...selamat atas keruntuhannya Rahman...tingkah polahmu ga seperti namamu...🤣🤣🤣
ollyooliver
tapi bukanya rahman kaya ya? mela mau aja.
ollyooliver
🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!