NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tidak pernah menyangka, bahwa cincin perak berukir naga yang menjadi hadiah saat membeli seekor kelinci akan mengubah seluruh hidupnya—menyeretnya ke dunia kuno tempat manusia dan beastmen hidup berdampingan.

Belum sempat memahami situasi, Li Yunru malah terikat sebagai pasangan hidup Raja Naga Putih wilayah utara, Bai Muzhi. Berkat cincin misterius itu, mimpi Li Yunru untuk menjadi koki akhirnya terwujud. Namun, kedatangannya ke dunia itu ternyata bukan kebetulan.

Sedikit demi sedikit, tabir asal-usulnya mulai terbuka. Dan musuh-musuh yang selama ini bersembunyi ikut bergerak. Di tengah bahaya, rahasia dan takdir yang menantinya ... mampukah Li Yunru bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pasanganku

Li Yunru masih memelototi Bai Muzhi. Pipinya memerah saat mengingat kejadian tadi. Sedangkan Bai Muzhi duduk tenang seperti tidak terjadi apa-apa.

"Siapa yang tahu?" balas Li Yunru ketus, mengangkat dagunya dengan sikap menantang.

"Heh! Sungguh berani. Raja ini justru khawatir kamu tidak akan mampu menahan serangan b*rahi ras kami saat memasuki musim kawin. Tahukah kamu?"

"Mana aku tahu? Aku tidak mau tahu. Bukan urusanku."

Li Yunru mendecih pelan. Mencari pasangan? Musim kawin?

Baginya, itu jauh tidak lebih menarik dibandingkan memasak dan mencoba resep baru.

Siapa yang peduli dengan pria narsistik di hadapannya?

Namun, ketika mengingat kembali kata-kata naga putih raksasa bernama Bai Shenzhen, rasa kesal kembali muncul di dalam hatinya.

Mengapa dia harus menjaga dan merawat Bai Muzhi? Pria itu terlihat sehat, kuat, bahkan terlalu percaya diri—jelas tidak membutuhkan perawatan apa pun!

"Tuan!!"

Ruu tiba-tiba melompat ke pelukan Li Yunru dengan gerakan lincah. Tubuh kecil dan gemuknya langsung menempel erat.

"Tuan, syukurlah kamu sudah bangun. Mengapa kamu tiba-tiba pingsan?"

Li Yunru refleks mengelus tubuh kelinci itu. Bulu lembutnya terasa hangat dan menenangkan, sedikit meredakan ketegangan di hatinya. Ia tiba-tiba saja teringat dengan bayangan seekor kelinci putih di permukaan kolam itu.

Sedikit mirip ... pikirnya.

"... Tidak apa-apa. Rahasia."

Dia jelas tidak bisa memberi tahu mereka tentang ruang spiritual yang tiba-tiba muncul di dalam cincin naga perak yang dikenakannya. Bahkan dia sendiri belum sepenuhnya memahami tempat itu.

Pandangan Li Yunru lalu berkeliling. Ruangan luas itu dipenuhi perabot kayu mahal dan tirai sutra yang terlihat mewah.

"Di mana ini?" tanyanya akhirnya.

Sebelum Ruu dan Bai Muzhi sempat menjawab, elang hitam jelmaan Hei Sanfeng sudah lebih dulu menyela dengan nada penuh kebanggaan.

"Manusia, kamu berada di istanaku. Ini salah satu kamar tamu paling luas di istanaku."

Li Yunru berkedip, lalu menatapnya dengan ekspresi bingung. "... Bukankah seharusnya kamarmu yang paling luas?"

Hei Sanfeng tampak tersedak oleh pertanyaan sederhana itu. Sayapnya sedikit mengepak, seolah mencari kata-kata yang tepat.

"Itu ... tentu saja kamar raja ini yang paling luas!" jawabnya, agak tersinggung. "Namun kamar ini adalah yang terbaik untuk tamu terhormat!"

Hei Sanfeng ingin berkata lebih banyak, paruhnya bahkan sudah terbuka. Namun Ruu segera mendahuluinya. Karena masih kesal dengan elang hitam itu, Ruu sama sekali tidak berbaik hati saat melontarkan kata-kata sinis.

"Tuan, semua hewan itu sama saja! Elang hitam itu jelas punya sarangnya sendiri di atas pohon. Kamar kecil di istananya ini hanyalah hiasan. Tidak ada yang namanya kamar terluas bagi raja manusia setengah binatang elang hitam—yang ada hanya sarang terluas seekor elang sehitam pantat wajan!"

"Fitnah! Dasar kelinci gendut!"

Hei Sanfeng langsung meledak. Sayapnya mengepak keras, sementara matanya menyala penuh amarah.

Keduanya kembali beradu mulut, suara mereka saling tumpang tindih tanpa ada yang mau mengalah. Dan seperti yang sudah bisa diduga—

Dalam sekejap, seekor kelinci gemuk dan seekor elang yang setengah babak belur kembali berguling di lantai, saling tarik, cakar dan dorong dalam pertarungan yang benar-benar tidak elegan.

Debu tipis terangkat dari lantai, bulu-bulu hitam beterbangan, sementara Ruu tak kalah sengit menggigit bulu sayap lawannya.

Melihat Ruu dan Hei Sanfeng saling memanggil hewan satu sama lain, Li Yunru mendadak penasaran. Ia menatap Bai Muzhi yang sejak tadi selalu berekspresi datar dan membosankan.

"Kalau elang memiliki sarang di pohon, apakah naga memiliki sarang di dalam gua?"

"... Tidak." Bai Muzhi menjawab tanpa sadar, nadanya tetap tenang. "Raja ini tidak suka tempat kotor seperti gua tanah."

Li Yunru mengangkat alis. "Bukankah naga suka emas dan benda berkilau yang disembunyikan di gua?"

Bai Muzhi menunjukkan ekspresi jijik yang sangat jelas, bahkan sedikit mengernyit. "Raja ini jelas bukan naga bumi."

"Oh ..." Li Yunru mengangguk pelan, meskipun sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan urusan sarang binatang mana pun.

Perhatiannya kemudian jatuh pada cincin naga perak di jarinya. Permukaan cincin itu tampak berkilau halus, seolah menyimpan sesuatu yang tidak biasa.

"Ngomong-ngomong, cincin ini ..." Ia ragu sejenak, menatap Bai Muzhi. "Apakah kamu ingin melepasnya?"

Bai Muzhi menatap cicin perak di jari gadis itu selama beberapa saat, lalu langsung menggelengkan kepala tanpa banyak berpikir.

"... Tidak perlu. Kamu sudah menjadi pasanganku."

"... Apa?" Li Yunru menatapnya tidak percaya, matanya membesar. "Bagaimana mungkin?"

"Siapa yang memintamu mencium raja ini sebelumnya?" ejek Bai Muzhi, mendecih pelan.

Gadis itu langsung merasa dihina. "Sudah kubilang, aku tidak sengaja!"

Alisnya berkerut. Apakah hanya karena ciuman tak disengaja itu, dia langsung terikat sebagai pasangan pria ini? Tidak masuk akal sama sekali!

Ia menghela napas, mencoba menenangkan diri meski dadanya masih naik turun karena emosi.

"Kalau kamu keberatan dan merasa terbebani, akhiri saja. Bukankah tidak apa-apa?"

Tanpa diduga, Bai Muzhi justru menatapnya tajam. Mata merahnya menyipit berbahaya, aura dingin perlahan menyebar dari tubuhnya, membuat suhu di dalam ruangan seolah ikut turun.

"Manusia, apakah kamu mencoba untuk mencampakkanku?"

Suaranya rendah, namun mengandung tekanan yang jelas.

"...."

Li Yunru terdiam.

Mengapa tiba-tiba Li Yunru merasa Bai Muzhi bermuka dua?

Tadi nada bicaranya terdengar enggan, seolah tidak ingin terikat dengannya. Namun sekarang, setelah diberi pilihan, ia justru dituduh ingin mencampakkannya?

Logika macam apa ini?!

Li Yunru mengerutkan kening, jelas tidak ingin melanjutkan topik yang membingungkan itu.

"Jadi, namamu Bai Muzhi?" tanyanya, sengaja mengganti topik.

"Ya," jawab Bai Muzhi singkat, datar dan tanpa emosi.

"Siapa Bai Shenzhen bagimu?"

Pria bermata merah itu menatapnya lebih dalam kali ini, tatapannya menelisik seolah ingin menembus pikirannya.

"Bagaimana kamu tahu tentang leluhur suku naga putih dari klan Bai?"

Li Yunru tertegun. Kata leluhur membuatnya sedikit linglung.

"Leluhur?" gumamnya pelan, hampir tidak percaya.

"Itu kakekku. Dari mana kamu tahu?" Bai Muzhi bertanya lagi, kali ini nada suaranya sedikit lebih dingin. "Manusia, lebih baik kamu jujur sebelum aku mengira kamu adalah mata-mata dari musuh."

"Tidak masuk akal!"

Li Yunru langsung tersinggung. Alisnya terangkat tinggi, wajahnya menunjukkan ketidakpuasan yang jelas.

"Aku hanya bertemu dengannya—yang ternyata seorang pria tua pemilik toko hewan peliharaan. Lalu dia berubah jadi naga putih dan memintaku untuk menjagamu. Sungguh tidak masuk akal!"

Penjelasannya terdengar cepat, seolah ia sendiri masih kesal dengan kejadian itu.

Ruangan sempat hening sejenak. Beberapa detik kemudian, Bai Muzhi justru menunjukkan senyum tipis. Namun jelas ada sedikit getaran halus di balik tatapannya.

"Lelaki tua itu benar-benar ...," gumamnya pelan, lebih seperti berbicara pada dirinya sendiri.

"... Apa?" Li Yunru mengernyit. Ia tidak mendengar dengan jelas.

"Bukan apa-apa." Dalam sekejap, ekspresi Bai Muzhi kembali datar seperti biasa, seolah senyum tadi tidak pernah ada. "Jadi, siapa namamu? Normal, bukan, jika aku ingin tahu nama pasanganku sendiri?"

"Pasangan apa ..." Li Yunru langsung membalas, jelas tidak setuju. Namun setelah jeda singkat, ia tetap memperkenalkan diri. "... Namaku Li Yunru."

"Marga Li?" Bai Muzhi sedikit menaikkan sebelah alisnya. Ia tampak berpikir sejenak.

Tidak ada keluarga dengan marga Li di ras peri. Namun, seperti yang dikatakan Hei Sanfeng sebelumnya, tubuh Li Yunru memang memancarkan aura spiritual hijau—ciri khas ras peri hutan.

Berarti, kemungkinan besar salah satu dari orang tuanya memiliki garis keturunan peri.

Namun Bai Muzhi tidak menanyakan hal itu lebih lanjut. Ini bukan waktu yang tepat.

Li Yunru tidak menyadari pikiran pria itu. Ia justru menyentuh perutnya yang tiba-tiba berbunyi pelan.

Rasa lapar itu datang tiba-tiba, mungkin akibat kelelahan setelah berada di ruang spiritual terlalu lama. Seketika ia teringat dengan kemampuan yang disebutkan oleh pria tua bernama Bai Shenzhen—koki spiritual.

Rasa penasaran muncul.

Jika itu benar ...

"Sudah lama sekali aku tidak makan bakso sapi. Tapi memasaknya butuh waktu lama," ujarnya, lebih kepada dirinya sendiri daripada orang lain.

Tiba-tiba saja, Ruu dan elang hitam jelmaan Hei Sanfeng berhenti berkelahi. Hal itu membuat Li Yunru merasa canggung.

"... Mengapa kalian menatapku seperti itu?" tanyanya, sedikit ragu.

1
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
wahh, teka-tekinya semakin membesar 🙀🙀 semoga segera dipertemukan ya Yunru ortu mu dan juga Peijun untuk bertemu ibunya🥺
A
masih lah. kan ada adudu
Marsya
klau diliat2 keisengannya,itu si elang botaklah🤣🤣🤣🤣🤣
Marsya
aiaiai.....,sang merak muncul thor😉😉😉😉😉
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣 ya ya sama-sama kelompok burung kalian, ayam dan merak 🤣

ayo Yunru botakin aja Lan Peijun🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
ternyata itu artinya Ben, kupikir itu typo atau apa /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
gak boleh, Yunru harus tetap sama Bai Muzhi, gak boleh yang lain/Curse//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nona ben??? siapa kak??
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ aduhhh... tadi dielus, dicium, sekarang di plak plak plak🤣🤣
Sonya Kapahang
TIDAAAAAKKKKKKKK.. aku yg tidak setuju klo Yunru sm si Merak juga...
Yunru hrs tetap sm Tuan Naga satu²nya.. ga boleh ada yg lain.. apalagi Merak bau.. bikin botak aj itu Merak...
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm//Facepalm/ pria narsistik lagi🤣🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sudah kena bawang dan keluar darah, eh di tambah malah dilepaskan dari ketinggian oleh elang 🤣, aduh kasian banget, tapi itu memang cocok buat Yan Diming, sepertinya itu masih kurang untuk memberinya pelajaran 🤣

Yunru kamu udah mulai berani ya minta cium dulu 🤣/Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
kok aku baca ini, geli ya 🤣 aku ngebayangin dia bicara seperti itu sambil mendayu-dayu🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: beneran loh kak, sambil ngebayangin dia bergerak gemulai dengan suara mendayu-dayu🤣
total 2 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sabar ya maxing🤣🤣, kamu malah merekomendasikan untuk Yunru membuat peraturan tertulis🤣
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wajib kak khusus Hong Maxing buat peraturan tertulis biar dia gak lupa 🤣🤣
total 2 replies
Marsya
korban pertama naga diduduki,korban kedua elang dibotaki,korban ketiga rubah diracuni,skarang korban keempat ular dipukuli,🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭😉😉😉👍👍👍👍
Author Risa Jey: waktunya cari mangsa baru /Hey//Hey/
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
🤣🤣🤣 kasian, itu artinya cermin air gak boleh lihat wajah Yunru🤣
Author Risa Jey: ada hubungannya dengan si kelinci nanti, mengapa itu cermin maunya lihat dia terus 😅
total 1 replies
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
hahaha🤣🤣 ngatain diri sendiri/Facepalm/
Sonya Kapahang
Yah.. belum tau dia siapa Yunru.. udh kena serang 2 kali tp msh ga kapok..
Author Risa Jey: kalau kapok, bukankah dia pengecut? 🤣🙏
total 1 replies
Sonya Kapahang
Terlalu percaya diri kamu Ruu..
Klo kata Yunru, Narsistik sekali kelinci gendut ini 😒😒😒
Author Risa Jey: Maklum, dibesarkan Bai Muzhi sebelumnya. Ya gini jadinya /Cleaver/
total 1 replies
Sonya Kapahang
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Liatin aj noh pantatnya si Ruu yg montok dan seksih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!