NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Belalang Menangkap Jangkrik, Kepodang Mengintai

​Lin Tian bergerak tanpa suara bagaikan hantu di antara dahan-dahan raksasa. Berkat Langkah Bayangan Angin, kakinya nyaris tidak menyentuh ranting, melayang dari satu pohon ke pohon lain menuju pusat ledakan energi.

​Setelah bergerak sekitar satu mil, hidungnya menangkap bau daging hangus yang menyengat dan aroma manis yang aneh dari sejenis tanaman herbal.

​Lin Tian menghentikan langkahnya di atas sebuah dahan oak hitam yang lebat. Ia menyibakkan dedaunan dengan hati-hati dan memandang ke bawah, ke arah sebuah lahan terbuka yang telah hancur berantakan. Pohon-pohon di sekitarnya tumbang, dan tanahnya dipenuhi kawah-kawah kecil bekas ledakan Qi.

​Di tengah lahan terbuka itu, tergeletak bangkai seekor ular raksasa sepanjang sepuluh meter dengan sisik semerah darah. Kepala ular itu telah hancur berantakan.

​Ular Piton Api Tingkat 2 Rendah! Lin Tian membatin terkejut. Itu adalah binatang spiritual yang kekuatannya setara dengan kultivator Tahap 6 Pengumpulan Qi.

​Tak jauh dari bangkai ular itu, tergeletak dua mayat murid luar berjubah abu-abu. Wajah mereka membengkak dan berwarna keunguan—tanda jelas keracunan mematikan.

​Satu-satunya yang masih hidup di lahan itu adalah seorang pemuda bertubuh kurus tinggi. Ia bersandar pada sebuah batu besar, terengah-engah hebat dengan pedang panjang yang ujungnya menancap ke tanah sebagai penopang. Lengan kirinya terkulai lemas dan kulit di lehernya mulai menjalar urat-urat hitam berbisa.

​Melihat wajah pemuda itu, sudut bibir Lin Tian terangkat membentuk senyum yang sangat dingin.

​Wang Lei.

​Ia adalah pimpinan kelompok Wang di area murid luar, berada di Tahap 5 Pengumpulan Qi, dan orang yang memerintahkan bawahannya untuk merampas Pil Pengumpul Qi milik Lin Tian minggu lalu.

​"Sialan..." rutuk Wang Lei sambil memuntahkan seteguk darah hitam. Ia merogoh saku jubahnya dengan tangan kanan yang gemetar, mengeluarkan sebutir pil penawar racun tingkat rendah, lalu menelannya mentah-mentah. "Piton sialan ini mengorbankan inti nyawanya sebelum mati. Untung saja aku memiliki Jimat Penangkal Api pelindung dari Kakak Senior."

​Napas Wang Lei berangsur-angsur sedikit stabil, meski auranya sangat lemah dan Qi-nya nyaris terkuras habis. Pandangannya kemudian beralih ke balik batu besar tempatnya bersandar. Di sana, tumbuh setangkai bunga teratai seukuran kepalan tangan yang kelopaknya memancarkan cahaya merah rubi.

​"Teratai Api Jantung Bumi," mata Wang Lei berbinar dipenuhi keserakahan yang gila. "Herbal spiritual berusia tiga ratus tahun! Dengan ini, bukan hanya racun ini akan tuntas, aku pasti bisa menembus Tahap 7 dan masuk ke Sekte Dalam menyusul kakakku!"

​Wang Lei memaksakan diri berdiri, langkahnya gontai saat ia berjalan mendekati teratai tersebut.

​Ia tidak tahu bahwa di atas dahan pohon tepat di belakangnya, sepasang mata sedingin es sedang mengunci setiap gerakannya. Lin Tian tahu pepatah kuno: Belalang menangkap jangkrik, burung kepodang mengintai di belakang. Saat Wang Lei menjulurkan tangannya untuk memetik Teratai Api, pertahanannya berada di titik terendah.

​Inilah saatnya!

​Lin Tian menjatuhkan diri dari dahan. Alih-alih mendarat dengan suara berdebum, ia mengalirkan Qi murni ke kakinya dan mengaktifkan Langkah Bayangan Angin. Di udara, tubuhnya berputar, meminjam gaya gravitasi untuk melesat lurus ke punggung Wang Lei bagaikan anak panah hitam.

​Naluri bertarung Wang Lei sebagai kultivator Tahap 5 memperingatkannya sedetik sebelum serangan itu tiba. Angin dingin yang tidak wajar menyapu tengkuknya.

​"Siapa?!" teriak Wang Lei, mencoba berbalik sambil menebaskan pedangnya dengan sisa-sisa tenaga.

​Namun, ia terlalu lambat. Racun ular telah merusak sistem sarafnya, dan lawannya terlalu cepat.

​Trangg!

​Belati Baja Hitam Lin Tian menangkis pedang panjang Wang Lei dengan presisi brutal—menghantam titik terlemah bilah pedang yang sebelumnya telah dipenuhi retakan akibat pertarungan melawan Piton Api. Pedang itu patah menjadi dua.

​Tanpa kehilangan momentum, Lin Tian melesat melewati pertahanan Wang Lei, menggunakan gerak kaki anginnya untuk menyelinap ke titik buta di sebelah kanan lawannya.

​CRASS!

​Bilah belati hitam itu menggorok leher Wang Lei dengan gerakan yang sangat rapi dan tanpa belas kasihan. Darah segar menyembur ke udara.

​Mata Wang Lei melotot hampir keluar dari rongganya. Ia mencengkeram lehernya sendiri, mundur terhuyung-huyung. Saat pandangannya mulai kabur, ia akhirnya bisa melihat dengan jelas wajah sosok yang baru saja menebasnya.

​"L... Lin... Tian...?" darah menggelegak dari kerongkongan Wang Lei, suaranya dipenuhi ketidakpercayaan yang absolut. Bagaimana mungkin anak cacat ini ada di sini? Bagaimana ia bisa memiliki kecepatan yang begitu mengerikan?

​Namun Lin Tian tidak memberinya kesempatan untuk merenung. Dengan satu tendangan berputar ke dada, Lin Tian mengirim tubuh Wang Lei terjerembab ke tanah. Pemuda serakah itu mengejang dua kali sebelum akhirnya diam tak bernyawa.

​Lin Tian berdiri tegak di tengah lahan yang penuh darah itu. Wajahnya tanpa ekspresi, mengibaskan belatinya hingga bersih sebelum menyarungkannya kembali. Di dunia kultivasi, kebaikan hati pada musuh adalah racun yang paling mematikan.

​"Sistem," panggil Lin Tian dalam hatinya. Matanya menyapu tiga mayat manusia dan satu bangkai ular raksasa di sekitarnya. "Ekstrak semuanya."

​[Ding!]

[Mendeteksi sumber daya dalam jumlah besar. Memulai Ekstraksi Massal...]

​Gelombang cahaya emas yang menyilaukan meledak dari tubuh Lin Tian, menyapu seluruh lahan terbuka tersebut seperti jaring laba-laba bercahaya.

​[Target 1: Bangkai Ular Piton Api. Mengekstrak...]

[Memperoleh: 5 Tetes Qi Murni Absolut, 3 Tetes Qi Darah. Menemukan 'Kantong Racun Api' yang masih utuh. Ekstraksi selesai.]

​[Target 2 & 3: Dua mayat murid Tahap 4. Mengekstrak sisa Qi di meridian...]

[Memperoleh: 2 Tetes Qi Murni Absolut.]

​[Target 4: Mayat Wang Lei (Tahap 5). Mengekstrak fondasi kultivasi...]

[Memperoleh: 4 Tetes Qi Murni Absolut.]

[Ding! Mendeteksi Teknik Bela Diri di lautan kesadaran target: 'Pedang Gelombang Angin' (Tingkat Fana Menengah). Mengekstrak dan menyempurnakan...]

​Mendengar rentetan notifikasi itu, jantung Lin Tian berdegup kencang. Panen kali ini melampaui ekspektasinya! Sebelas tetes Qi Murni Absolut dan sebuah teknik pedang tingkat menengah yang telah disempurnakan. Di Sekte Awan Azure, murid luar butuh ratusan poin sumbangsih hanya untuk meminjam gulungan teknik tingkat menengah selama beberapa hari. Ia mendapatkannya secara cuma-cuma.

​Seketika, sebelas tetes cairan emas itu mengalir deras ke dalam tubuh Lin Tian bagaikan banjir bandang.

​BOM!

​Tekanan udara di sekitar Lin Tian terdorong keluar. Pakaian abu-abunya berkibar hebat. Dantian-nya yang menyerap seluruh Qi murni itu bergetar, membesar dan memadat dengan kecepatan gila.

​Dalam satu tarikan napas panjang, penghalang ke Tahap 4 hancur berantakan.

Namun energi itu belum habis!

​Menembus Tahap 4 awal...

Tahap 4 pertengahan...

Berhenti di Puncak Tahap 4 Pengumpulan Qi!

​Lin Tian membuka matanya. Kekuatan fisik yang mengalir di setiap serat ototnya terasa berkali-kali lipat lebih kuat dari sebelumnya. Ia kini berada di tingkat menengah Pengumpulan Qi.

​Ia memutar lehernya yang berderit kencang, lalu menoleh ke arah Teratai Api Jantung Bumi yang masih memancarkan cahaya merah mempesona di atas batu.

​"Satu teratai ini tidak boleh diekstrak sekarang. Energinya terlalu besar, aku butuh lingkungan yang sangat tenang untuk menerobos ke Tahap 5 dengan ini," gumamnya. Lin Tian memetik teratai itu dengan hati-hati dan menyimpannya di dalam saku dadanya.

​Namun, sebelum Lin Tian sempat merapikan jejaknya dan pergi, telinganya yang kini jauh lebih peka menangkap suara kepakan sayap yang tidak wajar dari udara.

​[Peringatan! Mendeteksi entitas dengan fluktuasi energi di atas batas aman Inang (Setara Tahap 9 Pengumpulan Qi) mendekat dengan kecepatan tinggi dari udara!]

​Lin Tian mendongak. Di atas kanopi hutan yang tebal, bayangan seekor Burung Bangau Putih Raksasa terlihat menukik tajam ke arah lahan terbuka tempatnya berdiri. Di atas punggung bangau itu, berdiri sosok jangkung mengenakan jubah putih bersulam awan perak—seragam murid inti Sekte Dalam!

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!