NovelToon NovelToon
Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Istri Mafia Masuk Ke Tubuh Ibu Susu Tuan Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Transmigrasi / Ibu susu
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Vivian Marvis, putri tunggal klan mafia Marvis, dinyatakan meninggal setelah melahirkan putri pertamanya.

Sejak saat itu, Kayden Gilbert—suami yang dulu mencintainya sepenuh hati—berubah menjadi pria berhati es. Bahkan, membenci darah dagingnya sendiri.

Namun kematian bukanlah akhir bagi Vivian.

Jiwanya terbangun dalam tubuh Arini, seorang wanita malang yang kehilangan segalanya. Dengan identitas baru, Vivian kembali ke Kediaman Gilbert demi bertemu putrinya, Deana.

Sayangnya, Deana hidup tanpa kasih sayang sang ayah.

"Auntie... jadi Mama Dea saja, ya? Dea kesepian."

Mendengar kata-kata itu, hati Vivian hancur.

Akankah Vivian berhasil menyatukan kembali keluarganya? Ataukah ia akan merebut putrinya dan membuat Kayden Gilbert menyesali semua yang telah terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama Baru

Arsen Willson.

Nama itu seketika berputar di kepala Vivian, menghadirkan kembali kepingan memori masa lalu yang sempat ia kubur dalam-dalam. Pria bertubuh tegap di depannya ini adalah sosok yang dulu dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan Vivian. 

Pria tampan, berwibawa, dan dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di bidang teknologi. Namun dulu, ego masa mudanya membuat Vivian menolak perjodohan itu mentah-mentah demi mengejar cintanya pada Kayden Gilbert.

Tidak hanya sukses di dunia bisnis, Arsen jugalah pria yang kini resmi memimpin dan memegang kendali atas klan Marvis setelah Nicolas memutuskan untuk pensiun dan menyerahkan takhta kekuasaannya kepada mantan calon menantunya itu.

Namun, ada satu hal yang membuat Vivian mendadak bingung. Sorot matanya beralih menatap bocah laki-laki tampan di sebelah Arsen. 

Siapa anak laki-laki itu? Apa itu anaknya? Jika benar, apakah Arsen sudah menikah setelah kepergianku?

Berbagai pertanyaan berkecamuk di dalam benak Vivian.

Menyadari tatapan Arsen kini beralih menatap ke arah teras, Vivian buru-buru membuang muka. Ia merapatkan gendongannya pada Baby Elvano, merasa canggung setengah mati karena ditatap seintens itu oleh pria dari masa lalunya.

Di sisi lain, langkah kaki Arsen sempat berhenti. Sepasang alis tebalnya bertaut heran melihat kehadiran sosok perempuan asing yang asing di rumah Nicolas, lengkap dengan bayi di dalam dekapannya dan seorang gadis kecil yang berdiri di sampingnya.

Deg.

Jantung Arsen mendadak berdegup kencang saat tatapannya jatuh tepat pada wajah Deana. Pria itu mematung di tempat dengan tubuh yang menegang kaku. Sepasang mata bulat itu, hidung mancung itu... semuanya sangat-sangat mirip dengan wajah Vivian Marvis, wanita yang dulu gagal ia miliki.

Sebelum Arsen sempat membuka suara untuk meredakan keterkejutannya, Deana sudah melangkah satu undakan tangga lebih maju. Bocah itu mendongak polos dan bertanya dengan suara cadelnya.

"Paman... Paman siapa?"

Mendengar suara itu, Arsen kembali tersentak. Tidak hanya wajah, bahkan intonasi dan nada bicara bocah itu terdengar sangat mirip dengan Vivian sewaktu kecil dulu.

Dengan sisa-sisa ketenangannya, Arsen melangkah mendekat ke arah teras. Ia berjongkok di depan Deana agar tinggi mereka sejajar. "Jangan-jangan... kamu adalah putrinya Vivian?" tanya Arsen dengan suara yang sedikit bergetar.

Mendengar nama sang Ibu disebut oleh pria asing yang tampak berwibawa ini, Deana langsung mengangguk kuat-kuat. Sebuah senyuman manis terkembang di wajah tembamnya. "Napa Paman bisa tahu? Paman kenal Mama Deana, ya? Paman temannya Mama?" tanya Deana beruntun dengan mata penuh selidik yang menggemaskan.

Arsen tersenyum tipis, sebuah senyuman yang menyiratkan kerinduan mendalam pada masa lalu. "Iya, Paman kenal baik dengan Mamamu. Paman adalah..."

"Arsen!"

Sebuah seruan berat memotong kalimat Arsen. Nicolas melangkah keluar dari dalam mansion dengan tergesa-gesa. Begitu melihat sosok Arsen yang sedang berjongkok di depan cucunya, gurat tegas di wajah Nicolas seketika melunak, berganti dengan binar hangat.

"Ah, kau sudah datang rupanya," ujar Nicolas sembari berjalan menuruni anak tangga teras.

Arsen segera menjabat tangan pria tua itu dengan penuh hormat. "Iya, Om. Begitu menyelesaikan urusan di kantor, saya langsung ke sini bersama Alexander. Bagaimana kondisi Tante Alettha? Apa pemeriksaannya berjalan lancar?"

Nicolas menghela napas pendek, namun ada binar bahagia yang tak bisa disembunyikan dari sepasang matanya. "Istriku baik-baik saja. Malah, kondisinya mendadak membaik secara drastis hari ini. Kau tahu kenapa? Cucu perempuanku... putri dari Vivian akhirnya pulang ke rumah ini, Arsen."

Arsen melirik kembali ke arah Deana, lalu mengangguk pelan dengan senyum tipis. "Iya, Om. Saya bisa melihatnya. Wajah anak ini... benar-benar jiplakan sempurna dari Vivian."

Setelah mengagumi kemiripan Deana dengan mendiang calon istrinya, sorot mata Arsen yang tajam dan analitis perlahan bergeser. Pandangannya kini terkunci rapat pada sosok perempuan asing yang berdiri di atas teras sembari menggendong seorang bayi. Sebagai pemimpin klan Marvis yang sekarang, insting kewaspadaan Arsen langsung bekerja penuh. Ia khawatir jika perempuan asing ini adalah mata-mata musuh yang sengaja disusupkan ke kediaman Nicolas.

"Om Nicolas..." ucap Arsen menunjuk ke arah Vivian dengan dagunya. "Kalau boleh tahu... siapa wanita yang menggendong bayi itu? Mengapa dia bisa ada di sini?"

Nicolas menoleh sekilas, lalu menjawab dengan nada santai. "Oh, dia bernama Vivian Sherwin. Dialah wanita pemberani yang sudah membawa cucuku keluar dari sarang Black Valley. Berkat dia, kami akhirnya bisa berkumpul lagi dengan Deana. Dan mulai hari ini, dia resmi bekerja di sini sebagai pengasuh pribadi Deana."

Mendengar penjelasan Nicolas, Arsen tidak lantas percaya begitu saja. Rasa penasarannya justru semakin terusik, terutama saat mendengar nama depan wanita itu sama persis dengan nama mendiang wanita yang dicintainya. Pria tampan itu kemudian melangkah maju, menaiki anak tangga teras untuk mendekati Vivian.

Langkah kaki Arsen yang semakin dekat seketika membuat Vivian gugup setengah mati. Dadanya bergemuruh hebat dan napasnya tertahan di tenggorokan. 

Gawat... apa Arsen mengenali tatapan mataku? Apa dia sadar siapa aku sebenarnya? 

Vivian panik, refleks mengeratkan pelukannya pada Baby Elvano.

Namun, sebelum Arsen sempat menginterogasi lebih jauh, sebuah tubuh mungil mendadak melesat maju.

Sret!

Deana dengan berani merentangkan kedua tangan kecilnya lebar-lebar di depan tubuh Vivian, menghadang langkah Arsen dengan memasang badan. Rupanya, bocah cilik nan peka itu menyadari pengasuh kesayangannya sedang merasa tidak nyaman akibat tatapan mengintimidasi dari pria asing tersebut.

"Paman, jangan dekat-dekat sama Auntie Vivian!" larang Deana dengan suara cadelnya, menatap Arsen dengan pandangan menantang.

Melihat Arsen dihadang oleh bocah perempuan bertubuh mungil itu, anak laki-laki bermuka datar yang dibawa Arsen tidak tinggal diam. Bocah tampan yang usianya setahun lebih tua dari Deana itu melangkah maju, berdiri di samping Arsen, lalu menatap Deana dengan pandangan dingin yang meremehkan.

"Kami hanya ingin memastikan sesuatu," ucap bocah laki-laki itu dengan nada ketus, matanya melirik sinis ke arah Vivian. "Perempuan di belakangmu itu sangat mencurigakan. Dia pasti mata-mata yang dikirim untuk mencelakai Kakek Nicolas."

Mendengar tuduhan sembarangan itu, bukan hanya Vivian yang merasa kesal, tetapi Deana sudah langsung naik pitam duluan. Alis gadis itu menukik tajam, wajah tembamnya memerah menahan amarah karena pengasuh kesayangannya difitnah.

"Bukan mata-mata, tahu! Auntie itu Mama balu Dea!" semprot Deana dengan suara lantang dan berapi-api, membela Vivian habis-habisan.

‘Mama baru? Maksudnya, Kayden mau tambah istri lagi?’ pikir Arsen cukup syok.

Deana kemudian menudingkan telunjuk mungilnya tepat ke arah hidung bocah laki-laki bermuka datar itu. "Auntie olangnya baik, ndak jahat! Kamu itu yang anak nakal! Jangan bicala sembalangan ya, dasal es cendol!" cicit Deana memberi julukan lucu karena kesal melihat ekspresi dingin bocah itu.

Mendapat semprotan galak dan julukan aneh dari bocah perempuan yang tingginya bahkan tidak seberapa, bocah laki-laki bermuka datar itu seketika tersentak. Sepasang tangan kecilnya mengepal kuat di sisi tubuh, berusaha keras menahan rasa dongkol yang membakar dadanya.

Cadel-cadel tapi galak sekali! Hmp! 

Bocah laki-laki itu luar biasa kesal, membuang muka dengan gengsi tinggi.

Sementara itu, Arsen dan Nicolas yang menyaksikan pertengkaran kecil di hadapan mereka hanya bisa tertegun sejenak, sebelum akhirnya kompak menahan senyum melihat betapa menggemaskannya sifat pemberani Deana yang benar-benar mewarisi watak klan Marvis.

Di waktu yang sama, mobil Kayden sedang melaju cepat menuju kediaman Marvis. Tampak Kayden tidak sabar menjemput kedua anaknya.

“Davin, tambahkan kecepatan!”

“Sabar, Tuan. Tujuannya kita sudah dekat.”

“Ck, kalau begini jadinya, mendingan tadi saya pakai helikopter.”

—🌹

Lanjut?

Jangan lupa like, komen, vote, supaya author semangat nulisnya sampai tamat...

1
Hesty
up gi thooor ☺
Intan Noer
stok itu, gimana dong Thor, tar klau blik ketubuh tubuh penggantinya gimana trus klau g blik tar g ada yg tau atau author mau ksih roh orang lain di dlm tubuh Vivian. aduh jngan Thor tar kyk cerita sblh tbhnya diambil jiwa lain yg jahat SM ank2nya
A R
wahhh apa vivian bakal pindah ke tubuh asli nya??? kasian arini tp 😭😭😭
Ayudya
semoga ada keajaiban biar Vivian sadar dari koma nya😢😢😢😢
Ayudya
nah tu para tuyul Uda mulai ribut lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
nah kan kayden ga mau jujur ma anaknya.mala buat deana tambah benci ma kamu kayden
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT ceritanya 👍👍👍🤩
Uthie
dasar niii para bocil 😁
Hesty
thoor bikin jiwa vivian kembali lagi keraganya... 🙏☺
Dew666
🩵🩵🩵🩵
Uthie
Oooo... begitu tohhhhh ternyata 😁
Uthie
Wahhhh... Dea 🤩
aristi
apakah itu tubuh Vivian yg diawetkan????
A R
sdh kudugaaa sih kl el anak vivian jg. hrsnya biarin deana ketemu vivian. siapa tau kl diajak ngmg vivian bisa sadar
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Uthie
makin seru dan menarik cerita nya 👍👍😍
Uthie
Apa itu jangan-jangan jasad nya Vivian yaaa 😁😁
tapi bagaimana mungkin bisa melahirkan anak bayi lagiii 😁
Uthie
Ciieee... si Alex mulai menandai Dea niii nantinya 😁
Uthie
Wahhh.. lagi seru-serunya baca 😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!