NovelToon NovelToon
Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
​Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
​Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
​Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Racun Pil dan Rencana Memasuki Hutan Kematian

​Setelah menumbangkan Zhao Meng, Lin Tian tidak kembali ke area perumahan murid luar. Ia tahu keributan yang ia buat pasti akan menarik perhatian para pengawas dan murid-murid faksi lain. Untuk saat ini, gua di balik air terjun kering di Puncak Belakang adalah satu-satunya tempat berlindung yang aman.

​Sesampainya di gua, Lin Tian duduk bersila di atas batu datar andalannya. Ia mengeluarkan dua botol porselen hasil rampasannya. Masing-masing botol berisi sepuluh butir Pil Pengumpul Qi tingkat rendah. Bagi murid luar biasa, dua puluh butir pil ini adalah sumber daya yang cukup untuk berkultivasi selama setengah tahun.

​Lin Tian menuangkan beberapa butir pil berwarna cokelat kusam itu ke telapak tangannya. Aroma herbal murahan langsung tercium tajam.

​Dalam dunia kultivasi, pil obat adalah pedang bermata dua. Pil ini mempercepat pengumpulan Qi, tetapi selalu meninggalkan residu racun yang disebut Erysipelas di dalam tubuh. Semakin rendah kualitas pil, semakin banyak racunnya. Seiring waktu, racun ini akan menumpuk di meridian, menciptakan dinding penghalang (bottleneck) yang membuat seorang kultivator mustahil untuk naik ke ranah yang lebih tinggi. Itulah mengapa banyak murid luar mati di usia tua tanpa pernah menyentuh ranah Pembentukan Pondasi.

​"Bagi orang lain, memakan pil ini layaknya meminum racun kronis secara perlahan," gumam Lin Tian. Sudut bibirnya kemudian terangkat membentuk senyuman tipis. "Tapi bagiku..."

​Ia menutup matanya dan memerintahkan dalam hati, "Sistem, Ekstrak massal seluruh pil."

​[Ding!]

[Mendeteksi 20 butir Pil Pengumpul Qi (Kualitas Sangat Rendah). Memulai proses ekstraksi...]

​Cahaya keemasan berpendar dari telapak tangan Lin Tian, menyelimuti tumpukan pil tersebut. Dalam hitungan detik, pil-pil padat itu retak dan hancur. Asap beracun berwarna kehitaman mengepul keluar dari sisa-sisa pil, yang langsung ditekan dan dihancurkan oleh kekuatan Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi sebelum sempat menyentuh kulit Lin Tian.

​Di telapak tangannya, kini hanya tersisa tumpukan abu putih yang tidak berguna, dan sepuluh tetes cairan energi berwarna emas bersinar yang mengambang di udara.

​[Proses selesai. Berhasil menyingkirkan 98% ampas dan Erysipelas. Memperoleh: 10 Tetes Qi Murni Absolut.]

​Tanpa ragu, Lin Tian menarik napas panjang, menghirup kesepuluh tetes Qi murni itu masuk ke dalam tubuhnya melalui hidung.

​Seketika, gelombang energi yang hangat dan sangat murni meledak di dalam meridiannya. Lin Tian segera mengaktifkan Metode Pernapasan Sembilan Siklus Pemecah Surga peninggalan Lin Chen. Sisa-sisa rasa sakit akibat pernapasan siklus pertama semalam masih ada, namun kali ini meridiannya telah beradaptasi, menjadi lebih tebal dan tangguh.

​Qi murni itu mengalir deras bagai sungai emas yang membasuh seluruh sumsum tulangnya, memperkuat otot, dan akhirnya bermuara di dantian.

​Dua jam kemudian, Lin Tian membuka matanya. Ia menghembuskan udara keruh dari mulutnya.

​"Puncak Tahap 3 Pengumpulan Qi," ucapnya puas.

​Ia sengaja menahan diri untuk tidak langsung menerobos ke Tahap 4. Lin Chen pernah mencatat dalam memori itu: fondasi yang terburu-buru adalah fondasi pasir. Jika ia ingin mendaki jauh hingga ke ranah Inti Emas atau melampaui alam fana ini di masa depan, setiap tahap di Pengumpulan Qi harus dipadatkan hingga batas absolutnya.

​Lin Tian kemudian mengambil belati rampasannya. Bilahnya terbuat dari Baja Hitam biasa.

​"Sistem, ekstrak struktur material belati ini."

​[Ding! Menganalisis belati Baja Hitam. Ekstraksi informasi selesai.]

[Hasil: Bilah ini memiliki retakan mikro di pangkal gagangnya. Terdapat tiga titik penyaluran energi yang optimal. Sistem telah mengoptimalkan lintasan aliran Qi untuk Inang.]

​Pemahaman tentang cara memegang, menyalurkan energi, dan menebas dengan efisiensi maksimal menggunakan belati ini langsung terukir di dalam otak Lin Tian, seolah ia telah menggunakannya selama bertahun-tahun.

​"Luar biasa," bisik Lin Tian, matanya bersinar tajam.

​Dengan sistem ini, ia tidak hanya bisa memperkuat dantian-nya, tetapi juga menganalisis senjata dan teknik tempur. Namun, menyadari hal ini membuat pikiran Lin Tian kembali membumi. Sekte Awan Azure memiliki hierarki yang sangat kejam. Jika ia hanya mengandalkan Qi murni tanpa teknik bertarung (Martial Arts) yang mumpuni, ia akan mati begitu berhadapan dengan murid sekte luar yang berada di Tahap 4 atau Tahap 5, yang memiliki akses ke Paviliun Seni Bela Diri.

​Sedangkan memori Lin Chen sejauh ini hanya memberikannya teknik pernapasan, bukan teknik membunuh. Untuk menelusuri jejak Lin Chen lebih jauh dan mencari warisan klannya yang hilang, ia harus masuk ke Sekte Dalam.

​Dan satu-satunya cara bagi murid luar untuk masuk ke Sekte Dalam adalah dengan masuk ke peringkat sepuluh besar dalam Turnamen Murid Luar yang akan diselenggarakan satu bulan dari sekarang.

​"Satu bulan," Lin Tian menatap ke luar mulut gua, ke arah barisan pegunungan yang tertutup kabut tebal di kejauhan. "Di sekte ini, aku tidak punya koneksi, tidak punya batu roh, dan tidak diizinkan masuk ke Paviliun Bela Diri. Jika aku ingin bertambah kuat dan mendapatkan teknik bertarung..."

​Pandangannya mengeras. Pilihan satu-satunya hanyalah kembali ke tempat yang hampir merenggut nyawanya kemarin. Tempat yang dipenuhi oleh binatang spiritual berdarah dingin, harta karun alam liar, dan bangkai para kultivator yang gagal.

​Hutan Binatang Buas.

​Tapi kali ini, ia bukan lagi pemuda berakar spiritual cacat yang bisa dikoyak oleh Serigala Angin tingkat rendah. Ia adalah pemburu yang siap mengekstrak segalanya dari hutan tersebut. Lin Tian menyarungkan belati di pinggangnya, menarik tudung jubahnya, dan melesat menghilang ke dalam pekatnya bayangan pepohonan.

1
aldo
dan jangan lupa up nya ya thor semangat terus ya 🙏🙏🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!