NovelToon NovelToon
Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Penyesalan Kalian Sudah Terlambat!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Widia ayu Amelia

Aira dan Airin adalah kembar yang tak pernah serupa. Airin adalah "Permata Maheswari"—cantik, cerdas, dan dicintai. Sementara Aira hanyalah "Cacat Produksi"—kusam, bodoh, dan terbuang di gudang belakang karena tak mampu bersaing dengan standar keluarga yang gila gelar.

Satu-satunya cahaya dalam hidup Aira adalah ingatan tentang Alvaro, bocah laki-laki kumal yang dulu ia selamatkan dan ia beri seluruh hatinya. Namun, ketika Alvaro kembali sebagai pewaris tunggal konglomerat yang tampan dan berkuasa, takdir mempermainkan Aira dengan kejam.

Alvaro salah mengenali "Ai" sahabat kecilnya. Berkat kelicikan dan nama mereka yang hampir mirip, Airin dengan mudah mencuri identitas Aira. Kini, pria yang paling dicintai Aira justru menjadi orang yang paling rajin menghina dan merundungnya demi membela sang kembaran palsu.

Di tengah luka yang menganga, muncul Bara—sang bad boy penguasa sekolah yang menolak tunduk pada siapa pun. Bara berjanji akan memberikan dunia pada Aira.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widia ayu Amelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3

Riuh rendah suara siswa-siswi SMA Garuda seolah memudar, menyisakan kesunyian yang mencekam di telinga Aira. Ia terpaku, berdiri hanya tiga langkah di belakang punggung tegap Alvaro. Di tangannya, sebotol air mineral yang embun dinginnya mulai membasahi telapak tangannya yang gemetar, terasa begitu berat.

"Ai..." Alvaro menggumamkan nama itu dengan nada yang sarat akan kerinduan. Matanya menyipit, mencari-cari kilasan masa lalu di wajah cantik yang ada di hadapannya. "Namamu... aku ingat sedikit berbeda."

Detik itu, napas Airin tertahan. Ia bisa merasakan tatapan menyelidik Alvaro yang tajam, seolah sedang menguliti kebohongannya. Namun, bukan Airin namanya jika ia tidak punya ribuan topeng untuk dipakai.

Gadis itu tertawa kecil, suara yang terdengar seperti denting lonceng namun bagi Aira terdengar seperti desis ular. Airin merapatkan jarak, jemarinya yang lentik dengan kuku yang dipoles merah muda lembut menyentuh lengan seragam Alvaro.

"Varo, kamu ini bicara apa?" Airin mengerucutkan bibirnya, berakting manja dengan sempurna. "Mungkin karena kita sudah terlalu lama berpisah. Aku Airin. Tapi kamu selalu memanggilku Ai, kan? Nama kecil yang hanya milik kita berdua."

Alvaro tampak termangu. "Airin... Ai..." Ia mengulangi nama itu, mencoba mencocokkan potongan puzzle di kepalanya yang terasa sedikit tidak pas.

"Iya, Varo. Panggil saja Ai, seperti dulu. Tidak ada yang berubah, hanya aku yang sekarang... yah, mungkin sedikit lebih cantik dari yang kamu ingat?" Airin mengedipkan matanya, memamerkan pesona yang membuat siswa-siswa di sekitar mereka menahan napas.

Aira, yang masih mematung di belakang, merasa seolah ada tangan tak kasatmata yang meremas jantungnya. 'Bohong, Varo. Dia bohong!' teriaknya dalam hati. Namun, tenggorokannya terasa seperti disumbat batu. Ia tidak punya keberanian. Bagaimana ia bisa maju dengan wajah kusam penuh keringat, kacamata tebal yang melorot, dan rambut yang berantakan karena habis dihukum membersihkan jendela?

Dengan sisa keberanian yang ada, Aira melangkah satu tindak. "Va—Varo..."

Suaranya yang serak nyaris tak terdengar. Namun, Alvaro rupanya cukup peka untuk menoleh.

Pemuda itu memutar tubuhnya. Untuk sesaat, mata elang itu bertemu dengan mata Aira yang bersembunyi di balik lensa kacamata yang sedikit beruap. Jantung Aira berdegup kencang, berharap ada secuil keajaiban. Berharap Alvaro mengenali binar mata yang dulu selalu menemaninya menangis di bawah pohon mangga.

Alvaro menatap Aira dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tatapannya dingin, datar, dan penuh penilaian. Tidak ada kilatan pengenalan. Yang ada hanyalah kerutan di dahi, seolah ia baru saja melihat serangga yang mengganggu pemandangannya.

"Siapa dia?" tanya Alvaro dingin, tanpa melepaskan pandangannya dari sosok Aira yang terlihat mengenaskan.

Airin menoleh, senyum kemenangannya sekilas terlihat sebelum ia memasang wajah prihatin yang dibuat-buat. "Oh, dia... dia Aira. Salah satu siswi di sini. Dia memang sedikit... unik, Varo. Mungkin dia mau menawarkan air itu padamu?"

Alvaro mendengus pelan, matanya kembali menatap botol air mineral murah di tangan Aira yang sedikit lecet. "Tidak perlu. Aku tidak haus," ucapnya datar, lalu kembali membuang muka seolah Aira hanyalah angin lalu.

Dada Aira berdenyut nyeri. Kata-kata itu lebih tajam dari sembilu. Ia menunduk dalam, menatap sepatunya yang kusam. Air mata mulai menggenang, membuat pandangannya semakin kabur.

"Lihat, Varo. Kamu membuat dia takut," Airin berbisik, lalu dengan berani ia melingkarkan tangannya di pinggang Alvaro. "Sudahlah, abaikan saja dia. Aku sangat merindukanmu. Kamu tidak tahu betapa sepinya aku selama ini tanpamu."

Alvaro terdiam sejenak. Ia menatap Airin, mencari kepastian. Entah karena rasa bersalah karena telah meninggalkan sahabatnya terlalu lama, atau karena ia memang sudah terpesona oleh kecantikan di depannya, Alvaro akhirnya tersenyum. Sebuah senyum tulus yang dulu hanya milik Aira.

"Aku juga merindukanmu, Ai," gumam Alvaro.

Lalu, di depan ratusan pasang mata yang menonton, dan tepat di depan mata Aira yang mulai meneteskan air mata, Alvaro menarik Airin ke dalam pelukannya. Ia memeluk gadis itu dengan hangat, seolah sedang mendekap kembali masa lalunya yang hilang.

Aira hanya bisa berdiri membeku. Botol minum di tangannya jatuh ke lantai dengan suara berdebam yang pelan, menggelinding menjauh, persis seperti hatinya yang kini hancur berkeping-keping. Di pelukan itu, Alvaro telah menemukan rumahnya—rumah yang dibangun di atas pondasi kebohongan kembarannya.

1
Ma Em
Aira seharusnya keluar saja dari rumah itu untuk apa Aira bertahan dirumah seperti neraka itu karena Aira tdk diharapkan dan selalu direndahkan tanpa Aira Airin hanya tong kosong hanya sampah Aira msh mau saja dibodohi .
Aletheia
gak semudah itu kak,kan nunggu Aira dewasa atau lulus SMA dulu
Allea
sampai bab ini masih mempertahankan kebodohannya ckck aira aira dah pergi aja sih,selama ada kemauan jalan selalu ada pergilah menjauh dari keluargamu buktikan kamu hebat
Ma Em
Semangat Aira buktikan kalau Aira bkn anak yg bawa aib bkn anak yg bawa sial tapi sebaliknya Aira anak yg berprestasi dan sangat bersinar buat ayah , ibu dan Airin menyesal dan bongkar semua kebohongan dan keburukan Airin didepan Alvaro dan bilang pada Alvaro bahwa teman masa kecilnya bkn Airin tapi Aira , Airin cuma ngaku2 saja jadi Aira , jgn mau memaafkan mereka yg selalu menghina dan merendahkan kamu Aira .
Ma Em
Aira jgn takut dgn Alvaro , lawan dia kalau Aira takut Alvaro makin berani menghina Aira , semoga saja kebenaran tentang Airin yg ngaku2 teman Alvaro waktu kecil segera terungkap .
Ma Em
Aira bangkitlah lawan mereka yg selalu menghina dan merendahkan kamu , bongkar semua keburukan dan kelicikan Airin agar kedua orang tuamu tau bahwa yg bodoh itu Airin bkn Aira , Aira jgn mau dipermainkan dan dimanfaatkan lagi sama Airin balas lah perbuatan mereka padamu Aira jgn takut ada Barra yg akan menjadi pelindungmu Air 💪💪💪.
Ma Em
Makanya Aira kamu hrs bangkit jgn mau diperalat sama Airin , buat Airin membayar semua perbuatan nya padamu Aira buat kedua orang tuamu menyesal juga Alvaro tunjukan pada mereka keahlianmu yg sebenarnya bkn Airin yg pintar tapi otak Aira yg digunakan Airin untuk mengelabui orang mereka .
Aletheia: sabar ya kak,kita buat supaya Aira bisa teguh jika nanti harus meninggalkan keluarganya☺️
total 1 replies
Ma Em
Bagus Aira bangkitlah dan balas semua perbuatan mereka yg sdh menyakiti dan memfitnah mu Aira terutama Airin jgn diberi maaf juga Alvaro buat dia menyesal .
Ma Em
Heran ya ada orang tua berat sebelah sama anak sendiri dijelek jelekan didepan orang lain hanya untuk dapat perhatian dari Alvaro , tunggu saja saat waktu sdh tiba dan kebenaran akan terungkap siapa Airin dan siapa Aira .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!