NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

PERNIKAHAN SANDERA: MEMPELAI PENGGANTI SANG MILIARDER

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Satisuci Ituaku

Naya terpaksa menggantikan kakak tirinya yang kabur beberapa jam sebelum pernikahan dengan Adrian, seorang CEO dingin yang lumpuh akibat kecelakaan misterius.

Bagi Adrian, Naya hanyalah pengganti yang harus menanggung dosa keluarganya. Di rumah mewah yang terasa seperti penjara, Naya dipaksa menjalani kehidupan penuh penghinaan dan penderitaan.

Namun Adrian tidak mengetahui satu kebenaran besar.

Wanita yang selama ini ia benci adalah orang yang pernah mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan dirinya dari maut tiga tahun lalu.

Saat perlahan rahasia itu mulai terungkap dan hati Adrian mulai luluh, Naya justru memilih pergi.

Kini Adrian harus menghadapi satu pertanyaan yang terus menghantuinya:

Masih adakah kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahannya sebelum wanita yang dicintainya menghilang untuk selamanya? ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Satisuci Ituaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 — Kebenaran yang Menghancurkan

Langkah Dimas terdengar mantap menyusuri koridor lantai dua kediaman keluarga Amarta. Di tangannya tergenggam sebuah flashdisk hitam yang berisi hasil penyelidikan rahasia selama beberapa hari terakhir.

Sesampainya di depan ruang kerja Adrian, ia mengetuk pintu dua kali.

"Masuk."

Suara Adrian terdengar dingin dari dalam ruangan.

Dimas membuka pintu perlahan.

Pria itu mendapati sang tuan sedang duduk di balik meja kerja besar dengan wajah serius. Tumpukan dokumen perusahaan terbuka di hadapannya, tetapi tatapan Adrian sama sekali tidak tertuju ke sana.

Sejak melihat tanda lahir di leher Naya semalam, pikirannya tidak pernah tenang.

"Ada hasilnya?" tanya Adrian tanpa basa-basi.

Dimas mengangguk.

"Saya berhasil mendapatkan rekaman CCTV yang sebelumnya rusak, Tuan."

Adrian langsung menegakkan tubuh.

"Putar."

Dimas memasang flashdisk ke laptop.

Beberapa detik kemudian layar mulai menampilkan rekaman lama.

Tanggal di pojok video menunjukkan malam yang tidak akan pernah bisa dilupakan Adrian.

Empat April.

Tiga tahun lalu.

Malam saat hidupnya berubah selamanya.

Di layar terlihat jalan raya yang diguyur hujan deras. Langit gelap disertai kilatan petir yang sesekali menyambar.

Mobil hitam milik Adrian melaju cukup cepat sebelum akhirnya kehilangan kendali.

Ban tergelincir.

Mobil menabrak pembatas jalan.

Lalu terjun ke jurang.

Napas Adrian langsung tertahan.

Meski sudah bertahun-tahun berlalu, pemandangan itu tetap membuat darahnya terasa dingin.

Asap mulai keluar dari kap mesin.

Percikan api muncul sedikit demi sedikit.

Lalu seseorang datang.

Seorang wanita berhijab.

Tubuhnya kecil.

Pakaiannya sederhana.

Namun wanita itu berlari tanpa ragu menuruni lereng yang licin.

Adrian tanpa sadar menggenggam sandaran kursi rodanya lebih erat.

Wanita itu mencoba membuka pintu mobil yang penyok.

Berkali-kali gagal.

Berkali-kali terpeleset.

Tetapi dia tidak menyerah.

Akhirnya pintu berhasil terbuka.

Dengan tenaga yang nyaris habis, wanita itu menarik tubuh Adrian yang tidak sadarkan diri keluar dari mobil.

Tubuh pria dewasa itu jauh lebih berat darinya.

Namun wanita tersebut tetap berusaha.

Menyeret.

Mendorong.

Menahan.

Hingga berhasil menjauhkan Adrian beberapa meter dari kendaraan yang hampir meledak.

Hujan deras membasahi seluruh tubuhnya.

Namun dia tetap bertahan.

Kemudian...

BOOOOM!

Ledakan besar mengguncang layar.

Api membumbung tinggi menerangi lokasi kejadian.

Dan untuk pertama kalinya wajah wanita itu terlihat jelas.

Adrian membeku.

Seluruh tubuhnya menegang.

Matanya membelalak.

"Itu..."

Suara Adrian tercekat.

Dimas menundukkan kepala.

"Benar, Tuan."

Wanita itu adalah Naya.

Bukan Kesya.

Bukan wanita yang selama ini mengaku sebagai penyelamatnya.

Melainkan Naya.

Istrinya sendiri.

Wanita yang beberapa hari terakhir dia perlakukan dengan dingin dan kejam.

Ruangan mendadak terasa sesak.

Adrian tidak mampu mengalihkan pandangannya dari layar.

Video masih terus berjalan.

Sekitar dua puluh menit kemudian, sebuah mobil lain datang ke lokasi.

Dari sana turun Kesya.

Tatapan Adrian berubah tajam.

Kesya mendekati lokasi tempat dirinya dan Naya terbaring.

Namun yang dilakukan wanita itu membuat rahang Adrian mengeras.

Kesya tidak menolong siapa pun.

Tidak memanggil ambulans.

Tidak memeriksa keadaan Naya.

Sebaliknya, dia justru melepas kalung daun semanggi dari leher Naya.

Kalung yang selama ini dijadikan bukti bahwa dirinya adalah penyelamat Adrian.

Setelah itu, Kesya membawa Adrian pergi.

Meninggalkan Naya yang tidak sadarkan diri di tengah hujan deras.

Brak!

Kepalan tangan Adrian menghantam meja.

Suara benturan keras menggema di seluruh ruangan.

Mata Adrian memerah.

Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, emosinya benar-benar meledak.

"Jadi selama ini..."

Suaranya terdengar serak.

"Aku ditipu."

Dimas tetap diam.

Ia tahu atasannya sedang berusaha menerima kenyataan yang sangat pahit.

Adrian menatap layar tanpa berkedip.

Ingatan demi ingatan bermunculan di benaknya.

Tangisan Naya pada malam pernikahan.

Tatapan takut yang selalu muncul setiap kali dirinya mendekat.

Luka bakar di tangan Naya.

Tubuh kecil yang tertidur meringkuk di lantai.

Semua itu muncul silih berganti seperti tamparan keras.

Dadanya terasa sesak.

Sangat sesak.

"Aku memperlakukannya seperti musuh..."

Suara Adrian bergetar.

"Padahal dia mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkanku."

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Adrian merasa dirinya begitu hina.

Selama tiga tahun ia berterima kasih kepada orang yang salah.

Dan ketika takdir mempertemukannya kembali dengan penyelamat yang sesungguhnya...

Dia justru menjadi sumber penderitaan wanita itu.

Keheningan memenuhi ruangan.

Hingga akhirnya Adrian mengangkat kepala.

Sorot matanya berubah.

Masih ada penyesalan.

Namun kini bercampur dengan tekad yang jauh lebih kuat.

"Dimas."

"Ya, Tuan."

"Cari Kesya."

"Sampai ketemu?"

"Sampai ketemu."

Nada suara Adrian terdengar dingin dan berbahaya.

"Saya mengerti."

"Aku ingin seluruh aktivitasnya dilaporkan kepadaku."

"Baik, Tuan."

"Dan mulai hari ini..."

Adrian menatap kembali wajah Naya di layar.

"...keselamatan Naya menjadi prioritas utama."

Dimas sedikit terkejut, tetapi segera mengangguk hormat.

"Siap, Tuan."

Setelah Dimas pergi, Adrian tetap duduk sendirian.

Tatapannya tidak pernah lepas dari layar laptop.

Dari wajah wanita yang selama ini diam-diam menanggung semua luka tanpa pernah membela diri.

Perlahan Adrian menutup matanya.

Ada satu hal yang akhirnya dia pahami.

Menemukan kebenaran ternyata jauh lebih mudah daripada memperbaiki hati yang sudah terlanjur terluka.

Sementara itu, di kamar lantai dua, Naya sedang merapikan lemari pakaian tanpa mengetahui apa yang baru saja terjadi.

Ia tidak tahu bahwa rahasia yang selama ini disimpannya akhirnya terbongkar.

Dan ia juga tidak tahu...

Bahwa mulai hari ini, dunia Adrian Amarta akan berputar hanya untuk satu tujuan.

Menebus semua kesalahan yang telah ia lakukan kepada wanita yang pernah menyelamatkan hidupnya.

Bersambung ke Bab 8

1
falea sezi
😒 telat lu bangke
Dinatha: saya follow ya🙏
total 4 replies
Satisuci Ituaku
mksih kk
Rani Saraswaty
knp cpt bgt tau sih??? 🤭
Satisuci Ituaku: mksih udah mampir kk
total 1 replies
Rani Saraswaty
kan kaya...mudah tuh cari yg bw lari uangnya...knp repot2...seluruh kluarga bs msk sel
Satisuci Ituaku
siap kk mksih udh mampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!