Perayaan empat tahun pernikahan Laura, seorang pemimpin perusahaan muda dirayakan begitu meriah bersama suaminya yang juga yang juga temannya saat SMA. Hubungan mereka begitu harmonis, layaknya pasangan suami istri sempurna di mata publik yang melihatnya.
Namun, kebahagiaan itu seketika di rusak oleh sebuah pesan dari seseorang misterius yang seolah tak suka dengan pernikahannya.
Dia pun mencari tahu sendiri kebenarannya, dan menguak kenyataan yang lebih mencengangkan...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Widia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mesra
"Kak, maafkan Dina. Dina khilaf. Dina bersumpah tak akan mengulanginya. Arghhh!"
Gadis itu tersungkur setelah Laura melepaskan tangan Dina yang memegang kakinya. Dia kini tak peduli lagi pada gadis itu, bahkan merasa jijik melihat wajahnya.
"Jangan panggil aku kakak seolah aku adalah kakakmu. Aku ini nyonyamu, gadis rendahan!" Teriak Laura yang tak puas mencaci maki gadis itu.
Dia pun melihat Ghia, dan memintanya untuk segera meninggalkan rumah ini. Sementara ponselnya akan dia simpan untuk mengingat betapa bejatnya rencana Dina yang ingin menghancurkan rumah tangganya.
Dave meraih tubuh Laura yang nyaris terkulai lemah. Sebuah kenyataan pahit yang harus mereka alami karena tindakan konyol gadis itu.
"Ini harga yang harus kami bayar atas kesalahan Dina. Dia sepertinya akan ku pulangkan ke rumah ibunya di Tegal. Sekali lagi maafkan saya yang telah lalai sebagai seorang ayah," ucap pak Adhi yang terus meminta maaf. Dia pun menyeret Dina dan membawanya pulang ke rumah yang tak jauh dari kediaman keluarga Winarta.
"Apa aku terlalu kejam? Aku sendiri yang ingin membuka kedoknya seperti ini, tapi aku juga merasa bersalah mempermalukannya di depan papa dan orang rumah ini," ucap Laura sambil terisak, karena rasa sayangnya pada Dina.
"Tidak, dia pantas mendapat hukuman seperti ini. Dengan merencanakan sesuatu yang bahkan tak pernah kita bayangkan dari gadis sepolos dia. Dan kau Dave, aku harap setelah kejadian ini tak ada lagi air mata yang jatuh di mata anakku selain kebahagiaan. Kalau kau sampai mengkhianatinya, maka aku tak segan untuk menginvasi perusahaanmu. Kau harus ingat, akulah pemilik terbesar saham di perusahaan keluargamu itu," tegas Bram yang mengingatkan posisi sang menantu. Kini tumbuh rasa khawatir atas rumah tangga sang putri setelah kejadian malam ini. Dia pun tak lagi menaruh harap pada Dave yang bisa saja mengecewakannya.
"Aku tak akan pernah mengkhianati Laura, dia adalah wanita yang sangat aku cintai," ucap Dave penuh yakin. Dia pun membawa Laura ke kamarnya, agar bisa beristirahat dan melupakan kejadian ini.
"Aku tahu ini rencana kita, tapi semua pesan itu baru ku baca sekarang dan itu benar-benar membuatku hancur. Gadis itu, telah mengkhianatiku," lirih Laura yang masih tak percaya dengan apa yang dia baca.
Dave membiarkan Laura tidur dalam pelukannya. Dia mengerti berapa terguncangnya mental dan psikis sang istri. Sambil membelai dengan lembut, agar istrinya merasa aman dan nyaman di dekapannya.
Sinar matahari menyoroti jendela kamar Laura, Dave terbangun sembari menggosok matanya. Dia tak menemukan sang istri di sampingnya.
Pria itu pun mencuci wajah dan turun dari lantai dua. Di sana pun tak ada orang yang dia temukan. Bahkan sang mertua tak terlihat barang hidungnya.
Dave melangkahkan kakinya ke dapur. Terdengar suara orang yang sedang berbagi cerita, ada cerita hangat, sedih dan horor yang di ceritakan. Dave tersenyum mendengar tawa Laura, yang berbeda dengan sikapnya semalam.
"Sayang," panggilnya pada sang istri. Laura yang tengah tertawa, menoleh ke arah pintu dapur. Dia tersenyum melihat sang suami dan melambaikan tangan untuk menghampirinya ke tempat duduk.
"Lihatlah, aku mendapat hadiah yang sangat indah dari papa," ucap Laura sembari menunjukan foto yang di hiasi figura. Foto ibunya yang sudah meninggal 10 tahun lalu.
***
Andreas menunjukan barang hidungnya setelah satu minggu dia menghilang. Dia pun kini terlihat menjalani tugasnya seperti biasa dan menyerahkan dokumen laporan pada Laura.
"Menghilang selama satu minggu dan masuk seperti biasa. Kau sepertinya menganggapku nenekmu yang akan membiarkanmu sesuka hati bekerja," ledek Laura yang tak suka dengan sikap Andreas.
"Ada urusan mendadak yang tak bisa ku tinggalkan dan aku merasa bersalah atas kejadian hari itu," jawab Andreas sambil menundukan wajahnya.
"Aku tak akan membiarkanmu seenaknya bekerja di kantorku. Jadi kau harus membantu karyawan yang lembut. Selama satu bulan ini," titah Laura yang tak mungkin di bantah Andreas.
Pria itu hanya mengangguk lalu keluar dari ruangan Laura tanpa berbicara apapun. Sejenak, dia berhenti depan ruangan Laura yang tertutup dan menghembuskan. Seolah menutupi sesuatu yang dia alami.
Makan siang kali ini, Dave membawa Laura ke sebuah restoran mewah. Dia benar-benar memanjakan istrinya setelah kejadian itu. Laura nampak sibuk memilih menu makan siangnya.
"Mau ku pilihkan? Istriku biasanya suka sekali dengan jamur. Bagaimana kalau cordon bleu with mushroom sauce?"
Laura tersenyum dan mengangguk, rupanya Dave tidak melupakan makanan favorit istrinya.
Sambil menikmati makan siang, keduanya nampak larut dalam obrolan yang menarik. Masing-masing menceritakan kejadian di perusahaan hari ini, termasuk kembalinya Andreas setelah satu minggu menghilang.
"Aku harap kau memecatnya, setelah dia bertindak kasar padaku," keluh Dave yang masih dendam pada pria yang sedang mereka bicarakan.
"Aku masih membutuhkan keahliannya. Dia sangat jenius dan sayang untuk ku singkirkan," tutur Laura yang membuatnya mempertahankan Andreas di perusahaannya.
"Asal kau menjaga batasan dengannya, aku tak keberatan walau terpaksa. Sayang, bagaimana kalau bulan depan kita liburan ke luar kota. Atau mungkin ke USS?"
"Hmm ide yang bagus, sudah lama juga kita berdua tak liburan. Setelah kejadian menyesakkan kemarin, rasanya otak dan jiwaku butuh healing dan refreshing," jawab Laura yang menyetujui rencana Dave.
Keduanya pun kembali ke kantornya masing-masing, dan menghadapi beberapa pekerjaan yang menumpuk di meja mereka. Sebagai owner dari perusahaan, keduanya selalu di sibukkan dengan pekerjaan dan juga pertemuan dengan petinggi perusahaan lain.
Kejadian kemarin pun dijadikan kesempatan bagi Dave, untuk mendapat kepercayaan dari Laura istrinya. Karena bagaimanapun, perusahaan keluarganya bisa berkembang pesat atas bantuan keluarga Laura sejak awal mereka menikah.
-"Apa kau yang akan memesan tiket?"
-"Iya, biar aku saja. Kau tinggal duduk santai, aku akan menyiapkan semua mulai dari tiket sampai kebutuhanmu. Istriku cukup duduk manis."
Laura tersenyum membaca balasan dari suaminya, seolah gairah di masa muda mereka bangkit kembali. Walaupun setiap hari Dave memang sangat romantis, tapi kali ini Dave benar-benar menunjukan effort jika dia tak akan berpaling darinya.
Jam pulang pun tiba, Laura keluar dari ruangannya lalu berjalan melewati beberapa meja bawahannya sebelum sampai lift. Dari jauh dia melihat Andreas yang nampak serius bekerja.
"Ya, setidaknya kau loyal dan mematuhi perintah ku," gumamnya sambil kembali berjalan menuju lift.
Di depan gedung sudah menunggu Dave dengan mobil mewahnya, sambil melihat ke arah dalam gedung menunggu kedatangan istrinya
"Apa kau menunggu lama?" Tanya Laura pada Dave yang sedang berdiri sambil melipat dada.
"Tidak sayang, aku baru sampai. Ayo kita pulang, aku sudah tak sabar ingin makan malam dengan masakanmu. Dan juga memakanmu," ucap Dave dengan gombalannya. Laura hanya menggelengkan kepala lalu masuk ke dalam mobil setelah membukakan pintu mobil untuknya.
Keduanya terlihat berbincang, menikmati kemesraan dalam hubungan mereka.
saat lbh memilih mndua krna nafsu dan serakah....
tpi trnyata perempuan yg di piara... dan bhkn rela mnyakiti laura.. tak lbh dri seorang jalang....
makin hncurlah kau dave... klo trnyata ank yg km sayangi dri gundikmu... trnyata bukan ank kndungmu.... tpi ank org lain🤣🤣🤣
terlalu lucu klo laura harus bersaing dgn gundiknya.... yg g ada levelnya
🤣🤣