NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Gosip Hangat Dan Tamu Tak Diundang

Pagi itu sekitar pukul sembilan pagi. Kaelric menjejakkan kakinya di Vorn Aegis Consortium. Seperti biasanya, dia melangkahkan kaki dengan ringan, seolah tak terjadi apa-apa.

Suasana kantor biasanya kondusif dan tenang. Sekarang auranya nampak berbeda.

Banyak karyawan disana yang melihat Bosnya dengan tatapan tak biasa. Terutama, karyawan cewek. Sebenarnya, Kaelric menyadari hal itu.

Tapi, karena dia memang tak tahu apa yang membuat mereka seperti itu. Maka dari itu dia terkesan cuek.

"Masak, sih?. Gadis kemarin itu ceweknya si Bos?. Ya, mundur deh kalo begitu. Mana, anaknya manis lagi. Makanya, si Bos demen sama tuh cewek. "

Oceh Katarina, karyawan cewek yang cantik dan seksi. Sebenarnya, dia ingin sekali mendekati Bosnya yang super duper dingin itu.

"Eeeiiit!. Kamu gak cocok sama si Bos. Yang cocok mah keponakan gue, tuh!. Masih muda, nah kamu umurnya aja udah tua gitu!. Mana mau si Bos sama kamu? ".

"Si Bos itu ya, demennya sama yang masih muda. " Kata karyawan yang satunya.

"Heee, kalian itu. Bisa lihat gak???. Nih, bodi gua masih semok, masih semlohayy! "

Candaan mereka diiringi tawa riuh. Kaelric yang sudah berjalan di dekat mereka pun terhenti langkahnya. Dia menengok ke belakang. Tapi, dia diam saja. Tak menanggapi candaan anak buahnya.

Dia terus saja melangkahkan kaki ke ruangannya sendiri.

"Baru saja satu hari dia kesini. Tapi, anak buahku sudah bising. Veliora, kamu memang menyebalkan. Tapi, juga bikin aku seneng. Bagaimana caranya untuk berbicara denganmu lebih serius lagi. Kau menganggap aku ayahmu. Tidak lebih dari itu. "

Dia bicara sendirian. Setelah sampai di ruang kerjanya. Dia duduk di kursi kerjanya. Pekerjaan sudah di depan mata.

Hmm... Dia jadi ingat sesuatu. Ravian minta tolong padanya. Agar jangan menangguhkan kontrak kerjasama dengan Adiwinata Corporation. Padahal, Kaelric pun tidak memberi penangguhan. Karena, setelah penandatanganan kontrak kemarin, dia segera menyerahkan kendali pada pihak operasional. Dia sudah angkat tangan dengan semuanya.

Yang dia tahu, semua pekerjaan stafnya berjalan dengan lancar. Dan, jika ada kendala yang berarti, dia akan turun tangan sendiri untuk menyelesaikannya.

Mendadak, suara pintu di ketuk dengan keras. Tidak seperti biasanya.

"Masuk! "

Ravian masuk dengan diikuti seseorang dari belakang. Terkejut juga Kaelric, karena tidak semua orang diijinkan masuk ke sana. Kecuali, pihak yang kompeten dengannya.

"Ada apa, Ravian? ".

" Siapa dia? ". Kaelric bertanya dengan nada tegas.

" Maaf, Bos. Sekali lagi, saya minta maaf. Orang ini minta masuk ke ruangan anda. Dan ingin bicara dengan anda secara pribadi. "

"Kenapa demikian?. Bukankah kamu tahu sendiri, bagaimana aturan disini? "

"Dan sekarang, kamu seenaknya membawa dia masuk ke ruanganku tanpa seijin dariku. "

Kaelric nampak marah. Ravian tertunduk, karena dia merasa bersalah atas kelalaiannya.

"Sekarang, katakan. Siapa dia, dan ada keperluan apa dia mencariku? "

Akhirnya, Ravian angkat bicara untuk menjelaskan duduk persoalannya kepada Kaelric.

"Maaf, Bos. Apa Bos masih ingat?. Waktu perjalanan kita ke Surabaya?. Sekitar enam bulan yang lalu. "

"Ya, aku ingat. Lantas apa hubungannya dengan aku, Ravian? "

"Atau jangan-jangan soal kecelakaan kemarin?"

Tanya Kaelric.

"Betul, Bos. Bapak ini kebingungan. Karena, istrinya masih belum sadarkan diri. "

"Iya, aku lupa, Ravian."

"Karena kesibukanku dengan Seraphina dan putrinya. Oh, ya. Bapak tahu alamat kantor saya dari mana? "

"Maaf, Tuan. Saya dapat alamat Tuan, dari mas ini. "

Kata Bapak tua itu sambil menuding Ravian.

"Iya, Bos. Maafkan kelancangan saya. Setelah Bos menyuruh saya untuk memberikan uang pada Bapak ini, saya menyodorkan kartu nama Bos pada Bapak ini. "

"Takutnya, kalau ada apa-apa yang terjadi pada Bapak ini dan istrinya, Bos. "

Kaelric mengangguk kecil. Pintu ruangannya terbuka lagi. Kaelric terkejut melihat siapa yang datang.

Mukanya cemberut, seperti mau marah. Bibirnya mengerucut. Hampir saja membuat Kaelric tertawa lepas. Apalagi, si gadis manis itu berjalan dengan gayanya seperti anak kecil.

Seolah tidak ada orang di sekitarnya. Menghampiri Kaelric, dan duduk di pangkuan Kaelric dengan manja.

Dia meletakkan kepalanya di dada Kaelric.

"Sayang, duduk di sofa gih? ".

" Kan ada tamu, sayang. " Kaelric pun membimbing Veliora ke sofa. Ya, si tamu yang kedua adalah Veliora. Yang menunggu jemputan tak kunjung datang. Akhirnya, dia memutuskan untuk pergi sendiri ke kantor Daddynya.

Si Bapak tua agak jengah juga melihat kelakuan Veliora. Lucu, ini cewek tuh anak atau apanya Si Bos masnya ya?. Hampir saja Bapak tua itu tertawa. Tapi ditahannya. Agar si tuan rumah tidak tersinggung. Bapak tua itu melihat kalau Kaelric usianya masih terlalu muda kalau punya anak seusia Veliora.

"Baiklah, Bapak. Maafkan saya, karena putri saya sudah kesini. Semua urusan yang ada hubungannya dengan Bapak, saya serahkan pada asisten saya. Bapak boleh mengeluarkan keluh-kesah atau apapun padanya. Saya kasih Bapak jalan seluas-luasnya. Dan, kamu Ravian. Tolong, kamu handle masalah ini. Saya serahkan semuanya sama kamu. "

"Dan satu lagi, Ravian. Soal Adiwinata Corporation. Itu nanti biar aku yang menanganinya. Kamu tenang saja. Jangan khawatir! "

Kata Kaelric. Ravian tertunduk diam.

Padahal, banyak yang ingin dia bicarakan dengan Bosnya. Tapi, Bosnya sudah memberi perintah seperti itu, ya sudah! .

Dia pun minta diri keluar dari ruang kerja Bosnya. Si Bapak tua, tamu tak diundang itu berjalan mengikuti Ravian. Keluar dari ruangan Kaelric.

Bapak tua itu berkali-kali memperhatikan Veliora. Matanya memicing, seolah-olah pernah mengenal sebuah wajah milik seseorang. Tapi, entah siapa dan dimana. Yang ia tahu, wajah Veliora mengingatkan seseorang.

Sambil berjalan, Bapak tua itu membuka pembicaraan. Dia bertanya pada Ravian.

"Mas, gadis cantik tadi anaknya Bosnya si Mas ya? "

Ravian pun menjawab pertanyaan Bapak tua itu.

"Iya, Pak. Nona tadi anak Bos saya. Tapi, bukan dengan Bos saya. Mami Nona tadi tuh menikah dua kali. Tapi, suaminya sudah meninggal. "

"Ohhh... "

Hanya itu yang keluar dari bibir Bapak tua itu. Sebenarnya ada yang ingin dia tanyakan pada Ravian. Tapi, diurungkan niatnya itu.

Dimana sekarang anak itu?. Semoga saja segera aku temukan. Usiaku sudah senja. Juga istriku. Ada baiknya kalau Tuhan berkenan mempertemukan kami lagi. Pasti aku dan istriku akan sangat bahagia.

Bapak tua itu bicara dalam hati.

"Pak, Bapak sekarang tanggung jawab saya. Jadi, Bapak jangan segan-segan untuk bicara apa saja soal keperluan Bapak dan istri. Oh iya, istri Bapak masih di rumah sakit? "

Bapak tua itu mengangguk perlahan.

"Baiklah, kita berdua sekarang ke rumah sakit. Kita lihat kondisi istri Bapak terlebih dahulu. Bagaimana baiknya. Nanti, kalau ada apa-apa yang lebih sulit. Saya akan bicara dengan Bos saya, ya Pak? "

Bapak tua itu mengangguk lagi.

"Iya, Mas. Terserah Mas dan Bosnya saja. Saya ikut, Mas. Saya dan istri saya sudah tak punya apa-apa lagi. Kami hanya hidup berdua saja. Anak perempuan kami satu-satunya hilang entah kemana. "

"Oh, jadi Bapak dan Ibu masih punya keluarga?"

Bapak tua itu menggeleng. "Anak kami sudah tidak ada, Mas. "

Ravian manggut-manggut.

Mereka pun bergerak menuju rumah sakit, tempat dimana istri Bapak tua itu dirawat.

****

Sementara di Vorn Aegis Consortium, di sebuah ruangan. Tepatnya, di lantai 66. Veliora duduk sembarangan di sofa.

Kaelric memandangi gadis itu. Sudut bibirnya, yang biasanya kaku. Kini, selalu menyunggingkan senyum. Hal inilah, yang membuat semua anak buahnya di kantor terheran.

Bos dingin, kaku, tertutup bahkan tak pernah peduli dengan siapa pun. Akhir-akhir ini berubah. Bukan berubah drastis. Tapi, pelan-pelan.

'Dad... Daddy pulang jam berapa? "

Tanya Veliora manja. Kaelric diam saja. Tak menyahut. Dia ingin tahu, bagaimana sikap Veliora jika melihat dirinya tak menanggapi ucapannya.

"Daaad....! "

Veliora setengah berteriak. Kaelric tak menggubris

"Daaaad....! ". Lagi, Veliora setengah berteriak. Namun, Kaelric masih terdiam. Menatap kertas dokumen di atas mejanya

" Siih, Daddy. Bikin marah aja! "

"Daddy, sayaang! "

" Dengar Veliora gak sih? "

Tak ada sahutan dari Kaelric. Akhirnya, karena Daddynya diam. Veliora pun berjalan menuju kursi tempat dimana Kaelric duduk.

Nah, ini dia. Begitu batin Kaelric. Sambil senyum dikulum.

"Daad... ! "

Veliora mencelos duduk di pangkuan Kaelric. Tangannya yang halus bergerak menuju leher dan dikalungkan tangannya.

Mereka bertemu muka. Ya, karena Kaelric jujur saja. Tidak bisa bicara apa-apa kalau sudah begini. Akhirnya, pulpen yang sedari tadi dipegangnya dia taruh diatas kertas.

Akhirnya, sekali lagi dia membalas memeluk manja gadis itu.

Dia pandangi gadis di pangkuannya itu. Tatapan mereka bertemu. Agak jengah juga gadis itu. Mata gadis itu menangkap sesuatu yang lain di mata Daddy tirinya. Dan, itulah yang membuat gadis itu merasa ketagihan.

Dan sepertinya gadis itu ingin melakukan itu sekali lagi dan lagi.

Bibir mereka menyatu. Lidah mereka bertemu.

Tangan gadis itu, bergerak menyusuri dada Kaelric.

Sesuatu yang... Ah entah. Membuat mereka berdua terbang menuju dunia yang lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!