NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 : Tidak bisa mengelak lagi

Kini Tiara sudah berada di samping Clara, tatapan Tiara langsung tertuju ke arah dalam lemari. Tiara bisa melihat kalung berlian milik dirinya di dalam sana, kini bibirnya Tersenyum. sangking senangnya Tiara langsung mengambil kalung tersebut dan menciuminya di depan Clara dan sang suami sangking senangnya, Rudi yang melihat kalung milik istrinya telah ketemu ia langsung menghampiri sang istri dan anaknya Clara.

"Syukurlah kalung mu sudah ketemu." Ucap Rudi yang ikut senang.

"Aku juga bilang apa pasti di antara mereka yang telah mencuri kalung milik ku!" Jawab Tiara menunjukkan wajah kesalnya.

Kini Tiara sudah tidak sabar untuk menanyai mereka berdua kembali, kali ini mereka berdua sudah tidak bisa lagi mengelak karena barang bukti sudah di temukan di dalam kamar mereka.

BI SRI, BELLA CEPAT KALIAN KESINI! teriak Tiara dengan emosi yang siap meluap.

DEG!

Sementara Bella dan bi Sri yang masih berada di luar seketika terkejut setelah mendengar suara teriakan Tiara yang memanggil nama mereka berdua.

"Jangan takut kita gak mencuri, kita hadapi bersama." Ucap bi Sri mengandeng tangan Bella seakan memberikan kekuatan agar tidak takut.

"Iya bi Sri." Jawab Bella berusaha tenang dan tidak takut.

Dengan langkah pelan Bella dan Bi Sri memasuki kamar mereka. saat memasuki kamar mereka di suguhkan pemandangan isi kamar mereka yang begitu berantakan.

Bella dan bi Sri terlihat memandang sedih keadaan kamar mereka berdua saat ini. semua barang-barang mereka tergelak begitu saja di lantai. 3 orang tersebut benar-benar menggeledah isi kamar mereka berdua sampai separah ini.

KENAPA MALAH BERDIRI DI SITU!, AYO SEGERA KE SINI! sentak Tiara.

Bella dan bi Sri seketika tersadar dan saat ini mereka sudah ada di hadapan Tiara yang sedang berkaca pinggang sembari menatap tajam ke arah mereka berdua.

"Lihat baik-baik ini kalung berlian seharga 500 juta ku, dan kalung ini ternyata ada di dalam lemari kalian. jadi dapat di pastikan pelakunya salah satu dari kalian, atau jangan-jangan malahan kalian berdua yang telah bersengkokol untuk mencuri kalung milik ku!" Ucap Tiara sambil memperlihatkan kalung yang ada di tangan nya di hadapan Bella dan Bi Sri.

"Demi tuhan nyonya bukan saya ataupun Bella yang mengambil kalung tersebut." Ucap bi Sri masih membela diri.

"Iya benar Tante bukan kami yang mengambil kalung tersebut, kami saja sangat kaget kalung itu bisa ada di dalam kamar kami." Timpal Bella membantu bi Sri untuk menjelaskan kepada sang Tante.

"Jangan bohong kalian!, ini buktinya sudah ada tepat di hadapan mata kalian sendiri. kalung ku terselip di antara pakaian kalian. Ini tumpukan baju milik siapa?" Tanya Tiara sembari menunjuk ke arah tumpukan pakaian di dalam lemari.

Seketika Bella mematung, mulutnya terasa kelu karena ternyata kalung milik tantenya itu di temukan di tumpukan pakaian miliknya sendiri.

KENAPA MALAH DIAM SEMUA! JAWAB INI TUMPUKAN BAJU MILIK SIAPA! sentak Tiara kembali.

CEPAT SEGERA MENGAKU DI ANTARA KALIAN BERDUA SIAPA YANG MENCURI KALUNG ISTRI KU ?! KALAU TIDAK ADA YANG MAU MENGAKU JUGA TERPAKSA AKU AKAN MENCAMBUK KALIAN BERDUA HINGGA SEKARAT! ancam Rudi yang sudah sangat kesal karena di antara mereka tidak ada yang mau mengaku dan tetap bersikeras jika mereka berdua tidak mencuri.

kini raut wajah Bella dan bi Sri begitu tegang bercampur ketakutan setelah mendengar ucapan Rudi barusan.

"It...u baju milik Bella Om dan Tante." Ucap Bella akhirnya buka suara, sementara bi Sri terlihat terkejut kenapa gadis itu malah berbicara seharusnya tetap diam saja.

Kini Bella hanya bisa menundukan kepalanya takut, ia hanya diam dan tidak membela diri lagi. karena percuma mau dia membela diri sampai mulutnya berbusa pun, mengatakan jika dirinya tidak mencuri Om dan Tante nya tidak akan pernah percaya karena kalung tersebut telah di temukan di dalam tumpukan pakaian miliknya dan ia tidak bisa mengelak lagi.

Lagi pula jika di antara dia dan bi Sri tidak ada yang mau mengaku, mereka berdua akan kena hukuman bersama. biarlah hanya dia saja yang mendapatkan hukuman karena sudah terbiasa, ia rela berkorban demi bi Sri.

"Maaf bi Sri, Bella tidak punya pilihan lain. biarlah Bella saja yang menanggung hukuman dari om dan Tante, bi Sri tidak perlu merasakannya." Batin Bella.

NAH SUDAH KU DUGA PASTI ANAK SIALAN DAN TIDAK TAHU TERIMAKASIH INI YANG TELAH MENCURI KALUNG KU! LIHAT MAS KEPONAKAN MU INI, JIKA DI BIARKAN DIA AKAN MENGULANGINYA LAGI! ucap Tiara murka meminta suaminya segera bertindak.

Kini Rudi tengah menatap tajam ke arah Bella, dia sudah siap untuk memberikan pelajaran kepada keponakannya itu.

"Clara, tolong bawakan cambuk milik papah ke dalam gudang sekarang juga." Ucap Rudi dingin, matanya tidak pernah lepas menatap Bella dengan tatapan sengit.

Bi Sri terlihat membulatkan kedua matanya setelah mendengar ucapan majikannya tersebut, sementara Bella terus menundukan kepalanya dengan kedua tangan yang bergetar ketakutan. dia sudah pasrah jika malam ini akan di cambuk dan di kurung di dalam gudang oleh om nya itu.

"Siap pah." Clara segera keluar dari kamar itu dengan senyum sumringah karena sebentar lagi sepupu dekilnya itu akan mendapatkan hukuman.

Setelah kepergian Clara kini Rudi tengah berjalan ke arah Bella, dia berniat akan segera menarik keponakannya itu ke dalam gudang saat ini juga.

BRUK!

saat Rudi ingin membawa Bella pergi tiba-tiba saja bi Sri berlutut dan memegang kedua kaki Rudi meminta ampun dan memohon agar tidak menghukum Bella.

"Tolong tuan jangan hukum Bella, saya yakin dia tidak mencuri kalung milik nyonya. sepertinya ada yang sengaja menyimpan kalung tersebut ke dalam lemari dan berusaha memfitnah kami." Ucap bi Sri terus memohon.

"Minggir! Lepaskan sebelum aku bertindak kasar kepada mu!" Ucap Rudi menatap tajam ke arah bi Sri yang terus saja memeluk kakinya erat.

"Tidak tuan, saya tidak akan minggir sebelum tuan berubah pikiran dan tidak akan memukuli Bella." Ucap Bi Sri penuh keberanian.

Sementara di belakang tubuh sang suami, Tiara sudah sangat kesal dengan tingkah pembantunya itu yang menurutnya sudah kurang ajar demi membela anak sialan itu.

"Sudah diam! Jangan ikut campur kamu. Atau kamu juga mau sekalian di hukum bersama si Bella hah?!" Ucap Tiara yang berusaha menarik tubuh bi Sri.

Belum sempat Sri menjawab, Bella sudah terlebih dahulu mengeluarkan suara.

"Jangan Tante, biar Bella saja yang mendapatkan hukuman bi Sri jangan." Lirih Bella menatap sendu ke arah bi Sri yang masih berlutut dan memegangi kaki paman nya itu.

BUGH!

Tubuh bi Sri langsung terjungkal ke belakang karena di tarik kuat oleh Tiara di saat dirinya lengah.

Kini Rudi segera berjalan cepat ke arah Bella karena sudah tidak ada lagi yang menghalangi langkah kakinya saat ini.

Dengan kasar Rudi segera menarik tangan gadis itu keluar dari kamar, kini Rudi akan segera membawa Keponakannya itu ke dalam gudang.

Sementara di dalam kamar bi Sri berusaha untuk berdiri dan berniat menyusul Bella ke gudang, namun tindakanya langsung di tahan oleh Tiara.

"Jangan ikut campur urusan keluarga ku!, kamu hanya seorang pembantu, jadi kamu harus tahu batasan mu dan tidak ikut campur tentang masalah ini!" Sentak Tiara memandang tajam ke arah bi Sri dan kemudian keluar dari kamar berniat menyusul suaminya.

Sontak saja ucapan majikannya itu membuat Bi Sri terdiam, namun meskipun tidak memiliki ikatan darah dengan Bella. Bi Sri sudah menganggap Bella seperti anaknya sendiri dan begitu peduli dan menyayanginya.

"Ya tuhan aku mohon berikanlah Bella kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi kedzaliman keluarga ini." Batin bi Sri sedih dengan air mata yang mulai mengalir di pelupuk matanya saat ini.

******

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!