NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Suami Kejam

Jeratan Cinta Suami Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:966
Nilai: 5
Nama Author: Siti Fatimah

"Ini apa maksudnya? Bisa jelaskan padaku ...aku mohon!"

"Hari ini akan diadakan acara pernikahanmu sayang dan Tuan 💙 lah yang akan membeli sekaligus bersedia meminangmu menjadi Istrinya. Bersiaplah! Ini demi kebaikan kamu."

Bagai diterpa badai di siang bolong. Alih-alih mendapatkan kesempatan untuk bahagia, ia malah dijerumuskan dalam lembah jurang yang sangat dalam oleh Papa kandungnya sendiri, tak percaya dan mengharapkan semua ini hanyalah mimpi namun nyatanya yang terjadi sungguhlah nyata.

"Usap air mata kamu! Kamu lupa tinggal menghitung menit ijab kabul akan segera dilaksanakan, jadi berhentilah menangis!" perintah Papanya tanpa memikirkan kehancuran sang Putri.

"Kenapa Papa setega ini sama Cantika? Kenapa Papa tidak membiarkan Cantika untuk mati daripada harus menikah dengan pria itu, dia pria yang sama sekali tidak Cantika kenal. Bahkan pria itu sudah memiliki istri! Kenapa Papa membiarkan semua ini terjadi, kenapa Pa?" tegas Cantika dengan menangis semakin menjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Fatimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 07 [ Kebodohan Gantara ]

Lagi merencanakan taktik agar bisa mendapatkan simpati dan perhatian dari Gantara sejak kejadian malam kemaren, pagi yang masih pukul 05:00, sudah tertata rapi sarapan nasi goreng yang sengaja disiapkan Nayla untuknya.

Keduanya masih berada didalam hotel, saat aroma masakan yang segar mulai menyebar, Gantara yang sebelumnya hendak memasuki kamar mandi langkah itu terhenti ketika aroma masakan yang begitu menggugah selera.

Ia mengikuti aroma yang menggoda indera penciumannya, tanpa menyadari bahwa itu adalah bagian dari rencana Nayla untuk memikat hatinya.

Sampai di depan meja makan dengan banyak hidangan yang ternyata sungguh menjadi favorit Gantara, kini ekpresi Gantara mampu berubah mengembang.

"Kamu sungguh menyukai masakan aku?"

"Apa semua ini sungguh kamu yang memasak?" Nayla hanya mengangguk.

"Maaf, kalau kamu tidak suka tidak masalah jika kamu tidak ingin menyantapnya tidak apa-apa kok,"

"Siapa bilang? Aku malah penasaran dengan rasa ini? Ini sepertinya sangat lezat, boleh aku mencicipinya?" lagi-lagi Nayla hanya mengangguk arti ia menyetujui.

Baru satu sendok nasi itu masuk kedalam mulutnya, ekpresi wajah Gantara berubah sumringah, ia nampak terkejut merasakan rasa dari menu yang menjadi salah satu favoritnya.

"Wah... ini sungguh nasi goreng yang baru kali ini bisa aku santap seenak ini, kamu benar-benar pandai meracik resep hingga seenak ini."

"Kamu janganlah terlalu memujiku aku kan jadi malu, apalagi kamu Juga tau aku gampang baper karena perhatian dari seseorang, aku juga sadar biar bagaimanapun kamu itu mantan dari Adikku sekaligus mantan calon iparku sangatlah tidak pantas bagiku untuk mendapatkan pujian darimu."

Melihat wajah Nayla nampak memelas sesuai kata-katanya tadi, wajah Gantara ikut menunjukkan arti lain, ia seperti terhasut kata-kata manis Nayla.

"Tapi menurutku biarpun kita sempat akan menjadi ipar. Bagiku tidak masalah jika aku memberikan pujian ku itu, aku sadar ternyata selama ini aku sangat salah mengenal seseorang. Aku dulu selalu percaya dengan ucapan dia yang selalu mengatakan kalau kamu saudara tiri yang jahat dan suka manipulasi, tapi sekarang aku sadar kamulah korban akibat keserakahannya sekali lagi maafkan aku, aku juga berjanji setelah kejadian kemaren malam aku berjanji aku akan bertanggung jawab penuh atas kehamilan yang mungkin sewaktu-waktu dalam rahimmu ada hasil dari benihku."

"Apa aku bisa yakin dan percaya jika hanya sebatas janji-janji manis?"

"Jika kamu tidak yakin aku sendiri yang akan meyakinkan kamu, tapi ....,"

"Tapi, apa?"

"Apa yang sudah diperbuat Cantika tidak bisa lagi aku pendam, dia sudah berani mengkhianatiku bahkan kamulah yang akhirnya malah menerima imbas! Aku tidak akan pernah membiarkan orang yang sudah menghancurkan hidupku bahagia, dan aku meminta persetujuan bisakah kamu membantuku membalaskankan dendam ku?"

"Aku tau aku salah, tapi jujur aku tidak membenarkan keserakahan Cantika terus berlanjut, aku mendukung kamu untuk melakukan balas dendam dengan syarat kamu janganlah memakai cara apalagi sampai melukainya, bersedia?"

Gantara memberikan jabatan tangannya tanda jika ia setuju dengan kesepakatan dua pihak, Nayla tersenyum miring, ia bahagia bahkan sangking bahagia ia tak percaya rencana yang belum sempat ia pikirkan secara matang itu berjalan dengan sendirinya, ia pula yakin jatuhnya Gantara kedalam pelukannya akan memberikan kehancuran kian dalam yang akan dirasakan Cantika.

Sarapan pagi tak hanya dilakukan oleh Nayla dan Gantara, tapi dikediaman mewah milik Adrian, disana keluarga beranggota lima telah berkumpul.

Mama dan Adik siap menunggu menu sarapan yang telah disiapkannya, tadinya ruangan makan ini diselimuti candaan dan gurauan mereka, namun sejak semenit kemudian datangnya Cantika membawa sepiring menu, ekpresi tajam mereka kompak mereka layangkan, dan diantara mereka hanya Monika yang menyambut menu makanan yang sudah susah-susah disiapkan oleh Cantika.

"Kalian ini sangat kejam! Apa tidak bisa kalian jangan sejahat ini sama Cantika?" Tapi teguran Monika tak merubah tatapan ketiganya yang makin menegang.

"Tidak apa-apa mungkin masakan yang aku siapkan tidaklah enak, tidak apa-apa biar aku bawa kembali."

"Jangan, kamu sudah susah payah membuatnya ijinkanlah aku untuk mencicipinya?"

"Tidak!"sahut Adrian melarang keras Monika untuk memakannya.

"Yang...kamu janganlah bodoh bisa sepercaya ini dengan wanita pembunuh ini! Kamu tidak takut kalau didalamnya ada racun?"

Adrian menuduh dengan teganya. Bahkan tatapan tajamnya sudah menunjukkan seberapa bencinya lelaki itu kepada Cantika.

"Astaga Yang... Kamu itu terlalu kebanyakan nonton short drama makanya sedikit-sedikit pikiran kamu jadi mengarah ke dramatis, tidak mungkin lagi kalau dia bisa sempat menaruh racun didalam makanan atau minuman ini?"

"Baiklah terserah apa katamu yang penting aku sudah berusaha mencegah mu."

Satu sendok masuk kedalam mulut Monika reaksinya masih aman, namun ketika 3 sendok ikut menyusul tak lama Monika merasa ada yang aneh dengan reaksi dirinya, seketika Monika meletakkan kembali sendok itu.

"Kamu kenapa sayang? Apa masakan ini tidak enak?"

Adrian melontarkan pertanyaan, ia juga cemas melihat reaksi yang ditunjukkan istri pertamanya.

"Entah kenapa badanku jadi tidak enak gini? Ini seperti reaksi alergiku yang mau kambuh?"

Berbalik Adrian menatap tajam kearah Cantika. Tak mengerti apa maksudnya cengkraman kasar lagi-lagi ia dapatkan.

"Mam! Bawa Monika masuk ke kamar, telfon juga Dokter pribadi kita, aku akan urus Wanita ini."

Adrian tanpa memberinya ampun cengkraman pada pergelangan tangan Cantika membuatnya merintih kesakitan.

"Katakan apa yang kau campurkan pada menu ini? Katakan!"bentak Adrian dengan emosinya yang menggebu.

"Tidak! Ini pasti salah faham aku tidak pernah berniat menaruh yang aneh-aneh dalam masakan ku percayalah."

"Masih belum mau ngaku?"

Adrian melontarkan ancaman, berusaha Cantika melepaskan cengkeramannya, namun lagi-lagi Adrian semakin mempererat.

Ditarik pergelangan tangan Cantika dengan kasar, dihempaskan tubuh lemah itu tepat arah dua asistennya, tubuh Cantika tersungkur kelantai layaknya sampah.

"Kurung dia dan jangan berikan apapun entah minum atau makanan selama satu hari."

"Baik, Tuan."

"Ini akibat jika kau berani bermain-main dengan Adrian!"

Adrian pergi tanpa rasa bersalahnya, wanita malang itupun hanya terdiam meratapi nasib malangnya.

Cantika merasa dunia ini begitu kejam, tak pernah ia menyangka bahwa Adrian sosok Lelaki yang bisa sekejam itu. Air mata tak bisa ia tahan biarpun ia sudah susah payah menahannya, air mata itu mengalir deras tanpa henti dari matanya.

"Sampai kapan penderitaan ini akan berakhir? Sampai kapan?" Menggenggam tangannya sungguh dia ingin mengakhiri semuanya.

BERSAMBUNG

1
Siti Fatimah
Maaf, bab 14 masih belum lulus review dari semalam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!